Meski Kau Tak Mencintaiku, Aku Masih Mencintaimu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 22 March 2016

Di sebuah alun-alun kota terlihat seorang gadis berkacamata yang sedang membaca buku karena menunggu temannya yang datang terlambat. Terlihat sesosok lelaki sedang melihat gadis berkacamata itu.

“Hei Siska, maaf ya aku terlambat.” ucap Tsubasa.
“Tidak apa-apa.” jawab Siska, lelaki yang melihat Siska tadi pun pergi.

Setelah melihat Siska Dehan pun pulang tetapi dalam perjalanan pulang Dehan kecopetan untung ada lelaki yang berhasil menangkap copet itu karena larinya yang cepat. Di sebuah kafe Siska dan Tsubasa mulai mengobrol, tetapi ada seorang pelayan kafe bernama Abbas yang melihat Siska dan Tsubasa seperti pernah melihatnya di suatu tempat. Hari minggu telah berlalu dan selamat datang pada hari senin, hari yang sibuk buat Dehan, itu karena Dehan bangun kesiangan. Dehan dengan susah payah akhirnya berhasil sampai di sekolah tepat waktu. Tetapi ketika Dehan melihat ke arah gerbang sekolah yang sudah tertutup terlihat sesosok pria yang berlari sangat kencang dan melakukan lompatan melewati pintu gerbang sekolah yang lumayan tinggi. Melihat itu Dehan terinspirasi untuk melakukan lompatan itu ketika terlambat. Dehan pun menemui orang itu.

“Hei, lompatanmu tadi sangat hebat, bolehkah kamu mengajariku teknik melompatmu itu?” ucap Dehan terkagum-kagum.
“Boleh,” jawab pria tadi.
“Oh, iya perkenalkan nama saya Dehan.” ucap Dehan.
“Nama saya Lee.”Jawab Lee.
Setelah kejadian itu mereka pun menjadi teman.

Di kelas sepeti biasanya Dehan melamun sambil melihat Siska.
“Hei Siska, Dehan melihatmu sepertinya dia menyukaimu.” ucap Tsubasa.
“Ah masa iya?” jawab Siska.

Di kantin sekolah Dehan dan Abbas mengobrol, “Hei Abbas bagaimana ya cara mengungkapkan perasaan kita pada seseorang yang kita cintai?” tanya Dehan.
“Cie, cie ada yang jatuh cinta nih, memangnya kamu suka dengan siapa sih?” tanya Abbas penasaran.
“Siska,” jawab Dehan. Abbas terkejut dan menyemburkan bakso ke muka Dehan.
“Apaa?”

“Tapi jangan bilang siapa-siapa ya?” ucap Dehan.
Tak lama kemudian Lee muncul, “Hei Lee, ayo ke mari!” ajak Dehan.
“Dia siapa?” tanya Abbas penasaran.
“Dia teman baruku.” jawab Dehan. Setelah itu mereka bertiga menjadi sahabat.

Sesampainya di kelas Abbas memberitahu dan mempraktekkan bagaimana cara mengungkapkan perasaan kepada cewek.
“Hei, Tsubasa aku ingin berbicara denganmu?” ucap Abbas.
“Apa itu?” tanya Tsubasa penasaran. Dengan mengeluarkan bunga dari belakang tangannya Abbas lalu berkata, “Tsubasa maukah kamu jadi pacarku?” Tsubasa terkejut.
“Kau tidak perlu terburu-buru cintaku ini tulus, ketika aku pertama kali melihatmu jantungku berdegup kencang, dan sekarang pun sama.” ucap Abbas.
“Aku mau jadi pacarmu.” jawab tsubasa. Seluruh teman-teman di kelas bertepuk tangan dan mengucapkan selamat kepada mereka.

“Bagaimana mudah kan?” ucap Abbas.
“Ini serius ku pikir kau hanya akting?” jawab Dehan terheran-heran.
“Kau harus mencobanya walaupun kau tidak berani melakukannya, kau harus melakukannya, ketika kau mengeluarkannya itu sudah cukup.” ucap Abbas.
Setelah melihat Abbas Dehan pun mulai mencobanya.

“Siska maukah kamu menjadi pacarku?” ucap Dehan.
“Aku menghargai cintamu tapi aku sudah punya pacar,” jawab Siska.
“Ta..Tapi siapa?” Tanya Dehan.
“Namanya Lee,” jawab Siska.
Dehan patah hati dan pergi meninggalkan Siska.

“Apa yang harus ku lakukan, Bas?” ucap Dehan.
“Tidak apa-apa kita boleh jatuh cinta tetapi kita tidak boleh hanyut karena cinta, kau harus melupakannya,” jawab Abbas. “Tapi aku tidak bisa,” ucap Dehan.
“Aku tidak tahu lagi kau memang aneh, bukannya membenci Lee kau malah membiarkannya, sekarang lakukan apa yang kau lakukan.” ucap Abbas.

Lalu Dehan menemui Siska lagi. “Aku tahu ini sudah terlambat, mungkin aku tidak bisa menjadi pacarmu aku tidak mau merusak hubungan kalian aku tahu kau mencintai Lee dan bukan diriku tapi meski kau tak mencintaiku, tapi aku masih mencintaimu, sampai kapan pun.” ucap Dehan. Setelah mengatakan itu Dehan langsung pergi meninggalkan Siska.

Cerpen Karangan: Kurnia Yahya
Facebook: Kurnia.yahya.37

Cerpen Meski Kau Tak Mencintaiku, Aku Masih Mencintaimu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dream Catcher

Oleh:
“Mimpi buruk akan ditangkap dan hanya mimpi baik yang lolos, jadi kamu nggak akan mimpi-mimpi buruk lagi. Percaya?” “Itu kan mitos.” “kalau aku sih percaya.” Dialog itu masih terus

Babysitter And Son

Oleh:
Ini adalah kisah seorang laki-laki yang yang tidak punya banyak waktu dan seorang wanita yang berprofesi sebagai babysitter, tapi kali ini dia tidak menjaga seorang bayi atau anak-anak melainkan

Sayangi Aku Ibu

Oleh:
Hari kelulusan sekolah waktunya telah tiba dengan suasana yang bercampur suka dan duka. Hari terakhir mereka berkumpul bersama dan akan membawa kenangan masing-masing. “Selamat ya” Ucap Sella kepada Yusuf.

Aku Masih Mengharapkanmu Jadi Imamku

Oleh:
“Tut… Tut..” Suara handphone milikku berbunyi merdu membangunkanku dari tidur. “Ahh,” ucapku lirih. Sambil ku lirik jam di handphoneku ternyata jam 04:13 pagi. Aku lihat lagi di layar handphoneku

Bintang, Khayalan dan Air Mata

Oleh:
Malam ini tak berbintang lagi, bukan hanya hari ini tapi mungkin seterusnya, sepertinya dia tak ingin menunjukan cahayanya lagi, karena dia telah menyadari kehadiran seseorang yang sangat mengagumi dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *