Love You 4 Ever

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 24 February 2015

Srutt… Kuseruput Chocolate Cream Shake-ku. Aku tak tahu siapakah aku ini? Manusia yang tak ada arti di depan mata semua orang, manusia terlecehkan tepatnya.
“Jac, kau tahu, ya ini sekedar penghiburan gila, atau nasehat, aku tidak tahu. Jac, menurutku kau harus keluar dari permainan kau dengannya.” Ujarku.
“Itu saran, Kat, kau tahu, yah, aku ingin keluar, Kat. Dari dulu.” Jawab Jac, sahabatku.
“Jac, kau belum keluar” Kataku.
“Yah, kau tahu itu, Kat. Aku ingin keluar. Dia benar-benar… mencurigakan, menurutku – bukan! Dia mempermainkanku, Kat!” Emosi Jac.
“Kau harus keluar, putuskan dia. Putuskan dia, Jac.” Saranku.
“Dasar Maestro, aku sudah tahu!” Serunya sambil mengunyah Cheesy Milk Loaf. Kukunyah juga Blackberry Muffin-ku. Lalu dia melihat ke jalan-jalan. Aku dapat melihat kesedihan di matanya. Yah, kuakui Ia sedang dipermainkan atau semacam apalah oleh boyfriendnya, Christopher.

“Hai, Kit Kat, Maestro, atau apalah itu?” Sapanya di Sekolah.
“Hai juga Jacky, Mantan Christ, Putus Nyambung, atau apalah itu? Hei, bagaimana hubunganmu dengan Christ?” Ejekku. Ia mencubitku sehingga aku harus mengerang kesakitan, yep, dia memang ahli soal ini. Jac.
“Putus, Kat. Yah, Kau tahu kan, dia sudah pacaran lagi dengan. Gaby.” Katanya. Tidak. Ini kabar buruk. Ia akan mengambek sepanjang hari.
“Apa. Jac. Benar. Jac. Tidak. Mungkin. Teganya. Dia.” Kataku terbata-bata. Hei, bodoh. Mengapa aku yang sedih. Bodoh, bodoh!
“Kit Kat, sudahlah. Sambutlah murid baru!” Serunya.
Hei, dia… Sangat tampan!

“Hai,” Sapaku gugup pada seorang yang duduk di meja paling belakang – aku sungguh salah tingkah, sebetulnya, aku sangat.. ini sangat memalukan.
“Hai, juga, bodoh.” Ucapnya. Apa? Bodoh? Sungguh. Ini sangat memalukan!! Aku tak tahu ingin bilang apa lagi.
“Apa?! Ganggu saja!” Serunya lagi. Aku langsung pergi dari sana. Kurasa mukaku merah padam. Sangat memalukan. Aku ingin waktu terulang kembali, SEKARANG!

“Kat, kumpulkan tugas math sekarang.” Perintah Miss Note. Satu persatu buku asing ini terletak di dalam tanganku. Yah, kau tentu tidak pernah merasakan betapa lelahnya melakukan semua ini. Benar!
Semua baik-baik saja, tentu, tapi tidak di meja Pierre (baca: Payerih), murid baru yang kukagumi… Hah?! Tidak.. Aku tentu tidak menganguminya! Iuuwh..
“Hei dengar tidak? Ini PRku!! Bodoh!” Untuk kedua kalinya Ia memanggilku bodoh. Huh!

“Kat, aku pernah merasakan bagaimana pacaran, dan, oh! Sangat menyenangkan. Tolong Kat, kau harus berbicara dengannya! Jika kau kehabisan kata-kata.. Ah! Bilang ‘Diary network’ saja..” Usul Jac. Biasanya, aku akan kesal kalau diberi saran seperti itu. Namun, aku tidak merasa kesal? Sekarang?

“Hai, dari mana?”
“Maksudmu?”
“Pindah?”
“Aneh, dasar. Aku dari France.”
“Hei, kau bilang aneh tapi kau mengerti.”
“Bodoh!”
Halusinasi atau tidak dia merangkulku. “Dasar bodoh, kau!”
Aku menundukan kepalaku. Sungguh, sekarang, aku sangat malu, sungguh! “Kenapa kau selalu menyebutku bodoh?”

“Karena kau tidak tahu aku cinta & sayang sama Kat, kamu.”

Yeah, LoVE You 4 Ever, Pier (baca: Payer)!

The End

Cerpen Karangan: Janette Phil
My name is Janette Phil! Sorry if there are not polite speech, the authors advised early! Please loaded yes! Please! Please be published. Please! Thanks! Sorry if there was no facebook & email because I did not have. I live in France, but my father is Indonesian. It’s simple about me.

Best Sweety Regards,
Janette Phil.

Cerpen Love You 4 Ever merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lorong Thania

Oleh:
Rintik hujan menemaniku.. Ya, perlahan aku berjalan di lorong ini.. Lorong cintaku bersama Thania.. Lorong yang mempertemukan kami, merajut kisah kami menjadi hubungan cinta dua orang remaja.. Dulu kami

Takdir Hati

Oleh:
Tidak harus ia mengerti! Cukup aku saja. Aku akan terus dalam posisiku, tak akan mencoba merubah segalanya. Karena aku memang tidak bisa mendahului takdir tuhan untuk masalah ini: hati.

Cinta Tanpa Alasan

Oleh:
Desiran ombak pantai yang kini hanya bisa ku nikmati sendiri, yang dulunya kita bermain dan berlari di pinggiran pantai namun sekarang kamu telah pergi meninggalkan sejuta kenangan yang telah

Penolong Misterius Rara

Oleh:
Hal yang paling ibu khawatirkan tengah terjadi saat ini. Dua orang pria berbadan besar dan berpakaian hitam terus saja berlari di belakangku. Sepertinya mereka orang jahat, entah apa yang

Let Me See Your Smile (Part 3)

Oleh:
Jam istirahat tiba. Kayla melangkahkan kakinnya sendirian menuju perpustakaan. Tadi sih dia udah ngajak Faris. Tapi si Faris ada latihan karate buat kompetisi minggu depan. Hari ini dia akan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *