Merindu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 29 October 2015

Namaku adalah Dimas aku adalah anak pindahan dari kampung yang ingin bersekolah SDN di jakarta ini ceritaku. Pada waktu pendaftaran aku telah mendaftar di berbagai sekolah yang dekat dengan rumahku tidak pernah diterima aku melanjutkan mencari di sekolah lain yang sedikit jauh dari rumahku aku akhirnya diterima di sekolah favorit aku. Saat itu aku masuk sekolah pertama kali sebelum masuk sekolah duduk sendiri sebagai anak baru di pojok sekolah yang kebetulan tidak jauh dari kantin.

Sambil melihat-lihat aku melihat seorang gadis dengan rambut pendek sangat cantik dan terasa berbeda seperti cinta pandangan pertama aku setelah menunggu sedikit lama akhirnya bel masuk sekolah juga aku aku masuk ke kelasku dan aku sangat terkejut gadis itu juga satu kelas denganku. Aku sangat senang hatiku berbunga-bunga rasanya aku segera memperkenalkan diriku.

Dengan semangat aku sangat senang saat belajar aku selalu meliriknya yang kebetulan dia duduk di kiriku barisan ke dua yang kebetulan aku ada di baris ke tiga sekolah. Setelah istirahat saat dia mau ke luar aku berkenalan namanya adalah Lian aku makan di kantin bersama teman sekelasku agar lebih akrap sambil berbincang-bincang. Setelah cukup lama bel masuk pun berbunyi. Kami semua masuk di kelas karena tidak ada guru aku berbincang-bincang dengan teman sebangkuku dan aku coba menanyai tentang Lian dan setelah itu bercakap yang lain tak terasa sudah masuk jam pulang kami semua merapikan buku dan pulang.

Ku persingkat ceritaku, waktu telah berjalan cukup lama ternyata aku sudah masuk SMP aku sedih karena tidak akan bisa bertemu dengannya lagi tetapi ada rasa bangga juga karena diriku lulus dengan nilai baik dan masuk ke SMPN favorit hari di SMP telah lalu berlalu aku tidak pernah bisa melupakannya dan selalu merindukannya. Dimana saja dan kapan saja aku mencoba mencari tahu keberadaannya tetapi tidak pernah bisa. Karena sudah sekian lama aku menyerah walaupun diriku masih ingin berusaha dan aku memutuskan saja untuk mengitari hari-harinya dengan doa tetapi aku juga sempat menyesal karena tidak menyatakan perasaanku padanya.

Ingat matilah sesukamu dan hiduplah sesukamu tapi lindungilah orang yang kamu cinta.

Cerpen Karangan: Ikfiha Oktawianto
Blog: Uzumakifiha.blogspot.com
Facebook: Fihaassalam[-at-]yahoo.co.id
Namaku: Ikfiha Oktawianto
Kelas: 8
Sekolah: SMPN 204 Jakarta

Cerpen Merindu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Di Ujung Jalan

Oleh:
Setetes embun mulai membasahi dedaunan pohon. Seberkas cahaya masuk melalui ventilasi udara menyilaukan mata. Kicauan burung terdengar sangat merdu. Menandakan pagi telah siap menggantikan malam. “hoaaaaaammm… masih ngantuk..” desah

Cinta Palsu

Oleh:
Adzan isya telah berkumandang, menandakan waktu sholat isya bagi umat muslim telah tiba. Tapi tidak untuk beberapa umat muslim yang tidak menghiraukan panggilan sholat tersebut, seperti 2 cewek manis

Hadiah Buat Mama

Oleh:
Suatu hari saat Ina baru saja pulang sekolah, dia dikagetkan oleh suara mamanya yang memanggil namanya. “Ina… ina…” “iya ma ada apa?” Jawab Ina dengan sopan. “kamu itu lagi

Langit Hijau Kelabu

Oleh:
Hari ini adalah awal Syamina menyegerakan perintah wajib bagi setiap muslim maupun muslimah dengan membentuk hubungan sah ikatan tali pernikahan dan membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.

Witing Tresno Jalaran Soko Kulino

Oleh:
Awalnya gak kenal beralih teman.. berujung cinta.. Malam ini hujan sebagai temanku. Aku senang malam ini buka Cuma para jomblo saja yang merasakan kesepian tapi termasuk mereka mereka yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *