Menggapaimu Bukanlah Mimpiku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 January 2017

Ku tak bisa menggapaimu
Tak kan pernah bisa
Walau sudah letih aku
Tak mungkin lepas lagi

Lagu itu menggambarkan perasakanku kepada pemain basket di sekolahku, namanya Rizky, siswa yang disukai setiap wanita di sekolah ini, begitu juga dengan aku yang suka sama dia saat pertama kita ketemu, saat aku dan dia menjadi murid baru di sekolah ini, aku sangat menyukainya, aku sering menghabiskan waktuku hanya untuk melihat dia latihan basket, mungkin dia tidak pernah memperhatikan aku, yang rela kepanasan melihat dia latihan, bagiku itu tidak masalah asalkan aku bisa melihat cowok yang selama ini aku idolakan.

Hari Senin yang nenyebalkan, karena upacara yang tidak pernah aku suka, tapi hari Senin ini berbeda saat Rizky yang menjadi pembina upacara, aku rela upacara seharian asalkan Rizky yang menjadi pembinanya.

“Yan, tukeran tempat dong!”
“apaan sih kamu Rei, aku kan lagi seru melihar pangeran tampan, yaaa, aku hanya bisa melihat Rizky dari belakang, setelah upacara aku langsung masuk kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasa tapi pikiranku tetap tertuju kepada Rizky, “kerjakan tugas halaman 75-100 besok dikumpulkan”
“banyak banget sih pak”
“apa kalian mau Bapak tambah tugasnya”

Bel pulang pun berbunyi, dengan malas aku melangkahkan kakiku untuk pulang, setelah rumah aku langsung mengerjakan PR sampai aku lupa makan siang dan makan malam, tugas yang begitu banyak membuat aku begadang sampai larut malam.

“Bangun, bangun, apa kamu tidak sekolah ini sudah siang, sana buruan mandi mama tunggu di ruang makan”

Segera aku menuju kamar mandi, setelah mandi aku langsung menemui mama, “maaf ma, aku tidak sarapan aku sudah telat, aku berangkat dulu ma”

Karena jarak sekolah yang tidak terlalu jauh berlalu hingga Gubrakkk, “aduh siapa sih, kamu jalan pake mata tidak sih” “maaf aku tidak sengaja” sambil membantu aku berdiri, betapa terkejutnya aku melihat yang barusan menabrak aku itu Rizky, “gak apa-apa kok, aku yang salah, maaf ya aku buru-buru”
“aku Rizky” dia menyodorkan tangannya kepadaku, apa ini mimpi aku bengong melihat pemandangan yang selama ini aku khayalkan, “Aku Reina” sambil membalas jabatan tanganya “nama kita lucu ya, sama R depannya”
“apaan sih” aku terseyum malu, “aku duluan ya” dia pergi berlalu meningalkanku, OMG, mimpi apa aku tadi malam bertemu dengan pangeran impianku.

Bel pulang sekolah pun berbunyi, aku langsung ke luar sekolah seperti biasanya aku pulang dengan jalan kaki, tiba-tiba tit, tit, tit “Rei, kok kamu jalan kaki sih?” ya ampun Rizky, “ya, ky, rumah aku dekat kok” selalu salting saat dengan Rizky, “aku antar pulang ya sekalian mau kenal kamu lebih jauh lagi”
Belum sempat aku menjawab dia langsung menarik tanganku, di perjalanan aku diam dan berpikir apakah khayalanku menjadi kenyatakan, “kamu kok diam aja sih Rei”

“itu rumah aku Ky! Makasih ya” aku langsung masuk rumah sambil senyum-senyum sendiri
“kamu kenapa sayang”
“gak apa-apa kok ma, aku ganti baju dulu” aku langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhku di atas kasur “apakah ini mimpi, ini bukan mimpi.

“Rei, ada tamu”
“siapa ma?”
“mama gak tau katanya teman kamu” aku langsung keluar

“Rizky, ngapain kamu kesini”
“Hay Rei, gak ada apa-apa kok aku cuma mau main” ternyata Rizky orangnya baik juga tidak salah jika selama ini aku suka sama dia “besok aku jemput ya Rei, besok aku ada acara tanding basket persahabatan di sekolah aku mau kamu nonton dan memberikan aku semangat”
“Aku pasti nonton kok”
“Makasih aku pulang dulu ya, sampai jumpa besok”

Rencana yang Rizky buat gagal dia tidak menjemputku, di sekolah aku langsung mencari Rizky, ternyata dia lagi latihan, dia langsung nyamperin aku, “maaf Rei, aku tidak menjemput kamu, makasih kamu sudah datang aku pasti tambah semangat”

Pertandingan pun dimulai, dan tim sekolahku pun menang, aku lihat Rizky seneng banget, Rizky naik di atas panggung sambil terus menatap aku “mohon perhatiannya aku mau berterima kasih kepada seseorang karena sudah memberi aku semangat, aku mau dia naik di atas panggung Reina” semua mata pun tertuju kepadaku, Rizky langsung menarik aku naik ke atas panggung, “Rei, sudah lama aku memperhatikan kamu, aku sengaja menabrak kamu waktu itu, agar aku bisa kenal sama kamu, aku tidak bisa membohongi perasaanku, aku cinta sama kamu, aku mau kamu jadi pacar aku” aku diam membisu dan sesekali menatap mata Rizky, kelihatannya dia serius dengan ucapanya “Terima, terima, terima!!!” teriak semua murid sekolahku, aku mau bilang kalau aku mau jadi pacar Rizky, tapi aku malu, daripada aku kehilangan kesempatan emas ini aku menepis rasa maluku, “aku mau jadi pacar kamu Ky”
“yes, uhuy” Rizky langsung senyum kepada teman-temanya “makasih ya, ini adalah kemenangan yang sesungguhnya.
Hari-hariku aku lewati dengan Rizky, bersama dengan kebahagian, terima kasih Tuhan atas kebesaranmu

Cerpen Karangan: Maya Setiyani
Facebook: Maya Setiyani

Cerpen Menggapaimu Bukanlah Mimpiku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Halaman Terakhir

Oleh:
Kicauan-kicauan burung di balik jendela pun membangunkan tidurku. Ku lihat matahari mulai beranjak naik, ku tengok jam dinding yang menggantung tepat di atasku. Ah ternyata sudah jam 07.00. Aku

Struk Belanja Cinta

Oleh:
Pernah merasakan cinta? Atau mungkin kamu pernah terpana melihat seseorang, lantas isi dadamu bergetar tak beraturan? Kalau kamu pernah merasakan itu berarti kamu sudah jatuh, jatuh dalam keindahan cinta.

Berbagi Rasa (Part 2)

Oleh:
2 Tahun Kemudian. 2 tahun telah berlalu kini aku sudah menjadi seorang mahasiswi, tak ku sangka waktu begitu cepat berlalu dan tak ku duga juga akhirnya aku bertemu dengan

Taplak Meja Persahabatan

Oleh:
“Mulai Senin depan, tepatnya tanggal 21 maret sampai dengan tanggal 26 maret kalian akan melaksanakan Ujian Praktik, persiapkan dengan benar-benar sehingga mendapatkan hasil yang maksimal,” tutur Mr. Smith selaku

Senja Yang Kedua

Oleh:
Mentari senja di pingir pantai menjadi kisah hidupku yang indah dengan lelaki yang kusayang, saat itu sunset menyinari tubuhku dan menjadi saksi kisah cintaku. Awalnya kita bertemu pada acara

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Menggapaimu Bukanlah Mimpiku”

  1. tasya says:

    Aku sk bgt cerpennya seru n bkn hati seneng bgt bacanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *