Lusa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 26 April 2016

27 februari yang lalu adalah hari yang tepat menurut Dimas untuk menyudahi hubungannya dengan Sarah. Hubungan yang terjalin hampir 12 bulan itu adalah suatu prestasi bagi Dimas. Ia bisa bertahan dengan Sarah karena gadis itu hampir membuatnya berubah drastis. Sikap dan cara bicara gadis itu persis ibunya. Lalu kenapa ia ingin mengakhiri hubungannya. Karena gadis itu terlalu baik untuk Dimas. Dimas yang keliru.

“Aku ingin bicara denganmu?” Sarah menghampirinya di tepi danau, tempat mereka kadang bercengkerama.
“Ya, bicaralah.” sahut Dimas.
“Aku ingin menyudahi hubungan kita.” pernyataan gadis itu seperti lebih terdengar pentanyaan.
“Kenapa?”

Sarah merogoh sesuatu dari dalam tasnya. Lalu menyerahkannya pada Dimas. Deg. Ibarat sekarang hampir hujan, petir berdentum tak henti, langit semakin kelabu. Tak jauh dari perumpamaan itu wajah Dimas sekarang. Membacanya saja sulit, menyulitkan tenggorokannya melepas getaran pita suara. Tercekat, ‘undangan pernikahan’. Dengan tangan yang bergetar, Dimas membuka undangan itu. Hanya 2 lembar, tapi inti dari surat itu adalah gadis di sampingnya yang akan bersanding dengan orang lain, dengan Frans Danuarta.

“Maaf!” ucap Sarah, menunduk menyembunyikan desakan penuh di pelupuk matanya.
“Ini?” suara Dimas lirih, meminta penjelasan walaupun sebenarnya semua sudah jelas. Namun ia ingin dengar dari gadis yang selama ini hampir bersamanya setiap saat.
“Keluargaku yang membuat semua ini, tradisi yang harus aku jalani, tidak bisa dibantah.” ungkap Sarah, terasa dihempas dari tebing. Dimas sekarang jatuh, jatuh pada yang paling dasar.
“Sarah..” ia ingin protes tapi, Sarah memotongnya.
“Datanglah, dengan begitu aku bisa tenang.” ucap Sarah lalu bergegas pergi.

Dua hari kemudian, hiasan lampu-lampu di sudut ruangan, kursi-kursi dipenuhi tamu undangan, di ujung san dua manusia jadi pusatnya, sang pengantin.
“Nyonya Sarah Danuarta.” itulah sapaan baru dari para tamu yang bersalaman. Ya, resmi jadi istri seorang yang sama sekali belum pernah ia kenal tapi sempat ia terkecoh, wajahnya mirip dengan… Dimas. Hanya berbeda kacamata hitam yang bertengger di kedua telinganya. Sarah tersadar pria di hadapannya ini sedang mencari seseorang di lautan manusia. Seseorang berjas putih di barisan para tamu yang ingin berjabat tangan dengan pengantin, itu yang kini lebih dekat dengan keduanya. Menjabat tangan Frans.

“Selamat menempuh hidup baru,” seru Dimas terdengar senang. Frans juga membalasnya dan menghadap Sarah.
“Ini Dimas, sepupuku.” ucap Frans.

Tamat

Cerpen Karangan: Finandita Anugrah Putri
Facebook: Finan Dita

Cerpen Lusa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebatang Coklat

Oleh:
Setelah usai pembagian kelompok untuk mengikuti kegiatan MPLS SMAN 22 Bandung selama 3 hari kedepan, akhirnya aku mendapat kelompok 3 “Panda”, bergegas aku memasuki ruangan kelas tersebut untuk mendapatkan

Kereta Senja

Oleh:
Sudah hampir setengah jam Die diam duduk di depan teras rumahnya. Semua keluarga Die bingung dengan kelakuan Die hari ini. Aneh, semenjak akan di tinggal Byan pacar Die yang

Pujangga Pukul Tujuh

Oleh:
Ia, si gadis bermata kecil menyorotkan pandangan menuju gerbang besi berwarna hitam, lalu lalang orang-orang lewat namun tak satu pun yang menjadi objek pemotretan untuk dikirim ke saraf otak

Johan (Jodoh di Tangan Tuhan)

Oleh:
Hari ini kerjaan lagi numpuk. Nggak ada waktu buat istirahat. Suasana di kantor tampak sepi. Hanya ada aku dan Febri rekan kerjaku yang solid. “Rajin bener lu? Istirahat dulu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *