Merindukan Mu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 19 February 2016

Aku merindukanmu. Merindukan ranselmu, merindukan gulungan lengan baju hitammu, merindukan sunggingan bibirmu, merindukan sapaan pagi harimu: ‘Morning sunshine’. Dan aku terus merindukanmu. Waktu itu seharusnya aku tidak usah membalas smsmu lagi, seharusnya aku tidak mengangkat dering telepon darimu. Seandainya keadaan seperti ini, aku ingin melepaskanmu. Aku merindukanmu. Saat aku sedang bersamanya, saat aku memegang tangannya. Hanya kamu yang ada di pandangan mataku. Tapi kini kau menghilang, seolah kau sengaja menjauh dariku. Yang tersisa hanya bulir rindu yang kau tumbuhkan. Aku merindukanmu, sungguh.

Seandainya kau tahu, aku sulit untuk begitu saja melupakan kenangan di sepanjang musim panas itu. Kau menggenggam tanganku erat, menggiringku ke tepian jalan. Terkadang kau mengusap rambutku yang sebahu ini. Dan itu yang membuatku percaya kau masih menginginkanku. Tapi aku tak bisa. Aku telah memilikinya, seseorang yang dengan tulusnya mencintaiku. Seseorang yang dengan rela menyerahkan segala kerja kerasnya untukku. Tapi aku sudah tidak menginginkannya lagi. Dan ya, aku masih merindukanmu. Tak terasa aku menitikkan air mata, pertanda kali ini aku tidak kuat menahan rasa rindu ini. Ku putar nomor teleponmu, sekali, dua kali, dan ketiga kalinya kau angkat.

“Halo,” Aku terdiam.
“Halo, kamu di sana?” sapanya.
Aku menangis tertahan. Ingin sekali aku bilang ‘aku kangen kamu’ tapi..
“Hai,” sapaku pelan.
“Aku sedang meeting,”
Glek! Jantungku mencelos kecewa.
“Ok, I’ll call you later,” kataku cepat. Dan telepon segera ku matikan.
Terkadang aku bertanya, apakah kau merindukanku juga saat ini.

‘Kamu tidak usah bertanya apakah aku merindukanmu, tapi yang jelas saat ini aku hanya ingin terus bersamamu.’ Kalimat itu selalu terngiang di pikiranku. Kalimat yang ke luar dari bibirnya ketika aku bertanya mengenai hubungan ini. Air mataku terus menetes. Aku lunglai, aku hanya ingin bertemu dengannya. Sekali saja, agar rindu ini tidak menusuk lebih dalam lagi. Kamu yang ku rindukan adalah cintaku dahulu ketika aku berada di bangku kuliah. Kita hanya menjalani hubungan yang cepat, kau memutuskanku karena alasan yang tidak jelas. Ketika aku kini sudah memiliki seseorang untuk seumur hidup, kau datang lagi. Mengisi hari-hariku.

“Aku memikirkan hubungan kita,” ujarnya suatu hari. Kalimat itu pertanda sesuatu hal yang buruk akan tiba.
“Aku ingin kita berteman saja,” ujarnya lagi. Aku menangis, rasanya kembali ke beberapa tahun sebelumnya ketika dia memutuskanku. “Aku tidak mau,” jawabku.
“Aku akan selalu ada untukmu, tapi kita hanya berteman. Kau ingat, 7 tahun kita berpisah, tapi kita pada akhirnya bertemu lagi.”

Ya, 7 tahun kami berpisah, kami menjalani waktu kami sendiri-sendiri. Kami memiliki pekerjaan, kami menikah, dan media sosial-lah yang masih mempersatukan kami. 7 tahun itu, kami jarang bertegur sapa. Tapi hari itu.. ah.. hari dimana aku sedang penat oleh pekerjaan, aku tidak sengaja mengirimkan sms untuk pertama kalinya. Aku merindukanmu. Dalam tangis, ku hapus nomor teleponmu, ku hapus profilmu di handphone-ku, biar cepat melupakanmu. Seandainya bisa. Kau adalah cinta pertamaku. Cinta dimana seharusnya kita saling memiliki sekarang. Dimana 7 tahun itu kita bisa merayakan ulang tahun bersama.

“Aku senang, kita seperti anak kembar, kita memiliki hari ulang tahun yang sama. Kamu ingat di setiap pertemuan kita, seolah kita memiliki telepati, kamu memakai baju hitam, aku pun juga.” Dia hanya tersenyum. Ditepuknya kepalaku perlahan. “Iya,” jawabnya lembut. Senyummu membuatku tenang. Tawamu membuatku pasrah akan hari-hariku. Kau yang memperlakukanku berbeda dari seseorang yang telah memilikiku. Mungkin memang aku harus melupakanmu. Menguburmu dalam-dalam di pikiranku. Memutuskan segala komunikasi denganmu, agar aku tidak jatuh cinta lagi, jatuh cinta untuk kedua kalinya.

Cerpen Karangan: Rana Dakka

Cerpen Merindukan Mu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gara Gara Handphone

Oleh:
Andre. Seorang pria lajang usia matang, memiliki pekerjaan tetap. Andre adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan minyak sangat terkenal dan tentu saja multi nasional. Andre adalah seorang pria yang

Malam di Ujung Lombok

Oleh:
Dari dek kapal kulihat birunya laut tak terbatas, sedang burung-burung terlihat berterbangan hilir mudik berpasang-pasangan. Mentari setia dengan selalu terangi keindahan siang. Angin berlomba untuk mengitari setiap lekuk yang

Bulan Di Pantai Sulamadaha (Ternate)

Oleh:
Kabut tipis menyelimuti langit yang berjubah hitam. Yang terlihat hanya Jejeran nyiur masih melambai dengan gemulai. Bening laut menerawang dalamnya rasa yang ku bawa. Desiran angin masih menerjang raga

The Day When You Say Bye

Oleh:
Kupalingkan pandanganku ke arah penjual jamu yang lewat di depan rumahku. Setelah penjual itu tak terlihat lagi aku terus menundukkan kepalaku dan memandang lantai yang bermotif awan itu. Tapi

Tak Seindah Di Film Drakor

Oleh:
Gadis perempuan akrab disapa nadien sedang suntuk di rumah, ngebet banget pingin nonton film drama Korea yang pemainnya tampan dan cantik di suatu bioskop, tapi tidak bisa kesampaian, karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *