Long Distance Relationship

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 7 November 2019

Perkenalkan namaku Zeezee. Disini aku akan menceritakan pengalamanku saat aku bertemu dengan Rangga yang saat ini beliau sudah menjadi suamiku.

Awalnya aku berkuliah di sebuah universitas yang terkenal di Bandung, aku juga pandai dalam segala mata pelajaran hanya saja satu kelemahanku yaitu tidak pernah merasakan yang namanya pacaran.

Awalnya aku ragu untuk memiliki beberapa akun, tetapi aku harus melakukannya karena aku ingin seperti orang lain. Akhirnya aku membuat akun facebook, Twitter dan lain-lain. Pada malam harinya aku pun mulai menggunakannya dan memulai obrolan pertamaku dengan sahabatku.

Keesokan harinya sehabis pulang kuliah aku pun langsung naik di atas ranjang menatap laptopku untuk melihat percakapanku yang terhenti kemarin. Saat aku melihat beranda, mataku langsung tertuju pada sebuah foto atas nama Rangga maulana. Awalnya aku ingin nge-add fb dia tapi aku gengsi, beberapa menit kemudian dia yang nge-add fb ku duluan. Aku sangat bahagia, rasanya aku ingin berteriak sekeras mungkin. Tanpa pikir panjang aku pun langsung mengkonfirmasi fb nya. Setelah aku mengkonfirmasinya dia langsung mengirimkan pesan ucapan terimakasih di pesan itu juga terdapat emoji smile. Aku pun membalas pesan dari dia “terimakasih kembali karena sudah mau berteman denganku” balasku, tidak lama kemudian dia pun membalas pesanku lagi “How are you? “Tulisnya, “I’am fine” tulisku.

Waktu terus berjalan, aku tidak sadar bahwa hari sudah semakin malam dan percakapan diantara kami harus terhenti karena esok aku harus pergi kuliah. “Terimakasih sudah menemaniku mengobrol” ucapku, “iya sama-sama, ya sudah kamu tidur besok kan kamu harus kuliah” ucapnya, “iya, see you Rangga” ucapku, “see you too Zee 🙂 moga mimpi Indah” ucapnya.

Keesokan harinya, aku sengaja pulang agak cepat karena dosen hari ini tidak masuk dikarenakan sedang sakit. Aku sangat bersyukur, aku akan banyak bercakap-cakap dengan Rangga. Aku pun mempercepat gerakan kakiku saat melangkah.

Sesampainya di rumah, aku langsung melangkah ke kamarku dan tanpa pikir panjang aku langsung membuka laptopku dan terbaring di atas tempat tidur. Tapi sangat disayangkan Rangga yang kutunggu masih off, “ahh.. Mungkin dia masih kuliah” pikirku.

Sambil menunggu dia on aku men-stalk fb dia, disana tidak terdapat banyak foto dia hanya beberapa saja yang dia unggah. Pada saat itu mataku tertuju pada sebuah status yang membuatku begitu bahagia, kalau tidak salah isi status itu “makasih sudah mau menemaniku mengobrol walaupun tidak lama #zeezee”. Untuk pertama kalinya aku merasa seperti ada di udara yang enggan untuk turun.

Tanpa kusadari ternyata Rangga sudah on dan dia mengirim pesan kepadaku, “assalamualaikum zee, maaf yah aku baru sempat on soalnya tadi ada tugas yang harus segera diselesaikan :)” tulisnya, “waalaikumsalam Rangga, iya tidak apa-apa kok, kalau kamu masih mengerjakan tugas ya sudah selesaikan dulu takut nanti tugasmu tidak selesai-selesai” tulisku, “iya zee, aku sedah menyelesaikannya” tulisnya.

Waktu terus berjalan, aku sangat menikmati percakapan ini sampai-sampai aku lupa waktu akan kewajibanku sebagai seorang anak. Jam sudah menunjukan pukul 05:00 sore dan aku harus mengakhiri percakapan ini. “Baiklah Rangga, sudah dulu yah ini sudah sore aku harus membantu orangtuaku” tulisku. Baiklah jangan lupa untuk sholat magrib nyayah zee!” tulisnya.

Malam harinya, sehabis belajar aku sempatkan untuk mengobrol dengan Rangga. walaupun aku belum lama kenal dia tapi aku merasa seperti sudah kenal dia bertahun-tahun. Aku merasa sangat nyaman saat aku berbincang dengan dia, menurutku dia adalah pria yang baik dan sopan. Terlihat dari cara ia berbicara dengan wanita sangat sopan sehingga membuatku merasa nyaman. Aku begitu gugup saat dia mengutarakan perasaannya padaku, malam itu adalah malam tergelisah dalam hidupku yang mana disatu sisi aku merasa senang dan disisi lain aku merasa gugup akan perasaanku sendiri. Aku bingung harus menjawab apa karena aku belum pernah sekaligus tidak pernah merasakan yang namanya ditembak oleh laki-laki. “aku bingung harus menjawab apa, karena untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasakan seperti ini” tulisku, “jujur saja zee, aku juga sempat gugup saat aku mengutarakan perasaanku padamu, aku mengatakan hal ini untuk pertama kalinya pada seseorang dan untuk pertama kalinya aku merasa jatuh Cinta pada seseorang. Aku sangat nyaman saat berada dekat denganmu walaupun hanya vidio call” tulisnya. Aku sangat dilema dengan hal ini dan dengan segenap hati aku menerima dia sebagai pacarku.

6 Bulan lamanya aku menjalani hubungan ini dengan Rangga yang mana aku hanya bertatap muka lewat layar. Tepat dihari ulang tahunku, dia mengajakku untuk bertemu di sebuah Taman untuk bertatap muka secara langsung. Aku pun menerima tawarannya.

Pukul 04:00 sore aku bergegas pergi ketaman karena disanalah aku akan bertemu dengan Rangga. Sesampainya disana aku pun langsung mencari-cari keberadaan Rangga, tidak mudah untuk menemukan dia di keramaian orang karena sore itu orang-orang sangat banyak berada di Taman sehingga sulit untuk ku mencari dia.

“Aku sudah sampai, kamu dimana? “Tanyaku, “aku ada di kursi di bawah pohon. Aku juga mengenakan pakaian berwarna hitam dan menggunakan jaket juga” jawabnya. Aku terus mencari dia dan bertanya kepada orang-orang tentang foto yang ada di handphoneku, tetapi anehnya mereka semua tidak melihat orang seperti yang ada di handphoneku. Aku sudah hampir putus asa, mungkin Rangga tidak datang ke taman ini atau mungkin dia hanya mengerjaiku saja.

Pikiranku sangat kacau sekali pada saat itu, aku terus berjalan menyusuri taman. Seketika aku merasa kaget setengah mati saat tanganku ditarik dan sontak saja aku berteriak karena aku takut “aakkhh…” Teriakku, Seketika semua orang menatapku. “Zeezee ini aku Rangga” ucapnya, “Rangga? tidak kamu bukan Rangga, ini Rangga yang ada di foto” ucapku tidak percaya, “tapi inilah kenyataanku zee, selama ini aku sudah menutupi wajah asliku dari orang-orang, hari ini aku memberanikan diriku untuk membuka wajah asliku zee” ucapnya, “tidak, tidak mungkin Rangga seperti ini” ucapku tegas, “aku harus bagaimana menyakinkan dirimu zee” ucapnya.

Hari itu aku sangat terkejut dengan pengakuan Rangga, aku tidak percaya dengannya karena menurut Rangga itu orangnya hitam manis tidak seperti Rangga yang ini yang orangnya putih dan tampan. Aku sangat Teguh dengan pendirianku sehingga Rangga melakukan sesuatu yang membuatku percaya sepenuhnya dengan dia. Dia memang benar-benar Rangga yang kukenal. Dia menceritakan semuanya tentang awal dia mulai menyembunyikan wajah aslinya. Dia memiliki seorang kakak yang sangat tampan tapi karena ketampanannya itu membuat ia terjerumus kedalam pergaulan bebas karena itulah Rangga harus menyembunyikan wajah asli di depan orang-orang. Aku sempat menetaskan air mata mendengar pengakuan dia dan dia mengusap air mataku dengan penuh perhatian. Pada itulah aku percaya sepenuhnya dengan dia.

Sejak kejadian waktu itu, dia sudah tidak lagi menyembunyikan wajah aslinya di depanku dan melakukan vidio call dengan wajah asli dia, tetapi dia masih menyembunyikan wajah aslinya di depan orang-orang.

Hari ini hari terpenting dalam hidupku karena aku harus melakukan wisuda, aku tidak menyangka bahwa aku mendapat penghargaan atas nilai-nilai yang kuperoleh dan yang paling membahagiakan hal itu disaksikan langsung oleh kedua orangtuaku. Aku tidak menyadari bahwa Rangga juga menyaksikan hal tersebut dan ia pun tersenyum bangga kepadaku.
Setelah selesai, aku dan keluargaku menemui Rangga yang ternyata dia juga membawa orangtuanya kesini untuk melihatku. Kami semua berbincang-bincang di sebuah restoran milik Rangga dan betapa terkejutnya aku saat dia melamarku untuk dijadikan istrinya. Senang dan sedih tercampur jadi satu pada saat itu juga.

Akhirnya aku menerima pinangannya untuk dijadikan istri. Sebulan kemudian aku resmi menjadi istrinya. Pernikahan ini dilakukan dengan meriah dan atas dasar Cinta kami berdua.

THE END

Cerpen Karangan: Ayi Adista
Blog / Facebook: Ayi Adista

Cerpen Long Distance Relationship merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Beyond The Limit (Part 1)

Oleh:
Suara angin yang berbisik-bisik menelusuri malam terasa begitu menusuk kulit. Embusannya memukul-mukul dinding putih planetarium yang berdiri kokoh di tepi bukit kecil. Halamannya dikelilingi rumput hijau, dengan pohon-pohon rimbun

Si Penulis Surat Misterius

Oleh:
“Fiuh, hampir saja kau telat Mel, Lihat tuh jam tangan lu! Pukul berapa sekarang hah?!” Kira menghampiriku. “Aku sih cuek!” Sergahku tanpa beban sambil berlalu menuju ke tempat dudukku

Lentera Bintang (Part 1)

Oleh:
“Reeeeennndy, bangun sayang udah siang!!!” “Bentaran napa mi, masih pagi,” kata gue sambil meluk guling membelakangi mami gue. “Bangun gak sekarang, kamu jangan bikin mama kesel kenapa sih Ren?”

Benar Sahabat itu Cinta

Oleh:
Aku tutup novel yang telah selesai kubaca, dalam hati aku bergumam tentang apa isi cerita yang mengkisahkan seorang sahabat. Sempat ku berfikir apa ada seorang sahabat yang nantinya akan

Sebuah Kisah

Oleh:
Tanganku meraba-raba sekitar. Basah. Perlahan, aku menyadari aroma yang menguar dari tempatku berada. Daun. Kelopak mataku terbuka. Pupil mataku mulai menyesuaikan diri dengan cahaya sang surya yang masuk. Setelah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *