Me And You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 20 January 2016

Tak disangka aku menangis tersedu-sedu saat ku tahu orang yang ku sayangi akan pindah sekolah dan kita tidak akan pernah bertemu lagi untuk selamanya. “Dion, apa kamu benar-benar akan pindah? kamu yakin?” dia hanya mengangguk mengiyakan tanpa menjawab pertanyaanku, “tapi Dion nanti kita nggak bisa seperti dulu lagi..”
“Natasyha, kita kan bisa tetep berhubungan sekarang kan zaman sudah canggih.” Aku sedih mendengar apa yang dia ucapkan kepadaku, yang ku tahu dia akan meninggalkan kota jakarta dan akan pindah ke paris dan tidak akan pernah kembali lagi.

Tanpa ia tahu bahwa aku sangat mencintainya, ya dia hanya tahu bahwa aku sahabat baiknya. Apa yang harus aku lakukan apa aku harus menceritakan semuanya kepadanya. Aku pun menceritakan kepindahan Dion dan keluarganya kepada teman-temanku. “Dion akan pindah, itu berarti kamu tidak akan bertemu dengannya.” ucap temanku Lulu.
“lalu aku harus bagaimana agar Dion nggak pindah, aku pasti akan merindukannya..” ucapku dengan bersedih hati.

“bagaimana kalau kamu kasih tahu sama dia kalau kamu suka sama dia biar dia nggak jadi pindah..” saran temanku Rara. “bagaimana kalau kamu buat surat cinta aja.” tambahnya dengan percaya diri, aku hanya menatapnya tak percaya yang jelas aku sangat malu untuk mengatakannya atau membuat surat cinta itu sama saja menurutku. Baiklah aku ikuti saran mereka, semalaman aku buat surat cinta buat Dion mataku pun mulai mengantuk. “hoam..”

Pagi di sekolah aku mencari Dion tapi aku tidak melihatnya mungkinkah dia sudah pindah. Aku segera menghampiri kedua temanku. Saat aku masuk kelas mereka segera bertanya kepadaku sebelum aku bicara kepada mereka. “kamu ke mana aja kita cariin juga. Lo tahu nggak kalau Dion sekarang udah di bandara..” ucap Rere.
“beneran ya udah kita ke sana sekarang..”
“iya, tapi bentar lagi mau bel.”
“udah yuk, aku harus kasih ini ke dia..”

Sambil ku tunjukkan surat cinta itu dan secepat kilat aku mengajak mereka menyusul Dion. Saat di depan tidak ada kendaraan pun yang lewat. Saat ku lihat ada bajaj segera ku berhentikan, aku dan teman-tamanku menaiki bajaj walaupun mereka mengomel kepadaku karena pake bajaj. Sesampainya di bandara aku segera turun dari bajaj dan segera membayar ongkos. Aku mencari Dion dan tidak ku lihat dia di mana-mana.

“Nat, lihat dia di sana..” ucap Lulu, aku segera menghampiri Dion aku berharap Dion melihatku.
“Dion..!!!” teriakku padanya, Dion pun menengok ke arahku.
“Nat kamu di sini?”
“Dion aku mau kasih sesuatu buat kamu..”
Aku segera memberikan surat cinta itu padanya.

Saat ia membuka dan membacanya yang ku takutkan apa yang ku lakukan adalah hal konyol. Saat ku lihat ekspresi wajahnya dia hanya tersenyum, aku takut senyumnya itu sebuah pertanda buruk bagiku. “Natasyha aku juga punya perasaan sama seperti kamu tapi aku kira kamu hanya menganggapku sahabat tapi…” aku tersenyum bahagia mendengar apa yang dia ucapkan. Akhirnya semua usahaku tidak sia-sia. Dion tetap pergi dan kita saling menunggu satu sama lain.

Selesai

Cerpen Karangan: Ritna Dewi
Facebook: Dewi Nha
Menulis dan mengarang adalah hobi dan cita-cita saya. Saya berharap dapat menjadi seorang penulis terkenal.

Cerpen Me And You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kepastian Cinta

Oleh:
Mengenal cinta tidaklah mudah, apalagi memahaminya. Sangat sulit sekali. Di masa depan, di mana tak seorang pun tahu apa yang terjadi pada kemudian hari. Semua hal yang penuh dengan

Happiness

Oleh:
Namaku Zidane Rizqy Ramadhan. Dan cewek yang ada sebelahku ini namanya Adeeva Afsheen Myesha. Deeva ini adalah sahabatku dari TK hingga kelas 3 SMA sekarang ini. Sebernanya aku menyukainya

Mencari Kata yang Tepat

Oleh:
Langit mulai mendung ketika Dira melangkahkan kaki untuk berangkat sekolah, dengan hati yang tetap senang ia menunggu bus di halte. Tidak lama kemudian hujan mulai turun dan Dira merasakan

Aku, Rin

Oleh:
“Aku kan sudah bilang padamu. Jangan dekati area itu! Kenapa kau tidak menurut? Ha?!” Protektif. Lelaki bawel. Hah! Dan juga, aku masih anak SMA. Tidak bisakah aku menikmati masa

Gerobak Dangdut Cinta

Oleh:
Suasana malam sudah mulai mencekam, lolongan anjing pun menambah kemistikan malam ini. Perkenalkan sebelumnya, nama gue Ricky ini kisah gue dan dua orang teman gue Darko dan Tomy, kita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *