Malam Terakhir Rany

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 14 November 2015

Malam yang cerah dengan banyaknya bintang yang berkelap-kelip di langit dan disertai sinar rembulan yang begitu terang. Suasana seperti inilah yang pas buat pacaran, seperti yang dilakukan oleh Dzul dan Rany, ya sepasang kekasih ini sedang menikmati indahnya malam bersama di rumah pohon mereka yang terletak di belakang rumah Dzul.
“say lihat deh di sana,” kata Dzul.
“di mana say?” tanya Rany.
“di langit say, lihat bintangnya kelap–kelip indah banget menghiasi malam terakhir kita,” jawab Dzul.
“iya say, dan lihat nih di sini banyak kunang–kunang say, aduh jadi gak mau pergi dari sini say,” kata Rany sambil meraih seekor kunang–kunang.

Dzul menghampiri Rany dan berkata, “lihatlah alam pun tahu jika engkau akan pergi meninggalkanku, hingga memberikan kita malam yang indah malam ini. Ku berharap saat engkau di sana jangan pernah lupakan malam ini, apalagi sampai melupakan aku,”
“kamu ini lebay deh, tenang sayang aku berjanji akan ku jadikan malam ini malam terakhir yang indah yang tidak pernah terlupakan dan aku berjanji akan setia,” kata Rany sambil merangkul Dzul.
Malam pun semakin larut mereka pun semakin mesrah. Tidak lama kemudian Dzul melepaskan pelukan Rany.

“tunggu sebentar ya say,” seru Dzul berjalan menjauhi Rany.
“kamu kemana say?” tanya Rany.
Seakan tidak mendengar perkataan Rany, Dzul tetap berjalan menuju rumahnya.

Lama menunggu Rany pun jenuh diam sendiri di rumah pohon itu.
“Dzul kemana ya lama banget sih?” Gerutu Rany dalam hati.
Semakin lama ditunggu Dzul tidak kunjung datang, Rany yang sedari tadi menunggu pun mulai resah dan memutuskan untuk pergi dari rumah pohon. Setelah menuruni tangga kayu Rany mulai melangkah menjauhi tempat itu. Baru beberapa Rany melangkah, Dzul tiba–tiba muncul dari rumahnya dan berteriak.
“Rany tunggu!” Rany yang mendengar teriakan Dzul pun berhenti dan menoleh ke arah Dzul, Dzul pun berlari tergopoh–gopoh menghampiri Rany.

“say mau kemana?” tanya Dzul.
“mau pulang,” cemberut.
“jangan dong, marah ya kelamaan nunggunya,”
“aku nggak marah cuma kesel juga, emang kamu dari mana? tiba–tiba ninggalin aku sendiri, ditunggu nggak datang–datang juga ya udah aku pulang ajah,”
“ya aku minta maaf, tadi aku mau ngambil gitar tapi aku cari–cari nggak ketemu say, lalu aku inget kalau gitarnya ada di atas,” menunjuk ke arah rumah pohonnya.
“lah terus buat apa gitarnya?” masih agak kesal.
“udahlah say ayo kita ke atas lagi,” sambil menyeret Rany menuju tangga.

Mereka pun kembali di rumah pohon. Setelah Dzul mengambil gitarnya yang ternyata ada di lemari kecil yang terletak di sudut rumah pohon, Dzul pun duduk mendampingi Rany.
“say dengar ya persembahan terakhir dariku,” Dzul menyiapkan gitarnya.
Rany hanya menganggukkan kepala. Dan Dzul pun bernyanyi. Setelah Dzul bernyanyi Rany pun memeluk Dzul dan berkata, “aku sangat mencitaimu sayang.”

Cerpen Karangan: Ahmad Haris

Cerpen Malam Terakhir Rany merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukti Cintaku Yang Tulus

Oleh:
Malam itu seperti biasa aku bermain dengan BB bold ku sambil tidur-tiduran di atas kasur kecilku yang selalu memberi kenyamanan disaat aku kelelahan, sembari menunggu pacar ku pulang kerja

Arti Sahabat

Oleh:
Namaku altha. aku baru saja lulus SD. perkiraanku jadi anak smp itu asik dan seru. setelah hari pertama aku masuk di smp. rasanya sih biasa saja. mungkin karena aku

Not Because of Reasons

Oleh:
Perlahan aku mencoba membuka semua hidupku dari awal, mengikhlaskan apa yang bukan menjadi hakku. “Kenapa lo lakuin ini, kenapa lo nggak pernah mau tahu tentang apa yang gue rasain.”

Kau Tlah Ubah Duniaku

Oleh:
Disuatu pagi, seperti biasa. Padahal matahari sudah bersinar terang benderang. Namun wajah Bella masih saja ditutup oleh sebuah selimut tebal. “Bel, Bel! Ayo bangun… Udah siang lho!” Kata Mamanya

I For You

Oleh:
Dina membuang nafas berat, mata cokelatnya menatap gemercik air yang turun dari langit, awan hitam mulai terlihat jelas di mata dina. Air perlahan mulai tejatuh pula dari pelupuk mata

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *