Mampu Diam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 November 2017

Hiks.. hiks.. suara isak tangis terdengar untuk kesekian kalinya selama hampir satu minggu ini. Cila, begitu orang memanggilnya, gadis kecil dengan rambut panjang tengah terisak menangisi ulah kekasihnya yang tengah mengabaikannya selama beberapa pekan ini, ziga namanya. Dialah cowok yang tengah membuat cila terisak-isak sejadinya. Rupanya ziga tengah menggantungkan hubungannya dengan cila, tanpa tau sebabnya ziga menghilang begitu saja dari kehidupan cila.

Kring.. kringg.. krriiiinggg… Bel alarm berbunyi barulah sang empunya terbangun dari dunia mimpinya dan tersadar bahwa dia telah terlambat untuk hadir ke sekolahnya.
Dengan setengah berlari cila menyusuri koridor sekolah menuju kelasnya yang terletak di ujung belakang.
Bruukkk… aww teriak cila terjatuh, ia tak sengaja menabrak seorang siswa dari arah yang berlawanan, keduanya terjatuh karena tabrakan tadi cukup keras. Mata bertemu mata, masih dalam keadaan terjatuh yang berhadapan keduanya beradu tatap, cila merasa tatapan itu begitu teduh dan membuatnya terhanyut dalam keadaan itu.

“sorry gue gak sengaja, biar gue bantu” ucap cowok itu sembari mengulurkan tangan menawarkan bantuan.
“ah iya gak papa, gue yang salah” ucap cila dengan nada tak enak
“gue key, kelas X IPA” ucapnya santai mengajak cila berkenalan.
Dengan ekspresi agak canggung cila menjawab “cila X IPS. sorry gue ke kelas duluan udah telat”

Seperti biasa setiap jumat cila mengikuti eskul dance di sekolahnya. Ia mengikuti eskul tersebut dengan semangat meskipun dalam hatinya ia tengah duka atas apa yang dilakukan ziga padanya. Sementara itu dari sudut lapangan nampak key yang sedang memandangi cila dari kejauhan, ia terkesima dengan cila yang melakukan aktivitasnya dengan semangat dan energik.

Sore itu cila merasa ia benar-benar lelah dengan aktivitasnya di dalam kamar karena ia hanya bisa menangis terisak teringat ulah ziga, akhirnya ia putuskan untuk pergi ke taman yang tak jauh dari kompleksnya. Cila melihat key tengah berbaring santai di bangku taman di temani earphone yang menyangkut di telinganya. Ehmm, cila berdehem hati-hati. key tersadar kedatangan cila dan mengubah posisinya duduk dan membagi setengah bangku untuk cila “Silahkan tuan putri mungil” ucapnya tersenyum sembari melepas earphonenya. Cila pun duduk, mereka berbincang dan bercanda layaknya orang yang sudah saling kenal berpuluh-puluh tahun, Sampai di suatu pembicaraan yang membuat suasana tegang.

“cila? I love you” ucap key pelan namun sangat dalam
Cila hanya diam menatap key tak percaya kaligus bingung karena hubungannya dengan ziga belum pasti.

Cerpen Karangan: Anggi Soshi
Facebook: Anggii Soshii
Hay.. suka nulis tapi masih ragu buat nulis. lagi coba-coba nih 🙂
add my fb: Anggii Soshii
follow my ig: anggii_soshii

Cerpen Mampu Diam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Berbeda

Oleh:
Dia masih duduk di bangkunya, padahal ini saatnya istirahat. Tetapi ia sibuk dengan goresan pensil di atas kertas. Buku tebalnya pun ia buka, ia jelajahi rumus yang sesuai dengan

Bintang 14 Hari

Oleh:
Dua hari lagi liburan kenaikan kelas usai. Semua berlalu tanpa terasa. Hari-hari yang kulewati bersamanya terasa begitu cepat. Bagaikan asap menantang angin, hilang tak tersisa. Bukan, bukan karena tak

Pertemuan Kedua

Oleh:
Pagi yang cerah, ku duduk di teras rumahku sambil memandang taman kecil di samping rumah. Daun-daun mawar masih basah, ku pikir mungkin karena hujan deras semalam yang mengguyur bumi

Wanita Di Ujung Senja

Oleh:
Ia masih ingat betul aroma asin yang saban hari ia lewati selepas berkerja. Dengan tergopoh-gopoh ia membawa sekarung beras yang ada di punggunnya melewati pantai yang selalu penuh dengan

Cinta Memang Gila

Oleh:
“Dasar cewek murahan, pokoknya sekarang kita putus” itu isi sms singkatku sesaat setelah aku melihat Devani mantan pacarku pacaran sama om-om di taman. Aku sengaja memutuskannya lewat sms karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *