Mengapa Harus Kembali

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 7 June 2017

Sepanjang hari kucoba usir segala perasaan rindu di hatiku ini, namun semakin kucoba rasanya aku semakin lemah, “kumohon pergi” desahku. Semuanya percuma karena perasaan ini seakan bersahabat dan tak ingin berpisah walau sesaat denganku. Ingin rasanya kuteriakan semua perasaan yang bergemuruh dalam hatiku ini namun lagi-lagi hanya butiran ketulusan yang menjawab dari balik penglihatanku.

Torehkanlah sejuta kesedihan di pipiku mengalir jauh dan bawalah pergi semua lara yang menderaku. Aku lelah dengan perasaan ini, perasaan yang tak bosan-bosannya menguras semangat dan air mataku, mengapa ada lelaki sepertinya yang begitu tega, mengapa ada hamba sepertinya yang begitu mudah menancapkan luka di hati wanita lemah sepertiku…?

Apakah engkau merasa bahagia dengan menatapku terpuruk seperti ini…? Andai aku mampu ingin rasanya kutanyakan langsung di hadapanmu, namun sayang kini aku hanya mampu bercengkrama dengan hembusan waktu yang senantiasa setia menyaksikan langkah yang kuayunkan dengan sisa semangat yang kupunya. “kejam”. Bisikku pada sang rembulan kala malam tiba. Aku tak mengerti dengan cinta yang pernah engkau ucapkan, apakah hanya sebatas ungkapan yang terlontar ketika engkau butuh perhatian kemudian engkau campakkan ketika engaku telah bosan…? Ataukah hanya sekedar candaan yang bisa membuatmu tersenyum di atas puing-puing luka di hidupku, “entahlah”. Mungkin hanya engkau dan tuhan yang tau jawaban atas semua yang tarjadi dan biarlah waktu yang menyaksikan semuanya.

Terkadang senyuman itu meembuatku tegar namun tak jarang ia menjadi sembilu yang seakan-akan tak rela melihatku tersenyum walau sesaat. Ingin rasanya aku bangun dinding-dinding kebencian namun rasa cinta yang teramat dalam selalu merobohkannya. Aku ingin membuatmu bahagia dengan cinta yang kupunya dan aku telah berusaha, kuberikan seluruh perhatian dan kasih sayangku, ketulusan dan kesetianku, namun apa yang kuterima…? Kepergian tanpa alasan…? Keputusan sepihak…? Atau kekejaman yang sungguh menakutkan…?

Kini dengan sisa cinta yang aku punya, aku masih saja berusaha membahagiakanmu walau tak jarang keadaan ini menyiksaku, yaaach… Kulakukan semuanya dengan harapan hatiku yang terluka bisa terbalut, namun sepertinya percuma, harapan yang telah terlanjur kususun tinggi membuatku tak berdaya menahan sakitnya ketika ia harus runtuh sesaat.

Semoga suatu saat waktu itu akan tiba. Waktu dimana aku bisa memiliki kebahagiaanku tanpa ada seorang pun yang akan merampasnya dariku. Cukuuuup… Pergi, biarkan aku tersenyum, tolong jangan datang dan merusak ketenanganku, biarkan aku sendiri. Tidak cukupkah penderitaanku, belum cukupkah air mataku… Harus sampai kapan…? Pergiiiiiii… Dan jangan pernah kembali… Biarkan aku dengan kehidupanku sendiri usah kau pedulikan lagi. Jika memang semua yang kau beri hanya sebagai wujud rasa bersalah atau kasihanmu padaku, tak usah aku tak butuh kasihanmu, aku yakin aku mampu tanpamu karena aku masih punya alloh yang akan menjagaku dan setia menemaniku.

Cerpen Karangan: Samiatul Ahyani
Facebook: Samiatul Ahyani

Cerpen Mengapa Harus Kembali merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Mau Lagi

Oleh:
Sakit… sakit dan sakit!!! Perih hati tergores sembilu tajam. Mati rasa ini. Ku ingin tenggelamkan segala cerita cinta dengannya di Samudera Pasifik. Ku banting hati dan segala janji manisnya

Vicky (The Series of Haztin) Part 3

Oleh:
Dunia yang aku temui saat ini, berbuih putih dengan awan mengelembung bagai balon. Ada kapas-kapas berwarna merah muda. Seseorang memegang tanganku, membangunkan aku, seseorang dengan wajah berbalut awan. “Kamu

Salah

Oleh:
Lelah batinku membohongi diri sendiri yang terkadang membuatku merasa bersalah hingga menyalahimu yang tak bersalah. Aku gadis yang kau kenal cukup ramah, selalu ceria, bahkan aku mampu menutup rapat

Dia Masih Sahabatku

Oleh:
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur disakiti, diperhatikan dikecewakan, didengar diabaikan, dibantu ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian…. Namaku jane marisa,

Paparazi

Oleh:
Mentari pagi menusuk kulit dan seragam putih abu-abu yang kini ku kenakan. Setiap kali aku ke sekolah selalu mendendangkan lagu yang tak jelas. Terkadang aku juga suka bersiul-siul di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *