Love Mystery (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 7 December 2016

Gina, gadis sederhana yang cantik dan masih kuliah. Dia selalu berangkat ke kampus memakai sepedanya. Tiba tiba di jalan, dia ditabrak oleh sebuah mobil dan akhirnya terjatuh. Untung saja tidak ada luka parah.

Pengendara mobil yang bernama Reno itu pun ke luar dan menolong gina.
“Eh kamu gak papa?”
“Iya, gak papa kok.” Kata gina.
Reno terdiam saat melihat gina.
Batin reno “subhanalloh, cantik banget.”
“Eh siku kamu berdarah”
“Ini cuma luka kecil aja kok.”
“Luka kecil? Kalo di biarin bisa infeksi lho, dan bisa berakibat fatal. Biar aku anter ke rumah sakit ya?”
“Gak usah nanti ngerepotin”
“Gak papa, lagian ini sebagai bentuk tanggung jawab aku ke kamu, karena aku udah nabrak kamu. Mau ya?”
“Ya udah deh.”
Reno pun mengantar gina ke rumah sakit dengan mobilnya.

Di rumah sakit.. Luka gina pun diobati dan diperban.
“Sekarang sudah tidak papa, untung saja dibawa kesini, kalau tidak mungkin bisa infeksi.” Kata dokter sambil pergi.
“Tuh kan, aku juga bilang apa, untung aja aku paksa kamu.”
“Iya makasih ya.”
“Iya, oh ya aku anterin kamu pulang ya? Takutnya kamu jatuh lagi nanti,”
“Iya,”
Reno juga mengantar gina pulang.

“Kamu mau mampir dulu?”
“Gak usah, ini udah sore, oh iya, aku reno, nama kamu siapa?”
“Gina,”
“Oh gina, ya udah aku pulang ya, semoga kita bisa ketemu lagi.”
“Iya, makasih.”
Reno pun pulang.

Ibu gina menghampiri gina.
“Gina? Kamu kenapa? Siku kamu?”
“Gak papa bu, ini tadi aku jatuh terus kena batu, untung ada yang nolongin”
“Oh ya ampun, makanya kamu hati hati kalo jalan.”
“Iya bu. Oh ya besok gina mulai lagi kuliah bu, sepeda gina udah di kembaliin belum?”
“Oh cuti nya udah selesai ya? Sepedanya udah di kembaliin ada di gudang belakang. Ya udah kamu bersih bersih dulu.”

Keesokan harinya..
Gina berangkat ke kampus menggunakan sepedanya. Sesampainya di kampus, gina bertemu dengan reno.
“Kamu? Gina?”
“Iya, kamu reno? Kamu ngapain disini?”
“Aku kuliah disini, baru aja daftar. Kamu kuliah disini juga?”
“Iya, ”
“Pas banget kalo gitu,”
“Pas? Maksudnya pas?”
“Hmm nggak maksudnya pas karena aku kenal sama kamu, jadi gak terlalu asing.”
“Oh.”
“Kamu masuk fakultas apa?”
“Biologi”
“Oh ya? Sama dong, aku juga ikut tim basket.”
“Oh ya? Bagus kalo gitu, sebentar lagi kan ada turnamen, semoga karena kamu tim kampus kita menang.”
“Iya semoga aja. Eh itu luka nya gimana?”
“Oh udah mendingan kok,”
“Maaf ya, gara gara aku kamu celaka.”
“Gak papa, kan aku udah bilang ini cuma luka kecil aja. Lagian kamu juga udah nolong aku.”
“Ya udah, makasih kalo gitu.”
“Oh ya, ada salam dari ibu aku, katanya makasih karena kamu udah nolong aku kemarin.”
“Iya sama sama,”

Lalu Fitra, sahabat gina menghampiri gina.
“Gina? Apa kabar?”
“Fitra? Aku baik, kamu gimana?”
“Aku juga baik kok, dia siapa?” Fitra melirik reno.
“Oh, kenalin ini Reno, temen gue, dia juga kuliah disini.”
“Hai fitra,”
“Reno,”
“Na, aku mau cerita sama kamu. Ayo.” Fitra mengajak gina pergi.
“Iya, ren, aku pergi ya.”
“Iya.”
Gina dan fitra pun pergi.

“Beruntung banget gue bisa ketemu sama dia lagi” kata reno.

Saat pulang kuliah, ban sepeda gina bocor.
“Yah, ban nya bocor, gimana dong?”
Gina berdiri di tepi jalan sendirian. Tiba tiba dari kejauhan datang mobil reno dan berhenti di samping gina. Reno membuka kaca jendelanya.
“Kenapa?”
“Ban nya bocor”
“Ya udah, aku anter kamu pulang.”
“Tapi sepedanya?”
“Tenang aja, nanti aku telepon montir suruh bawa sepeda ini ke bengkel, sekarang aku anter kamu.”
“Ya udah.”
Gina pun masuk mobil reno dan pulang.

Sesampainya di rumah gina..
“Makasih ya, kamu udah dua kali anter aku pulang.”
“Iya sama sama.”
“Mau mampir dulu gak?”
“Lain kali aja ya?”
“Oh ya udah, sekali lagi makasih.”
“Iya,”

Keesokan harinya.. Saat gina akan berangkat kuliah, dia lupa kalau sepedanya dibawa reno ke bengkel.
“Oh iya lupa, gimana dong?”

Lalu reno datang ke rumah gina.
“Reno?”
“Iya, aku tau kamu pasti bingung mau berangkat pake apa, jadi aku kesini jemput kamu, soalnya sepedanya belum selesai, gak papa kan?”
“Oh iya gak papa, untung aja kamu kesini.”
“Iya, ya udah yuk.”
Mereka pun berangkat bersama ke kampus.

“Oh ya, beberapa hari lagi aku ulang tahun, dan mama aku nyiapin pesta ulang tahun gitu, kamu mau dateng kan?”
“Kalo diundang aku pasti dateng”
“Ya pasti diundang lah, aku juga mau kenalin kamu sama mama aku.”
“Iya,” gina.

Sepulang kuliah..
“Aku anterin ya?”
“Gak usah, aku naik taksi aja.”
“Serius?”
“Iya,”
“Ya udah, aku duluan ya?” Reno pun pergi duluan.

Di tepi jalan gina menunggu taksi, tapi tidak ada juga. Hingga datang dua orang yang menghampiri gina.
“Heh duit mana duit?” Kata preman.
“Duit apa? Saya gak ada,”
“Gak ada apanya? Sini barang kamu!”
“Gak ada, tolong! Tolong! Tolong!” Gina teriak.
“Heh diem, gak ada yang bisa denger lo disini!” Preman.

Tiba tiba datang mobil reno.
“Heh mau apa lo?” Reno.
“Heh siapa lo?” Preman itu langsung menghajar reno.
Reno dan preman itu pun berkelahi. Gina melihat dari kejauhan. Dan akhirnya preman itu kalah dan menyerah lalu pergi.

“Kamu gak papa?”
“Aku gak papa,”
“Kamu belum pulang juga?”
“Gak ada taksi,”
“Tuh kan, ya udah aku anterin aja. Ayo,”
Reno pun mengantar gina pulang.

7 hari kemudian..
“Nanti malem jangan lupa ya,”
“Iya,”
“Nanti aku smsin alamatnya, dandan yang cantik ya?”
“Iya, pasti.”
“Ya udah aku duluan,” reno pun pergi.

Malam harinya.. Gina berangkat dengan fitra ke ulang tahun reno. Gina memakai dress putih selutut dengan rambut terurai. Sementara fitra memakai dress kuning dan rambut diikat.
“Kayanya ini alamatnya,”
“Kamu yakin?”
“Iya, nomer 9,”
“Ya udah kita ke dalem.”
Mereka pun masuk ke dalam. Di dalam sudah banyak orang datang. Dan pesta juga terlihat meriah.

“Meriah banget ya pestanya?”
“Ya mungkin reno anak tunggal.”
“Iya ya, eh banyak temen temen kita juga disini, aku kesana dulu ya.” Fitra pun pergi.

Lalu gina membawa segelas minum, dan tak sengaja dia menabrak seorang pria bernama ricky yang adalah teman baik reno, sehingga minuman yang gina bawa tumpah di kemeja ricky.
“Eh maaf maaf, gak sengaja.” Gina mengusap baju ricky yang basah.
Ricky terdiam saat melihat gina.
“Oh iya gak papa kok,”
“Tapi baju kamu warna putih, dan airnya merah, ini jadi kotor. Kita ke toilet ya, biar baju kamu aku bersihin. Ayo,” gina menarik tangan ricky ke toilet.

Di toilet..
“Kalo boleh, bajunya dilepas dulu, soalnya kan ini, acaranya belum dimulai, gak mungkin kan kamu pake baju kotor, jadi biar aku bersihin sebentar aja. Oke, aku balik badan aja,” gina membalikkan badannya membelakangi ricky.
“Gak usah, aku pake kaos dalem kok,” ricky membuka kemeja nya.
Gina membalikkan badannya lagi.
“Nih,” ricky menyerahkan kemejanya yang kotor.
Gina meraihnya dan membersihkannya.

Beberapa lama kemudian, gina selesai membersihkan kemeja ricky.
“Ini, udah bersih dan kering kok, kamu bisa pake lagi.” Gina memberikan kemeja ricky.
Ricky lalu memakainya lagi.
“Maaf ya, aku gak sengaja banget tadi, maaf banget.”
“Iya, kamu minta maaf mulu, lagian kan kamu udah bersihin bajunya.”
“Iya, ya udah aku duluan kesana.” Gina pun pergi.

“Dia cantik, tapi gue lupa nanya namanya. Aduh, semoga aja gue bisa ketemu dia lagi.” Kata ricky.

Gina kembali ke pesta reno. Dan reno menghampirinya.
“Hai?”
“Halo,”
“Malam ini kamu kelihatan cantik,”
“Makasih,”
“Oh ya makasih udah dateng.”
“Iya sama sama,”
“Oh ya, baju kita samaan, warna putih.”
“Iya,”
“Mungkin kita jodoh,”
“Banyak yang pake baju putih kok.”
“Iya ya,”
Batin reno “Gue yakin, dia pasti jodoh gue.”
“Oh ya, ini kado buat kamu.”
“Kado? Gak usah repot repot,”
“Gak papa, jangan dilihat dari harganya,”
“Iya, apapun yang kamu kasih, aku pasti seneng. Makasih,”
“Iya,”

Acara ulang tahun berlangsung meriah. Gina pulang bersama fitra. Setelah itu reno membuka kado dari gina.
“Kira kira dia ngasih apa ya?”
Saat dibuka ternyata isinya adalah sebuah kacamata tembus cahaya dengan gagang berwarna hitam dan terlihat casual.
“Kacamata? Ini bukan kacamata minus, tapi keliatan keren, dia emang aneh. Gue bakal pake kacamata ini,” Reno memakai kacamata itu.

Keesokan harinya..
“Hai?”
Gina terkejut melihat penampilan reno yang memakai kacamata darinya.
“Reno? Kamu?”
“Iya, keren kan?”
“Iya, makasih ya udah dipake,”
“Iya makasih juga,”

Reno menemui ricky yang adalah teman baiknya.
“Reno? Lo?”
“Ya keren kan?”
“Sejak kapan?”
“Sejak tadi, ini dari orang spesial.”
“Oh iya, lo ngundang siapa aja di pesta itu?”
“Temen kampus gue lah,”
“Oh, gue ketemu sama cewek cantik banget, dia manis, lucu, rambutnya terurai, penolong, baik, perfect.. Dia pake dress warnaa…”
“Eh bentar ya nyokap nelepon,”
“Gue balik duluan ya, buru buru nih, nanti ceritain lagi.”
“Iya.”

Malam harinya.. Gina pergi ke luar untuk membeli makanan, tiba tiba di jalan dia didekati anak anak berandalan.
“Hey cewek sendirian aja? Mau ditemenin gak?” Katanya.
“Gak usah,”
“Yah kok gak usah? Gak papa kali,” katanya.
“Maaf ya, saya buru buru.”
“Eh santai aja kali, cuek banget sih.” Katanya.
“Jangan macem macem!”
“Wiss galak amat, makin cantik deh.” Katanya.
Berandalan itu memegang kedua tangan gina,
“Tolong! Lepasin, toloong!!” Gina berteriak.
“Gak akan ada yang dateng,” katanya.
“Tolong! Toloong!!”
Lalu datang sebuah mobil yang lampunya menyilaukan semua yang ada disana. Dan itu adalah ricky.

“Lepasin dia!”
“Heh gak usah ikut campur lo, sok pahlawan banget sih.” Katanya.
“Kalian gak berhak macem macem sama dia, lepasin!”
“Lo nantangin ya?” Katanya.
Anak anak berandalan itu menyerang ricky, mereka berkelahi, gina melihat dari jauh. Mereka saling pukul, ricky juga terkena pukulan sehingga sudut bibir dan juga hidungnya berdarah.

Lalu ricky berhasil mengalahkan mereka semua. Tapi salah satu dari mereka bangun dan memukul kepala ricky dari belakang hingga ricky jatuh pingsan. Gina yang melihat itu langsung membawa sebuah kayu dan memukulkannya ke anak berandalan itu hingga tak sadarkan diri. Gina lalu menolong ricky yang pingsan.
“Hei bangun!”
Gina terkejut saat melihat ricky.
“Dia? Dia kan yang waktu itu di pestanya reno. Aduh gimana ini?”
Gina lalu mengangkat ricky dengan penuh tenaga. Ricky membuka matanya dengan keadaan sangat lemah.
Gina merangkul ricky dan membawa ricky ke rumah gina.

“Ibu? Ibu?”
Ibu gina keluar.
“Gina? Dia siapa? Kenapa?”
“Bu tolong dia,”
Ibu juga membantu gina membawa ricky ke dalam rumah. Lalu ricky dibaringkan di ranjang di kamar gina.
“Bu tolong ambilin air, biar gina bersihin lukanya.”
Ibu lalu membawa air dan kain lap. Gina pun membersihkan luka ricky.

“Sebenernya ada apa?”
“Bu, tadi gina diganggu sama berandalan, terus dia dateng dan nolongin gina, sebenernya dia udah kalahin semuanya, tapi salah satu dari mereka mukul dia dari belakang, jadi gini..”
“Ya ampun, dia orang yang baik, jaman sekarang jarang orang sebaik dia.”

BERSAMBUNG

Cerpen Karangan: Isna
Facebook: Isnaa Ayuningsih Teretettoet

Cerpen Love Mystery (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Itu Memang Buta

Oleh:
Nama ku Rani, aku gadis berusia 16 tahun yang dari usia 10 tahun aku tidak bisa meelihat dunia lagi, karena kecelakaan yang merenggut fungsi Mataku. Beruntung teman-teman di komplek

Kasih yang Terpendam

Oleh:
Berawal dari kisah ku 5 tahun yg lalu, waktu aku masih menduduki kelas 1 SMP. Aku mengenal seseorang lewat mimpi, ntah pertanda apa mimpi itu, hingga suatu hari aku

Cinta Dalam Sebait Puisi

Oleh:
“Tawamu dan senyummu selalu kuingat di dalam hati, entah apa yang kurasakan saat ini, gelisah termenung tak menentu..” begitulah salah satu penggalan puisi yang pernah aku buat saat remaja..

Goodbye My First Love

Oleh:
Januari 2013 ini seseorang yang pernah berada di hatiku dalam waktu yang cukup lama melangsungkan pernikahan. Aku dapat kabar dari teman dekatku yang kebetulan juga tetangga satu RT, smsnya

Tokoh Utama

Oleh:
Dulu kita sempat memperebutkan posisi itu. Bahkan di antara kita tidak ada yang mau mengalah. Butuh waktu lama bagimu untuk memberikan posisi itu padaku. Sempat pula terlintas keinginan kita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Love Mystery (Part 1)”

  1. rahmayani says:

    Ceritanya sangat menarik
    Bikin penasaran kelanjutannya
    Cepat share ya kelanjutannya…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *