Lebih Indah dari Romeo Juliet

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 27 June 2014

“Malam terlalu sunyi untuk berdiam diri, mengingatkan aku pada satu kisah nak! Izinkan si tua ini menceritakan satu kisah sekali lagi! Ini bukanlah kisah beberapa waktu lalu atau dahulu kala. Agaknya akan sangat aneh, bukan juga sekarang nak, tapi ini bukan sebuah ramalan, aku berjalan jauh, mungkin terlalu jauh, maka dengarkan, dan engkau akan mengerti.”

“Beberapa puluh tahun yang akan datang, cinta adalah hal indah yang akan menggantikan pedang-pedang, tongkat-tongkat sihir sebagai kisah yang indah. Kekuatan cinta melebihi kekuatan tongkat sihir, dia mampu membunuh, menghilangkan kesadaran, membutakan akal sehat, menutupi mata, dan mengubah hitam menjadi putih, juga sebaliknya.”

“Akan ada waktunya engkau mencintai nak! Tapi, jangan terlalu buta. Seorang pemuda, yang ketika kawan-kawannya bermadu asmara, kau saat ini mungkin tak mengenal pacaran nak, tapi itu akan ada dan sangat membingungkan. Pacaran adalah satu hubungan cinta dua insan yang mengikat hati mereka. Sulit dijelaskan, karena belum ada hukumnya saat itu, juga untuk waktu yang lama. Karena, negara manapun masih menabuhkannya. Padahal sudah nyata, banyak terjadi kekerasan dalam hubungan ini. Tapi, tidak ada hukum yang jelas, karena ini masalah hati, masalah perasaan, nak!”

“Pemuda itu tak pernah berpacaran, ketika kawan-kawannya bermadu asmara, hilir mudik mengukur jalan dengan pasangannya. Dia malah mengerucuti sang nasib, dalam hatinya, Tuhan, kenapa aku terlalu buruk untuk siapapun? padahal engkau tahu, hatiku dan hati yang lain sama persis. Apakah karena aku terlalu buruk. Ah, tapi akankah aku hidup di dunia memang tanpa pasangan? Yah, memang benar. Siapa pula yang mau bersanding denganku? Mengetahui wajahku saja enggan, apalagi mengetahui aku adalah pria berkelakuan buruk. Tentu, perempuan manapun akan lari dan aku hanya terdiam tanpa bisa mengejar apapun. Yah, karena aku tak layak mengejar apapun.”

“Dia berjalan jauh mengendarai sepeda motor. Hendak dia ke warung minum kopi dan bercengkrama dengan temannya. Satu cangkir kopi untuk satu jam dan 3 batang rok*k.”

“Di sampingnya, temannya membuka cerita tentang kekasihnya, pacarnya. ‘Dia begitu cantik, ayahnya seorang dokter. Bahkan, aku sering dikirimi pulsa ketika aku lama tak balas smsnya. Kelihatannya, dia benar mencintaiku dan aku sangat beruntung. Uh! Kecantikannya tak usah ditanya lagi, kalian tahu sendiri kan. Bodynya, uh, siiips. Pas aku gonceng dia, ah, dia memeluku erat dan dia tiduran di pundakku, owhhh’. Begitulah, dia iri hati mendengar itu. Lalu dia mengalihkan cerita, dia membuka percakapan, atau alih-alih mengalikan pembicaraan. ‘Tadi malam ada dua sepeda motor yang urak-urakan naiknya, aku yang mendengarnya, langsung bangun, langsung tancap gas, sikat. 4 orang kalang kabut lawan aku seorang. Hahaha’. Begitulah, dia tidak bohong. Kejadian itu memang benar terjadi di malam sebelumnya.”

“Sebenarnya dia sudah lelah nak!, Dia menyadari, dia sudah tak remaja lagi. Harus segera mengakhiri semua kenakalannya, dan segera mencari kerja. Ibunya sudah tua, dan dia lelah setiap hari mendengar omelan ibunya. Dia juga sadar, ibunya tak salah, dialah yang keterlaluan.”

“Beberapa bulan berlalu, angin sepoi tak sama lagi. Menari dan menghilang dalam jarak yang jauh. Lalu datang dari arah berlawanan. Tarian angin membuat tubuhku menari nak! Sampai aku lupa untuk mengamati pemuda itu. Yang aku tahu, enam bulan itu, dia menjual sepeda motornya, membuka usaha makanan di luar kota. Ibunya diajak kesana.”

“Lalu aku mendatanginya, sama seperti aku mendatangimu dulu nak. Di awalnya dia sontak kaget, aku datang lalu berkata. Pemuda, kau sebenarnya berhati mulia. Hanya saja kau tak bisa menerima bahwa tak ada perempuan yang mengagumimu. Benar kan? Itu memang menyakitkan. Tapi ketahuilah, hidup ini tidak hanya tentang cinta. Kita tidak bisa berhenti dan menghentikan hidup kita karena hal sepele tentang cinta. Cinta akan menyesakan dada kita, seharusnya, di dalam perjalanan hidup kita mampu menorehkan kisah yang indah dan penuh petualangan. Tapi karena cinta, hidup kita hanya akan diisi lamunan dan renungan yang melelahkan. Lihat dirimu sekarang, jika dulu kau menjalin hubungan dengan seseorang. Mungkin kau tak akan sesukses ini, kau tak akan mengambil keputusan untuk melupakan perihal tentang cinta dan melesat jauh mengejar masa depan. Lihat temanmu, hidupnya sesak dipenuhi masalah cinta, pacar yang cantiknya hamil dibuatnya, ayahnya tidak terima dan meminta pertanggung jawaban.”

“Duhai Pemuda! Akan datang waktumu menemukan cintamu. Tapi tidak untuk saat ini, sekarang buatlah kisah indah dalam hidupmu. Masalah cinta, akan datang dengan sendirinya saat engkau ada di puncak. Lalu aku menghilang, dan dia kaget. Sama seperti pertama kali aku menghilang di depan matamu nak.”

“Dan aku tak tahu apa saja yang dilakukanya, kisah apa saja yang telah dibuatnya dalam hidupnya. Ketika aku kembali, dia sudah menjadi besar. Wajahnya masih sama, tapi penampilannya berubah. Agaknya dia sangat rapi, nasehatnya diterima di masyarakat, dia sangat terhormat sekarang.”

“Aku mendatanginya, dan dia bertanya padaku, ‘Kakek tua, apakah sudah saatnya?’ Begini nak, kau memang sudah saatnya. Tapi bukan berarti kau harus menghentikan kisahmu. Buatlah kisah yang lebih indah dari yang pernah engkau lalui bersama cintamu, bersama kekasihmu kelak. Namun hal itu akan sulit, karena sulit untuk menyatukan dua insan, tapi aku percaya, dengan kedewasaanmu saat ini. Tempatkanlah porsi cinta dalam kehidupanmu dengan semestinya, tempatkanlah porsi nafsu sekecil mungkin.”

“Dan sekarang, waktunya engkau menorehkan kisahmu sendiri nak! Diawal cerita engkau adalah anak yang berperangai baik, terserah engkau mau menorehkan kisah seperti apa. Ini hidupmu, hanya saja aku ingatkan, semua manusia dapat memilih kisah hidupnya. Dan itu tak mungkin bisa diulangi.”

“Kakek tua yang baik, aku tak tahu siapa engkau, tapi kau bercerita kisah-kisah terlalu banyak kepadaku, dan aku berterimakasih akan hal itu. Kau bercerita, yang baik dan buruk, semua engkau ceritakan. Tapi, bagaimana kau tahu aku berperangai baik? Apakah engkau selalu mengikutiku semenjak aku lahir? Ah, sayangnya aku tak seperti yang kau kira. Kisah cintaku terlalu rumit, bahkan orang yang aku cintai ada dalam kurungan perjodohan yang rumit pula. Sayangnya, dia tak mau sebenarnya. Sungguh memilukan, aku sangat mencintainya, dia juga sangat mencintaiku.”

“Nak, aku tahu akan hal itu. Engkau bisa memilih, apakah kisahmu akan sama seperti romeo-juliet atau tidak, apakah engkau akan mengajaknya lari, dan dikejar-kejar keluarganya. Tapi itu pilihanmu nak, waktuku sudah habis. Tidak akan ada lagi pertemuan kita. Pilihlah kisah yang menurutmu baik nak! Percayalah kepada dirimu sendiri”.

“Kakek, sayangnya engkau pergi sebelum aku mengungkapkan rencanaku. Pernikahanya akan terjadi 7 tahun lagi. Dan aku akan bekerja keras selama itu. Orangtuanya menjodohkan dengan orang yang kaya, dan aku akan menjadi kaya lalu aku akan merebutnya. Dan dalam tujuh tahun itu, aku akan menorehkan kisah lain ku, petualangan lainku. Yang tak kalah menarik.”

Cerpen Karangan: Soekasir
Facebook: http://facebook.com/soekasir

Cerpen Lebih Indah dari Romeo Juliet merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pelangi terakhir

Oleh:
“Ariiiinnn!” teriak mamah membangunkanku, “Ayo, bangun nanti kamu terlambat,” dengan malas ku angkat tubuhku dan berjalan menuju kamar mandi. Aku putri kedua dari tiga bersaudara, kakak pertamaku bernama Indra,

XOXO

Oleh:
Di sebuah pagi yang sempurna di bulan Agustus, ketika jari-jemari mentari melewati serat-serat daun kelapa dan menggapai garis putus-putus di jalanan. Hari sudah pukul tujuh namun matahari masih begitu

Nostalgila

Oleh:
“Asem! Entah perasaan apa ini?” Tiba-tiba saja langkahku memasuki area Waduk Gondang. Padahal sebelumnya aku hanya berniat untuk melewatinya saja. Akhirnya aku pun mengikuti semua kata hatiku. Kuparkir sepedaku

Sena

Oleh:
“kata orang cinta itu indah cinta itu anugerah paling indah dan cinta dapat membuat pasangan bahagia namun apa yang terjadi jika salah satunya pergi?” “aku mencintaimu, sangat mencintaimu” “jangan…

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *