Mas Tegas, Hanya Untuk ku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 20 December 2012

Pagi itu, Aku berangkat dengan sepeda matic ku, dari rumah menuju sekolah pertamaku tingkat SMA, masih dengan seragam putih-biru ku dan cara dandan yang masih kanak-kanak, maklum lah.. baru lulus SMP hehe. Aku berjalan melewati koridor sekolah baruku, sambil menggendong tas punggung yang lumayan berat, aku mencari kelas X 5, yups kelas pertamaku di tingkat SMA. Setelah melalui seminggu masa Ospek, seharusnya aku sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan di sini, sekaligus dengan orang nya juga, akan tetapi aku masih enggan berurusan dengan mereka, aku bicara dengan mereka jika ada perlunya saja, hehe songong, emang iya, itulah aku. Tapi ternyata di kelasku ada anak yang lebih songong, kerjaannya Cuma mantengin layar hape, dan sama kayak aku, bicara kalo ada perlunya aja, sampek-sampek ada temen sekelasku yang diam-diam nyindir dia, “ tu anak kagak pedes apaya, dari tadi mentengin layar hape terus, tuh sampek wajahnya kayak layar hape “ katanya ketus, saat itu aku belum kenal siapa namanya, tapi dengar samar-samar dari temen yang lain ternyata dia namanya sindi, dan si anak yang lebih songong dari aku tak menoleh sedikit pun, “ Uh belagu “ fikirku dalam hati, tapi sesaat kemudian dia beranjak dari duduknya, dan keluar bergabumg dengan teman-teman dari kelas Ospek nya dulu, fikir ku dalam hati, “ Kayaknya, ni anak pilih-pilh deh dalam mencari teman, uh belagu banget ! “.
Oh iya aku lupa memperkenalkan diri, namaku Tata Ayu Wangi, dulu teman-teman smp ku biasa memanggil ku Tata, tapi entah teman Sma ini mau menaggil ku siapa. Hari pertama aku masuk sekolah rasanya biasa saja, malah rasanya aku mulai ingin mencari musuh, iya si cowok songong yang mukanya seperti layar hape itu, tapi mengapa semakin lama, rasa benci ini berubah menjadi rasa kagum ya, Ups! Mana boleh, fikirku dalam hati, tapi sungguh sebenarnya aku sangat mengaguminya, dia berwibawa, dan tegas sekali, pantas saja demikian, aku mendengar dari sumber yang terpercaya, bahwa dia dulu adalah mantan ketua osis di Smp nya, “Ooh,, pantas saja, Belagu “ ucapku seraya berjalan menyusuri koridor. Tapi ada dua rasa yang berkecamuk di hati ini,rasa benci dan rasa kagum, sampai-sampai aku menjulukinya “Mas tegas” soalnya aku belum tahu namanya, gengsi dong kalo minta kenalan ama cowok, pantasnya kan cowok duluan yang ngajak kenalan.
Lima hari telah berlalu, yaa mau gak mau, aku mulai akrab juga dengan teman-teman yang lain, karena aku sadar, nantinya aku juga akan membutuhkan mereka, dalam hal contek-mencontek heheehe. Dan tak terkecuali Mas tegas itu, kali ini dia benar-benar mengajak ku bicara, saat itu pada pelajaran matematika, dan kebetulan otak ku lumayan encer pada saat itu, kemudian tiba-tiba Mas tegas menghampiri ku, dan berkata “ Hai,, kamu tadi bisa ngejawab nomor ini kan ? ini aku gak faham caranya gimana sih ? “ dia bertanya dengan sangat sopan, begitu sangat menghargai wanita, fikirku. Lalu aku lumayan pasang lagak songong di depannya, mengajarinya dengan tanpa melirik wajahnya sedikitpun, padahal dalam hati aku sangat bahagia, dan tak ingin melewatkan momen-momen menakjubkan ini, tapi kemudian aku selesai dengan ke songongan ku, dan dia kembali ke tempat duduknya, dengan wajah faham, setelah aku ajari tadi tentunya, hehe. Walau sebenarnya saat ini aku sudah mengetahui namanya, akan tetapi aku tatap senang menanggilnya Mas tegas.

“ teeeet teeeeeeeet teeeeeeeeeet “ suara bel kebebasan telah berbunyi, aku berkemas dengan santai, dan seperti biasa aku akan berjalan sendiri melewati koridor siang ini, saat kaki ini melangkah keluar dari garis pintu, ada suara yang memaksaku untuk berhenti, “ Eh,, tunggu sebentar .. “ ucapnya dari belakang, sambil sedikit berlari, aku hafal betul, itu suara Mas tegas, setelah aku menoleh, ternyata iya, whaaaa mimpi apa aku semalam, triakku dalam hati, namun tetap pada posisi songong, hanya menoleh lalu kembali menghadap ke depan, “ Hei maaf ya mengganggu “ “ Oh ga papa kok, “ ucap ku ketus, “ Emm aku boleh minta nomor telfon mu “ ucap nya lagi sambil merogoh ponsel Xperia dari kantung clananya, dengan nada sedikit gugup, sebenarnya aku ingin tertawa melihat kelakuannya yang aneh ini, tapi aku tetap pada sandiwara ku. Dia mencatat nomor telfon ku sambil gemeteran, entah takut pada ku, karna aku terlalu jutek, atau dia gak biasa bicara dengan cewek, hehe aku juga tak tahu, apa penyebabnya. Tapi sebenarnya saat itu adalah saat-saat paling bahagia dalam hidup ku, Mas tegas, dengan sangat tegasnya meminta nomor telfonku hehe.

Selepas hari itu, aku semakin akrab dengan Mas tegas, kini aku menganggapnya sebagai kakakku, dan dia menganggapku sebagai adiknya, karena memang, dia satu tahun lebih tua dari aku, walau saat ini kita dalam satu tingkatan, yaitu kelas X. di samping aku, Mas tegas juga menjalin keakraban dengan salah satu wanita di kelasku, memang dia sangat cantik, aku akui, aku kalah cantiknya dengan nya, tapi sebenarnya kalahku cuma dihidung saja, punya tu cewek lebih mancung dikit ?, dan kedekatan mereka membuat ku agak sedikit galau, apa lagi ada gossip beredar bahwa mereka telah pacaran. “NYEEEEES” rasanya nusuk banget di hati, sangking gak kuatnya, aku netesin mutiara-mutiara yang biasanya aku jarang sekali mengeluarkannya, hanya untuk hal gak penting seperti ini. Aku berlari mencari Wc, layaknya di filem-filem, dari luar ada yang menggedor-gedor pintu kamar kecil itu, mau tak mau aku membukakannya, dia adalah Yosi, teman dekatku saat itu, lalu aku menceritakan semuanya, kemudian aku enggan kembali ke kelas, dengan alasan pusing, akhirnya Yosi mau mengantarkanku ke-UKS, pura-pura pusing dan aku bisa menenangkan diri di sana.

Tak terasa saat aku membuka mata di sampingku ada Lia dan Ocha, Lia adalah cewek yang sempat dekat dengan Mas tegas, dan Ocha adalah sahabatnya, dia memandangku dengan rasa bersalah, lalu memperlihatkan tas ku sambil berkata “ Ini Ta, tas kamu, kamu tadi sakit apasih ? “ tanyanya polos, aku hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih, tanpa menjawab pertanyaannya. Kemudian mereka pulang. Dan aku pun bergegas bangun dari ranjang uks, dan bergegas pulang juga. Saat aku keluar sambil sesekali menegok ponselku, ternyata ada beberapa sms dari Mas tegas, dia mencoba menjelaskan semuanya, tapi aku rasa itu bukan alasan yang logis, aku tetap diam sampai beberapa hari. Baru kali ini, aku berani mengacuhkan Mas tegas, saat nyata-nyata pagi itu dia berjalan ber-iringan dengan Lia, dan anak-anak juga pada menggosipkan tentang mereka yang sudah jadian sejak kemaren, tapi Mas tegas tak pernah menceritakann itu semua padaku. Kalian tentu bisa merasakan bagaimana rasanya hati ku saat ini.

Rasanya aku sangat membenci wanita yang berani-beraninya menggandeng Mas tegas, aku sakit hati, dan begitu sangat membenci mereka. Tapi pada akhirnya Mas tegas menjelaskan semuanya, aku mencoba bisa menerima itu di depannya, padahal hatiku sangat gak terima, begini penjelasnnya “Ta, aku pacaran ama Lia, hanya untuk status saja, karena aku kasihan sama Lia, dia di sukai ama Dikta, padahal Lia gak suka ama Dikta “ Dikta adalah salah satu teman yang paling menjengkelkan se kelas X, tapi aku hanya diam, coba bayangkan lelaki mana yang merelakan cintanya hanya untuk status, “ Ah bo’ong “ sahutku ketus lalu berlalu di depannya.

Mungkin karna aku tak merestuinya tak lama kemudian mereka putus, aku bahagia sekali melihat mereka putus hehe, walau tak bisa memiliki Mas tegas seutuhnya, seenggaknya tak ada seorangpun yang memilikinya. Saat itu juga aku mencoba memaafkan Mas tegas, dan rasa ini masih terpendam sampai saat ini.

Tamat

Cerpen Karangan: Ninis Afinda Deviana
Facebook: AainIst D’vinna Part II

Cerpen Mas Tegas, Hanya Untuk ku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mawar Putih Cinta

Oleh:
“Cinta? Kamu kah itu?”. “Ya, kenapa din?”. “Ada yang cariin kamu?”. “Siapa din?”. “Gak tau tuh”. “Mas andre rupanya, silahkan masuk”. “Mau minum apa mas andre?”. “gak usah repot-repot

Aku dan Kamu

Oleh:
Sore ini terasa sepi. Bagaimana tidak orangtuaku pergi ke bandung, biasa tugas pekerjaan. Aku masih santai duduk di teras depan ditemani kucing anggora lucu pemberian om vian setahun yang

Origami

Oleh:
“Ah seneng banget, seharian full gue bisa di deket lo” “Kapan sih lo jadi milik gue? Peka dong!” “Oh ternyata lo udah ada yang punya ya? Maaf gue terlalu

Bukan Karena Cinta Kak

Oleh:
Percayalah kak, ini bukan kisah cinta, dan bukan pula karena aku mencintaimu. Memang teman-teman sering menafsiriku bahwa aku tengah jatuh cinta sama kamu. Tidak…! Itu salah kak, jangan pernah

My Stepbrother

Oleh:
Senyuman terus terpancar di wajah seorang wanita dengan balutan gaun berwarna pastel yang berdiri dengan anggun bersama pria pujaannya, wanita yang masih terlihat cantik di usia yang tak muda

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *