Menanti Sebuah Pesan Singkat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 29 May 2017

Hari ini, kulihat matahari bersinar terang di ufuk timur.
“Tik-tok-tik-tok”, waktu berdetik melingkar menghabiskan hari.
“Selamat pagi kak, good luck ya buat ospek pertamanya”. bunyi pesan singkatku untuknya. Namun, hingga hari menjelang siang belum ada balasan pesan singkat darinya.

“Selamat siang kak, bagaimana dengan ospeknya? lancar kan?”. Tetap saja pesan singkat itu belum juga ia jawab. Malam pun menyapa diiringi senja yang menghampiri. aku masih semangat untuk kepo-in hari-harinya.

“Selamat malam kak, selamat istirahat, nice dream ya”.

Malam telah berganti dengan fajar yang mulai menyapa. “Dert-dert-dert”. Aku terbangun karena sebuah pesan masuk di layar HP ku. “Iya makasih”. Balasan singkat darinya (seseorang yang aku kagumi). OMG! bahagianya hati ini, akhirnya dia membalas pesan singkat dariku.

Kulalui pagi ini dengan senyum dan ceria pagi. “Hai kak, selamat siang, bagaimana ospek hari keduanya?”. Tetap saja tak dibalas olehnya. Kadang aku berpikir apakah aku terlalu mengganggunya ya? entahlah!. Oke, mulai hari ini aku tidak akan lagi mengganggunya. Detik waktu menelan hari, hingga genap satu minggu aku tak lagi mengirim pesan singkat untuknya. “Diamlah, diamlah dari kata yang bisa menjadi bumerang untukku”. Hibur diriku.

Sore itu… Menghilangkan rasa bosan di tepi telaga, menatap sunset di sisi percikan air yang menyilau, tersorot cahayanya. Tiba-tiba bayangan itu! terlihat seraut wajah yang pancarkan rasa.
“Ah! mungkin cuma halusinasiku saja”. Ungkapku sembari melemparkan kerikil ke arah telaga. “Halusinasi? halusinasi apa?”
“Tiba-tiba seorang lelaki menyaut kata-kataku. Seketika wajah ini menengok, memalingkan pandang dari luasnya air telaga. Antara percaya dan tidak percaya, antara mimpi dan nyata. Seakan kelu bibir ini untuk mengucapkan sepatah kata.
“Hai”. Ujarnya.
“Ha… ha… hajjuuiing”. Ups, hal konyol apa-apa an ini.
“Maaf kak”
“Hmm, iya”

Langsung ia (lelaki yang kukagumi) beranjak dariku. Apa karena aku kurang sopan bersin di depannya, apa karena grogiku? Apa karena ia ingin menghindar dariku? Entah, belum kutemukan jawab dari pertanyaanku. Sulit untukku menebak dari tingkahnya. Cuek, cuek, cuek, dan cuek yang bisa ia utarakan. Entah bagaimana perasaannya padaku. Haruskah detak hatiku mati karenanya, detak cinta yang akan membunuhku, walau sempat lelah aku menanti, walau hanya sebuah pesan singkat darinya.

Cerpen Karangan: Depit Herlinasari
Facebook: Depit Herlinasari
Assalamu’alaikum, aku Depit Herlinasari, umurku 19 tahun, dan sekarang aku bekerja di sebuah rumah tangga untuk mencari biaya kuliah tahun depan InsyaAllah. Ini adalah kiriman cerpen perdanaku, semoga teman-teman suka dan terhibur ya. Terimakasih. Wassalam.

Cerpen Menanti Sebuah Pesan Singkat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Randa Tapak Mejikuhibiniu

Oleh:
Suara siulan burung menemani keheningan di dinginnya kebutaan pagi pada hari ini, Tiwi seorang gadis duduk di depan cermin memandangi wajahnya. Tiwi percaya bahwa ia hidup dalam kesempurnaan, tetapi

Sail In My Heart

Oleh:
Aku lelah berkaitan dengan waktu Mungkin karena perjalanan hati yang jauh dan berliku Aku pernah menyerah karena waktu selalu mengecewakan Di saat kudengar detaknya mengeras, ku menatap dia masih

Cinta Aku Kamu

Oleh:
Gue hidup dalam keluarga yang yang serba berkecukupan yah… Bisa di bilang kaya gitu loh. Gue bersyukur hidup tanpa kekurangan materil. Sehari hari gue selalu tersenyum dan happy. Hingga

I Love U My Haters

Oleh:
Siang merangkak mengusir pagi. matahari sudah ada di puncaknya, aku tidur nyenyak di atas ranjangku yang empuk. “resa bangun, kamu kesiangan!”. mama menarik tanganku untuk bangun, tapi kuacuhkan saja.

Kehilanganya

Oleh:
Aku memcoba membukakan mata ku, yang terbangun dari mimpi indah ku, sorotan sinar mentari memantul ke arah jendela kamar “ya ampun sudah siang” gumam ku dalam hati segera ku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *