Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Ana Cinta Bunda Karena Alloh

Sore ini terasa begitu melelahkan. Di tengah hiruk pikuknya kota Jakarta di sore hari, seorang wanita berusia 40 tahunan nampak sedang berjalan menuju rumah kecilnya di pinggiran kota. Ia baru saja pulang kerja, mencari nafkah...

Selalu Ada Maaf

Malam ini begitu menyedihkan bagiku, aku menatap sekeliling kamarku kenapa harus begini, ku kira semua akan sesuai rencanaku tapi ternyata tidak, padahal seharusnya hari ini jadi hari yang membahagiakan bagiku tetapi tidak....

Berlalu Seperti Rintik Hujan

Dalam tubuhku Megalir cinta kita Yang begitu syahdu Mengalun riang gembira Aku menjadi doa bagimu Begitu juga kau Menjadi malam bagiku Dimana aku selalu Bersahaja memikirkan Tubuh-tubuh kita Sajak yang di tulis Iwan untuk...

Entahlah

“Entahlah” hanya kata itu yang bisa ku katakan saat melihat whatsapp ku tak dibalas olehnya. Aku selalu memulai dan aku selalu mengakhiri setiap pembicaraan dengannya “mengenaskan” kata yang muncul di benakku saat...

Bagian Kota Bagian Dirimu

Aku melihatmu di tengah hujan. Namun, kau berlalu begitu cepat. Aku menoleh, mencari dirimu, berharap melihat rambutmu yang hitam kecokelatan di bawah tudung jaket biru itu, namun kau telah tiada. Belasan orang menyapu jalanan,...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply