Loe Itu Pelanginya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 31 October 2014

Malam sudah larut tapi Clarisa masih disibukkan dengan Cucian piringnya, Walaupun sebenarnya Pembantu di Keluarga Clarisa ada kurang lebih 10 orang tapi dia tetap aja kekeuh buat bisa nyuci piring malam ini. Di tengah-tengah kegiatan cuci piringnya Clarisa tiba-tiba meneteskan air mata.
“Gue kangen Bogor, gue ngak suka di tempat ini gue mau pulang”.

Just Information aja nih, Clarisa ini adalah seorang gadis berusia 16 Tahun dia adalah Anak perempuan dari keluarga Darmawana Keluarga yang cukup tajir lah ya. Dia baru tinggal seminggu di Jakarta tepatnya Tinggal bersama Keluarganya, maklum Clarisa sejak lahir tinggal bersama nenek dan kakeknya di Bogor. Selama ini yang dia tahu dan dia rasakan Mami dan Papinya tidak pernah tahu-menahu tentang dirinya, tapi seminggu yang lalu Mami dan Papinya datang menjemput dirinya ke bogor, apa daya Clarisa harus mengikuti keinginan kedua orangtuanya.

Malam ini dia tinggal sendirian di rumah Mami dan Papi pergi ke Singapore buat urusan bisnis. Sebenarnya sih Clarisa punya abang yang bernama Chiko tapi si Chiko kayaknya belum siap menerima kehadiran Clarisa dalam keluarganya karena yang dia tahu dia adalah anak tunggal keluarga Darmawana, Orangtua Chiko emang sengaja tidak memberi tahu kalau Chiko itu punya adik cewek yaitu Clarisa, Buat ngilangin Stressnya Chiko pergi liburan ke Bali dari seminggu yang lalu.

Hari sudah menunjukan pukul 11.00 PM, tiba-tiba Clarisa mendengar pintu rumahnya terbuka. Walaupun dengan perasaan was-was Clarisa melangkahkan kakinya menuju pintu rumah. Betapa terkejutnya Clarisa saat melihat seorang cowok sedang tergeletak di depan pintu rumahnya sepertinya cowok ini habis mabuk karena mulutnya Bau alkohol.
“ini pasti bang Chiko…”
Clarisa mengantarkan Chiko ke kamarnya.

Pagi harinya Chiko bangun mendengar ketukan pintu kamarnya oleh Bibik.
“Mas Chiko.. Bangun Bangun”.
“Iya gue udah bangun”.
“Ayo mas sarapan Mbak Clarisa udah buatin mas Nasi Goreng tuh”.
“Clarisa? Siapa?”
“Loh Mbak Clarisa kan adiknya Mas Chiko”.
“Oh.. Si putri yang terbuang”.
“Husttt.. jangan ngomong kayak gitu Mas, dia kan adik mas juga”.
“Oh ya kemarin malam siapa yang udah bukain pintu sama ngantarin gue ke kamar?”
“Mbak Clarisa, soalnya kemarin malam itu yang tidurnya paling akhir Mbak Clarisa dia habis nyuci piring Mas”.
“What Clarisa? Nyuci Piring?”
“ya udah Mas kita jangan kelamaan ngobrolnya. Mas juga mau ke sekolah kan”.
“Iya… iya”

Saat Chiko turun ke bawah si Clarisa udah pergi duluan ke sekolah Bareng Pak supir.
“Loh mana si Clarisa?”
“udah ke sekolah duluan Mas, habisnya Mas Chiko kelamaan sih”.
“Bagus deh kalau gitu, dia jadi ngak ngerepotin gue”.

Clarisa baru sampai di sekolah, tiba-tiba dia melihat seseorang sedang merintih kesakitan di ruang UkS, Clarisa pun langsung masuk ke ruang UKS, Karena ini masih pagi banget suster di UKS Sekolah nggak ada. Untung aja si Clarisa pernah di ajarin sama Neneknya cara untuk mengobati luka.
Clarisa mengobati luka cowok tersebut dengan begitu baik.
“Pasti cita-cita loe mau jadi dokter?”
“Ngak perlu jadi seorang Dokter untuk bisa mengobati seseorang.”
“Terus cita-cita loe apa?”
“Luka loe udah gue obatin, Gue ke kelas duluan”.
“ehhh.. eehh tunggu dulu kita kan belum kenalan. nama loe siapa?”
Clarisa keburu kabur duluan sebelum sempat menjawab pertanyaan Ezza Walau masih merasa kesakitan Ezza memaksakan untuk bangun dan berlari mengejar Clarisa. Akhirnya Ezza dapat menghentikkan langkah Clarisa dan Memegang Erat tangan Clarisa.
“Ngak ada satu orang pun yang berani lari gitu aja dari gue”.
“Lepasin tangan gue”.
“Gue ngak bakalan lepasin tanggan loe sebelum loe jawab pertanyaan gue”.
“Sebegitu pentingnya nama gue”.
Tiba-tiba Chiko datang dan Menghampiri Ezza dan Clarisa.
“Lepasin tangan dia”.
“Kalau gue ngak mau kenapa? Emangnya apa peduli loe?”
“Dia tuh adik gue. Jadi sekarang loe lepasin tangan dia”.
Mendenggar kata-kata itu Ezza langsung melepaskan tanggan Clarisa.
“Sini…” Menarik Clarisa untuk berada di sampingnya
Jangan pernah Gangguin Clarisa ini peringatan buat loe.
“Jangan pernah fikir gue bakalan takut sama loe karena loe senior disini”.
“Jangan mentang-mentang sekolah ini punya keluarga loe, jadi loe bisa sok jadi penguasa di sekolah ini. Clar Ayo jalan”.
Chiko dan Clarisa pergi meninggalkan Ezza. Chiko memeilih mengantarkan Clarisa ke kelasnya karena dia takut bakalan ada gangguan lapis kedua dari ezza.
“Jangan pernah dekat-dekat sama tuh anak”.
“Iya, loe udah makan Nasi goreng yang gue buat kan?”
“udah, Oh ya semua orang udah tahu kalau loe itu adik gue gara-gara kejadian barusan, so jangan pernah buat gue susah gara-gara kelakuan loe”.
“Iya”.

Keesokkan harinya.
Clarisa sedang duduk di bangku tepi danau belakang sekolahnya, dia disibukkan dengan Gambarnya. Suasana sekolah udah sepi karena ini udah lewat jam pulang sekolah, Clarisa masih di sekolah gara-gara harus nungguin Chiko Latihan Basket. Dia sedang menggambar Pelangi yang tampak indah di atas langit di danau ini, maklum hujan barusan teduh jadi ada pelangi deh sore itu.

Tiba-tiba Ezza datang dan duduk di samping Clarisa.
“Gambar loe bagus!!”
“loe ngapain disini?”
“Jangan fikir gue ngak berani buat deketin loe, gara-gara loe adalah adiknya Bang Chiko”.
“mendingan sekarang loe pergi sebelum bang Chiko datang”.
“Kalau Gue ngak mau pergi loe mau apa?”
“Kalau loe ngak mau pergi biar gue yang pergi”.
Clarisa pergi meninggalkan Ezza, kali ini Ezza sepertinya hanya mebiarkan kepergian Clarisa.

Clarisa sampai di Parkiran disana Chiko sudah menunggunya di samping Mobilnya.
“Loe dari mana?”
“dari danau”.
“sendirian?”
“Iya, terus sama siapa lagi!!”
“Ya udah ayo pulang”.
Di sisi lain Ezza masih terdiam di bangku tepi danau sambil memandangi gambar Clarisa yang ketinggalan.
“Sebegitu takutnya loe sama Chiko loe jadi lupa bawa gambar loe sendiri”.
Bagi gue Chiko adalah hujannya sedangkan Loe adalah pelanginya. Pelangi yang muncul setelah turunnya Hujan

Keesokkan Harinya.
Menyadari kertas gambarnya ketinggalan di bangku taman Sepulang sekolah Clarisa langsung buru-buru berjalan menuju danau belakang sekolah. Setelah dia sampai disana betapa kecewanya Clarisa saat tempat itu kosong.
“kemarin kayaknya gue taruh disini deh”.
“loe cari ini” sambil menunujukan kertas gambar Clarisa
“Balikin kertas gue!”
“Kenapa loe selalu memerintah gue. Apa loe ngak bisa minta baik-baik apa”
“Ok. Bisa loe balikin kertas gambar gue?”
“Gue bakalan balikin kertas ini kalau loe mau pulang bareng gue”.
“What??”
“Jawabannya Ya atau Ngak”.
Setelah Clarisa berpikir dengan sangat panjang, dan menimbang-nimbang karena Bang Chiko juga udah pulang jadi dia menerima permintaan Ezza.
“Iya gue mau, tapi balikin dulu kertas itu”.
“Nah gitu dong”.

Malam Harinya.
Clarisa sedang Memandang-mandangi gambarnya saat Dia membalik kertas dia baru menyadari kalau ada tulisan yang tertera.
“Clarisa gue dan loe emang sangat berbeda tapi sebuah Perbedaan juga bukan Suatu kesalahankan Love You”
“What?”
“Apaan tuh biar gue lihat!”
Chiko ternyata datang dan melihat gambar plus tulisan itu.
“Nekat juga tuh anak”.
“Bang jangan…”
Belum sempat Clarisa melanjutkan kata-katanya Chiko keburu pergi deh.

Keesokkan Harinya.
Chiko menantang Ezza untuk bertanding Basket dengan dirinya, siapa sih yang ngak tau kalau Chiko adalah pemain Basket terbaik di sekolahan, tapi Ezza juga nggak kalah jago kok. Maka dari pada itu duel ini sangat menarik perhatian Seluruh anak sesekolahan.
“Gue bakalan nantang loe, kalau loe kalah loe harus jauhin Clarisa untuk selamnya”.
“kalau gue menang gue boleh deketin Clarisa kan?”
“Terserah loe”.
Pertandingan Berlangsung sengit, si Clarisa yang jadi topik utama disana malah sedang duduk di bangku dekat danau belakang sekolah. Dia sengaja menghindar dari pertandingan Maut itu. Dia hanya diam sambil mendengar Mp3 di telinganya untuk beberapa saat kemudian, Ezza datang dengan luka di dahinya.
“Mau ngobatin gue buat yang kedua kalinya ngak”.
Clarisa langsung menggobati dahi Ezza yang terluka gara-gara pertandingan melawan kakaknya sendiri.
“Besok kalau loe harus menantang Maut gara-gara gue, loe ikhlas?”
“Asal loe tahu, melawan Chiko itu udah lebih dari menantang maut tau ngak!”
“berarti loe anggap Chiko Apaan dong?”
“udahlah bosan gue bahas abang loe itu, yang penting gue sekarang udah bisa ngalahin dia”.
“Selamat”.
“Nah sekarang loe udah resmi jadi pacar gue”.
“Kata siapa?”
“itu kan perjanjian gue sama abang loe si chiko”.
“Masa iya sih?”
“HAHAHA gue becanda kok, tapi gue ngak becanda kok buat bilang suka sama loe, dan pinggin gue loe jadi pacar gue. loe mau ngak?”
“Mau ngak ya… gue Tanya Chiko dulu deh”
“Duh jangan Chiko lagi, Please”.
“wkwkwk, ok gue mau kok”.

Cerpen Karangan: Clara Robert Pangestu
Blog: Clarapangestu.blogspot.com
Facebook: Clara Robert
By : @ClaraPangestu

Cerpen Loe Itu Pelanginya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sepatah Maaf dari Papa

Oleh:
Peluh menetes di dahiku. Sungguh siang hari yang panas. Matahari melotot, teriknya membakar kulitku. Suara klakson menjerit bersahut-sahutan dari kendaraan di jalan raya, motor saling serobot, angkot berhenti seenaknya

Selayaknya Kisah Mereka

Oleh:
Satu persatu helaian daun mulai berguguran. Angin seakan begitu bahagia menggoda daun-daun untuk lepas dari belenggu batang agar ikut menari indah sesuai lantunan iramanya. Di negeriku memang tak mengenal

Love from Bali

Oleh:
Bayu adalah seorang peselancar handal. Ia sudah memenangkan pertandingan dari berbagai tingkat. Sekarang Bayu tinggal di pulau Dewata Bali. Setiap hari, ia selalu melihat pantai, ombak, dan tentunya wanita

Abu Abu Setelah Biru

Oleh:
Aku terdiam di sudut ruangan menyandarkan tubuhku yang kurasakan amat lelah. Lututku ku tekuk kemudian ku peluk. Pandanganku kosong. Aku sibuk menikmati suasana hati yang bergemuruh. Teringat semua ucapan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *