Maaf

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 19 August 2017

Di sudut taman, terlihat Zakia sedang duduk sendirian.
Ketika Habib sedang bersepeda melewati taman, ia tak sengaja melihat Zakia di sana. Perlahan Habib menuntun sepedanya menuju bangku, tempat Zakia tengah duduk.

“Masih suka ngelamun di sini?” tanya Habib yang tiba-tiba duduk di samping Zakia.
“Ya beginilah, bang. Aku pulang dulu ya” Zakia berdiri, melangkah sejenak.
Zakia merasa tidak tega sebenarnya, meninggalkan Habib sendirian. Pasti Zakia selalu begitu. Zakia membalikkan badannya.
“Kamu masih suka perhatian sama aku?” tanya Zakia.
“Aku nggak akan berubah” jawab Habib sedikit menitikkan senyum di wajahnya.

Habib sebenarnya tak tahan dengan sikap dingin Zakia. Sejak Zakia mengenal Haikal. Sebenarnya Habib tidak terlalu memikirkan siapa Haikal tapi dia begitu geram terhadap Haikal. Dengan beribu rayuannya, Haikal berhasil mendapatkan untaian kalung mutiara milik Zakia dan lantas pergi. Sebelum itu, Haikal mengancam Zakia jika Zakia tidak memberikan kalung itu. Ya, Habib yang dijadikan sasarannya. Itulah mengapa sikap Zakia berubah terhadap Habib.

Lama Habib tak bertemu Zakia. Kabarnya Zakia tengah pergi ke luar kota. Habib duduk di bangku taman tempat Zakia biasa menyendiri. Di sinilah Habib melepas rindunya.

Akhirnya pujaan hati yang didamba telah kembali. Habib begitu bahagia melihat Zakia tengah berjalan menuju taman. Habib bersembunyi, ia ingin memberi kejutan pada Zakia. Zakia yang tak menyadari keberadaan Habib, lantas duduk saja.

“Dooorr!!!” suara kantung plastik yang diletuskan Habib.
“Bang Habib iseng banget sihh” ucap Zakia kesal.
“Udah pulang kamu?”
Tak ada jawaban dari Zakia.
Zakia berdiri dan melangkah sejenak tanpa mengatakan apapun.
“Mau pulang lagi?” sambung Habib.
Hening. Zakia menghentikan langkahnya dan membelakangi Habib.

“Aku bukan laki-laki yang harus kamu lindungi dari pengecut macam Haikal itu! Satu hal yang nggak aku ngerti dari kamu, kenapa kamu masih jauhin aku sampai sekarang?”
Zakia tak berkutik. Dia meneteskan air mata setelah mendengar ucapan Habib.
“Aku masih punya tangan yang siap untuk menghapus air matamu. Berbaliklah”, hening.

“Baiklah aku pergi” Habib meninggalkan Zakia yang masih membelakanginya. Beberapa langkah ke depan, ada sesuatu yang menubruk tubuh Habib lengkap dengan tangan yang melingkar di perutnya.
“Maafkan aku” hanya itu yang bisa diucapkan Zakia.
Habib membalikkan tubuhnya dan memeluk Zakia.
“Kita perbaiki semuanya” ucap Habib.

Cerpen Karangan: Noviatun One Aziz Zah

Cerpen Maaf merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nota Bahagia

Oleh:
Bulan telah purnama, sabit yang tersenyum pergi ke seberang jalan yang gelap gulita di tepi hutan Kota Malapa. Tak lama kemudian gerik samar-samar manusia berkerudung semakin kentara berjalan menuju

Ingatan

Oleh:
Rasanya kami pernah sempat bertemu tapi di mana dan kapan, terasa tidak asing sekali ketika bertemu dengan perempuan itu. Wajahnya tidak asing bagiku dan bau parfumnya juga sangat kukenal

l Had To Choose Who

Oleh:
Akhir-akhir ini si ganteng bersaudara, tak lain Justin Bieber dan adeknya Luke hemmings yang famous banget di Heatman University tempat aku menuntut ilmu sekaligus jalan untuk menyongsong masa depan

Gaun dan Sebatang Coklat

Oleh:
Gaun megah dengan taburan permata Swarovski, sepatu hak yang amat cantik, serta seorang pria tampan yang akan berdiri di sebelahmu.. Bukankah itu mampu membuat semua gadis yang ada di

Rumah

Oleh:
Kalau bagimu bahagia adalah terus berpindah, bagiku bahagia adalah menghirup satu meter kubik udara yang sama denganmu. Mengeksresi karbon dioksida dalam dimensi ruang yang sama, berbagi lelucon yang sama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *