Lingkaran yang Akhirnya Berujung

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 13 March 2019

Namaku Rania. Aku adalah anak rantau yang sedang bekerja di sebuah kantor di kota besar. Baru sebulan lamanya aku bekerja di sini. Aku sengaja datang ke kota untuk mencari uang agar bisa membantu keluargaku di desa. Aku datang ke kota bersama sahabatku. Doni namanya. Kami tinggal di kontrakan yang bersebelahan. Setiap hari kami datang ke kantor bersama karena kebetulan juga bekerja di tempat yang sama.

“Don berangkat yuk, udah siang nih” ajakku pada Doni.
“Ayok, udah ganteng belom?” kata Doni sambil keluar kontrakan.
“Ganteng bangettt, kalo diliat dari puncak monas tapi, hahahaa”
“Huu bilang aja kamu juga naksir sama aku kan? Wlee” Doni menjulurkan lidahnya padaku.
“Idihh pede gila, adanya kamu kali yang suka sama aku, wlee”

Sepanjang perjalan kami bercanda tiada henti. 30 menit waktu yang kami gunakan untuk bisa sampai ke kantor. Sampai di kantor kami masuk ruangan masing-masing. Mengerjakan apa yang harus kami kerjakan. Komputer adalah teman kerja setiap hari.

Jam makan siang tiba
Aku bergegas ke kantin dan mengambil sepiring nasi lalu duduk di meja kosong. “sendirian aja Ran, kemana Doni?” suara Daniel mengejutkanku. “Doni datang belakangan nanti” jawabku. “hmm, kenapa?” “Katanya sih ada yang mesti diselesaikan dulu”. “Ohh gitu, ehh ini aku boleh kan duduk di sini?” “Iya boleh, duduk aja kali”.

Beberapa menit kemudian Doni datang menyusul. Wahh ternyata udah ada Daniel nih, jadi tambah rame aja, hehehe. “Boleh kan sekali kali gabung sama kalian, itung itung biar lebih akrab gitu”. “Iya boleh lah, tinggal gabung aja kali”. “Okee”.

Selesai makan siang mereka melanjutkan perbincangan mengenai ini itu. Banyak hal yang dibahas. Secara tidak sadar Rania selalu diperhatikan oleh Daniel.

Hari silih berganti. Semenjak hari itu mereka bertiga selalu makan siang bersama. Saat malam tiba, Rania mengajak Doni ke taman kota. Ada yang ingin dibicarakan. Rania merasa bahwa ada yang aneh pada sikap Daniel. Terkadang Daniel bersikap cuek kepadanya, tapi kadang juga bersikap baik seolah olah Rania adalah kekasihnya. Hal itu membuat Rania merasa bigung dan ia tak bisa memendam itu semua sendirian. Selain Daniel, ada Riko yang juga bersikap baik kepada Rania dan sempat tiga kali ia diberi hadiah oleh Riko. Padahal Rania tidak punya perasaan apa apa pada mereka berdua.

“Mungkin mereka suka kali sama kamu Ran” ledek Doni.
“Hus kamu jangan ngarang cerita deh Don” jawab Rania ketus.
“Aku enggak ngarang kok, buktinya aja mereka memperlakukan kamu bagaikan putri raja, hahahaaa” ucap Doni.
“Putri raja apa permaisuri? Haha” aku jadi ikut tertawa.
“Terserah kamu aja lah yang penting kamu seneng, haha. Udah malem nih, pulang yuk” ajak Doni.
“Yuks” kataku sambil bangkit dari tempat duduk.

Ketika sampai mereka masuk kontrakan masing-masing. Tengklung tengklung. Aku membuka handphoneku. Ternyata ada bbm dari Riko dan Daniel.

Daniel: Good night Rania, mimpi indah yaa..
Riko: Good night Rania, mimpi indah yaa..
Lho, kok mereka bisa kompakan gini sih? Kenapa pesan dan waktu pengiriman mereka bisa sama? Apa mereka janjian? Ahh gak mungkin, mungkin aja ini cuma ketidaksengajaan.
To Daniel: Night too Daniel, makasih ya,
To Riko: Night too Riko, makasih ya,
Aku membalas pesan dari mereka. Riko langsung membalas pesan dariku.
Riko: oke Ran (y).
Selang beberapa menit Daniel menyusul Riko membalas pesanku.
Daniel: sama sama Rania.

Malam semakin larut. Aku tertidur pulas karena hari itu cukup melelahkan bagiku. Banyak hal yang aku kerjakan selama di kantor, melebihi pekerjaan biasanya. Selain pekerjaan, pikiranku juga terganggu oleh sikap Riko dan Daniel yang selalu membuat aku penasaran dan bertanya tanya dalam hati. Apakah sebenarnya maksud mereka semua memperlakukanku seperti itu.

Hari ini ada karyawan baru di kantorku. Karin namanya. Ia menjadi partner kerja Doni dan satu ruangan dengan Doni. Satu ruangan memang terdiri dari tiga orang dan kebetulan ruangan Doni yang membutuhkan satu orang lagi.

Tengklung. Rania mendapat pesan bbm dari Doni. “Ran kayaknya nanti aku gak bisa makan siang bareng, kamu pergi sama Daniel dulu ya”. “Lho emang kenapa Don?” “Aku ada urusan keluar kantor bareng Karin”. “Iya udah deh gak papa”. “Siip”.
Saat makan siang tiba Rania hanya ditemani Daniel.

“Don kamu udah lama kerja di kantor itu?” Tanya Karin.
“Baru 3 bulan sih” jawab Doni.
“Tapi kok kamu udah mahir aja yah kerjanya” ucap Karin sambil tersenyum.
“Enggak kok Rin, aku cuma ngerjakan apa yang harus aku kerjakan aja” Doni merendah.
“Tapi kamu termasuk hebat loh, udah bisa nguasain itu semua” Karin memuji.
“Hehe trima kasih Rin, jadi malu” Doni tersenyum malu.
“Oiya, kapan kapan boleh enggak aku main ke kontrakan kamu?” Tanya Karin.
“Boleh, main aja” jawab Doni.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Tak terasa sudah dua tahun Rania bekerja. Tidak lupa setiap bulan Rania dan Doni mengirim sebagian gaji mereka ke rumah. Rania masih harus membiayai satu adiknya yang masih duduk di bangku SMP. Doni adalah anak terakhir. Meskipun tak punya adik, Doni tetap ingin mengirim uang untuk orangtuanya. Entah digunakan untuk apa yang penting Doni sudah mengirimi mereka uang.

Hari ini libur kerja karena tanggal merah.
Tengklung. Bbm Rania berbunyi. Ahh ternyata pesan dari Riko.
Riko: Ran kamu di rumah gk?
Rania: Iya, ada apa Rik?
Riko: Aku mau main boleh?
Rania: Boleh, mau dateng jam berapa?
Riko: Sebentar lagi ya, ini aku lagi siap siap.
Rania: Ohh, okee, aku tunggu ya.
Riko: Oke.

Hari libur itu juga Doni gunakan untuk bersantai di kontrakan. Seperti biasa, jika tak ada kerjaan Doni hanya bermain game online dengan HPnya. Tengklung. Tiba-tiba ada bbm masuk di HP Doni.
Karin: Hai Don, lagi sibuk enggak?
Doni: Enggak nih, ada apa?
Karin: Aku ke kontrakan kamu boleh?
Doni: Emmm boleh, dateng aja.
Karin: Aku kesitu sekarang yaa.
Doni: Iyaa Rin.

Hari itu di kontrakan Rania ada Riko yang sedang berkunjung ke kontrakannya, dan ada Karin yang berkunjung ke kontrakan Doni. Hanya sekedar ingin berbincang bincang untuk mengisi hari libur mereka. Tak disangka ternyata Riko mengungkapkan perasaan cintanya kepada Rania. Rania kaget dengan apa yang terjadi. Kekhawatirannya akhirnya terjadi. Namun Rania tidak dapat menerima cinta Riko karena di hatinya sudah ada orang lain. Dengan rasa berat hati Rania mengatakan yang sejujurnya.

“Hahaaa kamu ini ada ada aja Don, pandai banget ngelucunya” Karin tertawa karena lawakan Doni.
“Hahaa ini baru setengah ilmu loh yang aku keluarin, gimana jadinya kalo aku keluarin semua ilmu ngelawakku, ketawa terus sampe rumah kamu” Doni menimpali Karin.
“Aduhh jangan deh, bisa bisa ntar aku dikira stress sama mamah aku”
“Gapapa kali, kan lucu”
“Iya lucu di kamu sedih di aku, huhu. Eh udah sore nih. Aku pulang ya Don”
“Oke, hati hati di jalan, inget jangan ketawa ketawa sendiri”
“Hahaa enggak lahh, enak aja. BTW makasih yaah hari ini kamu sukses bikin aku ketawa gak jelas”
“Sama sama” ucap Doni sambil mengacungkan jempolnya.

Matahari yang sudah bersembunyi kini tak nampak lagi. Berganti bulan dan bintang yang menerangi bumi.
Tengklung. Doni membuka HP yang berada di sampingnya.
Rania: Don kamu sibuk gak?
Doni: Gak nih, kenapa?
Rania: Kesini yaa, ada yang pengen aku ceritain.
Doni: Otw.

Selang beberapa menit Doni sampai di kontrakan Rania. Rania pun menceritakan apa yang dialaminya hari ini. Dengan penasaran Doni menanyakan siapa cowok yang ada di hatinya.
“Yang jelas orang itu sudah aku kenal Don”. “Tapi siapa Ran, aku boleh tau namanya?” “Dia cowok yang baik Don, aku juga sudah lama kenal sama dia”. “Apa aku kenal orang itu?” “Jelas sekali kamu mengenalnya”. “Siapa?? Daniel?” “Bukan, cowok itu namanya Doni Pamungkas”.
Deg. Doni langsung terkejut mendengarnya. Perasaannya sangat tidak karuan. Bercampur aduk bagaikan gado gado yang bumbunya tak terpisah.

“Kamu jangan bercanda deh Ran”. “Aku gak bercanda Don”. “Tapi apa bisa aku membalas perasaan kamu? Sedangkan di hatiku juga sudah ada cewek yang selalu tinggal di sini”. “Apa itu Karin Don?” “Bukan”. “Lalu siapa?” “Dia… dia… bernama… Andini Putri Rania”. “Serius kamu Don?” “Duarius Ran, sejak kita lulus kuliah aku emang sudah suka sama kamu, tapi aku belum siap mengungkapkan itu karena aku ingin kita bisa bekerja dulu. Dan sekarang akhirnya apa yang aku harapkan dapat terwujud”.

Sejak malam itu Rania dan Doni resmi berpacaran dan mereka ingin memiliki hubungan yang serius.

Cerpen Karangan: Silvia Dewi Saputri
Blog / Facebook: Silvia Dewi Pazl’e Figena

Cerpen Lingkaran yang Akhirnya Berujung merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cincin Tahun Baru

Oleh:
Aku masih saja duduk termangu disini, bersama deburan ombak, serta langit dengan semburat warna oranyenya. Aku seperti merasakan anugerah yang Maha Kuasa di tempat ini. Ditambah lagi aku baru

Lorong Thania

Oleh:
Rintik hujan menemaniku.. Ya, perlahan aku berjalan di lorong ini.. Lorong cintaku bersama Thania.. Lorong yang mempertemukan kami, merajut kisah kami menjadi hubungan cinta dua orang remaja.. Dulu kami

The Darkness In My Heart

Oleh:
Ini bukan kisah tentang cerita horor yang sering kau baca. Ini bukan kisah tentang cerita menyedihkan yang membuatmu menitikkan air mata. Ini bukan tentang kisah cinta remaja pada umumnya.

Cinta Dibalik Matematika

Oleh:
Suasana di kelas XI ipa 2 begitu ramai, para siswa disibukkan dengan PR matematika. Dari meja depan hingga belakang mereka saling menghampiri satu sama lain untuk menanyakan jawaban. Tiba

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *