Mencintaimu Apakah Harus Sesakit Ini?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 17 October 2017

“Pagi nay,” sapa sahabatnya Dewi. “Pagi juga, Dew.” Balasnya dengan malas. “Wae?” Tanyanya. “Ah, gak papa kok, Dew.”, “Pasti masalah itu lagi yah? Udah lah Nay, cowok kayak gitu gak pantes buat lo. Lo cantik, baik, tulus sama dia. Dia nanti yang bakal nyesel udah ninggalin lo!”, “Thanks yaa buat supportnya.” “Ya ampun Nay, lo tuh sahabat gue. Gue gak mau cowok kayak dia nyakitin lo gitu aja. Sekarang lo fokus aja buat bahagia, lupain apa yang bikin lo sedih, itu cuma buang-buang waktu doang”, “Iyaa wi, thanks banget yaa.”

Nayla Inayah, siswi kelas 3 SMA. Lahir bulan November 17 tahun yang lalu. Hidup di keluarga sederhana, anti hoax dan sombong bila belum kenal. Arezaldi Putra, hampir 2 tahun pacaran dengan Nayla, namun masih memiliki perasaan dengan Rika, mantan kekasihnya. Hobby mendaki gunung dan bodo amat sama orang.

Banyak sahabat Nayla yang ngusulin buat mutusin Reza, entah kenapa Nayla masih tetap perjuangin Reza. Sakit rasanya melihat orang yang kita sayang masih menyayangi orang lain. Namun, di sisi lain kita memilih bertahan untuk orang yang nggak tahu hatinya untuk siapa.

Hari itu tepat 2 tahun Reza dan Nayla jadian. Reza mengajak Nayla untuk naik ke gunung Semeru, untuk menikmati suasana alam di sana. “Kata orang, kalo kita berhasil ngelewatin tanjakan cinta ini tanpa nengok belakang sambil ngebayangin orang yang kita sayang, kita bakal jodoh sama mereka.” Ujar Reza. “Haha, yang aku tahu jodoh itu di tangan Allah.”, “Percaya nggak percaya sih,” balasnya.

Hari mulai gelap, mereka memutuskan untuk ngecamp di Ranukumbolo, yang konon kata orang itu adalah surganya gunung Semeru. Reza mulai memasang tenda untuk mereka tidur, Nayla hanya memandang bintang di langit sambil menunggu Reza selesai, dengan tatapan kesedihan dan penuh pikiran, Nayla larut dalam rasa sakitnya. “Apa seperti ini tuhan? Sakit rasanya menerima semua ini.” Ucapnya dalam hati.

“Nay, ngapain di sini? Tendanya udah selesai tuh.”, “Aku pengen ngomong sesuatu. Aku tahu kok kalo kamu masih suka sama Rika, dan berharap bisa balik lagi sama dia, aku bisa apa? Sikapmu ke dia sama ke aku aja udah jauh beda, aku ikhlas kok. Emang dari awal kisah kalian belum selesai kan? Aku gak masalah jika memang kamu bakal ninggalin aku, toh kamu juga sering nyuruh aku buat nyari cowok lagi. Aku gak marah soal perasaanmu, maaf ya udah nyiksa kamu untuk terus sama aku.” Ucapnya dan langsung pergi menuju tenda.

Pagi harinya Nayla mutusin untuk menuruni gunung sendirian, Reza masih tertidur pulas. Sejak hari itu, Nayla gak pernah ketemu dengan Reza, kabar terakhir yang dia dengan bahwa Reza jadian lagi dengan Rika. Namun hubungan mereka gak berjalan lancar, karena Rika suka balas chat cowok lain. Dan entah kenapa, Reza ngebandingin Rika dengan Nayla, Nayla yang gak pernah suka ngebales chat cowok lain, yang gak pernah marah jika harus nunggu lama, yang selalu berada di samping Reza dalam keadaan apapun. Namun sudah cukup terlambat untuk mencari Nayla sekarang. Dan sampai sekarang, Reza gak menemukan wanita yang tepat yang seperti Nayla, Reza ingin Nayla kembali. Namun keinginan itu gak akan pernah terwujud. Dan benar, bahwa penyesalan memang selalu di belakang.

Untuk Reza,
Aku tak pernah membencimu karena engkau masih mencintai wanita lain. Karena rasa sukaku lebih besar daripada rasa benciku. Aku sangat menyayangimu, namun aku juga nggak mau kamu tersiksa karena harus terus sama aku. Aku gak mau menjadi egois untuk kebahagiaanku sendiri, aku ingin kamu bahagia. Maaf yaa udah membuatmu tersiksa karena kehadiranku, kamu bener kok. Mungkin aku emang hanya suatu kesalahan buatmu.
Moga langgeng yaa.

Nayla

Cerpen Karangan: Ismiyatul inayah
Facebook: Ismiyatul Inayah
Nama saya Inayah, cerita ini berasal dari kisah nyata sabahat saya. Saat ini saya duduk di rana mahasiswa, sedang melaksanakan semester 2 di Universitas Trunojoyo Madura. Temui saya di instagram: ismiyatul_inayah

Cerpen Mencintaimu Apakah Harus Sesakit Ini? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dia Kekasihku Bukan Musuhmu

Oleh:
Pagi itu aku tengah duduk melamun di dalam kelas. Jam masih menunjukan pukul 06.30 sehingga kelasku masih sepi. Kubayangkan seseorang yang sangat cantik tengah tersenyum apik kepadaku. Sungguh, sejak

Senja

Oleh:
Felly terdiam di sudut ruangan. Ia hanya bisa menatap keramaian orang yang tengah menari di bawah cahaya lampu yang minim. Matanya yang sayu hanya bisa membantunya berjalan setelah ia

My Angel

Oleh:
3 Juli 2014, pukul 23.30 di taman kota, terlihat seorang gadis dengan kuncir kuda yang rapi sedang berlari mengejar anak anjing yang sedang berlari di depannya. Gadis itu berusaha

Malaikat Dari Perpustakaan SMANSAGI

Oleh:
Pagi itu terasa jam sangat cepat berjalan, aku berlari-lari menuju kelas. hufffttt, sampai di kelas nafasku terengah-engah seperti orang habis lari karena di kejar-kejar hantu saja. Itu sudah jadi

Dilema

Oleh:
“Ttit… tit… tit… tit…” suara handphone ku berbunyi. “Hmmm… siapa ya yang ngesms ku, mungkin dari my chiby” kataku dalam hati sambil berjalan ke kamar untuk mengambil handphone. “Desta,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *