Menunggumu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 28 March 2017

Tiga tahun yang lalu, di sini, di bawah pohon kiara payung, di tanggal yang sama, waktu yang sama, serta suasana yang sama, aku menunggu kedatanganmu. 23 Juli, pukul 15.00, juga gemercik air hujan, menemaniku dalam penantian yang tak kunjung datang ini.

Di dalam sebuah cinta terdapat bahasa

Kucoba mengingat kata-katamu yang pernah kau ikrarkan sebagai janji kepadaku. “jika kamu menginginkan jawaban, tunggu aku di bawah pohon kiara payung di sudut taman kota, pada waktu yang sama.”

Yang mengalun indah mengisi jiwa

Apakah kamu melupakan janjimu itu? aku selalu datang dan menunggumu di tempat dan waktu yang sama selama tiga tahun ini. Tapi apa yang kudapat? Penantian panjang yang sia-sia.

Merindukan kisah kita berdua

Apakah aku harus menunggu lama untuk bisa mendapatkan jawaban darimu? Apakah aku harus berkorban lagi kali ini? Apakah aku akan mendapat jawaban yang sebanding dengan pengorbananku ini?

Yang tak pernah bisa akan terlupa

“Hiks.. Daniel, kamu bohong,” aku sudah tidak bisa bertahan lagi. Aku terlalu lemah untuk melakukan pengorbanan yang lebih besar lagi. Aku takut. Aku merindukanmu Daniel. Aku tidak bisa menyangkalnya. Aku selalu memikirkanmu. Aku selalu bermimpi tentangmu saat aku terlelap.

Bila rindu ini masih milikmu

“Maria,”

Ah, bahkan saking rindunya, aku mengkhayal kamu memanggil namaku.

“Maria,”

Bahkan aku berkhayal dia di sini karena aku mencium aroma parfum yang selalu dipakainya. Hentikan Daniel. Aku sudah menyerah untuk semua ini.

Kuhadirkan sebuah tanya untukmu

Tidak! aku pasti sudah gila. Bagaimana bisa aku merasa bahwa dia sedang memelukku. Tuhan, kumohon, sadarkan aku dari semua angan semataku ini.

Harus berapa lama aku menunggumu

“A-aku pasti sudah gila karena m, menunggumu terlalu lama, Daniel. Hiks.. B, bagaimana bisa aku merasa kamu memelukku?”

“Jadi aku memeluk orang gila?”

Ya Tuhan, itu suara Daniel. Kubuka mataku untuk memastikan apakah itu Daniel atau bukan.

“Hiks.. Daniel,”

“Aku pulang,” ucapnya padaku.

“S, selamat datang,” balasku sambil memeluknya.

“Maaf, membuatmu terlalu lama menunggu. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu,”

Tuhan, inilah yang kuharapkan. Serangkaian kata yang membuatku berkorban sebegitu lamanya. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku sangat bahagia mendengarnya. Aku hanya mengeratkan pelukanku padanya, karena Daniel tau, aku juga mencintainya.

Aku menunggumu

End

Song by Noah – Menunggumu

Cerpen Karangan: Anhar Restu
Facebook: Anhar Restu
Itsumo Issho Anhar Restu

Cerpen Menunggumu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dahsyatnya Uang Panai

Oleh:
Mungkin sebagian orang atau seluruh penduduk Indonesia tidak banyak yang tahu apa itu uang panai’. Tapi kami dikalangan orang Suku Bugis paham betul apa itu dan untuk apa tujuannya.

He (The Wall)

Oleh:
“Kota ini masih tetap sama”, ucapnya dalam keheningan kami. “Yep, tidak ada yang berubah”, jawabku. Masih tetap memandangi jalanan perkotaan, menyeruput secangkir coffee latte hangat di tanganku. “Begitu juga

Realistis

Oleh:
“Maaf! Maafkan aku! Maafkan aku, Arka. Aku tidak bisa melakukan apa yang kau inginkan.” “Kenapa, Felly?! Kenapa?! Bukankah kita saling mencintai?! Kenapa kau menolak orang yang kau cintai?! Apa

Si Romlah

Oleh:
Pagi itu seperti biasa Romlah sedang menyapu di halaman rumah Nyi Sari yang merupakan majikannya sendiri. Seperti biasa juga, dia selalu memperhatikan si Jaja, supir tetangga sebelah. “Heh, melamun

Lexa Dan Axel (Part 1)

Oleh:
Alexandara yang sering disebut lexa adalah cewek feminim, cantik, tetapi jomblo karena sikap yang kenak-kanakannya membuat semua cowok menjauhinya. ia mempunyai saudara kembar yang bernama axel. axel adalah cowok

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *