Lelaki Persimpangan Jalan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 18 January 2017

Aku berjalan menuju tempat favoritku, dengan membawa beberapa buku di tangan. Tiba-tiba saja ada lelaki yang menyapaku dan memberikan bantuan untuk membawakan bukuku. Aku langsung percaya kepadanya, karena sepertinya ia lelaki yang baik. Kami berbicara di setiap jalan dan kami berpisah di persimpang jalan. Namun aku lupa menanyakan namanya, sekian lama kami berjalan dan berbicara aku tidak tau namanya dan alamatnya. “Wahh dia sangat baik juga tampan sekali, kapan ya aku bisa jumpa lagi?”

Keesokan harinya aku mencoba mencari sosok yang kutemui kemarin, sama seperti kemarin aku membawa beberapa buku. Aku berjalan sendirian di trotoar dan sempat kulihat ke belakang mungkin saja dia ada. Namun tetap saja dia tak terlihat hingga ku sudah sampai di persimpangan jalan. Ku duduk di bahu jalan andai saja dia lewat aku hanya ingin mengetahui namanya.

Kulihat kanan dan kiri, itu dia sedang berjalan mendekatiku, namun ada yang salah dengannya, ia memakai kacamata tapi kemarin tidak. Ah sudahlah itu tak penting yang penting sekarang ia ada dan ku penasaran dengan sosoknya lagi.

Dia telah begitu dekat denganku namun mengapa ia tak mengenaliku. Wah ini aneh.
“Hai aku Jessica” tegurku dengan seorang pria yang kujumpai kemarin malam.
Namun lelaki itu diam dengan seribu bahasa seperti tak mengenalku padahal kuyakini ialah laki-laki malam kemarin yang membantu membawakan bukuku di trotoar jalan.
“hai kamu, kok diem, kamu yang kemarin di trotoar jalan kan?” Tanyaku dengan penasaran
“maaf kamu salah orang, permisi”
“hey tunggu” teriakku
Lelaki itu pun berhenti
“aku yakin sekali kau adalah lelaki itu namun mengapa kau sangat dingin denganku. Aku hanya ingin berterima kasih kepadamu atas kemarin bantuanmu”
“maaf saya harus pergi”
“hey tunggu” teriakku sangat kencang namun lelaki itu seperti mengabaikan
Oh tuhan kuyakini dia adalah lelaki yang kemarin mengapa dia menjadi dingin?

Aku pun pulang dengan beribu pertanyaan. Hingga aku berpikir akan datang kembali ke persimpangan jalan untuk mengetahui di mana rumah lelaki itu, aku nekat sekali tapi aku ingin mengenal lelaki itu.

Kali ini aku datang lebih awal untuk menunggunya di bahu jalan, walau sang mentari ingin pulang sinarnya tetap juga menyengat di kulitku. Hingga kulihat lelaki semalam berjalan mendekati persimpangan, ia menaiki sebuah bus dan ku juga menaiki bus itu. Kutunggu ia pulang dengan tenang ku diam duduk di pinggir jendela. Namun sepertinya ada yang menyentuh bahuku dan ku melihatnya. Wahh ternyata dia yang menyapaku.
“kamu yang kemarin kan?”
“iya akhirnya kau ingat juga, namun mengapa semalam kau seperti tak mengenalku? Kau begitu dingin?” Tanyaku dengan ratusan rasa penasaran
“kamu mengikutiku?” sepertinya ia marah karena aku mengikutinya
“maaf aku tidak ada maksud apa-apa, hanya saja aku sangat penasaran dengan sosokmu, oh bukan dengan sosok lelaki yang menolongku membawa buku. Bukankah itu kau?”
“bukan”
“terus kau siapa? Dan yang menolongku itu siapa? Kenapa kau sangat mirip dengannya?”
Ia diam sejenak hingga membuatku bimbang
“kamu ingin tau siapa yang menolongmu?”
“iya aku ingin sekali bertemunya lagi”

Akhirnya bus yang kami tumpangi berhenti di suatu jalan, dengan tenang dan gugup ku mengikutinya di belakang. Keheningan yang ia ciptakan membuatku tak sanggup aku mencoba memecahkan itu.
“kau ingin membawaku kemana?”
“ke tempat yang kau cari tau dari kemarin”

Lelaki itu berhenti di depan sebuah gang yang sepi dan sempit
“pemakaman?”
“iya”
Aku coba percaya dengan lelaki itu seperti aku percaya dengan dia yang menolongku.
“ini lelaki yang menolongmu kemarin, ia kakakku, ia mengalami kecelakaan di bus yang ia tumpangi”
“benarkah?”
“Bima satria panji?”
“iya itu namanya, dan aku Abim satria panji” ia pun mengulurkan tangannya dan ku membalasnya
“kalian kembar?” Tanyaku dengan penasaran
“iya kami kembar”

Walau ku tak bisa dekapmu setidaknya bayanganmu tergantikan oleh kembaranmu, tenang lah di sana lelaki persimpangan jalanku.

Cerpen Karangan: Riska Yunita
Facebook: Riska Yunita

Cerpen Lelaki Persimpangan Jalan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dia Yang Kini di Hatiku

Oleh:
Namaku Tanti, begitu populernya nama ini di kalangan kakak kelas dan adek kelas. Aku seorang anggota Osis dan atlet, banyak cowok yang menyatakan cintanya, namun aku ini seorang yang

Surat Misterius di Hari Ulang Tahun

Oleh:
Siang itu Iffah menemukan sesuatu di depan pintu rumahnya. Sebuah surat berwarna ungu tanpa nama pengirim serta sebuah bungkusan kado. Kening Iffah terlihat mengkerut. Siapakah yang mengirim semua itu

Ugly To Be Beautiful

Oleh:
Entah mengapa di sekolah, sifatku berubah 180 derajat. Di sekolah aku menjadi pribadi yang berbeda, menjadi seorang yang pendiam, diajak ngomong gak nyambung, dan tingkahku seperti orang bodoh. Aku

Kumbangnya Dimana?

Oleh:
Siang ini tak begitu terik, hanya banyak awan kapas hitam menggulung di setiap sisi kelam langit begitu pula sudut hatiku tat kala aku melihat seorang wanita cantik berperawakan mungil

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *