Maaf, Aku Terlalu Memaksa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 24 March 2015

Hai selamat datang malam yang penuh dengan isakan sendu jangkrik-jangkrik, yang daunnya menari indah dilatari melodi alam yang merdu. Itu semua tak membuatku bergerak meskipun seinci. Aku sangat menikmati malam ini. Malam yang kurasa sangat menenangkan jiwaku. Atmosfer malam ini sungguh mengantarkanku mengadu pada Maha Pemilik Alam. Kemudian aku bercerita pada Maha Pemilik Hati. Satu dua kata, aku tertahan. Tak lama kemudian bibirku membusa karena mulutku tak kunjung berhenti berbicara. Seribu kalimat pun belum cukup mencakup tentang bagaimana aku di hari ini.

Aku suka sekali instrumen lembut piano atau gitar. Karena itu dapat mengantarkan aku ke sisi-Nya dan kemudian aku bersandar dengan isak tangis yang menyempitkan kerongkonganku. Nafasku sesekali hilang.

… Tuhan, maaf kali ini aku terlalu memaksa. Dengan segenap hatiku, tolong ridhoi-lah keinginanku yang ini. Jika Kau enggan, maaf aku masih memaksa. Jika Engkau masih enggan juga, maaf aku masih saja memaksa. Jika Engkau lagi-lagi enggan, maafkan aku. Aku masih selalu saja memaksa. Tuhan, tolong kali ini saja. Ridhoi-lah keinginanku. Izinkan aku memiliki seluruh hati, jiwa dan raga-nya. Izinkan aku selalu menjadi yang dia lihat.
… Tuhan, jika Engkau masih tetap dengan keputusan bahwa Kau tidak meridhoi keinginanku. Sekali lagi maafkan aku Tuhan, aku terlalu keras kepala. Tapi jika memang harus begitu adanya, tolong beri aku pengertian-Mu. Berikan aku pemahaman tentang yang ini. Agar aku benar-benar paham akan skenario baru yang Kau buat, yang setauku Kau selalu membuat skenario terbaik untukku.
… Memang untuk menerima ini tidak mudah. Waktu bisa melunakkan kerasnya inginku.

Aku hanya perlu bersabar. Jika memang Dia enggan, Dia akan menggantikannya dengan yang jauh lebih baik lagi. Aku selalu tahu bahwa Tuhan selalu memberikan skenario yang terbaik.

Cerpen Karangan: Della Febrianty M
Blog: dellaavogadro.blogspot.com
Della Febrianty Mulyadi mahasiswi Farmasi UGM 2012.

Cerpen Maaf, Aku Terlalu Memaksa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sang Penyemangat

Oleh:
Suhu Malam sudah terlalu dingin untuk dirasakan, kulitku sendiri yang bisa mengerti, dan dia mulai membisikannya ke seluruh bagian tubuhku. Udaranya sangat tak nyaman. Mungkin memang tertidur adalah satu-satunya

Stasiun Cinta

Oleh:
Dari kejauhan terlihat wanita sedang duduk di kursi tempat perhentian kereta api, atau bisa disebut stasiun. Wanita itu tampak sedang memakai alat yang terpasang di telinganya, sepertinya musik yang

Sesederhana Cinta Adikku

Oleh:
Sepulang sekolah, aku bergeges masuk ke kamar. Viola, ternyata ada di dalam sedang mengambil sesuatu di lemarinya yang tidak berpintu. Tidak aneh lagi bagiku melihat barang miliknya berantakan di

Tak Secerah Bulan

Oleh:
Malam ini bulan bersinar dengan sangat cerah, tapi itu tak secerah hatiku saat ini. Rembulan, itulah namaku. Aku tengah menantikan sang bintang yang bisa menerangi hari-hariku. Sayangnya takdir berkata

Sinar Di Ujung Jalan

Oleh:
“Diandra?” Sapa seorang lelaki kepadaku, sembari menepuk pundakku dari samping. Sejenak aku mengamatinya, berusaha mengingat siapa dia. “Mmm… Willi..am?” Tebakku. “Yes… Lupa ya?” Tanyanya. “Iya… Pangling, wong kamu jadi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *