Librarialova (Cinta dan Perpustakaan)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 12 May 2013

Gak pernah Gina sebahagia ini.. Pulang sekolah, dia langsung masuk ke kamar dengan senyuman lebar dan pipi yang merah merona. Hal ini tentu saja membuat Vian, kembarannya, keheranan terhadap sikapnya yang aneh.
“Heh, lo kenapa sih, sampe di rumah langsung senyam-senyum gak karuan gitu?. Kesambet lo, ya?” kata Vian heran.
“Enak aja. Enggak kok. Gue gak kenapa-napa…” Gina mencibir sambil berniat menyembunyikan fakta yang jelas-jelas sudah terlihat.
“Kalo lo gak kenapa-napa, kenapa senyam-senyum?”, Vian mulai sewot karena Gina berusaha menyembunyikan fakta kalau dia sedang senang setengah mati.. Lalu memukul Gina dengan bantal Rolling Stone kesayangannya.
“Ck, mau tau aja lo!” Gina berdecak keras sambil menyikut kakak kembarnya yang tengah duduk di dekatnya sambil mendengar musik kesayangannya. Dia kesal karena kakaknya ingin tahu apa yang sedang terjadi. Memangnya salah seorang kakak ingin tahu apa yang di alami oleh kembarannya?. Lagian, niat Vian kan juga baik, ingin memberi saran buat adiknya. Karena mendapat respon yang seperti itu, Vian langsung pindah tempat ke sofa di ruang TV dengan gaya tomboy yang khas-nya. Sebenarnya apa sih, yang terjadi sama Gina?.

Ternyata, Gina lagi jatuh cinta. Tadi siang, dia bertemu seorang cowok keren. Dia murid kelas XII, sedangkan Gina murid kelas X di SMA Harapan Bangsa. Dia tak sengaja melihat cowok itu sewaktu dia sedang mengembalikan buku ke Perpustakaan. Cowok itu sedang duduk di kursi perpustakaan sambil bersenda-gurau dengan temannya. Kemudian dengan tak sengaja menatap Gina yang ingin mengembalikan buku. Matanya yang teduh membuat Gina meleleh seperti coklat yang tarkena sinar matahari terlalu lama. Di tambah lagi, dengan senyuman tipis di bibir si kakak kelasnya itu. Ginapun semakin salah tingkah…

“Mau ngembaliin bukunya, ya?” Si cowok itu berdiri mengahampiri Gina yang dari tadi terpaku di depan pintu perpustakaan, terpesona melihat cowok itu.
“Eh, i… iya, Kak. Aku mau ngembaliin buku-buku ini” Kemudian Gina menyodorkan buku-buku yang ingin dikembalikannya dengan salah tingkah. Waaahhh… Kakak ini keren banget… kata Gina dalam hati dengan girang.
“Oh, ya udah. Kamu isi dulu buku tamunya, terus kasih kartu perpustakaannya ke aku, ya. Biar aku catat…” Lagi-lagi cowok itu tersenyum manis dengan polosnya. Bikin Gina makin gugup berhadapan dengannya. Betapa beruntungnya Gina hari ini, bertemu cowok yang kerennya kayak Kak Naga, vokalis band Lyla yang keren itu… Gina jadi makin girang bukan kepayang. Lalu, dia menuju ke meja yang ada di dekatnya dan menulis nama serta kelasnya di buku tamu perpustakaan sekolah. Kemudian menghampiri kakak kelas tadi dan memberikan kartu perpustakaannya.
“Ini, Kak. Udah selesai…” Gina malu-malu memberikan kartu perpustakaannya. Pipinya merona merah.
“Oh iya. Tunggu, ya, aku tulis dulu”. Cowok itu mengambil kartu perpustakaan Gina, kemudian duduk di kursi yang tadi dia duduki dan mencatat di kartu perpustakaan milik Gina. Cowok itu menulis dengan begitu serius, sampai-sampai gak mendengar apa yang dibicarakan oleh teman-temannya. Cowok itu serius banget… Gina makin terpesona.
“Ini. Kartumu. Makasih udah ngembaliin bukunya di waktu yang tepat. Rajin-rajin pinjam buku, ya…” Si cowok itu mengembalikan kartu perpustakaan Gina sambil tertawa kecil. Dia terlihat manis dengan giginya yang putih dan agak gingsul. Kemudian merapikan poninya yang jatuh di dahinya. Jelas saja Gina sudah mencapai terpesona tingkat tertinggi!.
“Iya, Kak. Makasih..” Ginapun langsung berlari keluar perpustakaan dengan girang bukan kepayang. Kemudian melompat-lompat kegirangan melintasi gerbang sekolah. Membuat Mang Hadi, penjaga sekolah geleng-geleng sambil tertawa kecil melihat tingkah Gina. Inikah yang dinamakan cinta pada pandangan pertama?. Tuhan, aku seneng banget bertemu dengan kakak kelas itu… Kata Gina berteriak girang di dalam hati. Makanya, Gina melintasi jalan-jalan yang dia lewati untuk pulang sambil kegirangan. Sampai di rumah pun dia masih terpesona gara-gara kakak kelas itu. Cinta pertama memang terasa nikmat, rasanya seperti meroket ke langit ketujuh dan membuat hati terasa bahagia tak terkira. Benar-benar perasaan yang membuat jantung Gina terus berdebar-debar kencang, memikirkan cowok itu…

“Gin, Gin!. Lo kenapa?” Loly mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Gina sambil kebingungan dan agak panik, takut Gina kesurupan karena semenjak tadi Gina terus melamun.
“Ah… Astaga, Loly!. Lo ngagetin gue aja ah!”, Gina baru tersadar dari lamunannya. Yap, dia sedang memikirkan kakak kelasnya itu. Baru bertemu kemarin aja, tapi rasa suka Gina udah kayak seminggu yang lalu. Sampai-sampai tadi malam Gina tak bisa berhenti memikirkannya dan memimpikannya. Pesona kakak kelas itu memang kuat, sampai berhasil menarik Gina hingga mabuk kepayang seperti ini..
“Lo kenapa sih, emangnya?. Dari tadi ngelamun mulu…” sepertinya tingkah Gina akhir-akhir ini benar-benar membuat semua orang heran. Buktinya, Loly juga ikut-ikutan bingung karenanya.. Cinta memang membuat orang jadi “mabuk kepayang” ya. Rasanya gak ingin berhenti buat mikirin orang yang kita suka. Baru sehari gak bertemu orang itu, pasti rasanya langsung rindu. Sama kayak yang Gina rasakan sekarang, pikirannya masih melayang-layang karena cowok itu…
“Ih, si Gina!. Ditanyain malah ngelamun lagi!” Lolypun kesal karena Gina melamun lagi. Dia rupanya kesal karena dicuekin Gina yang sedang “gila” karena cinta ini.. Loly jadi makin kesal dan akhirnya ngambek.
“Eh iya, Ly. Sorry, deh, sorry…” Kata Gina merasa bersalah pada sahabatnya. Dia mengusap-usap kedua lengan sobatnya. “Iya deh, iya, gue kasih tau…” Bujuknya pada Loly supaya Loly gak jadi marah. “Gue jatuh cinta, Ly…” lanjut Gina sambil mendekatkan bibirnya di telinga Loly.
“Hah!. Lo lagi jatuh cinta?!” Kata Loly heboh dengan suaranya yang super keras kayak speaker rombeng. Ekspresi wajahnya juga terlihat sangat berlebihan. Bayangkan, dia melotot hingga matanya hampir keluar dari kelopaknya. Dia begitu antusias ingin tahu siapa orang yang Gina suka.
“Sssstttt… Pelan-pelan aja kali ngomongnya. Lebay banget sih lo!. Berisik tahu!, entar kalo yang laen tau gimana?. Iya, gue suka kakak kelas yang mukanya mirip Kak Naga itu…”. Gina membekap mulut Loly, takut ketahuan sama teman-teman sekelasnya yang lain sambil berbisik memberi tahu orang yang dia suka dengan jujur.. Jantungnya pun langsung kembali berbunga-bunga, deg-degan.
“Ooohh… Kak Fabian?. Dia emang keren sih Gin!. Gue setuju banget lo ama dia!” Loly mengacungkan kedua jempolnya dengan gaya keren. Membuat mata Gina jadi bersinar-sinar tak percaya.
“Ahhh… Loly!. Lo bener-bener sobat terbaik gue!” Kata Gina kegirangan sambil memeluk Loly dan mengguncang tubuh Loly. Loly sampai gak bisa nafas gara-gara Gina memeluknya dengan terlalu kuat. Di tambah lagi, guncangan Gina yang bikin Loly serasa lagi kena mabuk laut. Lolypun gelagapan gak kuat karenanya.

Sepulang sekolah, Ginapun langsung menuju ke Perpustakaan sekolah. Dia ingin bertemu Fabian di sana. Kali ini, Loly juga ikut, karena dia mau melihat ekspresi gugup Gina saat behadapan dengan Fabian. Baru melangkah 10 meter dari kelas mereka, Fabianpun langsung lewat di hadapan mereka. Tentunya dengan senyum yang memancarkan pesona. Asli, Ginapun terpana lagi. Rasa deg-degan, gugup, dan salah tingkah bercampur aduk dalam dirinya. Lolypun tersenyum sendiri gara-gara melihat ekspresi Gina yang lucu dan gak karuan karena Fabian.
“Eh, kamu Gina Yuliani Wiyadya kan?. Mau ke Perpustakaan ya?” Fabian menghentikan langkahnya, menyapa Gina yang sedang terkena pancaran pesona Fabian. Begitu Fabian menyebut namanya, Gina jadi makin gugup dan salah tingkah.
“Eh… I… iya Kak. Aku sama Loly memang mau ke Perpustakaan…” Pipi Gina langsung memerah, menandakan dia benar-benar gugup. Tuhaaaannnn… Bagaimana ini?, tolong aku Tuhan… gumam Gina dalam hati..
“Ya udah, aku juga mau ke sana. Yuk bareng!” Degdegdegdegdeg… Jantung Gina berdetak semakin kencang. Sementara Loly, dia masih tertawa -tipis- sendiri melihat ekspresi Gina yang lagi salting. Mereka melanjutkan langkah ke Pepustakaan.

Di Perpustakaan, para siswa penjaga Perpustakaan lain sudah menunggu. Jumlah mereka hanya sedikit, gak sampai lima belas orang. Dari penampilan mereka semua, sih, menunjukkan kalau mereka adalah orang-orang yang kutu buku walaupun gak ada yang berkacamata. Mereka semua tampak jenius dan cerdas…

Fabianpun langsung menyapa mereka semua, kemudian membagi tugas dengan mereka. Ada yang menata buku, ada yang memberi stempel pada buku yang baru, ada yang bersih-bersih, bahkan, ada juga yang cuma diam mengawasi teman-temannya -yang sedang bekerja- yang lain dengan gaya yang sok pemerintah. Fabian kebagian tugas buat menata buku yang berserakan.
Ginapun langsung mencari buku yang ingin dibacanya. Dia berjalan mengelilingi rak-rak buku yang ada di perpustakaan. Dia sudah menemukan buku yang ingin dibacanya, tapi buku itu terlalu tinggi buat di jangkau. Gina pun berjinjit sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi buat meraih buku itu. Tapi tetap saja buku itu susah di jangkau. Ginapun berusaha melompat, dan Hap!, buku itu kemudian menyentuh tangan Gina. Tapi kemudian… Bruk!. Bukannya di genggam Gina, buku itu malah jatuh menimpa kepala Gina. Auuww, Ginapun kesakitan karena kepalanya di timpa buku itu. Fabian yang melihatnya, langsung menghampiri Gina.
“Gina!, kamu gak papa kan?” katanya agak panik, sambil merapikan buku-buku yang berjatuhan. Hal itu tentu membuat Gina senang bukan kepayang sekaligus malu karena sudah membuat masalah baru. Semua siswa penjaga perpustakaan yang bertugas di dekat Gina jadi ikut-ikutan kaget dan panik, sampai ada yang latah gara-gara insiden jatuhnya buku itu.
“Iya, gak papa, kak…” katanya sambil mengusap kepalanya malu. Mukanya memerah padam bagai udang rebus yang baru matang karena di perhatikan oleh banyak orang. Aduduh.. Gina betul-betul ceroboh!
“Eh, eh… Lo kenapa?”, Loly langsung menghampiri Gina dengan gaya LEBAY-nya. Dia langsung buru-buru membopong Gina yang jatuh gara-gara tertimpa buku tadi. Wajahnya menunjukkan kepanikan tingkat tinggi.
“Ihh.. Lo ngapain sih, yang sakit kan kepala gue!. Bukannya kaki gue!” Ginapun sewot gara-gara respons Loly yang berlebihan. Lebih tepatnya SANGAT berlebihan. Dia mendorong-dorong tubuh Loly yang mencoba buat membopongnya dengan wajah kesal.
“Yee… abisnya gue kira lo jatuh kenapa gitu. Gue kan gak tau!” Kata Loly cemberut. Sambil melipat tangannya, bibirnya memaju beberapa senti, sehingga membuatnya jadi mirip sama ikan koi.
“Eeeehhh… Udah udah, lanjutin lagi, deh pekerjaan kalian..” Fabian cengar-cengir sendiri melihat tingkah duo childish itu. Yang lainpun kembali ke tempat masing-masing dan meneruskan pekerjaannya. Gina dan Loly juga langsung kembali meneruskan pekerjaan…

Gina pulang bersama Loly kali ini. Dari tadi Loly terus-terusan bikin puisi gak karuan tentang Gina dan Fabian (ceritanya!). Dia terus melontarkan kata-kata hiperbolis dan menggerak-gerakkan tangannya seakan sedang baca puisi di depan orang banyak.
“Ohh… Kak Fabian, aku suka kamu, aku cinta padamu. Mau kah kamu jadi pacarku?. Gina, aku juga suka kamu, aku mau jadi pacarmu!” Loly menyair dengan gaya LEBAY sekaligus anehnya. Gina yang mendengarnya jadi campur aduk, ketawa-ketawa sendiri, malu-malu dan heran karena ke-LEBAY-an temannya yang satu ini.
“Ihh… Lo itu, lebay banget sih. Hahaha.. Gara-gara lo gue jadi ngebayangin…” Kata Gina tertawa kecil dan pipinya merona. Pikirannya mulai berkelana, mulai ngawur.
“Hayo, mikirin apa nih?. Pasti lo mikirin kalo lo jadian ama Kak Fabian kan?. Ayo ngaku!. Bwahaha…” Loly mengejek Gina. Merasa pikirannya udah di tebak sama Loly, diapun menyerah, dengan ngeluarin cengiran kuda. Lolypun tertawa melihat tingkah polos sahabatnya itu.

Dari kejauhan, terlihat sepasang anak SMA yang sedang jalan berdampingan. Mereka terlihat mesra. Si cowok merangkul mesra si cewek. Si cewek juga tampak senang banget sama cowok itu. Tampaknya mereka juga dari SMA Harapan Bangsa. Ya, benar, di lengan kanan seragam merekka tertulis lambang sekolah dan tingkat kelas mereka. Mereka anak kelas XII.
“Gin, gin, lihat, deh. Kayaknya gue kenal cowok yang di sana, deh. Yang sama cewek itu…” Loly menyentuh lengakn kiri Gina. Dia merasa gak asing sama cowok itu.
“Yang mana?” Gina berusaha mencari cowok yang di maksud Loly. Bola matanya berkeliaran mencari-cari cowok itu.
“Itu, di depan kita. Di sana!” Lolypun menunjuk cowok itu karena Gina gak melihatnya. Cowok itupun berbalik. Itu Fabian, cowok yang Gina suka!. Di papan nama yang terjahit di dadanya tertulis “Fabian Harya Pradipta”. Loly kaget dan terdiam membeku dan mulai membuka mulutnya.
“Itu kan, itu kan… Kak Fabian!!!” Sebelum Loly membuka mulut, Gina bicara. Gina kaget, dia terpaku dan gak bisa berkata-kata. Mulutnya terkunci rapat. Jantungnya sakit, serasa di tusuk panah cemburu. Badannya lemas, gak mampu berdiri. Kak Fabian, dia punya cewek…? Dia bertanya-tanya dalam hati. Dia gak kuat menahan perasaannya. Dia langsung menggerakkan kakinya, berlari sekuat tenaga, menahan tangis karena cemburu. Sambil membekap mulutnya, air matanya mengalir tanpa henti seiring dengan langkah kakinya. Hatinya benar-benar terpukul. Sakit. Gak kuat menahan cemburu. Dadanya sesak, gak bisa bernafas. Rasanya hancur gak karuan. Dia terus berlari dan berlari dengan rasa sakit di dada…

[To be continued…]

Makassar, 09 Mei 2013

Cerpen Karangan: Risti Fauziyah Habibie
Blog: http://cutechocolatious.blogspot.com

Namaku Risti Fauziyah Habibie. Panggil saja aku Risty. Aku berumur 16 tahun. Aku duduk di kelas X, di SMAN 11 Makassar dan sebentar lagi akan naik ke kelas XI. Ini cerpen keempatku yang kukirim di cempenmu.com. Aku harap, para pembaca sekalian menyukai cerpen ini. Ini baru cerpen pembuka, loh! ^^. Untuk cerita selanjutnya, mohon ditunggu ya.. ^^~. Hehehe…
Trims,

-Risty-
Facebook: Risty Ryumi Chan
Blog: http://cutechocolatious.blogspot.com/
Email: > Yahoo!: rfhabibie[-at-]yahoo.com
> Google: habibieristy[-at-]gmail.com

Cerpen Librarialova (Cinta dan Perpustakaan) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bintang Antaris

Oleh:
Bintang itu besar atau kecil? Apakah dia berada di langit yang paling tinggi? Atau ada di angkasa sana? Apakah aku mampu untuk menggapainya? mungkin tidak. Bintang itu tidak akan

Tival dan Sahabatnya

Oleh:
Masa SMP adalah masa-masa dimana seorang anak berusaha menemukan jati dirinya. Biasanya juga mencari teman. Kebanyakan dari mereka di bahkan salah mencari teman. Yang paling parah hingga terjerumus dunia

Not Because of Reasons

Oleh:
Perlahan aku mencoba membuka semua hidupku dari awal, mengikhlaskan apa yang bukan menjadi hakku. “Kenapa lo lakuin ini, kenapa lo nggak pernah mau tahu tentang apa yang gue rasain.”

Tentang Aku dan Rasa ini

Oleh:
Aku hanya terdiam di bawah senja. Warnanya yang mulai meredup membuat siluet tubuhku di rerumputan ini. Sudah hampir 3 jam aku hanya terduduk disini, menikmati kesendirianku, menikmati segala hembusan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *