Long Distance Relation OH NO!

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 27 April 2013

Hari ini telah siap diriku dengan dress batik dan pita coklat yang menghias di rambut. “Anggun” Mungkin kata itu yang tepat untukku di tanggal 25 juni ini. Pasti kalian bertanya ada apa di hari itu? mengapa aku harus terlihat “Anggun”? Ya, hari itu adalah hari di mana aku harus berpisah dengan sahabat, guru, ruang kelas, kantin, bahkan ‘My Boy Friend’ atau yang sering kita sebut ‘Pacar’. Pada waktu itu berpisah dengan pacar bukan berarti ‘Putus’ lho tapi mungkin akan menjadi sebuah ‘LDR’ you know? ‘Long Distance Relation.

Sekolah Menengah Pertama ini, menyimpan banyak kenangan untukku “Ra, gue gak akan pernah lupain koridor ini” Gumamku pada Rara, sahabat karibku di SMP. “Lho? Emang ada apa di koridor ini, Vi?” Tanya Rara heran. Beuh, gubrak deh. Kayak nya ini anak mendadak amnesia sehabis nangis-nangis. Gerutuku dalam hati. “Masa kamu gak tau sih?” Sedikit ku desak ia agar kembali mengingat. “Oh, iya kita kan sering lewat koridor ini kalau mau ke kantin, dulu di sini gue pernah numpahin jus yang gue bawa” Jawab nya polos. ‘Oh My God’. “Plis Rara, gue lagi gak mau bercanda. Gue lagi serius” Ku lihat kan muka seriusku dengan tatapan jengkel. “Haha, iya deh. Gue tau kok, Soalnya setiap berangkat sekolah elo sering bareng sama si Rendi kan?” Jawabnya. Aku hanya tersenyum malu. “Hayoo? Sambil gandengan tangan gitu ya?” Tanya nya curiga dengan tatapan tajam, setajam silet. “Eh, enggak kok!!” Jawabku malu-malu. “Ah bohong” Katanya tidak percaya. Huh dasar, Rara emang sahabatku yang selalu bikin aku ‘Geregetan jadinya geregetan’ Kaya Lagu nya serina tuh. “Bisa langgeng gak ya? Kalau gue ‘LDR’an sama si Rendi?” Tanya ku pada sahabat karib yang memiliki tinggi 162 cm di umur nya yang baru 14 tahun itu. “Kunci nya ya, saling percaya aja” Jawabnya. Siang itu menjadi percakapan terakhir kami di tanggal 25 juni. Lain hari semoga aku bisa bertemu dengannya lagi.

Perpisahan ku ini tak hanya dengan sekolah menengah pertama, guru-guru dan sahabat. Tapi juga, dengan Pacar. ‘Sedih sekali rasanya jadi pengen nangis bombay, huhu’. Karena selama SMP selain orang tua, pacar juga menjadi penyemangat belajar. Tapi sekarang? Aku harus berpisah jarak dengan si do’i. Aku akan melanjutkan Sekolah di kota Semarang, sementara pacarku tetap tinggal di Bandung.

Sore ini aku ada janji dengan Rendi, pacarku. Rencananya sih, kita mau main ke taman kompleks sambil sepedaan. Jam tiga tepat aku telah siap dengan baju rapi, tapi… “Hmm, ada yang kurang deh” Aku berfikir sejenak kemudian mencium bajuku. “Oh, iya aku belum pake parfum” Segera ku ambil parfum di meja riasku. ‘Semprot sana semprot sini, Wangi kan?’. Setelah selesai memakai parfum aku bergegas keluar rumah. “Eh, neng Vivi mau kemana?” Tanya Bi inem pembantuku di rumah. “Biasa bi, mau JJS” Jawabku sambil memakai sepatu flat berwarna pink. “JJS, apaan tuh neng?” Tanya si Bi inem ke heranan. “Haduh, si Bibi Kepo deh. JJS tuh Jalan Jalan Sore, bi.” Jawabku setelah selesai memakai sepatu flat. “Oh, Jalan-jalan sore, terus kalau Kepo artinya apa ya neng?” Tanya nya lagi ‘Ebusehh, ini emak emak hobbi nya nanya mulu’ Pikirku mulai kesal, tak sempat aku menjawab pertanyaan si Bi inem, satu message dari Rendi masuk ke handphoneku, katanya di sudah menunggu di depan jalan. “Udah ah bi, aku mau pergi dulu bareng Rendi ya, Babay” Kata ku berlari ke arah pagar sambil melambaikan tangan.

Setelah membuka gerbang, Ku lihat sosok pria urakan membawa sebuah karung dan besi pengkail yang memungut botol-botol bekas. Sungguh malang, itu kah pacarku? Oh No!! Bukan!! Itu mah pemulung. Pacarku itu yang menunggangi kuda gagah, memakai baju kehormatan, membawa pedang, berwibawa dan memiliki harta yang melimpah. Nah loh? Itu mah ‘Pangeran Kerajaan’ Ya? Ahh, pikiranku kacau. Yang Aslinya, pacarku itu memakai jaket hitam, baju putih, celana jeans dan menaiki sepeda BMX. “Itu dia” Seruku dengan hati senang namun bimbang. Setelah menghampiri dia, sebuah senyuman manis semanis gula aren menyambut. “Yuk” Ajak nya untuk berboncengan di sepeda nya.

Sepanjang perjalanan, pikiranku masih di penuhi dengan pertanyaan “Apakah sanggup aku menjalani ‘Long Distance Relation’ sama Rendi?” Rendi belum tahu kalau aku akan pindah ke Semarang, dan aku bingung untuk menentukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini pada Rendi. Saking serius nya melamun, (ckck melamun aja sampe ada serius nya). “Vi udah nyampe nih..” Katanya lembut. “Oh, udah nyampe ya” Kata ku super polos. Rendi mengajakku untuk duduk di bangku taman. Aku hanya mengangguk kecil tanda setuju. Kami pun duduk, tapi raut muka ku tak seperti biasanya. Kini aura sedih dan bingung bercampur. “Kamu kenapa Vi? Kok sedih gitu? Ada masalah ya ?” Tanya nya. Aku hanya diam. “Kok diem? Cerita dong? Siapa tahu aku bisa bantu?” Kata nya lagi. Akhirnya ku buka suara perakku (Bosen emas terus). “Emm.. menurut kamu, enak gak sih kalau harus Long Distance Relation?” “Emang kenapa? Kok tanya soal itu?” “Jawab dulu” Kata ku sedikit memaksa. “Menurut aku sih enak ga enak” Katanya. “Kok plin-plan gitu sih? Kenapa?” Tanyaku lagi “Ya, kan gak enak nya ya gak bisa sering ketemu pacar..” “Nah loh? Kalau enak nya apa dong?” Tanya ku semakin bingung. “Enak nya, kalau selingkuh enggak akan ketahuan, hehe” Jawabnya cengengesan. “Ih, kamu ya!!” Kataku kesal sambil mencubit lengan Rendi. “Kenapa? Kok marah? Katanya minta jawaban?” Tanyanya sambil menatap wajahku yang memerah. “Ya jelas marah lah, kalau kita LDR berarti kamu bakalan selingkuhin aku gitu?” Keluarlah kedua tanduk di kepalaku pertanda marah besar. “Eh, enggak gitu kok beb” Kata nya yang mulai mencoba membuatku tenang. “Terus gimana hah?” Kataku membentak. “Aku tadi Cuma bercanda kok” Jawabnya. Aku hanya diam dengan kesal. “Lagian, mana mungkin kita LDR orang rumah kamu di Blok 5 aku di blok 7 coba?” Katanya yang tidak percaya.

Aku menghela nafas. Dan mulai membuka suara lagi “Rendi, kita tuh bener bakalan LDR, soal nya..” Kata ku diam sejenak. “Soal nya apa?” Tanya nya penasaran. “Soal nya aku mau pindah ke Semarang, Mama sama Papa udah rencanain itu semua dari dulu” Jawabku sambil memejamkan kedua mata. Rendi terdiam. ‘Loh? Kok si Rendi diem sih? Jangan-jangan dia pingsan lagi?’ Pikirku aneh. Tiba-tiba Rendi memegang kedua bahuku lembut “Kenapa kamu enggak bilang dari dulu?” Tanyanya. Kini aku yang terdiam. “Emang nya kamu siap, kalau harus LDR?” Tanyaku kemudian. “Why Not?” Jawab Rendi yang menatapku lekat. ‘Sok, inggris banget nih cowok, nilai di sekolah nya aja Cuma dapet angka 9 ke balik’ Pikirku. “Udah dong kamu jangan sedih” Hiburnya sambil mengusap pipiku. Lagi-lagi aku hanya menghela nafas.

Sepulang dari taman aku segera berlari ke kamar. Apakah sore ini akan menjadi sore terakhir kita? Hadeuh God I’m Confuse kataku sambil mengacak-ngacak rambut. “Heh, kamu ngapain ngacak-ngacak rambut gitu?” Tanya mama yang tiba-tiba ada di belakangku. ‘Udah kayak hantu aja ini ibu, tiba-tiba muncul’ pikirku. “Eh, mama? Iya ni aku lagi pusing ma” Kataku yang membereskan kembali rambutku, bersikap anggun di depan mama tercinta. “Kamu ada masalah sayang?” tanya mama dengan penuh perhatian. “Emm.. sebenernya ada sih ma, tapi..” aku bingung untuk mengatakannya. “Tapi apa?” Tanya mama mulai kepo. “Tapi aku malu cerita nya ma, he” Jawabku nyengir. “Pasti tentang Rendi ya?” tanya mama curiga. “Ko mama tau sih? Mama stalkerin aku ya?” Tanyaku curiga juga. “Gini-gini mama juga kan pernah muda” Jawab mama dengan ganjen nya. ‘Aihh, ternyata emak gue gahol’ Pikirku senyam senyum. “Jadi gini ma, aku tuh bingung harus kaya gimana hubungan aku sama rendi soal nya kan keluarga kita mau pindah ke semarang?” Aku mulai terbuka pada mama.

Singkat cerita, dari situ mama mulai menasehatiku dan memberi saran katanya “Walaupun jauh aku sama rendi masih bisa tukar kabar lewat telfon, message atau BBM” dan benar kata Rara sahabat karibku di SMP “Kunci nya adalah Saling Percaya”. Dan walaupun aku sama Rendi harus LDR itu tidak jadi masalah. Si mbah Gahol juga bilang kalau “Jodoh Gak akan kemana” 😀

Cerpen Karangan: Evi Purwanti
Blog: evipurwanti2.blogspot.com
Facebook: https://www.facebook.com/evicakka
twitter: https://twitter.com/vieNRG

Cerpen Long Distance Relation OH NO! merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Where Love Sleeps

Oleh:
Ini adalah kisah cinta antara manusia dan robot, antara Eiry dan Rachel. Eiry adalah pemuda yang tak punya waktu banyak untuk hidup di dunia ini sedang Rachel adalah robot

Nol Derajat Celcius

Oleh:
Seorang gadis bernama leans cardova yang bersekolah tidak jauh dari tempat tinggalnya, ia anak yang sangat tomboy dan susah diatur namun dari sisi negatifnya itu ia juga memiliki sisi

Antara Cinta dan Persahabatan

Oleh:
Mentari dan rembulan, mereka tak pernah bertengkar, mereka tak pernah bertabrakan saat muncul di langit, mereka tak bersahabat tapi saling melengkapi. lalu bagaimana dengan persahabatan di bumi? mereka selalu

Gadis Dalam Mimpi Jack

Oleh:
Aroma anggur hitam menyeruak ke ujung hidung pria yang sedang tertidur di bawah pohon lebat di daerah pegunungan Rocky. Tangannya mengusap-usap kerutan wajahnya yang sudah mulai menua. “Hai Jack.”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *