Mary & Barry

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 19 February 2018

Hujan turun cukup lebat sedari pagi tadi, air menghujam bumi starford tanpa henti dengan penuh semangat. Starford merupakan distrik kecil di pinggir kota lincoln, meskipun terletak di pinggiran kota itu tidak membuatnya menjadi distrik yang kumuh maupun kuno, melainkan menjadi suatu distrik yang maju nan asri. Apartemen berdiri megah bersanding dengan taman-taman hijau yang disediakan untuk para penduduk di dalamnya.

Di apartemen tersebutlah Barry tinggal, seorang arsitektur senior yang masih bekerja demi menghidupi diri dan istrinya yang bernama mary. Ia sangat menyayangi sang istri yang telah setia menemani selama 40 tahun pernikahan lamanya. “bahkan maut pun harus meminta izin dahulu kepadaku sebelum mengambilmu” ucapnya kepada sang istri suatu waktu.

Hujan deras memaksanya untuk menunggu lebih lama di sebuah halte depan stasiun, ia hanya ditemani oleh riuhnya air hujan dan angin rindu yang menyelinap di sela-sela jas yang ia kenakan. Tujuannya hanya satu, sesegera mungkin menuju apartemen untuk menemui istrinya. Rambutnya yang berwarna putih terlihat menyembul keluar dari topi yang ia kenakan, kulit yang telah mengeriput meronta kedinginan meski dibalut kaus tebal dan jas berwarna maroon.

Akhirnya bus yang ia tunggu datang juga, di perjalanan tak ada yang ia pikirkan selain mary seorang. Dahulu sebelum pindah ke apartemen mereka tinggal di desa yang jauh dari perkotaan, namun mereka dikucilkan oleh para penduduk di sana. warga sering membicarakan bahwa dirinya dan mary merupakan pasangan yang aneh terutama mary, yang sering menjadi perbincangan warga sekitar. Mereka memang misterius dan cenderung tertutup, mungkin itu yang menjadi penyebab isu-isu tersebut mengemuka.

Bus pun telah sampai ke tempat yang barry kehendaki, yakni apartemennya. Dengan langkah terbirit seraya menghindari hujan ia pun masuk ke dalam.

“Selamat sore pak Barry, sepertinya anda harus bergegas mengganti pakaian yang basah itu” sapa seorang penerima tamu apartemen dengan senyum hangat.
“Haha, terima kasih lucy kau memang seorang yang baik” balasnya sambil terus berjalan.

Kamar 202 tertulis di depan pintu kayu berwarna coklat, itulah kamar milik ia dan istrinya berada. Ia pun segera membuka kunci kamar dan membukanya, selama ia bekerja ia memang selalu mengunci kamar dan mengurung istrinya di dalam.

“Selamat sore mary, aku pulang!” Ucapnya sambil menaruh topi miliknya diatas meja.

Mary terlihat memandangi kaca jendela yang dihiasi turunnya air hujan, ia hanya diam tak membalas ucapan Barry suaminya. Dirinya mengenakan jaket dari wol berwarna putih dengan bibir yang sibuk menyeruput teh panas di atas kursi goyang. Ia mengelus bulu kucing yang terdiam di pangkuannya.

“Barry” ucapnya.
“Iya, ada apa sayang?”
“Bisakah kau membawa anjing yang di luar sana itu kemari? Ia terus menggonggong meminta pertolongan kepadaku, dia kehujanan!”

“Yang mana?”
“Itu di atas kursi taman seberang jalan” ujar Mary sambil menunjuk anjing itu.

“Biarkanlah, lagipula hujan sangat deras” tolaknya.
“Kau harus mengambilnya untukku” rayu istrinya
“Baiklah”

Barry bergegas keluar kamar untuk menuruti perintah istrinya tersebut, ia menerobos hujan lebat dan mengambil anjing tersebut lalu kembali menyeberang ke depan apartemen.

“Loh pak barry kenapa anda balik lagi” tanya lucy.
“Ini, istriku memintaku untuk mengambilnya di seberang jalan” jawabnya sambil membawa anjing yang hanya diam di dekapannya.
“Oh maksud anda boneka anjing itu?”
“Iya, lucy”.

Cerpen Karangan: M Rafli

Cerpen Mary & Barry merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Empat Kata Yang Terlambat

Oleh:
Seperti biasa, suara tertawa ibuku terdengar nyaring di telinga. Aku pun mulai tak nyaman disertai konsentrasi yang semakin memudar. Sejenak aku berpikir, “Apa sih serunya sebuah sinetron di televisi?

Kesempatan Datang Berkali Kali (Trust)

Oleh:
Sial, aku pulang terlewat malam. Gara-gara si Dila pake acara mau pulang sama pacarnya. Sebenarnya gak malam-malam banget sih, sekitar jam 20.00 WIB, tapi jalanan yang menuju rumahku itu

Ternyata Dia

Oleh:
“Huh. Hampir saja aku telat.” Sambil terengah-engah aku masuk kelas dan duduk di bangku yang biasa aku tempatin, hari sabtu, jam pertama adalah pelajaran Biologi, Bu Lia guru pengampunya,

Aku, Kamu dan Kita

Oleh:
Aku duduk di sebuah taman dekat sekolah, menulis cerita tentang sebuah kisah persahabatan. Aku Hera, gadis SMP sama seperti kalian, menyukai musik, membaca novel dan dance. Aku mempunyai sahabat

Putus Cinta 6 Jam

Oleh:
Risky dan Olivia adalah sepasang kekasih yang baru jadian 2 minggu yang lalu. Olivia adalah seorang gadis manis dan cerdas yang telah jatuh cinta kepada seorang laki-laki tampan. Mereka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *