Love in A Matter of Time (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 22 April 2019

Tangisan itu mulai mereda, ia sudah tak lagi menangis dengan kencang seperti tadi. Ia mulai kembali tenang.
Ia melepas pelukanku, namun aku tetap menahannya. Tangisannya memang sudah reda hanya saja aku ingin tetap memeluknya takkan kubiarkan ia pergi dariku. Hingga akhirnya, panggilan lembut itu menyadarkan aku dan berkata..

“Vino tolong lepaskan pelukanmu”
“Kirei ada apa? Aku ingin tetap memelukmu, aku takkan membiarkanmu pergi dariku kirei”
“Vino, lepas lah”
Tangan kirei mencoba melepaskan pelukannya, aku tau gadis itu kini sedang berusaha menjauhiku. Hingga akhirnya aku melepaskan pelukanku darinya.
Apa yang akan dilakukan gadis itu?
Ia akan benar benar pergi dariku? Takkan lagi menemuiku?

Kesabaran davino hilang hingga akhirnya ia berkata.. “Kirei aku mencintaimu, meski hanya hitungan waktu. Hanya hitungan hari aku mencintaimu kirei? Lalu kau tak mampu mempercayainya? Ya! Memang itu terlihat aneh, bahkan konyol untukmu! Bahkan untuk orang lain pun ini hanya kekonyolan yang bodoh, hingga kau pun tak mampu mempercayai ucapanku. Cinta dalam hitungan waktu? Siapa yang akan percaya hal itu akan terjadi? Takkan ada yang percaya. Orang lain pun akan mengatakan bahwa itu hanya kalimat, bullshit semata. Hanya rekayasa.”
Emosi, rasa kesal, dan kecewaku meluap padanya. Nada bicara yang semakin tinggi dilontarkan oleh vino. Gadis itu, mampu membuatnya merasa kehilangan segalanya.

“Aku mencintai sosok wanita yang baru saja kutemui? Dan mengatakan aku tak ingin kau pergi. Mengatakan bahwa aku mencintaimu menyayangimu, bodohnya aku mengeluarkan kata kata tak layak seperti itu, tak seharusnya aku mempunyai perasaan ini padamu kirei. Maafkan aku,”

Air mata yang sempat berhenti, kini terpecah kembali pernyataan davino, dan segala isi hatinya membuat kirei pun terluka. Kirei pun tahu vino takkan menyakitinya tetapi entah mengapa, rasa percaya itu seakan tak begitu kuat pada dirinya. Hingga ia, masih saja meragukan hati vino perasaan vino padanya.

Kirei menangis, ia pun tak ingin vino pergi darinya. Ia melakukan itu pun hanya ingin membuktikan, apa yang akan pria itu lakukan ketika dirinya pergi menjauh darinya. Kirei mampu merasakan ketulusan pada davino. Pria yang tak ia kenal wajahnya itu, mampu membuat kirei pun jatuh hatinya padanya.

Benar apa yang dikatakan vino padanya, bahwa cinta mereka adalah cinta dalam hitungan waktu. Yang tak memerlukan waktu banyak untuk saling jatuh cinta. Kirei kini sudah yakin bahwa davino akan menyayanginya setulus hati. Ia percaya akan cinta yang davino miliki, padanya.

“Davino”
Tubuh gadis itu kini berbalik arah padanya. Tetap saja pandangan hitam dan tak bercahaya. Tak ada apapun yang terlihat bahkan wajah davino sekalipun. Ia mencoba meraba wajah davino dengan tangannya, ia mencari sosok wajah yang mencintainya.

Davino mendekatkan dirinya pada kirei, davino tersenyum. Ia bahagia melihat kirei menyebut namanya kembali, menatapnya kembali.

“Davino, maafkan aku. Aku tak bermaksud untuk menyakiti dengan sikapku tadi. Aku hanya ragu, aku hanya takut semua kata katamu hanya kebohongan belaka. Tetapi, kini aku yakin padamu davino aku yakin, kau tulus mencintaiku davino. Aku ingin bersamamu davino. Aku ingin kau di sini, tetap di sini menjagaku”

Davino tersenyum bahagia, kalimat demi kalimat yang dikeluarkan oleh kirei membuat davino merasa bahagia. Cintanya pada gadis itu kini terbalaskan. Kirei, memintanya untuk tetap bersamanya, menjaganya dan davino bahagia.

“Kirei, maafkan aku karena aku telah kasar kepadamu aku hanya sedang emosi aku…” Ucapannya davino terpotong, tangan kirei menutup mulutnya yang akan berbicara kirei pun berbicara pada davino.
“Vino, tidak usah merasa bersalah aku tahu kau sangat kesal kau marah kau kecewa denganku karena, sikapku. Aku dapat memahaminya davino. Aku tidak apa apa” senyumnya
Senyuman gadis itu, menghangatkannya. Vino tersenyum padanya ia tahu meski gadis itu tak mampu menatap senyumnya padanya tetapi davino tahu bahwa, kirei mampu merasakan senyuman yang davino berikan untuknya.

Vino membawa gadis itu kedalam pelukannya, kini ia bahagia karena gadis yang ia cintai, berada kembali dalam pelukan nya. Kini ia bisa memilikinya.

“Vino?”
Davino tidak melepas pelukannya ia tetap memeluk kirei dan hanya menengokkan kepalanya kepada kirei.

“Ada apa kirei?”
“Kau akan selalu di sini bersamaku kan?”
“Kau akan tetap tinggal bersamaku kan?”
Davino tidak merasa kesal ketika gadis itu bertanya padanya justru, ia senang ketika kirei bertanya itu padanya. Karena davino merasa, bahwa kirei sangat takut kehilangan davino.

“Kirei? Kau percaya padaku kan bahwa aku akan selalu bersamamu, menjagamu. Dan takkan pernah pergi darimu?”
“Aku akan di sini terus bersamamu kirei takkan pernah berpikir untuk pergi meninggalkanmu” senyum davino untuknya begitu meyakinkan gadis itu meski lagi dan lagi ia tahu, bahwa gadis itu takkan mampu melihat senyum yang ia berikan untuk kirei.

“Sekalipun, kau tahu bahwa aku buta?”
Sekilas pertanyaan itu membuat senyum itu terhancurkan hanya dengan satu pertanyaan, hatinya tertusuk kembali saat gadis yang ia cintai menanyakan hal itu kembali padanya.
Bukan tidak ingin menjawabnya, davino hanya tak ingin melihat gadis itu semakin terluka dan terluka. Davino tahu, gadis itu sangat terluka saat ini karena kenyataan yang ia miliki. Kebutaannya membuat ia, begitu hancur.

“Apapun yang kulihat selalu saja gelap, apapun tak dapat kulihat. Bahkan wajahmu davino. Aku selalu berandai, aku mampu melihat dunia ini dengan nyata, dengan warna warna di sekelilingku. Indahnya dunia ini yang tak pernah kulihat membuatku bersedih davino. Tapi tidak apa, kini aku sudah memilikimu dan kamu sudah berada di dekatmu bahkan dalam kehidupanku. Kini hidupku sudah berwarna karena kehadiranmu di sini. Meski aku tak tahu bagaimana wajah orang yang kucintai. Tetapi aku tetap sangat bahagia karena kau ada di sini untukku. Dan masih denganku, jangan pernah tinggalkan aku davino jangan biarkan kekosongan itu menghantui dan menemaniku kembali. Aku tidak ingin vino. Kebutaanku ini, sudah cukup menjadi jawaban atas sedih dan hancurnya hatiku. Kegelapan dimana mana. Tidur akan terlihat sangat gelap tetapi bagi mereka yang memiliki mata normal akan berwarna ketika mereka bangun di pagi hari. Berbeda denganku, tidur bahkan bangun pun aku hanya melihat kegelapan.. Gelap dan gelap. Aku ingin tahu seperti apa dunia. Seperti apa wajah orang orang di sekitarku..”
“Davino maafkan aku atas ketidak sempurnaan ini,”
Kalimat demi kalimat ia katakan padaku, tertusuk hati yang tadi kurasa sangat bahagia. Bagaimana tidak?, Gadis yang kucintai begitu bersedih ketika tahu dunianya hanya penuh kegelapan. Banyak harapan yang tersirat di dalam dirinya. Tetapi, ia mengatakan bahwa ia sudah merasa sangat bahagia kini ketika aku sudah berada dalam kehidupannya. Seakan, ia mengatakan bahwa kegelepan itu sudah hilang dari hidupnya. Tetapi aku tahu kirei bahwa kebahagiaan itu belum sempurna untukmu.

“Aku tahu kau ingin melihat dunia ini dengan nyata tanpa ada kegelapan yang menyelimuti dirimu. Maafkan aku kirei aku tidak bisa berbuat apapun untukmu. Tetapi akan aku pastikan aku, akan selalu di sini untukmu berbagi warna dalam kehidupanmu aku berjanji, kirei.”
Air mata davino terjatuh, mengenai tangan kirei. Kirei yang masih dalam pelukan davino langsung tersadar dan melepaskan pelukannya, tangan lembutnya mengenai pipi davino. Kirei menghapus air mata yang berjatuhan, kirei tersenyum pada pria itu..

“Davino, aku tahu kau begitu sedih karena kenyataan ini, tetapi jangan biarkan dirimu larut dalam kesedihan. Davino, jika kesedihanmu karena kebutaan yang kumiliki, ini maka maafkan aku.”
“Apa yang kau katakan kirei? Aku menangis karena aku bahagia. Aku menangis bahagia, karen aku bisa bersamamu saat ini kirei aku sangat bahagia. Jangan salahkan dirimu seperti itu terus. Aku bahagia bersamamu.”

“Honey, listen to me”
“I love you so much, I don’t care about your shortcomings. I don’t care. You know I love you without questioning your shortcomings. Then please stop talking about this. Because whatever you lack I will still love you dear.”

Kirei hanya terdiam saat mendengar tutur kata yang davino jelaskan, kirei tak tahu bahwa davino sangat mencintainya kini. Hingga ia tak mempermasalahkan kekurangan yang kirei miliki dan kirei beruntung ketika tuhan, mempertemukannya dengan davino.

“Thanks god” batin kirei.

“Davino?”
“Iya kirei” senyumnya
“Terimakasih untuk selalu di sini, memilihku dengan kekuranganku yang seperti ini. Terimakasih, aku memang berharap sekali aku mampu melihat dirimu wajahmu but it’s impossible for me. Hehe aku tahu, ini kekurangan yang begitu memalukan untukmu. Tetapi aku berharap kau mampu menerimanya”

“Kirei, berhentilah membicarakan kekuranganmu. Sudah kukatakan berapa kali aku akan menerimanya. Calm down baby. I always here for you. I promise”
“Terimakasih davino” senyumnya.

“Davino aku mencintaimu.”
“Kirei aku mencintaimu juga”

Davino memeluk kirei dengan sangat erat, seakan tidak ingin wanita itu lepas darinya. Kini, keduanya tersenyum bersama. Terlarut dalam kebahagiaan yang begitu dalam, sedih yang dulu menganggu kehidupan gadis itu kini terhapuskan darinya, kehadiran davino kedalam hidup kirei membawa kebahagiaan untuk kirei. Senyum yang tak pernah bisa kirei lihat dari wajah davino, memang membuatnya masih sangat sedih dan tidak bisa menerimanya. Tetapi kirei sangat bahagia ketika masih ada, pria yang mencintai kekurangannya. Yang tak semua, pria lain akan mampu menerimanya ketika mengetahui hal itu. Dan, kirei sangat beruntung ketika ia bertemu dengan davino, ya! Pria yang begitu sangat mencintainya kini dan pria yang mampu menerima setiap kekurangan yang ada pada diri kirei.

“Davino aku bahagia, terimakasih” ucap batin kirei.

Until both are carried away in happiness

– the end –

Cerpen Karangan: Mutya Zulmi
Blog / Facebook: MutyaaZulmi
lebih tau tentang keseharian saya cek di:
ig: mutzlmy_
fb: mutyaazulmi
yang mau tanya tanya bisa kirim e-mail ke saya di :
mutyaazulmyy21[-at-]gmail.com

Cerpen Love in A Matter of Time (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Melihat Cinta di Mata Suamiku

Oleh:
Berada di antara dua lelaki yang dicintai. Bahagia. Akan tetapi, aku harus memilih salah satu karena alasan tertentu. Cintaku sama besarnya. Aku tak mungkin memilih salah satu. Karena memang

Di Bawah Matahari Terbenam

Oleh:
Hari semakin gelap, waktu telah menunjukkan pukul 17.00. Di bawah pohon sakura yang bermekaran berdiri seorang gadis manis sambil menggenggam sebuah ice cream rasa strawberry. Gadis itu melihat matahari

Rahasia Dibalik Tatap

Oleh:
Berulang kali aku mencoba untuk menulis sesuatu yang aku harapkan dapat memotivasi seorang yang akan membacanya dengan kisah-kisah menarik yang sebenarnya aku jumpai di keseharianku. Namun, selalu saja gagal

Surat Kristal

Oleh:
Ini adalah ceritaku, Bintang, yang pada akhirnya harus meninggalkan sebuah surat untuk seseorang yang tak pernah menyadari bahwa cinta itu selalu sangat dekat, walaupun terkadang jalannya adalah jalan yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *