Love At First Sight

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 17 November 2017

Aku terburu-buru berangkat ke sekolah. Baru kali ini aku bangun kesiangan, lebih sialnya lagi papa juga tidak bisa mengantarkan aku ke sekolah dikarenakan papa sudah berangkat ke kantor.
Jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 07.10 WIB, itu berarti waktuku tinggal 10 menit lagi untuk segera sampai di sekolah. Taksi maupun angkot tidak ada yang lewat satupun. Matahari perlahan sudah naik ke atas. Aku mulai gelisah, sambil mondar-mandir tidak karuan.

Tiba-tiba dari arah belakang muncul mobil sedan mewah mendekatiku. Kaca jendela mobil juga terbuka, pemilik mobil tersebut melihat ke arahku sembari bertanya, “Kamu murid SMA Anak Bangsa kan?”
“I.. iya. Kok kamu tau?”
“Dari seragam kamu.”
Aku hanya bisa tersenyum
“Ya udah, ayo masuk” katanya sambil membukakan pintu untukku.
“Ngapain?” tanyaku
“Kamu mau sekolah kan?, ntar telat loh, aku juga sekolah di sana kok.” balasnya
“I.. iya”
Aku pun langsung masuk ke dalam mobilnya. Kami hanya diam selama perjalanan.

Tepat pukul 07.20 kami sampai di sekolah diiringi dengan bunyinya bel pertanda masuk. Aku pun mengucapkan terimakasih kepadanya.
“Makasih ya atas tumpangannya.”
Ia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala.
Aku pun langsung bergegas masuk ke kelas.

Karena tadi ada guru yang tidak masuk, murid di kelasku dipulangkan lebih cepat dari biasanya. Aku memanfaatkan kesempatan ini untuk pergi ke perpustakaan.
Aku langsung melangkahkan kakiku menuju perpustakaan, namun karena ketidak hati-hatianku, aku terpeleset di lantai yang licin.
Tiba-tiba ada uluran tangan di depanku, aku melihatnya.Ternyata dia adalah cowok yang memberikanku tumpangan tadi pagi.

“Kamu tak apa-apa kan?”
“Iya, aku baik-saja. Lagi-lagi kamu yang nolongin aku. Makasih ya.”
“Iya, lagian sesama manusia kita diwajibkan tolong menolong bukan?” balasnya sambil tersenyum padaku.
Senyumannya membuat jantungku berdetak kencang.
“By the way, kamu mau pulang ya?” tanyanya.
“Iya, tapi aku mau mampir ke perpustakaan dulu.”
“Hmm, kalo gitu, kita bareng aja yuk, aku juga mau ke perpustakaan.”
Aku memberikan anggukan kepadanya.

“Oh ya, kita belum kenalan. Kenalin aku Samuel.”
“Aku Nadya.”
“Hmm Nadya, nama yang cantik sama kayak orangnya cantik.”
“Makasih Sam”
Baru kali ini aku gemetaran saat dipuji oleh cowok. Apakah ini yang namanya cinta pada pandangan pertama?

Cerpen Karangan: Fiqih Sa’adah
Facebook: Fiqihh Saadah

Cerpen Love At First Sight merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bye Canopus!

Oleh:
tetesan embun pagi memenuhi seluruh bagian kaca bis dengan rapih. Tak ada satu celah pun yang kering pagi ini. Semuanya terlihat damai, pojokan bis yang terisi banyak serakan sampah

Setengah Sketsa

Oleh:
“Kenapa di sini?” Kata nenek aku senja di sini indah dan sayang untuk dilewatkan, makanya aku ke sini dan melihat apa yang dikatakan nenek apakah benar atau tidak dan

Jas Hujan Untuk Mama

Oleh:
Seorang malaikat yang rupawan dengan sejuta tingkah yang membuatku berdecak kagum akan dirinya seolah mampu untuk meluluhkan hati ini kepadanya. Sosok Mifta yang memiliki wajah oval, bibir yang sensual

Aku Hanya Tahu Namanya (Part 1)

Oleh:
Hujan baru saja reda. Genangan air hujan yang terdapat di beberapa titik jalanan kecil yang menghubungkan sekolah dengan halte itu terlihat semakin berkurang karena kecipak-kecipak dari langkah kaki murid-murid

Kamu Lovable

Oleh:
Pentingkah peduli apa yang dilakukan dan tempat kencan pertama tiap pasangan? Seperti teori surya yang pasti tenggelam di barat maka tujuanku adalah sesuatu yang sudah sangat jelas. Membuat kedua

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *