Lebaran Buat Fitri


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 19 June 2013

“Fitri… kamu mau kemana?” tanya ibu pada fitri. “Mau ke warnet bu… sebentar soalnya ada tugas dari kampus yang ingin fitri cari”. Sejak fitri mengenal yang namanya facebook tiga sampai empat kali dalam satu pekan fitri ke warnet, minta isinya sama orang tuanya sih untuk kerja tugas padahal tugas dari kampusnya sih sedikit tapi kalau sudah main facebook fitri kadang lupa waktu. Sudah dua warnet yang disinggahi oleh fitri tapi semuanya pada full, maklum dalam suasana puasa begini anak muda sekarang ngabuburitya di warnet sambil nunggu waktu beduk buka puasa. Akhirnya fitri ketemu juga dengan warnet yang ngak terlalu banyak pengunjungnya.

Seperti biasa fitri mencari-cari temannya lewat facebook dan ADD temannya itu supaya bisa berteman lewat FB. Tiba-tiba fitri teringat dengan teman SMPnya yang bernama jazar, akhirnya fitri pun mencoba mencari tau tentang temannya itu. Dan Alhamdulillah akhirnya fitri menemukan facebook temannya itu. Entah kenapa pas melihat foto temannya fitri langsung tertarik untuk mencari tau keberadaan temannya itu. Tanpa pikir panjang fitri langsung mengirimkan pesan di dinding facebook temannya itu “Hai jazar… apa kabarmu?” itulah bunyi pesan fitri buat temannya.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, fitri menghabiskan waktunya hampir dua jam di warnet. Karena sudah bosan main facebook, fitri pun beranjak dari tempat duduknya dan menuju bilik kasir untuk membayar. Fitri senang banget karena akhirnya fitri menemukan teman lamanya yang selama ini dia cari-cari dan ingin sekali rasanya fitri ketemu dengan jazar karena sudah 7 tahun fitri berpisah dengannya. Fitri yakin sekali bisa ketemu lagi dengan si jazar yang selama ini di rindukannya. “Ya… Allah jika engkau menghendaki maka pertemukanlah aku dengannya, kumohon dengan sangat ya Allah”, ucap fitri dalam hati.

Berselang beberapa hari fitri membuka lagi facebooknya lewat HP yang baru saja dia beli. Pas fitri buka beranda facebooknya, tau-taunya ada 2 pesan yang masuk. Fitri kaget dan penasaran, dia bertanya-tanya dalam hati “kira-kira ini pesan dari siapa yah?”. Tanpa pikir panjang fitri pun membuka pesan itu, ternyata pesan itu dari si jazar dan yang satunya lagi dari seseorang yang fitri baru kenal. Karena tidak sabaran akhirnya fitri pun membuka pesan dari jazar. “Alhamdulillah kabarku baik, kalau boleh tau kamu siapa?”. fitri pun membalas pesan tersebut dengan singkat “masa lupa, aku ini teman SMPmu dulu”.

Keesokan harinya saat fitri membuka facebooknya lagi, ternyata pesan dari jazar datang lagi. Fitri senang karena dapat respon begitu cepat dari jazar. Fitri sampai gede kepala saat jazar mengirimkan pesan pada fitri yang bertuliskan “aku pangling loh saat melihat foto kamu, kalau boleh tau nama panjang kamu siapa soalnya aku dah lupa?” tanya jazar lewat pesannya di dinding facebook fitri. “fitri rahayu teman SMPmu dulu waktu kelas III. 4 di Snepal”. Balas fitri lewat pesan kepada jazar. Beberapa hari kemudian akhirnya mereka akrab lagi karena tukaran nomor telepon. Sms silih berganti dikirim, maklum kangen-kangenan sama teman lama.

Fitri bersyukur karena puasa tahun ini benar-benar membawa anugerah terindah buatnya. Bisa akrab lagi dengan jazar adalah dambaan fitri sejak dulu karena mereka sudah terpisah beberapa tahun. Dengan pedenya fitri berpikir bisa dengan mudah mendapatkan cinta dari seorang jazar, maklum fitri kan orangnya narsis abies… “jazar, kamu pasti langsung jatuh cinta kalau kamu bertemu langsung denganku, secara aku yang dulu dengan aku yang sekarang sudah berbeda 360º”, ucap fitri dengan rasa pede. Tiba-tiba fitri dikagetkan oleh suara dari hadphonenya ternyata si fandy nelpon, sebenarnya fitri malas angkat telepon dari si fandy tapi fitri kasihan jadi terpaksa dia angkat deh.

Fandy adalah teman facebook fitri yang baru kenal tapi sebenarnya fitri sempat pernah ketemu sama fandy dan kenalan di bawah tangga rektorat kampus. Walau fandy ngak pernah ungkapkan perasaannya sama fitri tapi fitri yakin kalau fandy itu naksir berat sama dia. Fitri gitu loh, si ratu narsis, he… he, ucap fitri sambil cengengesan. Puasa tinggal beberapa hari dan sebentar lagi lebaran, seperti biasa ketika menjelang lebaran fitri dan sahabatnya hunting baju-baju terbaru di Mol bareng sahabatnya si Astri. Saat di parkiran motor tak sengaja fitri melihat jazar saat fitri membelokkan motor maticnya yang nagkring di parkiran. Fitri mengusap matanya ia seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, fitri yakin sekaligus ragu dengan apa yang dilihatnya barusan soalnya fitri cuma melihat sepintas sosok jazar yang begitu memukau bagi fitri. Astri pun kaget dengan ekspresi wajah sahabatnya yang tiba-tiba berubah, “fit…kamu kenapa?, memang kamu lihatin siapa sih?” tanya astri pada fitri dengan muka penasaran.
“Sob… aku barusan melihat jazar, cowok pujaanku itu loh yang pernah aku ceritain sama kamu”. “Kalau begitu kita samperin aja tu si jazar biar kamu ngak penasaran gini” ajak si Astri pada sahabatnya. “yang benar aja kamu, masa aku ketemu dia dalam keadaan yang kumel gini. Malu dong sama dia, entar dia malah ilfil melihat keadaanku yang sekarang. Lagian dia sudah janji kok sama aku tuk datang ke rumah silaturahmi pas habis lebaran”. “Serius kamu sob…?” Tanya astri pada fitri. “Ya iyalah, fitri gitu loh”. “Fit…kalau si jazar itu datang kerumahmu jangan lupa kenali aku yah sama dia, soalnya aku penasaran banget sama cowok yang sudah membuat sahabatku ini jadi sedikit stres” pinta astri pada fitri. “ok deh sob… apa sih yang ngak buat loh” jawab fitri sambil mencubit pipi tembem sahabatnya.

“Allahu akbarullah…3x lailaha illallah huallahu akbar, allahu akbar walillahilham”. Gema takbir berkumandang dimana-mana menghiasi lebaran penuh fitrah ini. Tak lupa fitri meminta maaf dan mencium tangan kedua orang tuanya yang selama setahun terakhir ini fitri banyak buat salah sama mereka yang telah bersusah payah merawat fitri dengan baik. Fitri bersyukur di lebaran tahun ini dia masih sempat berkumpul lengkap dengan keluarganya. Seperti biasa pada saat lebaran perut fitri jadi buncit karena banyak makan makanan yang serba lezat buatan ibunya. Tak heran kalau semakin hari berat badannya fitri bertambah dan agak gemukan.

“Fitri… bangun nak, cepat bangun. Sepupu kamu meninggal” ucap ibu saat membangunkan fitri “apa bu? memang siapa yang meninggal” tanya fitri heran pada ibunya “Sepupu kamu yang di rawat di rumah sakit bayangkara yang meninggal” jawab ibu fitri bergegas bangun dari tempat tidurnya kemudian mandi dan bergegas melayat di rumah duka. Fitri sedih sekali karena di hari lebaran yang seharusnya bersenang-senang malah harus berduka karena salah satu keluarganya telah di panggil oleh sang pencipta. Fitri berharap di balik semua ini ada hikmah yang terkandung didalamnya. Tiba-tiba jazar menelpon fitri di saat fitri lagi sibuk mencari sendal barunya yang dari tadi fitri cari tapi ngak ketemu juga. Fitri senang karena jazar membawa kabar gembira, sekarang posisi jazar berada di dekat rumah fitri. Fitri masih sibuk saja mencari sandal yang hilang, selang beberapa menit fandy juga menelpon fitri dan rencananya dia juga ingin ke rumah fitri sekarang juga. Fitri bingung harus ketemu sama siapa terlebih dahulu, akhirnya fitri memutuskan menjemput kedua cowok yang ingin berkunjung kerumahnya di tempat yang sama yaitu dekat SD yang letaknya tidak jauh dari rumah fitri.

Hati fitri sekarang campur aduk, di satu sisi dia bahagia bisa bertemu lagi dengan jazar dan fandy sekaligus di sisi lain fitri kesal karena sendal barunya itu belum ketemu juga. Fitri melaju dengan santai memakai motor maticnya menjemput kedua cowok tersebut. “subuhanallah… benarkah dia jazar yang selama ini kurindukan?” ucap fitri dengan rasa kagum dan terpesona melihat penampilan jazar yang berubah drastis. “Ya allah… hati ini deg… degan melihatnya, ada apa denganku ya allah?” tanya fitri dalam hati. Tanpa pikir panjang fitri menghampiri jazar dan menyapanya dengan senyuman dan juga menyapa fandy yang sudah dari tadi menunggu kedatangan fitri. “Kalau begitu sekalian aja kalian berdua ikut saya ke rumah, ok” ajak fitri pada jazar dan fandy.

Setiba di rumah fitri bingung harus ngajak ngobrol siapa terlebih dahulu, tapi fitri bersyukur jazar memulai topik pembicaraan terlebih dahulu jadinya fitri bisa tenang dan menghangatkan suasana yang kaku antara mereka bertiga yang baru saja bertemu lagi. Obrolan terus berlanjut dan di selingi beberapa pertanyaan oleh fitri yang masih penasaran dengan menghilangnya kabar dari jazar. Tak lama kemudian fandy pamit pulang, mungkin karena dia merasa bosan dan seakan dicuekin oleh fitri yang sedang sibuk ngobrol dengan jazar. Hati fitri makin penasaran dengan kedatangan jazar yang seakan menjadi sosok yang telah lama hilang dalam hidup fitri.

Hari ini tak mungkin dilupakan oleh fitri karena hari ini adalah hari yang terindah yang dilewati fitri seharian bersama jazar yang selama ini dinantikan dan dirindukan oleh fitri. Fitri masih tak percaya dengan apa yang dialaminya hari ini, ia merasa ini semua seakan hanya mimpi belaka. Mungkin di balik kesedihannya fitri tadi di balas dengan kedatangan jazar yang begitu tiba-tiba. Ya… Allah ini adalah lebaran yang paling terindah buat fitri. Terima kasih ya Allah atas semua yang telah kau rencanakan buatku dan orang-orang terdekatku.

Cerpen Karangan: Damayanti Childiesh
Facebook: Damayanti Childiesh
pernah sekolah di SDN Bontopajja, SMP neg. 1 Pallangga, SMKI Makassar, UNISMUH.

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Cinta

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply