Love Story Between Bejo and Inem

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 19 April 2013

Bejo, lelaki culun 19 thn dengan gaya rambut belah pinggir yang klimis mengkilat karna pengaruh minyak rambut Tancho. Lelaki itu hobi mengenakan kemeja kotak-kotak yang kerah kemejanya selalu dikancing rapat. Dengan setelan celana pendek ¾ yang selalu dipakai Bejo dengan jarak 20 cm diatas pusarnya. Bejo akan terlihat lebih maskulin lagi kalo dia mengenakan dasi kupu-kupu warna merah di kerah kemeja kotak-kotaknya. Dan satu lagi keunikan identitas dari Bejo adalah, dia punya tompel berambut di pipi yang bentuknya mirip banget dengan uvo. That’s so awesome boy!.

Dan Inem, perempuan lugu 18 thn yang rambutnya selalu dikepang dua ke atas. Kemana-mana Inem selalu memakai kacamata berbentuk bulat besar dengan ketebalan lensa kira-kira 3 cm. Perempuan itu suka mengenakan baju motif full bunga-bunga (bahkan bunga bangkai) dengan setelan rok yang panjangnya tipis dibawah lutut kaki. Inem juga punya koleksi jerawat yang beraneka ragam di wajahnya, ada jerawat paleojavanicus, jerawat mojokertensis, jerawat wajakensis, jerawat robustus, jerawat soloensis, dan jerawat erectus. Bahkan Inem pernah dapat penghargaan dari Guinness World Record sebagai manusia dengan ragam jerawat terlengkap se-dunia akhirat. Its so beautiful, yo know?.

Cerpen Love Story Between Bejo and Inem

Bejo dan Inem hidup bahagia di sebuah desa yang damai. Anggap saja namanya Desa Slamet, Kecamatan Rondo, Kabupaten Dudo, Jawa Tenggara. Mereka udah menjalin kasih sayang semenjak lulus SD hingga sekarang, kira-kira udah 7 thn mereka pacaran. Mereka adalah pasangan paling serasi se-Desa Slamet. Nggak ada gunting yang bisa memutuskan tali percintaan mereka berdua. Nggak ada pisau yang bisa menyayat utuhnya percintaan mereka berdua. Nggak ada palu yang bisa menghancurkan solidnya percintaan mereka berdua. Dan nggak ada pacul yang mampu mencangkul kerasnya dasar percintaan mereka berdua.

Kini, Bejo dan Inem sama-sama telah lulus SMA. Itu artinya mereka berdua udah dewasa dan meninggalkan masa remaja labilnya. Udah saatnya mereka menggapai cita-cita yang selama ini mereka idam-idamkan, cita-cita itu adalah NIKAH. Ya… dulu ketika lulus SMP, Bejo pernah bilang ke Inem…

Bejo : “beib Inem, aku mau minta sesuatu ke kamu boleh nggak?”

Inem : “iyah boleh, kamuh mauh mintah apah, sayang?” (yaa.. begitulah Inem, selalu memberi imbuhan “h” setelah kata yang belakangnya berupa huruf vokal)

Bejo : “aku mau setelah kita lulus SMA nanti, kita…” (bibir Bejo berhenti sejenak, dia merasa sangat gugup untuk mengutarakan permintaannya)

Inem : “kitah apah, sayang? jangan bikin akuh penasaran gituh dong”

Bejo : “kita… nikah beib”

Inem : “kamuh serius, sayang?”

Bejo : “nggak, gue bercanda Nem! yaiyalah gue ini serius bego!” (sambil jitak kepala Inem yang peang)

Inem : “mauuuh banget sayang :)) tapih adah syaratnyah loh”

Bejo : “syaratnya apa sayang?”

Inem : “kamuh harus punyah pekerjaan tetap, biar nantih kitah bisah hidup kayah rayah bersamah anak-anak kitah”

Bejo : “iya, aku pasti bisa!” (jawab Bejo dengan penuh semangat dan menggebu-gebu)

Percakapan itu selalu diingat Bejo, bahkan dia hafal semua teks percakapannya.

Karna saking kepengennya Bejo untuk menikahi Inem. Bejo pun nekat merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan demi Inem. Ya.. Bejo merantau ke Jakarta!, kota yang belum pernah dia ketahui. Ibukota yang kata orang lebih kejam daripada Ibu Tiri.

Akhirnya, setelah tiba hari H. Bejo, Inem, beserta keluarga kedua belah pihak pergi ke stasiun Ojo Lali untuk memberikan ucapan selamat tinggal buat Bejo yang ingin merantau ke Jakarta. Inem yang dari tadi memeluk lengan kanan Bejo masih saja menangis pilu, seakan tak rela Bejo meninggalkannya. Namun, Bejo terus berusaha menguatkan Inem meskipun dia sendiri menahan sedih.

Tak lama kereta pun tiba, Bejo naik ke atas gerbong 5. Dari dalam kereta Bejo terus melihat Inem yang terus menangis dan melambai-lambaikan tangannya melalui jendela. Dan… kereta meninggalkan stasiun Ojo Lali (suasana hening sejenak).

Singkat cerita…

Setelah 3 tahun Bejo hidup di Jakarta, Bejo kini telah menjadi orang sukses kaya raya dengan banyak perempuan yang selalu mengelilinginya. Bejo kini menjabat sebagai direktur utama PT. Nasi Basi, perusahaan ternama di Jakarta. Bejo yang dulu culun, kini berubah menjadi Bejo yang fungky. Bejo yang dulu punya gaya rambut belah pinggir, kini berubah menjadi Bejo dengan gaya rambut trendy belahtungan. Bejo yang dulu hobi memakai kemeja kotak-kotak, kini berubah menjadi Bejo yang fashionable dengan memakai busana ala boyband. Dan, tompel khasnya kini telah hilang, karna Bejo telah operasi ke Singapura guna mengangkat tompel dari pipinya. Intinya, Bejo yang dulu bukanlah Bejo yang sekarang.

Merasa telah lama hidup di Jakarta, Bejo pun rindu dengan kampung halamannya : Desa Slamet.

Bejo pun memutuskan untuk pulang kampung. Dengan pesawat jet boeing 008 yang dibelinya dari USA, Bejo melaju Jakarta-Desa Slamet salam waktu 20 menit. Sangat cepat memang. Setelah 20 menit dalam perjalanan, akhirnya Bejo sampai di kampung halamannya. Pesawat miliknya yang dipakai tadi diparkir di lapangan bola milik desa. Pesawat jet itu jadi bahan tontonan masyarakat Desa Slamet yang belum pernah melihat tampang pesawat terbang.

Inem yang saat itu sedang mengambil air dari sumur di belakang rumah mendengar berita kedatangan Bejo, kekasihnya yang telah dia rindukan 3 thn lamanya. Tanpa babibu, ember yang dipakai untuk mengambil air langsung dilemparkan ke tanah. Inem berlari menghampiri Bejo, terus berlari mencari Bejo. Di halaman rumah Bejo, Inem berhenti sejenak. Disana Inem tidak menemukan Bejo yang dulu dikenalnya. Tapi Inem hanya melihat lelaki dengan tampilan fungky sedang duduk di kursi samping pintu rumah Bejo. Lalu, Inem pun bertanya kepada lelaki itu…

Inem : “Bejo sudah datang?”

Lelaki : “iya, sudah datang. Ada apa ya?”

Inem : “akuh mauh ketemuh samah diah”

Lelaki : “iya, gue orangnya. gue ini Bejo. Ada perlu apa?”

Inem : “kamuh… Bejo?”

Lelaki : “iya, lo siapa?” (sambil mengamati wajah Inem)

Inem : “Bejo, akuh inih Inem. Pacarmuh duluh !” (dengan nada tinggi mencoba menjelaskan siapa sebenarnya dia)

Lelaki : “Inem? gue nggak pernah kenal sama yang namanya Inem” (Bejo polos)

Inem : “Bejo… kamu…” (Inem pun menangis dan berlari pulang ke rumahnya)

Entah setan apa yang telah merasuki jiwa Bejo hingga dia lupa dengan kekasihnya sendiri. Benar-benar keterlaluan memang. Sesampainya di rumah, Inem masih tetap menangis. Tangisan itu lebih parah daripada tangisan yang pernah dilakukannya di stasiun Ojo Lali ketika berpisah dengan Bejo dulu. Hati Inem hancur, remuk, berkeping-keping. Inem terus menangis dan menangis, menangis sekencang-kencangnya. Inem seakan tidak ingin bertemu lagi dengan Bejo, lelaki yang dianggapnya seorang bajingan.

Singkat cerita…

Bejo pun kembali ke Jakarta.

Namun, ada cobaan yang mengganggu kehidupan Bejo di Jakarta. Perusahaan Bejo bangkrut mendadak. Hinga akhirnya semua isi perusahaan diambil paksa oleh bank. Begitupun semua harta kekayaan Bejo, semuanya disita oleh bank. Bejo pun kembali seperti Bejo yang dulu. Tak lagi fungky, tak lagi bergaya rambut trendy, tak lagi berbusana fashionable. Bahkan, tompel yang dulu hilang dioperasi, seketika itu tumbuh lagi. Bisa dibilang inilah cobaan terbesar dalam hidup Bejo.

Saat itulah, Bejo kembali ingat dengan Inem. Perempuan kesayangannya yang pernah ia lupakan selama 3 tahun ketika hidupnya berubah menjadi kaya raya. Kekasih yang sangat dia sayangi kembali menari dalam pikiran Bejo. Membuat Bejo merasakan pahitnya cobaan yang dideritanya. Kini Inem benar-benar telah merasuki jiwa Bejo.

Bejo pun pulang ke kampung halamannya dengan berbekal derita atas kebangkrutan perusahaan dan semua kekayaannya. Dia tidak lagi naik pesawat jet untuk pulang kampung, melainkan numpang di truk yang mengangkut batu bata. Karna hanya uang 100 rb yang ada di sakunya, uang itu tidak cukup untuk membeli tiket bus atau kereta. Tragis memang.

Setelah sampai di kampung halamannya Desa Slamet, Bejo disambut dengan rasa kaget masyarakat yang dulu mengaguminya. Semua masyarakat Desa Slamet tak percaya dengan keadaan Bejo saat ini.

Sedangkan, Inem hanya meludah ketika mendengar kabar Bejo pulang ke Desa Slamet. Inem tak sudi bertemu lagi dengan Bejo. Inem tak mau lagi melihat wajah Bejo, pria yang sudah meremukkan hatinya. Bejo sangat ingin bertemu dengan Inem untuk meminta maaf dan menggapai cita-cita yang diidamkan : nikah.

Dengan tekad bulat. Bejo pun pergi ke rumah Inem. Di depan pintu rumah Inem, Bejo mengetuk pintu rumah Inem. Setelah 3 kali ketukan, pintu terbuka. Yang membukakan pintu adalah… Inem.

Bejo : “Inem…” (berkata dengan penuh penyesalan)

Inem : “Bejo? kenapah kamuh kesinih? pergi sanah!” (dengan nada marah, namun ada sedikit rasa sayang karna melihat penampilan Bejo yang seperti dulu)

Bejo : “aku mau minta maaf atas semua kesalahanku dulu, kekayaan melimpah membuat aku lupa sama kamu. Sekali lagi aku minta maaf…”

Inem : “akuh tak sudih memaafkanmuh”

Bejo : “aku benar-benar manyesal, Inem. Maafkanlah aku…” (dengan penuh permohonan)

Inem diam sejenak, dan tiba-tiba dia meneteskan air mata. Bejo yang melihat Inem menangis segera mengusapkan air mata dari pipi Inem. Inem tersenyum sedih, dan berkata…

Inem : “iya, aku memaafkanmu”

Bejo : “Inem…”

Inem : “iya, aku juga minta maaf karna telah membencimu” (tampak lekung senyum di bibirnya)

Bejo : “makasih…”

Mereka berdua berpelukan. Keduanya menangis haru. So sweet moment at this time.

Singkat cerita…

Bejo dan Inem pun mampu menggapai cita-citanya. Yaa.. mereka menikah dengan penuh kebahagiaan. Inem menerima Bejo dengan bangga walaupun tanpa persayaratan yang dulu diberikan kepada Bejo : pekerjaan tetap. Yaa.. Inem menerima Bejo walaupun Bejo tak memiliki pekerjaan. Saat itulah, Bejo pun menyadari bahwa hidup menjadi diri sendiri dengan segala kekurangannya itu lebih baik daripada hidup menjadi orang lain dengan segala kelebihannya.

Cerpen Karangan: Dedy Andrean Ardiansyah
Blog: http://simblik.blogspot.com/

is the javanese people – is the simple – and can be indreadible
Nama panggilan : andre, dedy, simblik
TTL : lamongan, 29 desember 1996
Alamat : pringgoboyo, maduran, lamongan
Sekolah : Madrasah Aliyah Negeri Lamongan
Alumnus dari : TK al-Hayyah JakPus, SDN Pasar Baru 07, MTs Fathul Hidayah
Hobi : baca, nulis, nge-blog
Cita-cita : pengusaha, arsitek, naik haji

Cerpen Love Story Between Bejo and Inem merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mbah Google Lebih Sakti

Oleh:
Malam ini tepat malam jum’at kliwon, dika, aldi, dindan dan via sudah siap untuk bermain jelangkung di samping pemakaman umum yang terkenal angker, bunyi suara burung gagak membuat bulu

Antara Cinta Sahabat

Oleh:
Mungkin bagi teman-temanku pacaran sama Adit lebih baik dari pada mengharapkan cinta dari Angga yang notabene adalah cowok keren yang aku kenal ramah, baik dan sopan itu, dan lagi-lagi

Memaafkan Pengkhianatan

Oleh:
Salsa dan Rendy, mereka adalah sepasang kekasih yang baru 6 bukan bersama. Canda tawa selalu menghiasi hari-hari mereka, bahkan selama 6 bulan itu mereka belum pernah bertengkar untuk masalah

My Love (Part 2)

Oleh:
Setelah sampai di rumah sakit aku langsung ditempatkan di kursi duduk, rasanya aku tak kuat lagi duduk, aku hanya ingin berbaring. tapi aku hanya bisa menunggu. Setelah Aku berbaring,

Kura Kura yang Menyebalkan

Oleh:
Saat itu Kura-Kura sedang makan di warung makan, masa’ di warung sepatu. Ternyata penjaga warungnya sedang pergi karena kebelet pipis. Penjaga warung itu adalah Kambing. Karena tidak ada siapa-siapa,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *