Menunggu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 31 October 2017

Matahari pagi ini cukup cerah secerah hati semua Siswa SMA Bina Bangsa saat memulai hari pertama di kelas baru. Ya… liburan telah selesai. Kini mereka memulai hari dengan kelas baru, teman baru dan wali kelas baru. Semua tampak sangat bahagia dan rindu berkumpul di sekolah. Dio masuk kelas 11 Ipa 2, dan dulu yang satu kelas sama dia di sini hanya Lina dan Merlin.

Ada seorang cewek yang menarik hati Dio. Entah siapa namanya dan cewek itu satu kelas dengan Dio. Cewek itu terlihat lembut dan sempurna. Lihat saja tubuhnya tinggi, rambutnya panjang lurus dan kulitnya bersih, senyumannya sangat manis. Dia duduk tepat di depan Dio.

Saat jam istirahat Dio menggambar wajah Putri. Dio memang jago menggambar. Gambar itu pun diberikannya kepada putri. Dan putri menerimanya. Dan bilang terimakasih sambil tersenyum malu.

‘Ahhh aku beri saja dia nama Putri.’ pikir Dio

Dua minggu telah berlalu. Setiap hari Dio bisa melihat Putri tepat duduk di depannya. Tapi nama asli cewek itu bukanlah Putri tapi Elyda. Saat guru menjelaskan Dio bukannya memperhatikan pelajaran malah merhatiin Putri.

Dio mencari tau semua tentang Putri. Termasuk no hp Putri. Dia mendapatkan no Putri dari Merlin. Karena Merlin dulu teman SMP Putri. Jadi dia punya nomor Putri.
Malamnya Dio pun sms Putri yang memiliki nama sebenarnya Elyda.

Dio: hai …
Putri: iya siapa ya
Dio: Dio. Kamu putri kan?
Putri: putri? Bukan
Dio: oh ya maksud aku Elyda. Aku kasi kamu nama putri
Putri: haaaa?

Dio sering smsan dengan cewek yang dianggap dia putri itu. Putri pun tidak sombong atau cuek. Putri selalu membalas sms dari Dio. Merekapun saling kasi perhatian, tanya kabar dan banyak lagi.
Sayang dio ke Putri pun semakin besar. Dio berencana akan nembak Putri tepat pada tanggal ulang tahunnya 2 minggu lagi.

Putri: Dio Lg ap?
Dio: Lg duduk aja di rumah putri.
Putri: aku udah bilang jangan panggil aku putri
Dio: jadi aku harus panggil apa?
Putri: Elyda. Kan namaku Elyda Diiioooo…
Dio: tak mau
Putri: Dio pacaran yuk

Haaaaaaaa Putri ngajak pacaran. Yang benar saja. Dio tidak pernah membayangkan kalau Putri akan bilang duluan. Padahal Dio telah berencana nembak Putri 2 minggu lagi. Dio pun punya ide pura-pura tidak pacaran dengan Putri. Dia tidak mau hubungan dimulai oleh perempuan. Biar Dio saja yang akan mulai sebagai laki-laki pikir Dio.

Dio: Lagi nggak mau pacaran.

Putri pun tak membalas lagi. Putri pasti merasa kecewa.
‘Sabar put, aku pasti akan menjadi pacarmu.’ Ucap batin Dio.

Semenjak saat itu Putri tidak pernah sms Dio. Dio sms pun tidak dibalas oleh Putri. Dio pun merasa Rindu. Dio berencana mengajak Putri ngomong saat jam istirahat.

“Put” panggil Dio
“Aku Elyda bukan putri.”
“Iya dehhh.”
“Dio maaf ya kita nggak bisa smsan lagi. Soalnya aku udah punya pacar sekarang.” Ungkap Putri bahagia.
Dio yang tadinya mau menjelaskan sesuatu bahwa dia udah sayang sama Putri sejak pertama masuk kelas akhirnya mengurungkan niatnya.
“Apa punya pacar” Dio terbata-bata berbicara. Ada rasa kecewa dan menyesal di hatinya. Mengapa begitu cepat Putri punya pacar. Dio pun hanya bisa tersenyum kepada Putri. Senyuman palsu yang menyembunyikan semua prasaan kecewa Dio.

“Hey Elyda.” Tiba tiba seorang cowok datang dan duduk di sebelah Putri. Mereka berbincang-bincang. Sedangkan Dio langsung pergi menjauh dari mereka.

‘Putri dan cowok itu terlihat dekat sekali, apa mungkin mereka pacaran, sebenarnya siapa sih cowok itu dan siapa pacar Putri.’ Bathin Dio

Saat pulang sekolah Dio melihat dan menatap sesuatu. Tatapannya tak berkedip. Ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Putri, cewek yang selama ini dikaguminya pulang bareng berboncengan dengan cowok tadi. Dio hanya bisa melihat mereka dari kejauhan. Rasanya kesal sekali tapi Dio tak bisa berbuat banyak. Ia pun mencoba tidak berpikiran yang aneh-aneh tentang Putri. Dia tetap menyayangi Putri tak berkurang sedikitpun. Kala itu tidak ada seorangpun yang bisa melukiskan hati Dio saat melihat Putri bersama orang lain.

Semakin hari mereka semakin dekat. Setiap hari cowok yang namanya Niko slalu ke kelas dan ke kantin bareng Putri. Mereka pergi dan pulang sekolah bareng. Ya cowok kemarin itu adalah pacar baru Putri. Niko namanya dan dia anak baru dari Bandung.
‘Entah kapan mereka dekat dan tiba-tiba saja pacaran. Aku tidak tau mengapa Putri bisa pacaran dengan cowok itu. Ya memang kalau dilihat mereka sangat serasi. cowok itu pandai bernyanyi dan main gitar. Soalnya dia sering nyanyi buat Putri di kelas. Dia memang tidak ganteng, tapi manis dan kelihatannya sangat mudah bergaul. Tubuhnya sangat gagah. Sedangkan Putri sangat cantik. Mereka adalah salah satu pasangan yang populer di sekolah. Maklum la kalau di sekolah ada yang pacaran pasti anak-anak satu sekolah pada tau. Siapa sih yang tidak tau tentang cinta mereka. Secara Niko adalah anak baru dari bandung yang sangat keren. Sedangkan aku bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Aku tak punya apa-apa untuk kuberikan kepada Putri.’ Pikir Dio. Dio terbaring di kamar sambil mendengarkan mp3 nya. Tubuhnya lemas tak ada semangat. Dan kemudian Dio pun tertidur.

Aku terpaksa menangis
Aku terpaksa merintih
Cahayaku semakin redup memilukan

Kau masih bisa kulihat
Suaramu masih bisa kudengar
Namun kenyataan ini mengharukan
Seseorang di sana telah memilikimu
Aku kan berdosa bila merindukanmu

Aku merasakan bagaimana sakitnya hatiku mencintai tanpa dicintai olehnya. Bagaimana asyik mengagumi sendiri tanpa pernah terbalas olehnya. Tapi aku akan terus menanti dan menunggu karena aku yakin Putri akan menyambutku dengan cintanya.

Saat pulang sekolah Dio melihat dari kejauhan. Ada Putri yang berlari dari kelas ke gerbang dan Niko mengejarnya. Wajah Putri seperti marah. Tapi tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada mereka.
‘Apa mereka bertengkar?’ batin Dio

Sore hari Dio latihan basket bersama teman-temannya. Yang buat aneh adalah kenapa Putri ada di sini. Menonton mereka main basket sendiri. Entahlah, Dio tidak mau banyak mikir. Justru karena kedatangan Putri membuat Dio semangat main basket.

Selesai latihan basket Dio pun menghampiri Putri dan duduk di sebelahnya.
“Hai Put…” sapa Dio
“Aku bosan bilang ke kamu kalau aku bukan Putri tapi Elyda.” Putri manyun dan menatap langit. Pandangannya menerawang.
“Jangan ngambek dong… Oh ya tadi siang kenapa main kejar-kejaran sama Niko?” Ledek Dio
“Habis Dia nyebelin.” Jawab Putri kesal
“Emang Dia kenapa?” Tanya Dio penasaran
“Kesal aja. Aku ajakin dia pulang malah nggak mau. Dia asyik sama temannya.”
“Kan selama ini kalian sering berdua. Masak Dia nggak boleh sama temannya aja. Kamu kok marah gitu. Jangan Egois. Ayo baikan sama Dia.” Pujuk Dio
“Iyalah… aku pulang dulu ya Dio.”
Putri pun pulang. Dio baru tau kalau Putri egois juga.

Saat ini jam pelajaran kesenian. Semua murid disuruh maju satu persatu dan bernyanyi. Lagunya bebas. Tiba giliran Dio untuk bernyanyi. Dio pun bangun dari tempat duduknya. Berjalan perlahan dan melirik Putri.
‘Lagu ini untukmu put’ batin Dio

Mungkin ini memang jalan takdirku
Mengagumi tanpa dicintai
Tak mengapa bagiku
Bahagiamu pun adalah bahagia untukmu
Bahagia untukmu

Telah lama kupendam perasaan ini
Menunggu hatimu menyambut diriku
Tak mengapa bagiku
Asal kau pun bahagia dalam hidupmu dalam hidupmu

Ku ingin kau tau
Diriku di sini menanti dirimu
Meski kutemui hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya

Seisi kelas pun hening, hanya ada suara nyanyian Dio. Seisi kelas sangat menikmati nyanyian Dio. Tidak ada yang tau kalau lagu itu adalah nyanyian hati Dio untuk Putri.

Sudah dua bulan ini Niko tidak lagi datang ke kelas. Putri pun terlihat murung. Saat tak ada guru Putri hanya membenamkan kepalanya di meja dan menutup mata, padahal ketika tak ada guru semua murid malah asyik sendiri dengan teman-temannya. Ada yang ngegosip, ada yang ke kantin, ada yang nongkrong di depan kelas. Dio pun heran melihat perubahan Putri. Ia pun mendekati Putri.

“Kamu kenapa?” Tanya Dio perhatian
“Nggak ada apa-apa kox.” Jawab Putri tapi tak bergerak. Kepalanya masi di atas meja.
“Oh ya udah lama ni nggak lihat Niko. Niko ke mana?”
“Kami udah putus” Putri pun mulai mengangkat kepalanya dari meja. Ia menatap ke arah papan tulis. Ada kesedihan di matanya. Ya mungkin Putri masih patah hati karena baru putus sama Niko.
“Put, nanti malam minggu jalan sama siapa?”
“Aku di rumah saja.”
“Jalan denganku mau?”
“Ah bohong. Aku tidak percaya. Maaf ya aku tidak bisa.” Putri sebenarnya ingin sekali mengiyakan dan jalan sama Dio. Tapi dia tak mau Dio memberi harapan palsu lagi dengannya. Putri tidak mau dekat dengan cowok dan sayang tapi tidak ada status kejelasan.

Sore ini Dio ada di rumah Merlin bersama Jolin, Theo dan Ahmad. Rencananya sih mau latihan Drama. Tapi dari tadi mereka belum latihan malah makan dan tertawa terus. Rumah Julie pun dibuat berantakan oleh mereka.
“Jahat Dio ni sama Elyda. Kau ya php. Elyda kan dari dulu suka sama kamu. Malah dimainin.” Entah apa yang terjadi kata-kata itu tiba tiba keluar dari mulut Merlin
“Cie… Dio…” ledek yang lain
“Ha yang bener!” Dio kelihatan kaget tak menyangka
“Iya, Elyda sendiri yang bilang kalau sebenarnya dia naksir sama kamu di kelas.”
“Aku nggak tau. Kan selama ini yang aku tau Dia udah punya pacar.”
Mereka pun mulai melupakan obrolan tentang Putri dan mulai untuk latihan.

Malam hari Dio terlihat gelisah. Apa benar Putri juga menaruh hati padanya. Diapun menghubungi Putri ngajak jalan. Putri pun mau. Merekapun berdua pergi ke sebuah Cafe.
Tiba-tiba Putri menyandarkan kepalanya di bahu Dio. Sontak Dio pun kaget.
“Put!!”
“Kamu kapan nembak aku?” Tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulut Putri.
“Aku nggak pernah nembak cewek. Aku tidak tau gimana caranya.”
“Dio php. Slama ini kamu baik, kamu perhatian sama aku, trus sekarang ngajak jalan berdua tapi aku nggak tau sebenarnya kamu sayang sama aku atau tidak.”
“Put, I love u.”
“Itu bukan nembak.”
“Jadi gimana caranya nembak?”
“Ngajak pacaran gitu lah…”
“Put, I love you. Aku nggak tau caranya nembak. Aku nggak pernah pacaran sebelumnya. aku udah lama sayang sama kamu.”
“Kalau kamu sayang kenapa kamu biarkan aku pacaran dengan orang lain?”
“Sebenarnya aku terlambat put, tapi selama ini aku nunggu kamu putus.”

Mendengar pengakuan dan jawaban Dio, Putri pun tidak bisa menutupi perasaannya lagi. Dia langsung saja memeluk Dio. Walaupun kaget dipeluk Putri, tapi Dio diam saja. Mungkin ini ungkapan sayang Putri ke Dio. Sebenarnya Putri pun menyayangi Dio. Hanya saja Putri kecewa dengan Dio karena memberikan harapan palsu dulu, ketika Niko tiba-tiba hadir dalam hidup Putri. Putri pun menerima Niko. Dan akhirnya mereka Putus. Malam ini sejoli yang selama ini memendam prasaannya sudah saling mengetahui isi hati pasangannya. Tidak ada lagi yang dipendam atau ditutupi. Mereka pun resmi pacaran mulai malam ini.

Cerpen Karangan: Miera Yohana
Blog: mierayohana.blogspot.co.id

Cerpen Menunggu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sepikanmu Palsu

Oleh:
Car Free Day! Yaa hari ini aku akan berangkat CFD bareng teman-temanku. Sekaligus hari ini adalah hari kebahagiaanku, ulang tahunku yang ke-15 Tahun. “Hei kalian di mana?” Bbm dari

Penulis Pemalu

Oleh:
Namaku Putri aku seorang siswi di sekolah menengah pertama di desaku. Aku mempunyai cita cita menjadi seorang penulis terkenal seperti Raditya Dika yang menjadi seorang penulis juga seorang komika,

Broken Home Tak Selamanya Menyakitkan

Oleh:
Namaku Afrizal Prambudi. Aku biasa dipanggil dengan sebutan Rizal atau Ijal. Menurut kebanyakan orang aku adalah anak yang beruntung. Tapi kenyataannya tidak, aku adalah anak broken home yang selalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *