Meski Harus Terpisahkan Jarak

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 25 February 2016

Namanya adalah Bayu, dia adalah seorang mahasiswa di salah satu kampus swasta di Banjarbaru. Bayu adalah anak yang baik walau tidak terlalu menonjol di bidang akademik namun dia bukan anak yang sombong (ya iyalah, bagaimana mau sombong, orangnya aja biasa-biasa saja). Bayu sebenarnya berasal dari kota Rantau dan sekarang tinggal di Banjarbaru demi menyelesaikan kuliahnya yang tinggal beberapa semester lagi.

Bayu sedang menjalin sebuah hubungan jarak jauh dengan seorang cewek yang berasal dari kota asalnya, namanya adalah Azizah. Pacarnya ini saat ini masih sekolah kelas XII di salah satu sekolah di kota Rantau. Bisa dikatakan hubungan mereka selama LDR berjalan lancar walau terkadang terjadi masalah kecil bahkan masalah besar. Mereka sudah menjalin hubungan hampir selama 10 bulan lamanya, selama mereka menjalin hubungan setiap sebulan sekali atau di saat akhir pekan Bayu selalu pulang ke kampung halamannya untuk bisa bertemu dengan Azizah.

Pada awalnya mereka bisa kenal adalah lewat jejaring sosial facebook, saat itu Bayu sengaja memberanikan diri untuk mengajak kenalan Azizah lewat inboxnya walau harus menunggu waktu yang lama untuk mendapat responnya, namun pada akhirnya mereka bisa kenalan dan tidak lama setelah itu mereka pun jadian. Dua-tiga bulan hubungan mereka berjalan sangat lancar namun tepat setelah itu saat pertengahan bulan Ramadhan mereka mulai bertengkar yang bisa dikatakan serius yang menyangkut ke hubungan mereka dikarenakan salahnya Bayu, lantas Bayu pun meminta maaf atas kesalahannya yang membuat Azizah marah karena Bayu tidak ingin kehilangan Azizah begitu cepat karena dia masih sangan sayang dengannya.

Setelah itu mereka mulai baikan lagi dan dari sana lah mulai pada dasarnya Bayu takut untuk salah dengan Azizah karena dia tidak ingin membuat orang yang dia sayang marah lagi dengannya bahkan sampai meninggalkannya. Empat-enam bulan hubungan mereka berjalan mulai lah hubungan mereka sering mengalami pertengkaran di karenakan kerasnya ego masing-masing, di satu sisi Bayu ingin Azizah bisa memahami perasaannya namun di sisi lain Azizah pun ingin Bayu bisa mengertinya. Bisa di bilang agak sering mereka bertengkar karena hal kecil maupun hal besar setelah itu, sebenarnya umur mereka tidak terpaut jauh-jauh juga, hanya berselisih sekitar 2 tahunan.

Tujuh-delapan bulanan hubungan mereka berjalan sudah hampir sangat sering mereka bertengkar bahkan mereka sampai 2-3 kali mengalami putus nyambung namun Bayu masih ingin bersama Azizah karena dia merasa apa pun rintangan yang menghalangi hubungan mereka tidak akan membuat Bayu pergi ke lain hati. Meski bagaimanapun sikap Azizah kepadanya dia tidak akan pernah meninggalkannya karena hanya dengan Azizahlah dia bisa merasakan kenyamanan dalam menjalin sebuah hubungan. Selama mereka berhubungan tidak terhitung berapa banyak mereka sudah bertengkar sampai mengeluarkan air mata namun mereka selalu bisa mengatasi masalah itu dan setelah itu terjadi entah kenapa Bayu selalu merasa setelah bertengkar dia semakin takut akan kehilangan pacarnya, tapi bukan berarti Bayu ingin terus selalu bertengkar dengan pacarnya.

Sebenarnya selama mereka berhubungan, Azizah sudah beberapa kali bilang kepada Bayu bahwa suatu saat nanti dia ingin pergi ke luar negeri untuk melanjutkan sekolahnya namun itu masih sebuah wacana atau hanya rencana yang nanti juga Azizah belum tahu apakah itu akan benar terjadi atau tidak. Sebagai seorang pacar dia pasti merasa bangga jika orang yang dia sayang melanjutkan sekolah yang lebih tinggi di luar negeri namun itu berarti dia harus rela ditinggalkan oleh orang yang sangat dia sayang.

Saat beberapa kali Bayu mendengar Azizah berkata seperti itu Bayu hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa karena dia juga menganggap semua itu masih sebuah rencana. Mereka pun masih tetap berhubungan seperti biasa meski pada akhirnya nanti Bayu tahu jika semua itu benar terjadi dia akan benar-benar kehilangan orang yang dia sayang dan Bayu pun tidak tahu apakah dia akan sanggup saat semua itu nanti terjadi padanya. Tapi biar bagaimanapun dia tidak akan pernah bisa melupakan pikirannya tentang kepergian pacarnya suatu saat nanti meski di luar dia tetap biasa saja seperti biasa namun dalam hatinya dia seperti orang yang akan kehilangan setengah dari semangat hidupnya.

Hal itu selalu membuatnya tidak pernah bisa tenang secara pikiran dan hati, untuk makan pun dia sudah tidak terlalu mau lagi dan sikapnya pun semakin pendiam namun tidak untuk Azizah, dia tetap seperti biasa seperti tidak akan terjadi apa-apa dengannya karena dia tidak mau Azizah merasa bahwa dia berubah dia ingin terus membahagiakan pacarnya apa pun yang terjadi, sebelum dia benar-benar pergi meninggalkannya Bayu ingin membuat kenangan untuk pacarnya yang membuat dia tidak bisa melupakan Bayu. Karena hal itu dia meminta sedikit pendapat dari sahabatnya yaitu Danu tentang bagaimana dia menerima semua itu dan apa yang harus dia lakukan. Danu pun sebagai seorang sahabat memberikan saran dan pendapat kepada Bayu.

“Kita bisa sangat sayang dengan seseorang tapi kita tidak bisa memaksakan dia harus dengan kita, mungkin yang di atas mempunyai jalan lain untuk kebahagian masing-masing. Terkadang kita harus merelakan orang yang kita sayang demi kebahagiaannya.”

Setelah mendengar itu dan beberapa saran dari sahabatnya, Bayu pun mulai bisa belajar untuk mencoba bila suatu saat nanti Azizah benar pergi meninggalkannya dia harus bisa mengikhlaskan orang yang dia sayang demi kebahagiaan Azizah, meski itu sangat sakit baginya. Dan sembilan-sepuluh bulan hubungan mereka, mulailah ke khawatiran Bayu sepertinya akan menjadi kenyataan. Entah mimpi apa tadi malam, Bayu serasa disambar gledek di siang bolong. Tiba-tiba Azizah mengajak ketemuan Bayu, Bayu pun sangat terkejut dan senang mendengar itu pada awalnya karena sangat jarang Azizah mengajak Bayu untuk ketemuan terlebih dahulu. Mereka pun bertemu di sebuah taman dan Bayu membawa setangkai bunga untuk Azizah dan memberikannya kepadanya. Semuanya sama seperti biasa sampai pada akhirnya Azizah mengatakan kepada Bayu.

“Bay, aku mau bilang sesuatu.” Kata Azizah.
“Emangnya mau bilang apa, cerita aja kali nggak usah malu-malu.” Sahut Bayu sambil tersenyum.
“Aku mau jujur nih sama kamu.” Kata Azizah. Di sana sudah mulai perasaan Bayu tidak enak tapi dia mencoba untuk biasa-biasa saja. “Ya udah jujur aja nggak apa-apa kok aku siap dengerin.” Kata Bayu.

“Tapi kamu jangan marah, kamu ingat nggak waktu dulu aku pernah bilang bahwa aku ingin pergi ke luar negeri untuk melanjutkan sekolahku?” Tanya Azizah.
“Iya aku masih ingat kok sampai saat ini, kenapa memangnya?” Tanya Bayu lagi.
“Mm, Bay, maaf.. aku..” Azizah agak tidak enak ngomongnya kepada Bayu.
“Iya? kamu kenapa Zah? jujur aja kau nggak marah kok sama kamu.” Tanya Bayu lagi.
“Maaf Bay, aku harus jujur sama kamu dan aku ingin kamu tidak marah dengaku, sebenarnya aku nanti beneran akan pergi keluar negeri buat ngelanjutin pendidikan aku. Aku minta sangat minta maaf pada kamu Bay kamu pasti marah mendengar hal ini kepadaku.” Kata Azizah.

Suasana di sana sempat hening dan Bayu pun terkejut dan terdiam mendengar hal itu beberapa detik, Azizah mengira Bayu akan marah dengannya dan meninggalkannya saat itu juga, namun di luar dugaan bayu pun tersenyum setelah itu dan berkata, “Iya nggak apa-apa Zah, aku sudah tahu kok suatu saat nanti hal ini akan terjadi kepadaku dan kamu. Selama ini aku tidak pernah berhenti memikirkan hal itu meski di luar aku biasa saja tapi aku selalu ingin menangis jika terpikirkan kamu akan pergi meninggalkan aku, tapi satu yang ku tahu jika kau beneran sayang dengan kamu maka harusnya aku juga bahagia dengan keputusan yang kamu ambil,”

“meski berat tapi karena aku sangat sayang maka aku harus bisa melihat orang yang sangat ku sayang bahagia dengan jalannya sendiri yang dia ambil. Aku tidak akan marah dengan kamu, aku sangat sayang denganmu jika memang harus begitu akau akan selalu mendukung kamu. Jika ini adalah hari terakhir aku bisa melihat kamu maka mari kita buat ini kenangan terakhir yang tidak bisa kita lupakan. Jika memang nanti kamu akan kembali lagi ke sini aku akan menunggumu, tapi jika kamu tidak maka tetaplah bahagia dan jangan lupakan semua kenangan kita. Oh ya sepertinya aku banyak bicara ya, hee, aku tahu cinta memang tidak meski harus memiliki karena cinta yang sebenarnya tidak akan mungkin bersyarat. Satu yang kamu harus tahu, aku selalu akan sayang dengan kamu apa pun yang terjadi dan aku tidak akn pernah melupakan kamu. Selamanya..” ungkap Bayu kepada Azizah.

Azizah di sana tidak bisa berkata apa-apa setelah mendengar semua ungkapan hati Bayu terlebih setelah melihat Bayu tanpa sadar meneteskan air mata di hadapan Azizah sambil tersenyum, Azizah lantas menangis di hadapan bayu dan memeluk erat Bayu seakan ini adalah hari terakhir mereka bisa bertemu. “Bay, kamu adalah orang yang sangat berharga bagiku, kamu adalah satu-satunya orang yang sangat ku sayang dan sebenarnya aku tidak ingin kehilangan kamu Bay,..” sahut Azizah sambil menangis di pelukan bayu.
“Maksih Zah, aku pun merasakan hal yang sama dengan kamu, semua perasaanku juga sama dengan kamu, aku mengerti kok bagaimana keadaannya. Aku juga menghargai kamu sebagai pacarku yang sangat ku sayang, setiap keputusan kamu pasti ku dukung. Sudah jangan menagis lagi, nanti luntur cantiknya kamu.” Kata Bayu.

“Kamu ini apaan sih Bay.” Kata Azizah sambil tersenyum dan menutup mukanya.
“Sini aku sapuin air matanya, nggak pantes kamu nangis, nanti mata kamu kering karena kekurangan air.” Sahut Bayu sambil membuat Azizah tertawa lagi.
“Apaan sih Bay, nggak lucu tahu.. hee,” kata Azizah.
“Nggak lucu kok ketawa. Hee..” jawab Bayu.
“Aku sayang kamu Bay. Sangat sayang, bisa tetap kita jalanin ini aja nggak dulu. Soalnya aku nggak mau kehilangan kamu?” Tanya Azizah.
“Iya kita jalanin aja dulu, aku juga nggak mau kehilangan kamu.” Jawab Bayu.

Tidak lama setelah itu, mereka pun pergi dari taman itu. Dan mereka masih tetap berhubungan meski mereka akan terpisahkan jarak yang sangat jauh dan mungkin komunikasi yang akan sangat berkurang. Namun mereka masih percaya dengan hubungan mereka dan berharap suatu saat nanti mereka akan bisa dipertemukan dan tidak terpisahkan lagi untuk selamanya.

Cerpen Karangan: Wahyu Hidayat
Facebook: Wahyu Nyinyuk

Cerpen Meski Harus Terpisahkan Jarak merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Magic of Time (Part 1)

Oleh:
“Kring… Kring…” “Berisik!!” Aku mengambil Jam weker tersebut dan mematikannya. “plisslah hari ini hanya Mos, free class.” Aku kembali membaringkan tubuhku ke kasurku yang sangat nyaman. “Oh tidak, Apa

Sudahkah Hamdan Datang?

Oleh:
“Cepat sedikit, nanti keburu siang!” kata wanita setengah baya sambil mengetuk pintu kamar. “Iya.. sebentar lagi…!” terdengar suara yang tak begitu jelas dari dalam kamar itu. “anak ini sungguh

Lusa

Oleh:
27 februari yang lalu adalah hari yang tepat menurut Dimas untuk menyudahi hubungannya dengan Sarah. Hubungan yang terjalin hampir 12 bulan itu adalah suatu prestasi bagi Dimas. Ia bisa

Cinta Bersemi di Ruang OSIS

Oleh:
Tok! Tok! Tok! “Saya Sayang bangun udah jam 06.30.” suara mama yang membangunkanku. “Apa?”. Aku pun berlari menuju kamar mandi. Setelah mandi aku langsung turun ke bawah. “Ma saya

Aku Mencintai Hujan

Oleh:
Karena ketika kau mencintai hujan kau tak perlu merasakan basahnya air hujan, cukup nikmati saja hujan dalam senja mungkin cintamu akan lebih bermakna terhadap hujan. Banyak orang menjadikan hujan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *