Love Story (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 23 June 2016

Dita tak pernah melanggar aturan. Selalu tepat waktu. Dita adalah gadis rajin dan serius dalam melakukan apa saja. Bahkan kelewat serius sehingga ia dijuluki “Si culun” di kelasnya. Dan seringnya semua orang mengabaikannya. Keberadaannya seolah udara. Begitu sukar ditangkap karena ia penyendiri. Berkacamata tebal. Tanpa teman. Pelit suara. Ya, seperti itulah orang-orang mengenal Dita.

Langkah Dita terseok-seok, matanya merah, wajahnya seperti ikan mati. Hari ini penampilannya seperti habis tertabrak truk gandeng. Entah apa yang dikerjakannya kemarin malam, siapa yang tahu?
Sambil menaruh buku di lokernya, ia mendengus lirih, mengingat kejadian semalam, lantas memutar badan…

Brakk!!

“What the…”

Dita terduduk, meringis karena pantatnya agak nyeri.

“Woi, kalo jalan liat-liat napa!” bentak suara maskulin di depannya. Dita mendongak, sekejap matanya melotot pada pemilik suara itu. Sial! pikirnya.

Pemuda yang baru saja ditabraknya adalah Kenzo. Cowok terpopuler di sekolah ini.

Kenzo, mahluk satu ini selalu tampak menawan. Padahal sekedar kaos dan sweater dengan bawahan jeans yang dipakainya, tapi tetap tampak begitu pas di tubuhnya yang seksi itu. Baunya pun sungguh unik. Aroma kayu mahogani dan pepermint. Begitu menyegarkan. Dita suka.
Ah… upss!
Ia mendongak cepat, lupa, tadi sudah menabrak dan belum minta maaf.

“Ma-maafkan saya Kenz… Mas,” lantas ia melongo lebar karena cowok yang ditabraknya tengah menatapinya. Garis-garis wajahnya serius. Atau… sedang menahan sakit?
Apa dia kesakitan karena aku?
Benak Dita bertanya-tanya. Mendadak ia merasa lebih bersalah.

“Eh… em… Mas. Mas kenapa?”
“apa ada yang terluka?” tanyanya beruntun. Lalu cepat-cepat bangkit, hendak menghampiri Kenzo.

“Stop. Jangan mendekat!” gertak Kenzo, melangkah mundur. Keringat dingin mulai keluar membasahi kulitnya yang makin pucat. Dita bersumpah tubuh Kenzo bergetar. Gadis itu mundur selangkah. Merasa ngeri. Tapi hatinya seolah merasakan sesuatu yang rumit melihat tingkah pemuda malang itu. Entah mengapa ia ingin menangis.

“Mas. Mas kenapa?”

“apa kau mau kuambilkan sesuatu… seseorang?”

“… ambulan?”

Baiklah. Dita mulai lepas kendali.

“Aku… aku…,” Kenzo tergagap. Ia tampak begitu tersiksa.

“aku ingin… aku ingin kau jauh-jauh dariku. Jangan mendekat! Pergi yang jauh, sejauh mungkin. Sekarang!”

“pergi! sekarang!!”

Kenzo tersungkur. Kedua tangan mendekap perut. Lutut menempel di lantai. Keringat mengucur deras. Ia sudah tak tahan lagi.

Tubuh gadis itu bergetar. Matanya berair. Dalam dadanya terasa seperti silet baru saja mengiris keping demi keping hatinya. Ia menatap Kenzo. Kenzo mendongak. Mereka bertemu pandang. Sekejap, tak lebih dari satu detik. Namun dunia serasa terhenti sejenak. Hanya ada bola mata indah dari masing-masing. Di dunia luas ini hanya ada mereka berdua. Kenzo merasakannya. Dita melarikan diri. Lenyap ke balik pintu yang terbanting olehnya.

Esok harinya Dita mematung di depan kelas 12-C. Sebenarnya ia bimbang, namun rasa bersalah seolah melumatnya bulat-bulat.

“Hai, Mba dari tadi kok berdiri aja. Mba cari siapa?” cewek itu menegur Dita, setelah ia merasa lelah melihat gadis aneh itu mematung saja.

“Ah…umm… saya.. saya ada perlu dengan Kenzo Agatha,” terangnya malu-malu.

“Ah… of course,” cewek itu menoleh ke belakang, “oi Van, Ken mana?”

“Ha?… Kenzo?” balas cowok yang dipanggil Van tadi.

“Ya, Kenzo. Ada yang nyariin nih.”

“Oh, Kenzo-sama nggak masuk. Katanya nggak enak badan.”

Seperti itulah. Dita kembali ke kelasnya. Dadanya sesak.

Kenzo tak bisa tidur. Tiap kali matanya menutup, wajah cewek itu terlukis jelas dalam benaknya. Seperti bidadari. Di balik kacamata tebalnya ia dapat melihat garis wajahnya yang sempurna. Bibirnya amat menggoda, ranum bak buah persik masak. Belum lagi tubuhnya yang… ah, mampus gue! dengus Kenzo. Ia sadar betul. Untuk beberapa waktu yang lama, ia akan mengalami hari terberat dan paling menyiksa dalam hidupnya. Ia ingat kalimat Ayahnya.

“Pa, bagaimana kita tahu seseorang adalah belahan jiwa kita?”

“apa ada tandanya?”

“Tentu saja ada Nak,”

“kau akan tahu seseorang diciptakan hanya untukmu saat pandangan mata kalian bertemu. Keduanya pasti merasakan. Kau pasti tahu itu dia.”

Dan benar saja, mahluk dalam dirinya telah meronta. Xavi, sebutan Werewolf dalam dirinya sedari tadi meneriakinya agar bangkit dan mengejar Dita. Sebenarnya dari pertama Kenzo mencium aroma manis yang tersuar dari tubuh Dita, Xavi nyaris keluar. Menerkam dan menandai Dita sebagai miliknya.

Dan kini Xavi marah besar karena kemarin gadisnya pergi dengan derai air mata. Tega-teganya Kenzo membuat calon Ibu dari anak-anaknya itu mengucurkan tetes duka.

“Berisik. Dasar Serigala idiot!”

“Kau pikir segampang itu, ha?!”

Xavi menggeram.

Kenzo merasa lelah. Duduk di atas kasurnya. Dan mulai berpikir keras.

Bagaimana caranya meyakinkan gadis berkacamata itu tentang dirinya?
Tiba-tiba datang, mendeklarasikan cintanya dan ingin hidup bersama selamanya?

Bukankah sinting…??

Aargh!!!

Kenzo kembali mengacak-acak rambutnya, lantas membanting kembali tubuhnya di atas kasur.

Bersambung…

Cerpen Karangan: Mella Amelia
Facebook: Mella.Amelia2

Cerpen Love Story (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nenek Sukarni Dan Putri Kerajaan

Oleh:
Pada suatu hari di sebuah desa, terdapat seseorang nenek yang sedang mencuci baju di pinggir sungai. Nenek tersebut bernama Sukarni. Sukarni bekerja sebagai petani ladang jagung dan singkong. Di

Takdir Dibalik Pengkhianatan

Oleh:
Malam ini Elsa duduk terdiam, di bawah malam tak berbintang. Ia mengharapkan hujan datang menemani hatinya yang sedang berduka. Ditemani sebuah buku diary hadiah ulang tahunnya yang ke 17,

May

Oleh:
“Eh eh, Angga lagi di cafe nih!” Sila menunjukkan akun path di handphone-nya. “Ya terus? Bodo amat, aku sebel!” May berbicara dengan mulut manyun. “Gara-gara kemarin? Ya udah sih.

Cinta Salah Prasangka

Oleh:
Dia masih terengah-engah, napasnya bahkan belum benar betul. Terburu-buru ia datang menghampiriku, menyerahkan selembar kertas dengan sebuah kotak kado berukuran kecil. Aku terdiam menatapnya dalam kebingungan, tapi ia masih

Jerrot Makin Melorot (Part 1)

Oleh:
GAGAL MOVE ON Awan hitam yang mulai perlahan menutupi awan putih, aku dan Widya yang sedang duduk berdua di puncak tetapi bukan sedang romantis-romantisan melainkan mengatakan putus seperti film

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Love Story (Part 1)”

  1. kira says:

    werewolf ya?
    humm menarik,tapi lanjutannya mana??

  2. Ina.lutfiana says:

    Gk ada smbungan cerita tentang love story part 2

  3. Wiwit AL says:

    Lanjutin dong kakkkk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *