Lady Luck

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 29 June 2019

Apakah di dunia ini hanya memandang dan melirik wanita yang sempurna? dalam artian memiliki wajah yang sempurna, kulit yang sempurna, tinggi badan sempurna serta badan yang sempurna. Segalanya serba sempurna. Padahal semua orang tahu bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini, tapi kenapa mereka memilikinya?
Kata sempurna itu terbayang oleh pikiranku. Dan parahnya lagi sampai masuk ke dalam mimpi, “Apa aku kebanyakan nonton drama series kali ya?”. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku agar sadar dengan dunia yang nyata.

Aku melihat banyak kerumunan orang di depan pintu kelas. Sekilas aku melihat sosok pria dengan tinggi yang sempurna, wajah yang tidak begitu jelas tapi aku yakin dia itu pasti tampan. buktinya semua orang berdiri di luar untuk melihatnya.

Tiba-tiba perutku sepertinya sudah demo untuk diberi beberapa makanan. Karena bel belum dibunyikan, aku pun beranjak dari kelas kemudian menuju kantin yang tidak begitu jauh dari kelasku. Memesan 1 piring nasi goreng dan teh es. Aku sangat lapar karena saat berangkat sekolah tadi aku tidak sempat untuk sarapan.

Namun, tiba-tiba aku melihat dia. Orang yang tadi kulihat dari dalam kelas. Sepertinya dia sedang melihat apakah masih ada kursi yang kosong untuk dirinya, ternyata masih ada yakni kursi yang ada di dekatku. Dia langsung duduk di sebelahku. Hal itu membuatku langsung tersedak dengan makananku sendiri. Dia yang berada di sampingku langsung memberikan secangkir air putih kepadaku. Aku sangat kaget karena pria yang sangat tampan dan disukai oleh seluruh sekolah duduk dengan cewek yang pastinya tidak masuk kedalam kriteria cewek idamannya. Aku yakin pasti cewek idamanannya seperti yang tadi kubayangkan. Tapi entah kenapa hatiku berdetak kencang. Semangat 45 ku mulai menggebu-gebu. Aku bingung harus ngapain, apakah harus bicara basa-basi dulu, seperti Hai, kenalkan aku Aera!
Ah itu terlalu alay dan lebay yang sering dikatakan anak-anak zaman sekarang. Lebih baik aku diam dan melanjutkan makanan yang saat ini ada di depanku. Berarti pertemuan pertama ini dalam keadaan diam. Ok, baiklah.

Aku menyelesaikan makananku dan segera menuju kasir. tapi ada yang terasa aneh di sakuku. Kenapa tidak ada uang di sakuku? Bagaimana ini? Oh, may god uangku kan di dalam tas, gimana caraku untuk mengatakannya, nanti dikira aku hanya cari-cari alasan saja. Tapi tiba-tiba dia datang seperti pahlawan dan membayarkan makananku, “Maaf kenapa kamu bayarkan makananku, tapi tenang aja aku akan balikkan uang kamu. Tunggu sebentar di sini, aku akan ambil uangku di dalam tas” ucapku basa-basi namun sebenarnya aku sangat senang.

Dia tersenyum manis membuat jantungku berdetak makin kencang. Dia melihatku “Tidak perlu juga kamu balikkan uangku. Santai saja. Lain kali kalau makan jangan terlalu cepat” ujarnya lalu beranjak pergi dari hadapanku. dengan jalan seperti seorang model. Yang terlihat hanyalah badannya yang sempurna dan kini dia masuk ke… “Apa? Itu kan kelasku?” kagetku langsung berlari ke kelas. Di sana aku melihat dia duduk di samping kursiku. Lagi-lagi aku kaget dengan semua yang terjadi pada diriku saat ini. Aku hanya diam di depan pintu karena melihat dia sedang dikerumunin semua siswi. Tapi tiba-tiba wali kelasku datang, awalnya aku tidak mengetahui ada wali kelasku di belakang. Wali kelasku menyuruhku untuk duduk di kursiku, aku pun menuruti perintahnya.

Mimpi apa aku semalam? Seorang cowok tampan datang dan kini duduk di sampingku. Saat ini dia berada di depan kelas sedang memperkenalkan dirinya. Aku pun membuka ponselku dan melihat berita Update di sosial media yaitu Instagram tentang segala hal termasuk keinginanku untuk mengetahui akun cowok itu. Tapi ternyata… “Oh, my god. Ini kan Ryu? Dia follow aku? dari mana dia tahu akunku? Apa? dia suka semua foto-fotoku?” gumamku tidak percaya tapi rasanya aku ingin berteriak. Tapi itu tidak mungkin.

Cowok itu kemudian duduk kembali di sebelahku. dia sepertinya melirik ke arah ponselku, dan membuka topik pembicaraan baru “Aku tahu akunmu, karena aku pernah melihatmu beberapa kali di tempat yang berbeda. Aku pun ingin tahu siapa dirimu. Aku bertanya pada teman-teman siapa namamu, dan mencari tahu akun instagrammu. Aku sangat suka kamu yang natural seperti ini tanpa dibuat-buat. tolong difollback ya” ucapnya sambil berbisik di telingaku agar tidak kedengaran sama orang lain.
Aku langsung menatapnya “Hmmm”
Cowok itu tersenyum lagi “kamu Lady Luck. Aku suka kepribadianmu Aera” ucapnya lirih. Tapi aku dapat mendengarnya. aku tersenyum, tidak pernah membayangkan ini akan terjadi.

Sekarang aku mengerti bahwa ketidaksempurnaan seseorang akan ditutupi oleh orang yang memiliki kesemournaan itu. Kesempurnaan tidak harus berasal dari fisik saja tapi bisa berasal dari diri kita sendiri tanpa harus menjadi diri orang lain … from Aera 🙂

Cerpen Karangan: Husni Ibadatika Arif
Blog / Facebook: Husni Ibadatika Arif

Cerpen Lady Luck merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dia Mencintainya

Oleh:
Davis mencintainya… Dia sangat yakin dengan hal itu. Pemuda ini bahkan sudah melakukan banyak percobaan konyol hanya untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu benar-benar cinta yang ia rasakan saat

Detektif Numpang Lewat

Oleh:
Di sebuah kota maju yang bernama kota Neuro, terdapat sebuah SMP favorit bernama SMP Pelita. Hari ini adalah hari pertama sekolah untuk siswa-siswi angkatan baru tahun ini. Di antara

Pertemuan Singkat

Oleh:
‘Aku benar-benar tidak berniat ikut! Tidak berniat sama sekali. Ini membosankan sangat-sangat membosankan. Kenapa mereka memilih tempat ini? Kenapa orangtuaku sangat senang ke tempat ini? Di sini tidak ada

Senja Di Palippis

Oleh:
Senja sore itu seperti biasanya Ikama telah selesai membenahi perahu sandeqnya -perahu Tradisional Mandar- semua kebutuhan yang diperlukan untuk berlayar pada malam itu sudah disiapkan. Ikama meninggalkan pantai yang

Harapan Hidupku

Oleh:
Hari hari dalam hidupku memang penuh warna kebahagiaan, walau terselip satu harapan yang tak pernah terkabulkan. Aku bernama Alya, aku hidup di tengah-tengah keluarga yang keberadaannya cukup baik. Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *