Langit Hijau Kelabu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 28 August 2017

Hari ini adalah awal Syamina menyegerakan perintah wajib bagi setiap muslim maupun muslimah dengan membentuk hubungan sah ikatan tali pernikahan dan membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Syamina terlihat sangat gugup dan gelisah, karena ini pertama kalinya Syamina harus bertatapan langsung dengan seorang lelaki yang akan segera menjadi suaminya. Syamina tampak berusaha menenangkan diri dari kegelisahan yang meliputi dirinya sedari tadi. Namun syamina tetap terlihat sangat cantik dan anggun dengan balutan gaun putih nan indah beserta hijab dengan pernak-pernik sebagai hiasannya.

Sudah lebih dari dua jam, Syamina duduk di depan meja rias karena belum selesai juga merias diri. Maklum saja, ini kali pertamanya Syamina harus berdandan. Berbeda dengan kebiasaan sehari-hari Syamina yang hanya menggunakan riasan wajah secukupnya dan tanpa mengenakan pewarna bibir. Hari ini, Syamina harus merias diri karena ini hari spesial untuknya. Hati Syamina tidak henti-hentinya berdegup, semakin mendekati jam sepuluh pagi maka hati Syamina semakin berdegup kencang karena ia merasa gugup dan gelisah.

Langit yang cerah mengawali langkah Syamina menuju Masjid Al-Mukarramah untuk melaksanakan akad nikah. Setibanya di depan masjid, Celvin yaitu calon suami Syamina terlihat turun dari mobil bersama kedua orangtuanya menuju masjid dan menghampiri mereka. Dengan setelan jas bewarna merah marun, membuat lelaki berpostur tubuh tinggi dan berwajah manis tersebut membuat luluh hati Syamina. Inilah awal getaran cinta pandangan pertama yang dirasakan Syamina.

“Apakah celvin merasakan yang sama dengan saya?”, seru Syamina dalam hati.
“Hai Syami.. ayo kita segera lakukan akad nikah ini”, tanya Celvin dengan pelan.

Mereka berdua pun memulai acara akad nikah tepat jam sepuluh pagi di dalam masjid Al-Mukarramah yang dihadiri kerabat kedua mempelai. Setelah akad selesai, terlihat paras wajah kedua mempelai begitu lega dan bahagia. Kini Syamina dan Celvin telah sah menjadi suami istri. Kerabat yang hadir pun memberikan ucapan selamat dan berharap kepada mereka agar menjadi keluarga yang harmonis dan juga segera diberi momongan. Celvin pun segera membawa Syamina ke rumah ibunya, Syamina pun dengan senang hati bisa tinggal bersama suami dan mertua tercinta. Orangtua Celvin sangat bahagia, karena mereka menganggap anak tunggal mereka telah menemukan wanita yang tepat dan bisa menuntunnya menjadi pribadi yang lebih dewasa.

Syamina telah mencuri hati kedua orangtua Celvin. Di mata kedua orangtua Celvin, Syamina adalah gadis Sholehah yang baik dan tulus. Walaupun Syamina sedikit memiliki kekurangan, yaitu ada kerusakan pada kornea mata Syamina yang sudah terjadi sejak kecil. Kerusakan ini yang membuat mata Syamina terlihat aneh bagi orang lain yang memandang Syamina. Namun begitu, Syamina menganggap ini semua adalah anugerah yang diberikan Allah SWT kepadanya.

Hari pertama di rumah mertua, Syamina sedikit gelisah karena ia tidak terbiasa jauh dari orangtuanya. Namun pribadi Syamina yang mudah bergaul, membuat Syamina sedikit bisa mengurangi kegelisahan yang dirasakannya dengan bercanda dan mengobrol bersama kerabat Celvin yang datang jauh dari Canada. Syamina yang sangat lancar berbahasa inggris, membuatnya sangat mudah berkomunikasi dengan kerabat Celvin, dan membuat semua kerabat Celvin menyukai Syamina karena ia sangat menghormati orang yang lebih tua darinya dan ia memiliki ketulusan hati dalam melakukan segala hal.

Sebuah awal pernikahan yang indah, memulai dengan tulus penuh harap menghasilkan bibit persaudaran yang semakin erat dan juga memberikan keutuhan keluarga baru yng harmonis untuk Syamina dan Celvin. Celvin telah bekerja di sebuah perusahaan tekstil milik ayahnya, ia diangkat sebagai direktur baru menggantikan ayahnya yang kini sudah sering sakit-sakitan. Ayahnya merupakan orang terpandang di seluruh kota, dan semua keluarga berharap agar Celvin dapat meneruskan pekerjaan ayahnya dengan cara yang sama atau bahkan menjadi lebih baik dari ayahnya. Celvin yang merupakan mahasiswa lulusan oxford university bidang ekonomi dan bisnis, menjadi mudah baginya untuk melanjutkan pekerjaan ayahnya.

Selama Celvin memegang kendali perusahaan, banyak sekali perubahan yang terjadi pada perusahaan ayahnya, perubahan positif dan juga perubahan negatif. Perubahan positif diantaranya banyak pesanan dari luar kota dan luar negeri yang menginginkan produk tekstil dari perusahaan miliknya, perusahaan tekstil Celvin kini menjadi salah satu perusahaan nomor dua terbesar yang memiliki cabang di tiga puluh kota dan sepuluh cabang baru di buka di luar negeri terutama Canada. Namun, dibalik perubahan positif tersebut, ada pula perubahan negatif yang terjadi diantaranya ia mulai menggunakan system tanam tunai pada karyawannya dimana setiap setahun sekali ia membuka lowongan baru untuk memperkejakan karyawannya dan setelah tiga tahun, karyawan tersebut akan diberhentikan dan digantikan dengan yang baru.

Aturan yang dibuat Celvin sedikit memberikan kekhawatiran bagi ibunda dan ayah Celvin yang sudah mempunyai karayawan tetap di perusahaannya. Dengan perlahan mereka meminta Celvin untuk tetap memperkerjakan karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan ayahnya. Celvin dengan penuh ketulusan kepada ayah dan ibunya menjelaskan bahwa karyawan yang telah lama tersebut diberhentikan namun mereka tetap menerima tunjangan setiap tahunnya. Akhirnya Celvin membuat ibu dan ayahnya paham dengan teori bahwa seseorang tidak bisa selamanya bekerja secara maksimal. Teori yang dijelaskan Celvin kepada orangtuanya benar-benar sangat realistis dan bisa diterima akal dan pikiran.

Kini Syamina menjadi salah satu bagian perusahaan, Celvin mengajarinya berbagai pelajaran mengenai bisnis yang sama sekali belum pernah dia pelajari. Syamina kini diangkat sebagai asisten manager dari suamiku Celvin. Betapa senangnya hati Syamina bisa mencapai ini semua dalam waktu yang tidak begitu lama. Setiap pagi Syamina sangat semangat untuk pergi ke kantor bersama Celvin. Celvin sangat baik kepadanya, ternyata pikiran Syamina selama ini salah mengenai Celvin. Dengan setelan jas hitam dan jilbab corak merah aku pun dengan penuh senyum hendak berangkat ke kantor bersama Celvin.

Celvin memandangiku dengan tatapan yang berbeda dari hari sebelumnya. Dia tersenyum kepadaku dan menyapaku layaknya seorang suami yang takut kehilangan istrinya. Aku pun semakin bangga dengan perlakuannya tersebut dan terlebih lagi setiap kali aku ingat Celvin selalu mengajakku pergi dan pulang bersama dari kantor.

Dua tahun berlalu, Syamina dan Celvin kini sudah memiliki seorang anak lelaki yang tampan dan juga soleh. Bayi kecil mereka bernama Dirza sangat menjadi hiburan kecil bagi Syamina dan Celvin begitu juga kepada semua keluarga yang sangat senang akan hadirnya Dirza di kehidupan mereka. Kini Syamina sudah tidak bekerja di perusahaan lagi, karena harus fokus mengurus bayi kecilku Dirza. Celvin member Syamina sebuah rumah yang tidak jauh dari kantor, kami yang awalnya tinggal di rumah ibu Celvin kini sudah tinggal di rumah sendiri. Dirza dan Celvin memiliki banyak kesamaan pada wajah dan juga fisiknya. Syamina sangat menyayangi Dirza dan semakin hari ia semakin tumbuh dengan baik dan menjadi bayi yang sehat juga cerdas. Tidak terasa Dirza kini akan memasuki Sekolah Dasar dan kami sekeluarga pun sungguh senang melihat perkembangan Dirza dan terus memberikan semangat kepada Dirza agar rajin belajar dan juga tidak lupa untuk menegakkan shalat.

Tahun berlalu semakin cepat, dan Dirza yang kecil kini sudah menjadi Dirza dewasa yang sudah menyelesaikan pendidikan kuliahnya di universitas sumatera utara jurusan bisnis. Dirza pun kini diminta untuk bekerja di perusahaan Celvin, walaupun baru diangkat sebagai asisten managernya Celvin. Namun Dirza memberikan kontribusi yang sangat baik kepada perusahaan tersebut. Kehadiran Dirza menaikkan omset penjualan produk perusahaan yang membuat nama perusahaan tersebut semakin dikenal dan banyak yang ingin bekerja sama dengan perusahaannya. Celvin sangat bangga dengan kepintaran Dirza dalam menangani perjalanan bisnis di perusahaan tersebut. Dirza yang tampan pun juga menjadi incaran gadis-gadis yang terpesona dengan wajah tampan Dirza dan juga perilakunya yang sopan dan tidak sombong. Namun Dirza masih tidak ingin mencari cinta karena ia hanya ingin fokus pada karirnya, baginya dengan adanya ibu di rumah itu sudah cukup memberikannya cinta dan kasih sayang.

Namun Syamina merupakan ibu yang baik dan pengertian terhadap Dirza, ia sedikitpun tidak memaksakan kehendak kepada Dirza untuk segera mencari pasangan. Itu yang membuat Dirza sangat menyayangi ibunya melebihi sayangnya kepada ayahnya. Syamina kini sering sakit-sakitan karena gagal ginjal yang sudah menjadi kronis dan segera harus dioperasi. Namun Syamina tidak pernah memberitahukan tentang penyakitnya kepada Dirza. Ia takut anaknya itu akan khawatir dengannya dan mereka akan sulit dalam bekerja nantinya. Celvin yang sudah mengetahui penyakit Syamina pun ikut menjaga rahasia itu karena Syamina memaksa Celvin agar jangan memberitahukan tentang penyakitnya tersebut hingga akhirnya Syamina pingsan dan harus dibawa ke rumah sakit untuk dioperasi.

Celvin tidak dapat menahan rahasia lagi, ia pun langsung memberitahukan Dirza bahwa ibunya mengidap penyakit Gagal Ginjal Kronis dan itu akan menyebabkan kematian jika ibunya tidak menemukan pendonor ginjal. Dirza yang pada saat itu baru mendapatkan kabar tentang penyakit ibunya, seketika terdiam dan terduduk lesu sambil menahan tangis yang amat dalam karena ia takut kehilangan ibunya. Celvin pun mencoba menenangkan hati anaknya, ia mendekap Dirza dari belakang. Dirza hanya bisa menangis menumpahkan semua kesedihan hatinya.

Berselang dua jam di ruang operasi, akhirnya dokter pun keluar dari ruang operasi. Dokter meminta maaf karena tidak bisa menyelamatkan ibunya. Ternyata penyakit yang diderita Syamina itu sudah lama menjangkiti tubuhnya. Hingga akhirnya dokter pun tidak mampu lagi menyelamatkan dari penyakit tersebut.

Hal ini sangat memilukan hati Dirza dan membuatnya merasakan sedih teramat dalam karena ditinggalkan oleh ibu yang selama ini sangat ia sayangi. Tanpa terasa air mata mengalir deras membasahi pipi Dirza yang kala itu menggunakan kaos berwarna hijau muda. Hijau muda adalah warna kesukaan Syamina ibunya, karena hal ini semua yang Dirza lakukan hanya untuk mencari perhatian Syamina. Namun kini Allah sudah mengambil Syamina dari Dirza untuk selamanya. Dirza berusaha untuk menerima semua kejadian ini dengan sabar dan terus mendo’akan ibunya agar mendapatkan tempat terindah di surga.

Dirza keluar dari rumah sakit, dan memandang langit tanpa sengaja. Hari itu langit tampak berwarna hijau kelabu, warna kesukaan Syamina yang seolah menyampaikan rasa gembira. Dirza tersenyum dan berharap ibunya selalu ada bersamanya di dalam hati.

Cerpen Karangan: Ayumi
Facebook: Vierrumcute_2193[-at-]yahoo.com

Cerpen Langit Hijau Kelabu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pertemuan Yang Singkat

Oleh:
3 tahun sudah berlalu, saat itu hari minggu, hari yang membahagiakan untukku. Membahagiakan? Ahh entahlah… Pada hari itu kakakku mengajak aku untuk bertemu dengan seseorang. Dan ternyata orang itu

My Prince

Oleh:
Sudah 2 hari aku tak mendengar suaranya di rumahku, dia menghilang, dia benar benar menghilang. Tak ada kabar apapun darinya, ke mana dia pergi? Dan kenapa dia pergi? Itulah

Arti Kehilangan

Oleh:
Bilqis adalah seorang anak remaja berumur 18 tahun, dia seorang yang pekerja keras, ramah, dan penyabar dia memiliki seorang adik bernama Cha gadis cantik berumur 15 tahun. Sifat Cha

Kita Bertemu Lagi Si Maret

Oleh:
Bruk! Uups aku tak sengaja menabrak seseorang. Seseorang itu berperawakan tinggi, memakai T-shirts abu-abu lengan pendek, Tangannya yang berkalungkan jam tangan dan beberapa gelang kecil yang warna-warni, kulit yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *