Loving You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 14 November 2012

Malam belumlah genap saat kulangkahkan kakiku bergegas meninggalkan pesta.Sungguh aku tak kan sanggup bila terus berada disitu.
Sosok itu.Aku belum bisa bertemu dengannya.Luka itu masih terasa nyeri.Bahkan aku hampir bisa memcium baunya yang berdarah.Aku tak ingin goyah dan kembali tenggelam dalam airmata.
Kutarik nafas dalam-dalam.Mencoba membuang fragmen demi fragmen kenangan yang meluncur begitu saja di benakku.Kubiarkan Aline mengomel di sampingku.
“Kapan kau akan berhenti?”cecarnya.
Aku hanya menggeleng.Tak ada yang bisa kukatakan.
“Come on!Life must go on,Nat!”lanjutnya kesal.
Aku hanya tersenyum kecut.Aku tahu waktu tak kan berhenti hanya untuk menungguku bangkit.Tapi luka itu terlalu dalam mengoyakku.Terlalu perih untuk kuhalau.Aku lemah dan nyaris tak berdaya.
Setahun sudah jatuh bangun kutata hatiku.Namun nyatanya aku belum siap jika harus memulai lembaran baru sebagai dua orang yang pernah mencinta dan masih baik-baik saja.Itu mudah bagimu.Tapi aku masih butuh lebih banyak waktu untuk berhasil melakukannya.
Kembali kutarik nafas dalam.Menghempaskan penat yang bergelayutan menyerang raga dan jiwaku.Aku terlampau lelah berlari.Terus menghindar dan menjauh.Bahkan kutepikan semua angan yang pernah begitu nyata di pelupuk mata.Hanya demi sepatah kata.Patah hati.
“Kita kembali ke pesta!”
“Haa……..!”Aline melotot.Mulutnya yang mungil melongo mirip ikan lohan.
“Oh my God!”teriaknya sambil meraba keningku.Seolah memastikan aku baik-baik saja.
Suasana kembali hening.Kami terlalu sibuk dengan pikiran masing-masing.Aku merasa tidak enak menyeret Aline keluar,padahal akulah yang memohon dan merengek agar Aline menemaniku.Lagipula aku sama sekali belum bertemu Sang pemilik pesta.Walau tidak terlalu akrab,tapi dia mengundangku secara pribadi.Maklumlah orang tua kami sahabat lama yang baru saja kembali dipertemukan.
Sekali lagi,entah untuk yang keberapa kali kembali kutarik nafas dalam saat kupaksa tubuhku turun dari mobil.Berbagai rasa berbaur dalam diriku.
“Apa kau yakin?”Ulang Aline.
Aku mengangguk pelan.”Aku hanya ingin pamitan dan segera pulang!”
“Ya.Jika menurutmu itu yang terbaik.Mau aku temani?”
“Tidak.Terimakasih!”
Dia mengangguk mengerti.Dan dia adalah sahabat paling pengertian yang ku kenal dan masih kumiliki sampai kini.
Penuh enggan kulangkahkan kakiku membelah ratusan pasang mata mencari empunya pesta.Tak sulit menemukannya.Ia terlihat luar biasa dengan tuxedo putih bersih.Tubuhnya yang atletis terbungkus sempurna.Senyuman mengembang seolah memastikan kepada semua orang dialah pemilik pesta malam ini.
Dia mengulurkan tangannya saat langkahku terhenti di depannya.Ku jabat tangannya.
Namun……Braakkk…….
Seorang pramusaji menyenggolku hingga aku terpuruk dalam peluknya.Senejak kurasakan kehangatan menyusup.Tapi segera kutarik tubuhku.
“Maaf!”
“Tak apa.Bukan salahmu!’Balasnya sembari tersenyum lembut.
Dan entah mengapa suasana berubah menjadi begitu kaku.Entah hanya aku atau dia juga merasa tidak enak dengan kejadian barusan.
“Kau terlihat cantik!”lanjutnya setelah kembali mendapatkan kepercayaan diri.
“Terimakasih!”
“Natalie!”
“Hmm…,”
“Bisakah kau menemaniku malam ini?”
“Maaf?”Tanyaku memastikan kalau-kalau aku salah dengar.
“Jangan salah faham!Aku cuma ingin memintamu menemaniku di pesta.”
“Haa…..,”sahutku dengan bodohnya
“Sangat aneh rasanya jika harus berjalan dan menyapa para undangan sendirian.”
“Tapi,……,”
Belum sempat kulanjutkan ucapanku,dia sudah meraih jemariku dan mengapitku mengiringi langkahnya yang tegap.
“Tersenyumlah!”Bisiknya pelan
“Tapi,…
Dia berhenti sejenak lalu menatap mataku lekat.”Percayalah padaku!”
Kesadaranku belum kembali sepenuhnya saat Radit menghentikan langkahnya dan mengeluarkan sebuah nama dari bibirnya yang membuatku hampir pingsan.
“Pram!”Panggilnya sembari memelukmu..
“Lama tidak bertemu Manager Pramodya!Lanjutnya.
Kuangkat pandanganku.Ya Tuhan,Pram benar-benar berdiri tegak dihadapanku.Dengan senyum khas yang memamerkan kedua gigi kelincinya.Bukan nama yang sama.Tapi benar Pramodya Putra Rahardian.Seluruh persendianku seolah dilolosi.Aku limbung.Ku genggam lengan Radit erat,bahkan nyaris kusandarkan kepalaku di pundaknya agar aku tak benar-benar jatuh.Dan seolah mengerti Radit malah menoleh padaku,lalu tersenyum sebelum mengelus rambutku lembut.
“Nat….!?”Ucapmu tertahan dengan taatapan tajam lurus menghujam jantungku.
Aku hanya tersenyum kaku.Tak ada yang ingin kukatakan.Aku sedang bergulat dengan lautan rasa dalam diriku.Hingga aku terlalu sibuk untuk menyapa sosok hawa yang bergelanjutan manja di lenganmu
Cherry.Sahabat,paling tidak begitu ia pernah ku kenal sebelum ia menghancurkan pilar cintaku.Merebut singgasana ratu di hati Pram yang dulunya milikku.Lalu memcampakkanku dalam luka berkepanjangan.
Aku tak bisa cuma menyalahkannya.Jika Pram tak mau maka kejadian itu tak mungkin ada.Malam itu di hari anniversary kita yang kedua,aku yang ingin memberi kejutan malah mendapat kejutan tak terkira.Betapa terkejutnya aku saat kubuka kamarmu,aku menemukan sedang terlelap.Bukan sendiri,tapi bersama Cherry yang begitu damai dalam dekapmu.Tanpa seutas benangpun menutupi tubuh.Aku terhempas.Aku dililit kecewa.Duniaku hancur.Dan untuk persekian detik kurasakan jantungku berhenti berdetak.Sampai akhirnya kembali tersadar dan pergi tanpa sepatah katapun.
Masih kuingat kau sempat memburuku keluar.Namun sungguh aku tak ingin mendengar apapun.Aku tak butuh penjelasan.Semua yang kulihat sudah cukup.Aku hanya bisa berlari sejauh mungkin.Bahkan kuseberangku tubuhku ke Negara tetangga sebelum akhirnya gagal dan kembali pulang.Andai bisa aku tak ingin melihatmu juga Cherry di sepanjang sisa hidupku.Aku jauh lebih baik jika kalian lenyap dari duniaku bersama mimpi buruk yang nyaris hadir di sadar atau tidurku.
Kutarik napas panjang dan dalam menahan air mata yang memanas.Aku tak ingin menangis hanya untuk menunjukkan betapa rapuhnya aku.Namun sekalipun sulit,sungguh aku akan bertahan tanpamu.
“Apa kabar,Nat?”Ucapnya tanpa dosa sembari mengulurkan tangan dan tersenyum penuh kemenangan.
“Menurutmu?”Jawabku ketus tanpa menjabat tangannya.
Dia menarik tangannya kembali.Masih dengan senyum yang sama.Sungguh ingin sekali kumaki dirinya.Kutampar wajahnya.Kujambak rambutnya.Lalu keseret dia keluar.Mungkin saja bisa memuaskan sakitku.Namun sekarang tak mungkin.Harusnya itu kulakukan setahun yang lalu.
“Aku tahu,”lanjutnya.Pram hanya terdiam dan menatapku nanar.
Plok….Radit menepukkan kedua tangannya dan tertawa mencairkan suasana.
“Baguslah,kalo kalian sudah saling kenal!Benarkan,Sayang?”Ucapnya sambil menatapku mesra.
“Iyaa,”Balasku terbata setelah kembali menguasai diri.
“Pram tidakkah kau ingin mengenalkan dia padaku?”
“Iyaa.Ini Radit teman sekaligus atasanku.Radit dia Cherry…..”
“Kekasih Pram,”Potong Cherry cepat sebelum menjabat tangan Radit.
“Benarkah?Itu baru berita bagus!Akhirnya…..”
“Maksudmu?”Tanya Cherry tak mengerti.
“Aku sangat menyukai Natalie.Tapi aku tahu Pram juga menyukainya.Karena itu aku memilih mundur.Hingga kudengar mereka putus.
“Benarkah?”Cherry tak percaya.Sama seperti yang kurasa.Radit sungguh pandai bersandiwara.
“Yaap.Sudah setahun aku menunggu,tapi tak jua kudapatkan jawaban pasti!”
“Kenapa tidak bertanya langsung?”Aline tiba-tiba saja muncul dengan senyum tersungging.
Radit balas tersenyumnya.”Ya,tentu saja begitu!”
Dia memandangku lembut sebelum berlutut dan mengeluarkan sebuah kotak beludru merah menyala dari balik jasnya.Sebuah cincin muncul didalamnya.
“Would you marry me?”Ucapnya tegas tanpa keraguan.lAku hanya bisa melongo.Terkejut.Ini sama sekali bukan scenario yang kubayangkan.
Dia meraih tanganku.Aku tidak bisa membedakan ini mimpi atau nyata.
“Aku tak bermaksud pacaran denganmu karena ku takut tak bisa menjaga hatiku.Aku hanya sedang meyakinkan dan memantapkan hati kaulah yang kuinginkan dan kupilih untuk menemani sisa usiaku.Percayalah aku tak kan menyakitimu!’katanya lantang hingga membuat semua mata tertuju pada kami.
“Radit,jangan bercanda!Semua orang sedang melihat kita!”kataku setengah berbisik.
“Biar saja!”
“Tapi…..,”
“Cepat berikan jawaban!”
“Tapi….”
“Aku hitung sampai lima bila tidak ada jawaban aku anggap “iya”!”
Tanpa menunggu ia mulai berhitung.
“Satu,dua,tiga,empat…,”Sejenak dia terdiam sambil menatapku
“Li……,”
Dia tesenyum.”Aku tak bisa!”kataku sambil menggeleng pelan.
Dia masih tersenyum namun sembari bangkit.”Tak apa!”katamu lembut.
Tak ada kemarahan,namun kulihat kecewa di sudut matanya.
“Kita lanjutkan pestanya!”
Ia melangkah menjauh.
“Tunggu!”potongku cepat
“Yaa,”Radit menoleh.
“Aku tak bisa menolak!”aku tersenyum.
Dia memandangku penuh tanya
“Jika kau bersedia memberikanku sedikit waktu untuk percaya padaku!”
“Benarkah?”
Aku mengangguk.Dia berhambur memelukku.Tak peduli ada begitu banyak pasang mata yang kini terdiam melihatnya.
“Aku mencintaimu!”bisiknya lembut di telingaku.
“Aku tahu…..,”kurasakan kehangatan menyusup.
Suara sorakan dan teriakan para tamu menggemuruh.Sempat kulihat wajahmu berubah keruh.Namun,aku tetap kukuh.Sesulit apapun aku tak kan kembali padamu Aku tak bisa mempertaruhkan hidup dan hatiku untukmu Pram.
Sekarang pasti jauh lebih mudah karena ada Radit bersamaku.Tak penting seperti apa dia di hatiku kini.Yang kutahu dia begitu mencintaiku.Dan aku yakin aku bisa belajar untuk mencintainya.Sebesar cintanya padaku.Aku hanya butuh sedikit waktu.
Terimakasih Tuhan telah mengirimkan malaikat penjaga hatiku!

end

Cerpen Karangan: Echae E.S
Facebook: echae n’cute

Cerpen Loving You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Akhir Cerita Cinta

Oleh:
Tanggal 13 januari 2012, tepat hari ulang tahun kakak kelasku yang biasa aku panggil kak ical nama lengkapnya haikal indrawan. Aku bersama sahabat-sahabat dekat kak ical seperti mba riva,

Rasa Dalam Jarak

Oleh:
Sore itu di bawah terali sakura yang menaungi gang kecil tempat kita bertemu, dengan semburat sinar dan semilir angin menyusup melalui celah ranting yang terkembang mekar, kau bilang bahwa

Rani Menanti

Oleh:
Hari ini Rani Berdiri di depan kaca, senyumnya selalu terpancar pagi ini. Mulai dari dia bangun tidur hingga mengenakan setelan seragam sekolahnya yang baru. Tentu saja, sekarang di akan

Gadis Perpustakaan

Oleh:
Sudah dua minggu lebih Adit menjadi siswa baru di SMKN 1 BLORA, dan hari ini hari selasa, hari yang sulit untuknya, karena hari ini ada pelajaran matematika dan ditambah

Wanita Di Ujung Senja

Oleh:
Ia masih ingat betul aroma asin yang saban hari ia lewati selepas berkerja. Dengan tergopoh-gopoh ia membawa sekarung beras yang ada di punggunnya melewati pantai yang selalu penuh dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *