Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Antara Kebahagiaan dan Kesedihan

Semenjak meninggalnya Gio, Dea menjadi anak yang pendiam dan murung. Hari demi hari dea lewati hanya termenung merasapi kesedihan ini, ia selalu berada didalam kamarnya. Entah menggapa hari ini dea berangkat ke sekolah pagi-pagi...

Cinta Tak Semanis Lolipop

“Hei kenapa nangis?” Tanya seorang bocah laki-laki kelas 5 SD berkulit putih dan berparas ganteng. “Aku jatuh dari sepeda ini dan kayanya kaki aku terkilir, sakit banget. Hiks” Jawab anak perempuan berambut panjang...

Embun di Atas Awan

Aku memaksakan senyum dan memasang wajah ceriaku. Sebenarnya jauh di dalam lubuk hatiku, aku merasa benci dengan kepura-puraan ini. Aku benci jika harus mengucapkan sayang di hadapannya. Aku benci berpura-pura memberikan...

Oh Ternyata

Aku bersahabat dengan Dinar semenjak kami duduk di bangku SMP. Aku sudah sangat mengenalnya, hapal dengan tingkah lakunya yang kadang-kadang sedikit berlebihan dan kurang peka terhadap perasaan orang lain. Meskipun terkadang...

Buah Kesabaran

Secara tak sengaja Angkasa melihat Embun sedang jalan berdua dengan seorang pria yang seumuran dengannya di sebuah pusat perbelanjaan. Beberapa kali ia mengucek matanya hanya untuk meyakinkan bahwa ia tidak salah lihat. Tampak...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply