Mimpi? Oh Itu Membuatku Pusing

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 16 September 2017

Kugambar sebuah wajah di kertas kosong ini, ketika selesai di bagian mata hatiku senang karena seolah olah dia memandangiku, dia begitu tampan sehingga banyak para wanita yang mengejarnya, kurasa dia sangat sempurna bahkan tidak ada satu pun letak kekurangan di dirinya. Hatiku semakin senang setelah aku selesai membuat seluruh bagian wajah, tak lupa aku menambahkan lesung di pipinya.

Tapi aku berpikir dia tidak mungkin kembali padaku dia sudah melupakanku, aku pun berniat untuk membuang kertas ini, tapi ketika aku akan membuang tiba tiba ada sebuah tangan memegang pergelangan tanganku, tangan dia begitu dingin dan halus ketika aku memandanginya aku begitu kaget karena dia orang yang ada di kertas ini. Dialah orangnya.

“Kenapa dibuang?, gambar itu sangat bagus” aku sangat kaget dan gugup tapi dia terus saja memandangiku, ini benar benar kenyataan dia benar ada di hadapanku. “Karel?, kok ada di sini seharusnya kamu kan ada di amerika bukan di sini” Aku sangat tidak percaya dia benar ada.
“Aku ke sini hanya untuk bertemu denganmu”. “bertemu denganku?, tapi kamu kan sudah melupakanku” aku benar benar tidak yakin “Ya aku ke sini hanya untukmu, aku tau kamu sangat merindukanku, aku pun begitu, aku mau kamu bersamaku lagi”. “benarkah? Terus ke mana cewek yang akan menjadi pendampig hidupmu?” aku sangat tidak yakin dia kembali hanya untukku seketika air mata ini terus berjatuhan. “dia bukan cewek yang baik sekarang aku sadar kamulah satu satunya cewek yang aku cari, maafkan aku karena aku telah meninggalkanmu” Dia memelukku, pelukannya membuatku begitu nyaman.

“Rey.. bangun udah siang nih”. Seketika aku terbangun dari mimpi yang paling indah “HAH kakak?, ya ampun kakak berarti tadi cuma mimpi” hatiku tidak karuan melihat sekeliling kamarku, aku sangat kecewa bahwa dia benar benar tidak ada. “hey kamu ini masih saja ngomongin tentang mimpi” “tapi kan kak mimpi itu sangat berbeda” “udah gak usah bahas mimpi lagi, di luar tuh ada karel, dia baru pulang dari amerika” “Karel? Gak mungkin, dia gak mungkin ke sini” aku benar benar kaget mendengar hal itu. “Liat dulu aja” sambil pergi ke luar “KAREL…?” aku berteriak dan air mata ini seketika turun ketika melihat karel benar benar ada. “Rey..” dia menghampiriku lalu memelukku. “aku sangat merindukanmu, aku mohon kamu jangan pergi lagi” aku benar benar bahagia melihat dia ada di pelukanku. “maafin aku Reyna, aku tidak bisa mengabulkan permohonanmu aku harus pergi sekarang juga, aku tidak bisa lama lama di sini” dia melepaskan pelukannya dan segera pergi meninggalkanku. “KAREL…” lagi lagi aku berteriak melihat kepergian karel

“Rey bangun Rey” tiba tiba suara itu muncul dan aku bangun untuk yang kedua kalinya. “Kakak?” aku benar benar kecewa karena aku bermimpi lagi. “hey ini bukan kakak kamu tapi aku Karel” “karel?” aku benar benar tidak yakin aku tau ini pasti mimpi lagi. “Rey aku minta maaf aku telah meninggalkanmu” lagi lagi dia memelukku. “Aku tidak percaya ini pasti mimpi” “ini bukan mimpi Reyna, aku benar benar di sini”.

TAMAT

Cerpen Karangan: Salma Nuraulia
Facebook: Salma Nur Aulia

Cerpen Mimpi? Oh Itu Membuatku Pusing merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Akan Terganti (Part 3)

Oleh:
Mungkin grogi atau malu? “Mbak, dia siapa sih dan kenapa mbak bilang kalau saya pacar mbak” “eno maaf banget ya, nanti aku ceritain deh, yukk pulang” kami pun bergegas

Dua IPA

Oleh:
Bulan-bulan pertama aku menduduki bangku kelas dua SMA, lebih tepatnya lagi di kelas dua Ipa. Untuk orang seperti aku Ipa adalah pilihan yang paling salah untuk dipilih, dengan kemampuan

Empat Kata Terindah (Part 1)

Oleh:
“Hari ini, kamu akan ikut casting di Plaza Mall” Ucap Bu Natasya pada sang anak “Dan ingat! Kali ini kamu harus dapat peran itu!” Lanjutnya. “Ya, Mah” “Pagi, Mah.

Night Changed (Part 1)

Oleh:
Kelak, kita akan mempunyai dunia masing-masing. Kamu dengan duniamu. Tengah asyik mencari sekaligus menutup lukamu. Sedangkan aku? aku dengan duniaku. Terus berusaha melupakanmu. Waktu bergulir begitu cepat, Kita sama-sama

Perdon Me

Oleh:
Senja mulai menghilang dan selimut malam mulai samar-samar digelar, mengaburkan sensasi hangat yang selalu senja hadirkan. Hanya ada dingin dan dingin yang kini tersisakan. Tak ada kehangatan sekali pun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *