Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 5 August 2014

Sebuah mobil sport baru saja memasuki pelataran parkir sekolah sawasta favorit di Jakarta. Seorang laki-laki berusia sekitar 16 tahun keluar dari kursi kemudi, lalu berjalan memasuki sekolah megah itu.

Banyak pasang mata yang memerhatikannya dengan penuh kekaguman. Ia tersenyum ketika melihat seorang gadis sedang berbincang dengan teman perempuannya. Laki laki tersebut berjalan menghampiri sang gadis yang masih asik bicara, tampak tidak menyadari kehadiran lelaki itu.

Daniel, nama laki-laki itu. Segera menutup mata sang gadis. Hal itu sontak membuat sang gadis kaget. Sedangkan teman perempuan yang dari tadi diajak bicara sang gadis tersenyum kemudian pergi, meninggalkan dua sejoli itu di lorong kelas.

“Hey… ini siapa sih?, lepas gak!” seru sang gadis (Rachel) sambil menghentakkan angan yang menutupi pandanganya.
“Coba tebak…” kata Daniel tanpa melepaskan tangannya yang menutupi pandangan Rachel.
“Pasti Daniel, cowok yang sok keren ya kan?” seru Rachel.
“Hey, siapa yang sok keren?, Aku emang keren kan?, kalo Gak keren Kamu gak bakalan mau jadi pacar Aku.” ucap Daniel sambil berlalu.
Dan ucapan itu sukses membuat pipi Rachel memerah. Rachel segera mengejar Daniel yang sudah berada jauh di depannya.

Seperti biasa saat pulang sekolah Rachel selalu menunggu Daniel di depan gerbang sekolah. Daniel memang kadang-kadang suka aneh terlalu protektif pada kekasihnya yang satu ini. Daniel bahkan tidak mengizinkan Rachel untuk pulang sendirian.

“Daniel mana sih?, katanya bentar lagi keluar” gerutu Rachel sambil melihat arloji di pergelangan kirinya.

Rachel dan Daniel memang tidak sekelas. Daniel di 3 ipa 2 sedang kan Rachel di 3 ipa 4. Karena bosan menunggu Rachel pun memutuskan untuk untuk mencari Daniel.

“Mungkin dia lupa.” pikir Rachel.

Rachel sudah mencari hampir di seluruh sekolah, tapi kenapa ia sama sekali belum bertemu dengan Daniel juga.

“Oke ini yang terakhir kalo Daniel sama sekali gak ada di belakang sekolah gue bakal langsung pulag. Bodo amat dia mau nyariin apa enggak.” pikir Rachel kesal.

Dan saat Rachel memasuki belakang sekolah, dia melihat Daniel sama cewek lain lagi pelukan. Saat itu juga air mata langsung berkumpul di pelupuk mata Rachel. Hatinya sakit melihat itu. Ditambah lagi yang dipeluk Daniel itu sahabat Rachel sendiri. Oke kalau itu memang pelukan sahabat. Tapi Rachel juga mendengar Daniel panggil Nindy sahabatnya itu dengan panggilan sayang.

Kalau emang cuma sahabat kenapa harus pelukan sambil bilang sayang-sayangan coba?, Rachel aja yang udah hampir 2 tahun pacaran sama Daniel gak pernah pelukan.

Menyadari kehadirannya yang gak dianggap, Rachel memutuskan untuk langsung pulang. Ia gak peduli lagi kalau Daniel bakal marah. Karena harusnya setelah kejadiaan ini dialah yang marah, bukannya cowok itu.

Ketika sampai rumah dalam keaadan basah kuyup, Rachel langsung menuju kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Saat ini ia sedang tak ingin diganggu. Rachel hanya ingin menangis semalaman lau tertidur.

Keesokan paginya saat Rachel membuka matanya ia melihat hpnya yang terus bergetar. Saat ia melihatnya ada sekitar 96 missed call dan lebih dari 97 pesan masuk yang semuanya dari Daniel rata-rata pesannya sama ‘lagi dimana?’, ‘kenapa gak angkat telepon aku?’, atau ‘kamu udah tidur?’. Baru kali ini Danie sebawel itu.

Lalu cepat-cepat Rachel mengetik pesan ’emangnya kamu peduli?’.

“Biar tau rasa kamu” gumam Rahel.

Rachel lalu melihat dirinya di cermin kamarnya. “Untung aja ini hari minggu, kalau gak pasti jelek banget gue ke sekolah kaya begini” gumam Rachel. Lalu ia memutuskan untuk mematikan hpnya lalu tidur.

Esok paginya Rachel berangkat lebih pagi agar tidak bertemu dengan Daniel. Tapi justru saat ia ingin memasuki kelasnya disana sudah ada Daniel yang menunggu dengan menyenderkan punggungnya di tembok depan pintu kelas Rachel. Dan mau tidak mau Rachel harus berhenti, karena jalannya dihalangi Daniel.

“Mau apalagi hah lo disini?, kemapa gak ke kelas cewek baru lo aja sana?” ucap Rachel ketus.
“Pacar baru?, apa maksud kamu sih Rel?, kamu kan tau pacar aku ya cuma kamu.” ucap Daniel bingung.
“Alah gak usah bohong deh lo, gua liat kemaren lo peluk-pelukan sama Nindy.” bentak Rachel. Untung saat itu sekolah masih sepi.
“Oh yang itu. Kemaren itu Nindy cuma lagi ada masalah sama pacarnya. Nah kebetulan pacarnya itu teman aku. Jadi dia minta aku supanya bisa ngebantu nyelesaiin masalah mereka.” jelas Daniel.
Mendengar hal itu tak membuat Rachel langsung percaya begitu saja. “Tapi kenapa harus peluk-pelukan sih?!” bentak Rachel kesal.
“Ya ampun Rachel, jadi kamu cemburu?” tanya balik Daniel.
“Enggak kok, aku gak cemburu apalagi sama kamu,” ucap Rachel dengan pipi memerah.
“cemburu juga gak papa kok Hel, karena itu artinya kamu sayang sama aku.” ucap Daniel di telinga Racehel. Dan hal itu sukses membuat wajah Rachel yang sudah memerah jadi semakin memerah.
“A-apa sih?, pokoknya kamu harus jelasin dari awal sampai akhir sama aku.”
Dan Daniel akhirnya menceritakan kejadian kemarin dan masalah kenapa Daniel bilang sayang sama Nindy.

The End

Cerpen Karangan: Dhian Febriyanti
Facebook: Dhian Febriyanti

Cerpen Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Orphanage House

Oleh:
“Elena, lakukan dengan benar!” Uh, ya ampun. Suara menggelegar Bibi Clara benar-benar seperti musik orkestra gratis yang berdesing di telingaku. Tidak elite sekali menyuruh seorang gadis untuk membersihkan seluruh

Si Maman

Oleh:
Jatuh cinta kepada orang itu merupakan hal yang sering terjadi di setiap orang tetapi pura-pura jatuh cinta kepada banyak orang itu hal yang sangat menyebalkan. Seperti yang dilakukan Maman,

Sebuah Kenangan Yang Manis

Oleh:
Aku menatap langit luar yang mndung, tanda bahwa hujan akan turun. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Akhirnya, mataku tertuju kepada sebuah foto yang tampak kusam dan usang.

Kerikil Kerikil Tajam

Oleh:
Dunia facebook yang sering kita kenal sebagai jejaring sosial, memang dunia maya yang banyak menyatukan kenangan-kenangan masa lampau, atau ajang untuk bertemu sahabat sahabat lama, meski kadang setelah saya

Tanpa Aku

Oleh:
“Aku rindu saat-saat itu. Saat semuanya masih baik-baik saja, tentunya tanpa kehadiran sosok lain yang kini singgah di hatinya.” Malam demi malam yang kulalui rasanya semakin sunyi saja. Tanpa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Love”

  1. Maisun Mumtazah says:

    cerpennya masih ada lanjutannya gak…
    kok ceritanya kayak gantung
    tpi….ceritax keren
    semngat yh buat cerpennya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *