Love is Process

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 17 May 2013

Suatu hari di SMP Bumi Pertiwi sedang mengadakan acara musik band tebesar di kota Surabaya yang di hadiri oleh 100 band, Naya sebagai panitia penanggung jawab sangat repot dengan tugas nya “tolong di persiapjan semua ya! Acara akan di mulai setengah jam lagi” ujar naya yang sedang mengatur lighting panggung. Sedangkan semua peserta band sudah datang dengan membawa tampang keren mereka, teman naya yang bernama Adit tiba-tiba datang “Nay, gue sudah siap nih buat jadi MC tapi kenapa semua nya belum siap gini?”. “sorry-sorry dit gue tadi datang telat jadi semua keteteran kayak gini” Naya menjawab dengan penuh kesedihannya.

Seperempat jam berlalu panggung sudah selesai dan siap acara di buka, naya pun mengarah kan teman-teman nya untuk menempati posisi ada yang sebagai MC, Kameramen, pengatur sound system, pengartur lighting, dan pastinya pengarah acara nya.

Waktu terus bergulir dan menunjukan angka 7 malam. Akhir nya semua sudah tampil dan acara di akhiri dengan kesuksesan. “huhhh, Alhamdulillah ya semuanya lancar oke kalau gitu bersama-sama kita bersorak” ucap Naya. “huuuahhh” serentak teman-teman Naya.

Tiba-tiba saat Naya bersiap-siap pulang Naya melihat laki-laki yang tampan yang menurut Naya itu oke banget “astaga tuhan, cowok itu ganteng banget, gimana ya caranya agar aku bisa kenal sama dia?” gumam naya. “wee ngelamun aja!” gretak Lina teman kelas Naya. “Eh lin, kamu coba liat deh cowok itu” kata Naya. “Yang itu? Ooh itu nama nya Fadel, dia itu temen sekolah aku dulu nay, kenapa emang?” jawab Lina. “ooh Fadel toh namanya, enggak kenapa-kenapa sih cuma aku liat-liat cakep juga hehehe” sahut Naya dengan penuh kegirangan karena setidaknya sekarang dia mengetahui nama cowok itu.

Naya tiba di rumah dengan penuh kebahagiaan “nay, kenapa kamu kok senyum-senyum seperti itu?” Tanya mama Naya. “Haah? Apa ma? Hmm enggak kok ma, tadi job Naya sukses loh.” Jawab Naya. “ooh ya selamat ya sayang” sahut mama.

Saat di kamar Naya teringat ingat bayangan Fadel, “apa aku suka ya sama dia? Apa dia punya facebook? Atau twitter gitu? Hmm, aaha aku punya ide kenapa aku gak Tanya ke Lina aja pasti Lina tau!” gumaman Naya saat membayangkan Fadel.
Lalu Naya mengambil telephon rumah dan menelephon Lina. Kringggg “Halo!”, “Lina. aku Naya!”, “ooh ada apa nay kok tumben telephon”, “hmm iya Lin aku boleh nanya sesuatu gak sama kamu?”, “boleh apa aja!”, “Lina yang baik! Kasih tahu aku dong akun jejaring social nya Fadel, facebook kek twitter kek atau pin BB hhehhe”, “ya ampun Naya iya-iya nanti aku bbm aja ya.”, “oke deh makasih ya, maaf ganggu, byee”.

Beberapa menit kemudian HP Naya bergetar menandakan ada pesan masuk, ternyata pesan itu dari Lina yang menjawab pertanyaan dari Naya tadi. “yes akhirnya dapet juga” kata Naya. Tak menunggu lama Naya langsung membuka laptop nya dan mencari facebook dan twitter nya Fadel. “astaga keren banget fotonya, aah aku mau kenalan sama dia siapa tau kita bisa jadian” gumam Naya. Langsung Naya menuliskan pesan di facebook Fadel dengan isi (Hai! Kamu fadel kan temen nya Lina? Aku Naya, aku tadi lihat kamu ngeband bagus banget deh aku suka. Aku juga panitia di situ loh) sebenarnya Naya merasa bahwa itu ide gila tapi bagaimana lagi nama nya kepentok suka apapun di lakukan demi mendapatkan perhatian.

Keesokan harinya Fadel menjawab pesan dari Naya (oh makasih banyak ya simpatik kamu, begitu ya. Bagus kok setting an nya aku suka tim yang hebat) saat Naya membuka pesan itu terselip bahwa jawaban itu tidak yang diinginkan nya, alias terlalu cuek. Akhirnya Naya tidak menjawab pesan tersebut. Hingga suatu hari mereka di pertemukan kembali di salah satu supermarket dekat rumah Naya. “loh kamu yang ikut festival band di SMP Bumi Pertiwi kan?” Naya mengawali bicara. “iya betul” jawab Fadel. “kenalin aku Naya, hmm, sorry aku yang ngirim pesan di facebook itu ide gila sebenernya sorry ya!” Naya bicara dengan muka merah penuh malu. “ide gila? Enggak kok aku nunggu balesan dari kamu loh” jawab Fadel. “hah? Yang bener aku pikir kamu cuek sama aku dan merasa pesan ku gak penting, eeh ternyata di tungguin.” Sahut Naya. “ooh ya kenapa kamu ada di sini rumah kamu deket sini?” jawab fadel. “iya deket kok komplek sebelah, kamu juga ngapain di sini, emang rumah kamu deket sini ya?” Naya heran mengapa secara kebetulan bisa bertemu dengan laki-laki idamannya di sini tanpa terduga. “iya di sekitar komplek sini gak jauh kok” fadel menatap Naya dengan penuh senyuman. “ooh gitu hehe, oke lah sudahan dulu ya bye” kata Naya. tiba-tiba fadel menahan sebentar Naya untuk pergi “ehh! tunggu! Hmm aku boleh minta nomor handphone atau ada pin BB? Hmm, boleh gak?”. “bb, boleh kok fadel catet ya 0876772677 pin bb aku T761BB” sambil gugup Naya menjawab nya. “oke thanks banget ya nay” jawab Fadel.

Saat tiba di rumah Naya gembira tiada tahan karena tak di sangka-sangka Fadel minta nomor handphone dan pin BB nya, Naya menunggu dan seringkali melototi HP nya tapi Fadel tak kunjung menghubung-hubungi Naya juga, “duh sial! Kenapa dia gak nguhubungi aku sih? Apa dia Cuma main-main ya gak serius. Aah gak tau ahh bingung” kekecewaan Naya pun tiba dan menjadi-jadi. Satu bulan berlalu HP Naya tiba-tiba menerima BBM dari pin yang tak di kenal (halo Naya), Naya yang sudah melupakan seorang Fadel, (ini siapa?) jawab Naya dengan penuh keheranan. aku minta maaf sebelum nya aku baru hubungin kamu sekarang, soal nya contact peson aku semuanya ke format jadi aku minta nomor handphone kamu dari Adit. Dia teman kamu kan?) jawab Fadel. (kamu fadel? ooh ya gak papa kok aku maafin kamu, tau gak sih aku selama ini nunggu kamu) jawab Naya dalam pesan. Mereka terus berkomunikasi dan bertukar cerita tentang diri mereka.

Akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu di salah satu cafe dan saat itu Fadel mengungkapkan isi hatinya kepada Naya bahwa saat pandangan pertama berjumpa dengan Naya di setiap tidur malam nya Fadel selalu memimpikan sosok Naya yang cantik dan menghampiri nya tapi itu hanya mimpi. Naya pun tersipu malu dan mengungkapkan perasaan nya selama ini Naya juga menyukai sosok Fadel yang tampan dan berbakat. Akhirnya Fadel mengatakan perasaan nya “nay, aku mau kamu jadi satu-satu nya wanita yang menemaniku dan apa kamu mau menjadi kekasihku” ucap Fadel dengan suasana romantisme. Naya pun terbelak menganga-nganga, dia kaget dan tak menyangka bahwa ini akan terjadi “bagaimana kamu tau bahwa aku ingin menjadi milikmu satu-satunya? Aku mau aku menerima mu dengan penuh kasih sayang yang tulus” jawab Naya dengan penuh keyakinan. Fadel pun senangnya tak terkira, langsung dia memegang tangan Naya dan berucap “terima kasih, dan I LOVE YOU”.

Di sini kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa cinta tak datang dengan tiba-tiba, cinta memerlukan waktu untuk berjalan dan melangkah, tak ada satu pun insan manusia yang merasakan dan mendapatkan cinta secara instan, pasti semua butuh waktu atau proses terlebih dahulu. Percayalah bahwa cinta itu adalah penantian seseorang yang setia!

~end~

Cerpen Karangan: Nadya Yulia Apswara Soedrajad Malik
Facebook: Nadya Apswara
Halo nama ku Nadya Yulia Apswara Soedrajad Malik panggil aja aku nana!
aku kelas 9 Sekolah di salah satu sekolah negeri di kota kecil di jawa timur yaitu kota Mojokerto.
aku pernah memenangkan juara harapan di salah satu lomba menulis karya dengan tema “menabung” aku mendapatkan sertifikat resmi dari pemerintah kota dan berbagai sponsor yang menanganinya.
good job for me^^

Cerpen Love is Process merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gamophobia

Oleh:
Tercium bau aroma terapy menyengat masuk ke dalam lubang hidungnya, namun ia terus berjalan mengikuti arahan kekasihnya, kemudian mereka berhenti dan membuka penutup mata yang kekasihnya kenakan pada Silvia,

Menunggumu

Oleh:
Pantai geloda menyajikan suasana sore yang indah, pemandangan matahari tenggelam berwarna kuning keemasan menambah syahdu hari ini. Angin bertiup sepoi menyanyikan lagu rindu yang bergolak di hati Niha. Kerinduan

Kembalinya Senyum Yang Hilang (Part 1)

Oleh:
Hari Pertama Memasuki SMA 20 Hari senin, Pukul 06:30. adalah Hari pertama seorang Zahra Agnesia menginjakkan kakinya di SMA 20 Jakarta, sekolah yang memang sudah menjadi tujuan Seorang Zahra

We Wanna Be Forever

Oleh:
Teman yang selalu setia, yang selalu mendengarkan curahan hati, dan selalu ada di saat kita sedih. Saat kita sedih, saat kita mempunyai masalah. Sahabatlah yang menemani kita dan yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Love is Process”

  1. rahmayani says:

    Cerpennya bagus banget…
    Di nanti ya cerpen barunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *