Melupakanmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 10 March 2019

Malam itu masih ku melihatmu, hanya melihat dan memandangmu. Dan pada malam yang berbeda kau menghampirikiku untuk meminta nomor handphoneku. Setelah beberapa hari pun kau baru mengirim pesan padaku. Taukah kamu apa yang kurasaakan saat itu? Apakah kau juga merasa apa yang aku rasakan? Tapi entah lah…

Setalah itu aku dengannya sering berkomunikasi dan kami pun menjadi akrab. Hati ini pun mulai mengagumimu. Kau bukan hanya tampan tapi kau sopan, baik hati, tidak sombong, dan yang paling penting kau taat pada agama.

Waktu pun berlalu sangat cepat dan kami pun masih akrab. Dan pada suatu hari pun aku bisa sangat dekat dengannya hal itu pun tak pernah kubayangkan sebelumnya. Aku pun diboncengnya naik motor. Perasaan ini menjadi tak karuan. Senang dan malu jadi satu. Tuhan apakah ini memang sudah jalanmu atau?! Ah entahlah nikmati waktu saat ini.

Namun setelah sekian lama pun entah ada apa dengannya? Dia mulai berubah. Sulit untuk berkomunikasi dengannya. Dan pada akhirnya aku bosan jika terus untuk memulainya lagi. Tapi setelah aku mulai ingin melupakannya tiba-tiba dia masuk lagi di kehidupanku aku pun mulai lagi mengaguminya. Dan berjalan hampir setiap aku ingin meluapakannya dia pun datang lagi. Sampai suatu saat aku menulis pesan padanya untuk terakhir kalinya. “aku mencintaimu sampai kau akan mengerti dengan sendirinya”.

Pesan itu terakhir untuknya. Dan sekarang aku pun memilih untuk melupakannya. Namun cinta ini masih ada untukmu. Tapi cinta ini yang kusimpan bukan hasrat untuk memiliki. Cinta ini suatu saat nanti akan pudar. Dan cinta ini akan hilang selamanya untukmu

Cerpen Karangan: Indah Lestari
Blog / Facebook: Indah Lestari

Cerpen Melupakanmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketika Memilih Setia Atas Pengkhianatan

Oleh:
Di penghujung Desember hujan semakin deras. Sedangkan siang tak lagi tampakkan hangatnya. Siang mengantarkanku pada gigil rindu yang meluluh lantahkan badai pengkhianatan. Dimana lagi akan ku temui terik? Sedangkan

The End (Part 2)

Oleh:
Tak terasa, ujian semester pertama dimulai. Aku, Richard, dan yang lainnya tengah menjalani ujian. Sering tertangkap oleh mataku Richard terlihat pucat. Terkadang ia memegang bagian perutnya. Itu membuatku cemas.

Warmness In The Soul

Oleh:
Rintik hujan membasuh bumi. Menorehkan suasana dinginnya tubuh dan hati. Cuaca seolah-olah seperti torehan pena sutradara. Ya, suasana yang cukup dramatis, sedramatis kehidupan di bumi ini. Hujan pun semakin

Penantianku

Oleh:
Sore ini aku berada dalam kesunyian seorang diri. Yang terdengar hanyalah suara-suara adzan yang mengitari telingaku. Di tengah kota yang begitu ramai dan megah ini aku duduk dan menekuk

Secangkir Kopi: Cinta

Oleh:
Ini rasa yang aku sembunyikan selama tiga tahun. Waktu sebelum panitia wisuda memanggil namaku sebagai mahasiswi dengan IPK terbaik. Waktu sebelum kamu menarik tanganku, dan mengajakku bercumbu dengan hujan.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *