Love You Kevin


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 6 February 2013

Gelap dan sunyi.. hanya itu yang terasa di sudut ruangan. Terdengar detakan jam dinding dan isakan tangis seorang gadis. Ya dia ‘NARNIA EXCONICA’. Seorang gadis yang menangis karena cinta. Malam telah larut, tetapi dia masih saja menangisi seorang lelaki. Lelaki itu bernama ‘KEVIN’ teman sekolah Narnia yang akhirnya menjadi pacarnya. Tetapi, Kevin telah menghancurkan hati dan harapan Narnia.

Hari pun berganti, langit cerah membangunkan Narnia yang semalaman menangisi Kevin. “sudah lupakan!” Narnia mencoba bangkit. Air sejuk membasahi wajahnya, “drrt…drrt…drrt” getar handphone membuyarkan lamunan Narnia. KEVIN. Ya, message dari Kevin
“hai cantik..maaf aku memutuskanmu sepihak, jangan berfikir aku memilih cewek lain ya. Hanya saja aku ingin fokus ke sekolah dan karier basketku. Makasih buat semua ya”

Kaki Narnia bergetar hebat, air mata pun jatuh tak tertahankan. Ya, dia menangis. Handphonenya dilempar ke tempat tidur, “drrt…drrt…drrt” handphone berbunyi lagi. Kali ini message dari ibu
“sayang, maaf ibu tidak bisa mengantarmu ke sekolah. Ibu ada meeting pagi ini. Kunci mobil ibu taruh di samping televisi. Love you”

Narnia menghempaskan tubuh lunglainya itu ke kasur. Diambilnya handphone dan mulai mengetik message “hai, gue jemput di rumah sekarang yak. Gue mau ngjak loe ke puncak” sent… Lyla. Cepat waktu yang diperlukan Narnia untuk berkemas dan berganti pakaian. Disambarnya handphone yang sedari tadi dilempar ke tempat tidur. Setengah berlari Narnia menuruni tangga dan menyambar kunci yang berada di sebelah televisi.

“kak, aku pergi dulu ya!” teriaknya. “mau kemana kamu? Gak’ sekolah?” pertanyaan kak Elvi tak dihiraukannya.

Narnia menginjak gas dan langsung ke rumah Lyla. Tak lama waktu yang diperlukan untuk ke rumah Lyla. Tiiin… tiiin… Keluarlah Lyla dengan seragam lengkap.
“loh?? Loe kan mau gue ajak bolos Ly, kenapa loe pake’ seragam gini?” Tanya Narnia kaget.
“entar aku jelasin deh. Ayo cepet keburu bokap tau!” Narnia langsung tancap gas.
Saat di supermarket mereka membeli kebutuhan untuk di puncak. “kita ke puncak berapa hari neng?” Tanya Lyla yang tak dihiraukan Narnia.

Beberapa saat kemudian…

“sampai, ini villa orang tua gue. Kita disini sampek gue tenang. Gue pengen nglupain cowok brengsek itu!” betapa kagetnya Lyla dengan perkataan Narnia dengannya. Narnia keluar mobil dan menjatuhkan tubuhnya ke rumput taman yang hijau dan sangat indah.

“gue gak’ nyangka dia setega itu sama gue. Setelah 2 tahun kita pacaran dia mutusin gue dan bilang kalau mau focus ke sekolah! Setan tu anak. Semaleman gue nangis buat dia tapi dia gak’ peduli ma gue. Sakit Ly, sakit!” air mata Narnia tak terbendung lagi. Lyla hanya bisa terdiam dan menenangkan sahabatnya itu.

“udah lah, yang lalu biarin aja. Buka lembaran baru, lupain dia! Cowok kan masih banyak” drrt… drrt… drrt, getar handphone Narnia membuyarkan keheningan yang terjadi. Teddy. Message dari Teddy. “nih ada SMS dari Teddy. Mau aku bukain apa kamu yang buka sendiri?” Narnia tak menjawab pertanyaan Lyla, akhirnya ia lah yang membuka message dari Teddy. “nia, gue tadi lihat Kevin di mal sama cewek lain. Loe masih pacar dia kan? Gue Cuma bisa kasih info ini aja, sorry”

Narnia yang melihat message itu langsung menuju mobil. 80 km/jam kendaraan itu melaju. Tak dihiraukan teriakan Lyla yang sedari tadi ketakutan. Setelah sampai, Narnia melihat di Café Coffee Break. Buru-buru ia turun dari mobil dan menuju dimana Kevin duduk.
“oh, jadi ini alasannya kamu mutusin aku? Demi cewek ini? Brengsek loe! Ngakunya sayang sama gue tapi loe malah pergi sama cewek laen! Jahat loe Keviiin!”

Semua pengunjung sontak kaget melihat Narnia memaki-maki Kevin. Lantas Kevin memeluknya, tetapi Narnia mendorong Kevin hingga jatuh dan kopi yang dibawanya tumpah membasahi badanya. Ia mencoba bangkit dan meraih tangan Narnia dan menariknya keluar.
“hentikan tingkahmu ini! Aku ingin menjelaskannya sama kamu kenapa aku putusin kamu. Tapi aku gak’ bisa liat kamu sedih Nia. Aku udah dijodohin sama orangtuaku dengan Selvi. Dia Selvi” Kevin menjelaskan kepada Narnia. Narnia hanya terdiam melihat cowok yang sangat dicintainya itu.

Terlihat butiran-butiran air mata Narnia jatuh membasahi pipinya, Kevin memeluknya. Lyla hanya terharu melihat kedua sahabatnya itu “Tuhan, adilkah engkau? Adilkah engkau yang telah memisahkan sepasang kekasih yang saling mencintai ini?” terdengar rintihan Lyla yang semakin deras meneteskan air mata. Lama Kevin memeluk Narnia hingga akhirnya Narnia melepaskan pelukan itu dan berkata pada Kevin,

“maafkan aku Kevin. Aku terlalu mencintamu, aku nggak’ mau kehilangan kamu. Aku sayang kamu Kevin! Sayang kamu!” Narnia jatuh tertunduk di lantai. Lalu Kevin mengantar Narnia dan Lyla pulang dengan meninggalkan Selvi sendirian di café tersebut. Sampailah mereka di villa dan saat itu juga Kevin mencium kening Narnia “aku pulang dulu ya, entar aku balik kesini lagi”

Lyla bingung harus melakukan apa agar sahabatnya itu lebih tenang. Terbesit di pikiran Lyla untuk membeli bunga mawar putih kesukaan Narnia. Belum beberapa lama Lyla meninggalkan Narnia sendiri, Narnia loncat dari lantai 2 villa itu. Betapa kagetnya Lyla saat melihat sahabatnya itu bersimbah darah. Dengan bantuan warga sekitar, Narnia dibawa ke Rumah Sakit terdekat. Lyla menghubungi Kevin. “kriiiiing..” handphone Kevin berbunyi. “ya ada apa La?” Kevin terkejut akan penjelkasan Lyla dan langsung menuju RS tersebut. Di ICU Kevin menangis sejadi-jadinya saat melihat cewek yang dicintainya itu terbaring lemah di tempat tidur.

“kamu kenapa kayak gini? Aku minta maaf Nia, gak seharusnya ini terjadi. Aku sayang sama kamu!” jeritan Kevin terdengar oleh Lyla, ibu dan kak Elvi.

Haripun berganti, tak sedetikpun Kevin meninggalkan Narnia. “sayang, bangun dong. Aku nggak’ akan ninggalin kamu. Aku bakalan nungguin kamu dan bahagiain kamu. Aku Cuma cinta kamu Narnia!” setetes air mata Narnia terjtuh membasahi pipi Narnia. Kevin melihatnya “kamu dengar aku? Aku bakalan ada disini buat kamu! Aku cuma sayang kamu!”

“tuuuuuuuut…” Terdengar bunyi pendeteksi detak jantung. Garis lurus yang terpampang di monitor membuat Kevin histeris. Dokter-dokter memasuki ruangan itu dan tubuh Narnia hilang di kerumunan. Kevin menangis menyadari bahwa cintanya pergi untuk selamanya. Kata terakhir Narnia pada Kevin “aku sayang kamu Kevin!”

Cerpen Karangan: Azminuri Dyah Indriastuti
Facebook: dek.a.ii.77[-at-]facebook.com

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Cinta Cerpen Sedih

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply