Menyesal Tanpamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Nasihat, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 5 July 2013

Hey, cowok itu kembali meluluhkan hatiku. Entah keberapa kalinya hatiku klepek-klepek dibuatnya. Dia selalu mencoba untuk meruntuhkan dan mencuri hatiku. Aku mengenalnya, dia teman satu kelasku, Fandy namanya. Saat aku berhasil mengambil hatiku yang dicurinya, kini dia lagi-lagi mencuri hatiku. *upss sedikit lebay aku dibuatnya. Hatiku ini benar-benar munafik, terkadang aku begitu senang ketika dia berusaha mencuri hatiku, tetapi… terkadang aku jengkel dengannya. Apa sebenarnya ini? Cinta? Entahlah, aku benar-benar tidak paham.

2 hari yang lalu aku mengirimkan makian kepadanya lewat pesan singkat. 30 menit sebelum aku melakukan hal bodoh itu, aku menemukan namaku di beranda facebook. Dan tak lain itu adalah Fandy. Tak luput juga aku menemukan 27 notif atas fotoku yang di like olehnya. Benar-benar gila, aku tak mengerti apa yang ada di dalam pikirannya. Merasa risih, aku mencoba mengirimkannya sebuah pesan singkat.
“Heh! Kenapa sih lo? Ganggu aja ya! Apa maksud lo like semua foto-foto gue? Pake acara buat nama gue di status lo. Risih banget tau nggak. Loe tau nggak resiko nya? Besok pagi, habis deh gue di ledek sama satu kelas. Heboh deh!”
15 menit aku menunggu, datanglah sebuah pesan singkat darinya.
“Maaf Mona, gue gak maksud apa-apa. Udah gue bilang, gue akan terus perhatiin lo setiap hari dan setiap waktu. Maaf udah buat lo risih dan terganggu. Inilah perasaan gue.”

Bibirku benar-benar kaku. Aku mencoba mencerna perkataannya barusan. Setelah beberapa menit aku berpikir, akhirnya aku mendapat suatu jawaban untuknya. Akupun mengetik kata-kata dengan reflex
“Oke! Gue gak terganggu akan kehadiran lo! Kesempatan lo udah habis!”
Astagaaa aku tidak sengaja mengirim pesan tadi. Apa maksudku bilang kesempatannya udah habis? “Uhhh, bodoh.. bodoh!!” aku memaki diriku sendiri yang tengah berbaring di kamar. Di tengah kebodohanku, datanglah sebuah pesan darinya.
“Enggak masalah kok. Tapi lo harus tau kalo gue sayang sama lo. Semoga lo bisa mendapatkan yang baik dari gue. Maaf selama ini udah ganggu lo. Makasih”
“OH SAMA-SAMA” entah apa yang membuat tanganku mengcapslock tombol hapeku.
Percakapan yang singkat. Entah kenapa, setelah aku selesai membaca pesan terakhirnya, perasaanku bergejolak dahsyat. Aku tidak dapat mengungkapkannya. Bagaimana rasanya? Tentu saja sakit, pahit! Mengapa seakan-akan aku tidak rela dia pergi dan dia merelakanku dengan orang lain? Tidak biasanya dia menyerah seperti ini, dia selalu saja memperhatikanku. Tapi? Kenapa dia sekarang? Apa mungkin dia mulai membenciku dan telah menyukai gadis lain? Mengapa aku ingin sekali menangis dibahunya? Aku akan kesepian dan kehilangannya. Aku tak tahu harus bagaimana.

Di sekolah
Aku menceritakan segalanya kepada sahabat karibku, Cindy.
“Astaga Mona, bodoh banget sih kamu. Kamu kok menyia-nyiakan cowok sebaik dia sih? Kamu gak bisa bohongi perasaan kamu, kamu menyukai dan menyayanginya. Sekarang kamu benar-benar kehilangannya” kata sahabatku, Cindy.
“Bukan begitu Cin, aku spontan banget bilangin kalo kesempatannya udah habis. Mungkin kata-kata itu yang membuatnya menyerah. Aku akui, aku telah menyukainya, dan aku benar-benar jahat membiarkannya menderita. Aku tak menghargai perasaannya, aku malah memberikannya harapan palsu” ujarku dengan tangisan.
“Sekarang gini aja deh, Mon.. Sekarang kamu pikirkan apa yang akan kamu lakukan. Pejamkan mata kamu, tenangkan hatimu dan biarkanlah hati nurani mu yang berbicara”

Beberapa menit Cindy membiarkanku rileks, aku merasa sangat tenang. Hatiku telah mengajarkanku untuk menghargai orang lain.
“Cindy, gue sekarang udah sadar. Ini emang salah gue udah sia-siakan Fandy. Gue gak mau munafik, sekarang biarlah aku menyayanginya diam-diam dan membiarkan Fandy ngelupain aku. Ini balasan atas perbuatan gue. Biarlah suatu saat Fandy tau kalo gue juga sayang sama dia. Gue pantes dapetin ini! Gue harus belajar untuk hidup tanpa Fandy”
“Nah gitu dong Mon, sekarang lo udah lebih tenang. Ini pelajaran buat lo. Lo harus menghargai orang yang sayang sama lo. Lo gak boleh sia-siakan perhatian yang dia berikan”

Cerpen Karangan: Nona Nada Damanik
Blog: littlethingaboutnona.blogspot.com

Cerpen Menyesal Tanpamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Seuntai Kata Maaf

Oleh:
Jika ada sebagian waktu yang bisa kuulang kembali, maka izinkan aku mengulang semua waktu yang pernah kumiliki denganmu. Aku menyesali akhir kisah kita yang tak seindah kita impikan. Aku

Cintaku Tak Kan Berubah

Oleh:
Malam itu cuaca di luar rumah begitu cerah. Sang bulan muncul dengan kesempurnaanya, memancarkan cahaya yang sangat menawan. Aku termangu duduk di tepi teras sambil menatap bintang-bintang yang bertebaran

Persembahan Buat Mama (Part 1)

Oleh:
Sejak usia belum genap satu tahun, Ara hidup tanpa kehadiran seorang ayah. Ayahnya pergi meninggalkannya dan ibu yang sangat dicintai serta mencintainya. Melihat teman-temannya yang tumbuh dengan orangtua yang

When You Love Someone

Oleh:
When you love someone Just be brave to say That you want him to be with you Mengakulah hal yang tersulit dalam cinta adalah sebuah pengakuan. Pengakuan tentang perasaan

Ketemu Jodoh Di Gereja

Oleh:
Namaku Dea Wijaya, umur aku 17 tahun, aku bersama keluarga baru saja pindah rumah di sebuah kota, aku anak pertama dari dua bersaudara, aku mempunyai adik bernama Andre Wijaya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *