Mimpi Indahku (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 28 December 2013

Suatu hari, Tania menghadiri acara pernikahan temannya, Yogi. Acara pernikahan itu sangat meriah. Tania sempat membayangkan, acara pernikahannya dengan Sandy nanti akan lebih meriah dan megah dari pernikahannya Yogi dan Flara. Membayangkan hal itu Tania jadi teringat akan Sandy. Sejak tadi ia tidak melihat Sandy di acara itu. Padahal Sandy juga diundang oleh Yogi. Dalam hati ia bertanya-tanya
“Kemana Sandy? Kenapa dia belum datang juga? Padahal sebentar lagi acara ijab qabulnya mau dimulai.”

Tania pun mencari Sandy kesana kemari. Di tengah kerumunan tamu undangan, matanya menuju ke segala arah. Kakinya melangkah tanpa lelah. Hingga ia melihat seseorang yang tak asing lagi baginya. Berdiri tak jauh dari pintu masuk, dengan setelan jas berwarna hitam membuat Tania hampir tidak mengenalinya. Senyum Tania mengembang dan segera menghampiri seseorang itu.
“Sandy… kamu kemana aja sih? Dari tadi aku nyariin kamu.” Ucap Tania sumringah.
“Hai… sorry, ada masalah kecil tadi di jalan. Hemmm… kamu sangat cantik Tania.” Tutur Sandy dengan senyum tipis di bibirnya.
“Ahh kamu bisa aja… kita kesana yuk, acaranya sudah mau dimulai tuh.” Ajak Tania.
“Disini aja Tan… aku pengen disini sama kamu.” Pinta Sandy.
“Oh… ya udah, aku siap kok nemenin kamu.” Jawabnya ramah.

Sesaat kemudian, acara ijab qabulnya pun dimulai. Disaksikan oleh seluruh tamu undangan, Yogi mengucap janji suci pernikahan dengan tegas dan lantang. Dan setelah itu para saksi berkata “sah…” dilanjutkan dengan memanjatkan doa syukur kepada sang Maha Esa. Kemudian Yogi dipersilahkan menyematkan cincin pernikahan ke jari manis Flara. Begitu juga sebaliknya. Diakhiri dengan kecupan manis dari Yogi yang mendarat di kening Flara. Tepuk tangan meriah dari tamu undangan menggema memecah kekhidmatan acara sakral itu. Tania dan Sandy yang duduk di kursi paling belakang, turut serta merasakan kebahagiaan sahabat kecilnya itu.

“Tania…” ucap Sandy seraya menggenggam tangan Tania. Tania pun menoleh ke arah Sandy dengan senyum manis menghiasi bibirnya.
“Iya San…” sahut Tania.
“I love you…” Ucapnya dengan penuh kasih.
“I love you too…” Balas Tania dengan senyum mengembang.
Mereka terhanyut ke dalam suasana romantis di tempat itu. Perlahan Sandy mencium kening Tania dengan lembut. Seolah bumi berhenti berputar dan hanya ada mereka berdua di tempat itu. Merasakan kebahagiaan yang tak bisa dihentikan oleh siapapun.

Samar-samar terdengar suara memanggil nama Tania. Memecah suasana romantis yang dirasakannya. Makin lama suara itu makin jelas terdengar. Suara seorang wanita paruh baya yang berulang-ulang memanggil nama Tania. Makin jelas suara itu tidak asing lagi bagi Tania.
“Tania bangun..! ini udah siang kamu mau sekolah nggak?” teriak sorang wanita itu dari luar kamar Tania yang tak lain adalah ibunya sendiri.
“Duuhh… ibu ganggu aja nih! Ini tuh masih pagi buu…”
“Pagi apanya… sekarang tuh udah mau jam 7 Tan. Ayo bangun..!”
“Haahhhh… jam 7!?” Sontak ia terbangun kaget.

Dengan segera Tania pun bergegas mandi dan bersiap untuk berangkat sekolah. Vanya Tania Ariska, adalah seorang gadis 18 tahun yang tengah duduk di kelas 3 SMA. Berkepribadian humoris, asyik, baik dan menyenangkan jika mengenalnya.

Sesampainya di sekolah ia masih terbayang akan mimpi indahnya semalam. Sehingga kurang konsentrasi dengan mata pelajaran yang diberikan oleh gurunya.
“Tapi sayang itu Cuma mimpi…” ucap Tania spontan tanpa sadar ketika ia sedang belajar Bahasa Inggris. Namun beruntung Ms. Silva tidak mendengarnya.
“Haahhh… mimpi? Kamu ngomong apaan sih Tan?” Tanya Flara heran yang duduk sebangku dengan Tania.
“Ehh… enggak kok Ra, nggak apa-apa hehehee…” Jawabnya terbata.
“Kamu kenapa sih Tan? Dari tadi pagi aku perhatiin ngelamun terus. Emang ngelamunin apa sih? Apa semalem kamu kesamber petir.. hahahaa..” Celoteh Flara dengan riangnya.
“Ihh… apaan sih Ra! Siapa juga yang ngelamun? Orang tadi aku lagi mikir…” Tepisnya.
“Mikirin apa? Mikirin cowok yah, hahahaa…” Goda Flara kemudian.
“Flara.. Tania..! Jangan ganggu teman kalian yang sedang belajar. Kalau kalian mau ngobrol silhkan di luar!” tegur Ms. Silva.
“Ahh kamu sih Ra…” Desah Tania menyikut Flara sambil nunduk.
“Iiihhh… kok aku siih? Kamu juga…” Elak Flara.
Setelah itu pelajaran kembali dilanjutkan dengan tertibnya, Sampai bel tanda istirahat dibunyikan.

Di kantin sekolah, terlihat Angga dan Tania sedang asyik mengobrol. Dan kelihatannya mereka ngobrol serius.
“Akhir-akhir ini kamu berubah yah…” kata Angga membuka pembicaraan.
“Berubah gimana? Aku tetep Tania pacar kamu.” jawabnya agak ketus.
“Tan, aku sayang banget sama kamu.” Ucapnya seraya memegang erat tangan Tania. Tania menghela nafas.
“Angga… aku juga sayang banget sama kamu.” Balasnya dengan senyum manis di bibirnya.
“Tapi aku ngerasa kamu udah nggak sayang lagi sama aku.”
Dekk… Tania hanya terdiam, menunduk. Seolah ia membenarkan kata-kata Angga.
“Masalah kecil aja kamu besar-besarin. Sikap kamu udah berubah sama aku. Sebenernya kamu tuh kenapa sih? Sampai aku, pacar kamu sendiri sering banget kamu cuekin. Seolah aku tuh bukan siapa-siapanya kamu.” Celotehnya kemudian.
“Cukup Ngga..! yang ada tuh kamu yang berubah. Kamu masih suka kan sama Syifa? Udah deh ngaku aja!” Tangkasnya tak mau kalah.
“Syifa? Kalau aku masih suka sama Syifa ngapain aku pacaran sama kamu selama ini!?”
“Okay… sekarang kamu bebas buat suka sama Syifa atau cewek manapun. Aku nggak akan ngelarang kamu. Tapi aku mau putus!” Tegas Tania dengan emosinya.
“Apa!? Nggak bisa.. Maafin atas sikapku tadi. Kita bisa omongin ini baik-baik Tan…” Pintanya dengan lembut penuh penyesalan.
Sekali Tania menghela nafasnya dalam-dalam.
“Maaf Ngga keputusanku udah bulat. Aku udah capek. Mungkin memang ini yang terbaik kita.” Tutur Tania seraya beranjak pergi.

Angga hanya terdiam. Dia memang masih memendam rasa sukanya kepada Syifa. Dan keputusan Tania adalah keputusan yang sudah lama ia tunggu-tunggu. Jangan tanya bagaimana mereka jadian.

Bukan sedih, bukan tangis dan juga bukan galau yang dirasakan Tania setelah ia putus dari Angga. Ia malah merasa terbebas dari sesuatu yang selama ini menjeratnya. Entah mengapa ia sama sekali tidak merasakan kesedihan layaknya anak remaja yang baru putus dari pacarnya.

Di sisi lain, Sandy yang mendengar Tania putus dari Angga, mulai bertahap untuk mendekati Tania. Sandy Sudiro Triananda, seorang pemuda yang rendah hati, sopan, tampan dan jadi salah satu cowok tercool di sekolahnya itu memang menyukai Tania sejak awal masuk SMA. Namun karena dulu ia sangat… sangat… sangat… culun, cupu dan kurang pede. Dan akhirnya ia pun keduluan menyatakan cintanya kepada Tania oleh Angga yang tak lain adalah kakak kelasnya. Alhasil ia patah hati. Tapi ia memutuskan untuk tetap menunggu Tania sampai kapanpun ia putus dari Angga. Dan siapa sangka, karena patah hatinya itulah ia menjadi cowok ter-cool dan murid teladan di sekolahnya.

To Be Continue…

Cerpen Karangan: Siti Nafiah Al-hamidi
Facebook: Naviah Ifnasyifa Observanthlly

Cerpen Mimpi Indahku (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Miss Chatt

Oleh:
Miss Chatting. Itulah julukan yang cocok buat aku. Why? Kring kring kring.. Suara jam alarm sudah menunjukkan pukul 04.30. Itu berarti waktunya sholat terus mandi terus bantuin si bunda

Love In Boston

Oleh:
Aku dilanda sebuah rasa yang hadirnya karena cinta, rasa yang hampir menyerap seluruh sumber air di mataku. Namanya Rindu. Ketika aku tak bisa memilih kepada siapa aku harus merindu,

Cinta Tapi Gengsi

Oleh:
“Wi, ayo nongkrong dulu!” ajak Rena menarik tanganku dan berjalan menuju warung Mbok Sri. Warung makan yang sudah menjadi langganan untuk nongkrong usai pulang sekolah. Mbok Sri pun sudah

Seperti Bintang

Oleh:
Dira tersenyum kagum saat melihat Ares berhasil memasukan bola ke dalam ring. Dira begitu memperhatikan permainan basket Ares sampai dia tidak sadar bahwa Alin sudah berada di sampingnya. “Asyik

Menurut Ramalan Itu

Oleh:
Seperti malam-malam sebelumnya, hujan dan gerah silih berganti berdatangan dan berlalu. Aku, masih dengan harapan tanpa batas. Terlebih lagi jika sedang menerawangkan sketsa mimpi dalam kamar, tentang masa depan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Mimpi Indahku (Part 1)”

  1. rahmawati rukmana fadilla says:

    nice mi … 🙂 huhuy 😀

  2. shena mar'asolihah says:

    Cerpennya nice kak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *