Lagu Cinta Untuk Raina

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 20 January 2016

Gadis cantik yang duduk di ujung bangku sana adalah kekasihku, namanya Raina. Rambutnya panjang terurai, senyumnya manis bagaikan senyum Wulan Guritno artis wanita favoritku. Aku mengenalnya beberapa bulan lalu. Itu pun dikarenakan ketidaksengajaan aku yang menabrak dia di pinggir jalan gang menuju kampusku.

“Maaf, ya aku tak sengaja menabrakmu?” kataku, sambil mematikan motorku.
“oh, iya tidak apa-apa. Aku juga tidak terluka sedikit pun..” Ujarnya, sambil tersenyum manis padaku.

Saat itu, aku langsung bergegas menuju kelasku sehingga aku lupa menanyakan siapa namanya. Bahkan aku tak tahu gadis itu mengambil jurusan apa, tapi aku yakin sekali bahwa dia kuliah di kampus yang sama denganku. Aku hanya bisa berharap mudah-mudahan setelah jam perkuliahan selesai aku bisa bertemu dengan dirinya lagi. Mata kuliah pertama telah usai. Aku mendapatkan kabar dari ketua tingkat bahwa dosen yang mengajar di mata kuliah jam kedua tidak bisa hadir. Dengan rasa penasaran terhadap gadis yang aku tabrak tadi akhirnya aku memutuskan untuk berkeliling kampus untuk mencari gadis si pemilik senyum manis itu.

Aku susuri setiap gedung yang berada di lokasi kampusku. Tapi hingga hari menjelang sore gadis si pemilik senyum manis itu tak aku temui. Terlintas di benakku apakah gadis itu bukan mahasiswi yang sama di universitas tempat aku kuliah? Ataukah dia hanya sekedar mengunjungi temannya yang kuliah di kampus aku? Entah kenapa hatiku masih tetap merasa yakin bahwa dia memang satu kampus denganku.

Keesokkan harinya, di jam yang sama ketika aku menabraknya. Aku mulai menyusuri kembali setiap gedung dan setiap jurusan yang ada di kampusku. Tiba-tiba perjalananku terhenti di tengah jalan ketika mataku tertuju kearah gadis yang duduk di ujung kelas ekonomi itu. Aku mulai yakin bahwa sosok gadis berambut panjang itu adalah gadis si pemilik senyum manis itu. Telah ku pastikan gadis yang memakai baju kemeja motif kotak-kotak itu adalah gadis yang aku tabrak kemarin. Ternyata, dia mengambil jurusan ekonomi di kampus yang sama tempat aku kuliah. Aku tersenyum karena rasa penasaranku akhirnya terjawablah sudah. Akhirnya aku memberanikan diri untuk mendekatinya sekalian untuk meminta maaf atas kejadian kemarin.

“Hai.”
“Hai..”
“Kamu ingat sama aku nggak?”
“Siapa yaaa..”
“Aku yang kemarin menabrak kamu di depan gang..”
“Oh, iya..iya.” katanya polos seolah-olah tak menghiraukan kejadian kemarin.

“hehehe.. iya. Maafin aku ya karena kemarin belum sempat meminta maaf secara baik-baik kepadamu.”
“Iya tidak apa-apa, santai saja kok..” Jawabnya. “Oh iya, namaku Raina. Nama kamu siapa?”
“Namaku Rheo, mahasiswa jurusan seni musik..”
Dia tersenyum manis sambil mengulurkan tangannya untuk mengajakku berkenalan.

Awal perkenalan kami memang terjadi secara singkat. Tapi pertemanan kami tetap terjalin dari hari ke hari hingga akhirnya kami memutuskan untuk berpacaran. Setelah satu bulan kami memutuskan untuk berpacaran. Hari demi hari telah kami lewatkan secara bersama-sama. Mengisi jam kosong untuk mengobrol di kantin merupakan kebiasaan kami di kampus. Mengenal kebiasaan masing-masing serta menceritakan semua lelucon lucu yang sering terjadi di dalam kelas selalu menjadi bahan paling menarik untuk diperbincangkan. Semenjak itu, aku mulai menyadari bahwa Raina adalah sosok gadis manis yang berbeda dari gadis pada umumnya.

Semenjak aku mengenal dia, hatiku selalu merasa nyaman ketika berada di sampingnya. Sikapnya yang biasa-biasa saja membuatku semakin terkesima olehnya. Dia gadis yang tidak pernah menuntut aku untuk mengikuti kemauannya, dia gadis manis yang mempunyai kepribadian luar biasa untukku. Tak pernah ku temui sebelumnya sosok wanita yang bisa mendukung profesi sang pacarnya. Apalagi kegemarankau terhadap musik beraliran metal dan rock sama sekali tak membuatnya resah bila berada di dekatku.

Justru, dia adalah satu-satunya gadis pertama yang aku kenal yang menyukai semua jenis musik termasuk jenis musik metal dan rock. Rasa kagumku terhadap dia semakin membuatku menyayangi dirinya. Hingga satu bulan sebulan ulang tahunnya. Aku menyiapkan sebuah lagu romantis ciptaanku sendiri yang akan aku nyanyikan di hari ulang tahunnya. Lagu itu mewakili perasaan sayangku kepadanya. Aku menyayangi dirinya setulus jiwaku. Aku selalu berharap semoga dia menjadi bagian terindah yang suatu saat nanti bisa ku miliki. Lagu ini aku ciptakan memang khusus untuk dirinya.

Aliran musik pop adalah pilihan jenis musik paling pas untuk sebuah lagu romantis yang memang aku sengaja buatkan sebagai kado di hari ulang tahunnya. Dengan nada-nada yang lembut serta syair-syair yang puitis lagu ini akan aku berikan judul “Manantimu.” Menantimu menceritakan tentang perjuanganku untuk menantinya agar dia tetap menantiku hingga cinta kami bisa menyatukan kami lagi. Aku berharap semoga kelak dia menjadi bagian terindah dalam hidupku.

Cerpen Karangan: Rahmah Juwita Edy
Facebook: Rahmah Juwita Edy

Cerpen Lagu Cinta Untuk Raina merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Friend Is My Love

Oleh:
“Aku bawa es krim kesukaan kamu Mut, es krim bang Jon,” “Ihh, kamu emang sahabat aku paling TOP sedunia deh, makasih Van,” “Aku mau ngomong sama kamu Mut,” “Yaelah,

OSIS Displeasure

Oleh:
Sialan, tahu begitu kutendang tulang keringnya lebih keras dari kemarin hingga dia meringis kesakitan seperti seorang bayi yang merengek minta susu pada ibunya. Bagaimana tidak, orang itu telah menipuku

Ke Dalam Cahaya

Oleh:
Setelah berbagai masalah kecil yang tumpang tindih, aku bagaikan menjantuhkan susunan domino yang tak terlihat. Meski awalnya aku ingin menyembunyikan perasaan ini, tetapi pancaran panas dari perasaanku pun mulai

Catatan Harian

Oleh:
Masih kusimpan kisah yang indah dalam balutan kertas putih. Warna sampulnya yang manis membuat aku selalu ingin menggenggamnya. Sudah lama aku tak membuka jilidnya, Catatan yang bertempat di sana

Irisan Mata Lisa

Oleh:
Namaku Lisa, aku seorang wanita berumur 18 tahun yang bersiap menuju jenjang universitas. Orang lain memberikan berbagai argumen tentang kecantikan wajahku, akan tetapi, aku tak merasakan kenikmatan itu melekat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *