Misi Maggie

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 13 April 2018

Gue Maggie Dianeza, biasa dipanggil Maggie. Bukan sombong, tapi kenyataannya gue memang anak orang kaya. Gue enggak punya sodara, alias anak tunggal. Umur? Jangan tanya masalah umur. Yang jelas, gue masih muda dan masih kuliah semester 6 di salah satu universitas di Jakarta.

Akhirnya, sampailah gue di area kampus. Setelah selesai mencari tempat parkir, gue masih terdiam di tempat duduk, memandang sebuah foto yang telah ada di tangan. Foto seorang cowok. Bukan, dia bukan pacar atau bahkan mantan gue. Namanya Rion, cowok yang selalu menjadi musuh bebuyutan gue dari pertama kali masuk kuliah dan dia satu kelas sama gue. Awal bertemu dengannya pun, merupakan kesan yang sangat buruk. Tiap kali ketemu, bawaannya pengen ribut. Tetapi, masalahnya sekarang bukan itu.

Gue melangkah memasuki ruang kelas. Gue bingung, dari sudut pandang yang mana gue harus bilang ke Rion tentang masalah ini. Masalah yang pada akhirnya membuat gue punya misi khusus.
“Yon! Gue mau ngomong serius ama lo.”.
“Apaan sih lo? Ganggu gue aja deh.” ucapnya dengan masih sibuk membaca buku.
“Rion! Dengerin gue!!!” teriak gue di depan mukanya, membuat dia akhirnya memandang gue.
“Gue minta lo balikan sama Netta!!”. Netta itu sepupu gue, mantan pacar Rion. Ya, itulah misi gue, membuat Netta dan Rion balikan lagi. Netta divonis dokter kanker otak. Oleh karena itu, gue pengen bantuin ngabulin permintaan Netta untuk balikan sama Rion, yang gue harap itu bukan permintaan terakhirnya. Rion terkejut waktu gue minta dia balikan sama Netta, tapi dia enggak terkejut mendengar keadaan Netta sekarang ini. Dulu, mereka putus karena Netta selingkuh dari Rion, makanya Rion enggak mau jatuh pada lubang yang sama, apalagi sekarang Rion udah punya pacar lagi. Sayangnya, Netta enggak pernah benar-benar bisa move on dari Rion. Ah, benar-benar misi yang sangat sulit. Rion gak peduli apa kata gue, dia malah pergi. Menyebalkan.

Gue liat Rion sama Rena setelah pulang ngampus. Enggak heran kalo mereka deket, karena Rena adalah pacarnya. Aha!!! Gue punya ide yang cukup cemerlang. Gue buru-buru lari nyamperin mereka.
“Rion! Jadi kamu selingkuh dari aku? Kamu khianatin cinta kita cuma gara-gara dia? Kamu jahat Rion, aku kecewa sama kamu. Aku mau kita PUTUS!!!” Rion keliatan bingung dengan apa yang barusan gue ucapkan. Itu hanya bagian dari akting yang didukung dengan ekspresi nangis dan marah ke Rion. Dan, sesuai harapan, gak lebih dari 5 detik, si Rena marah-marah dan langsung memutuskan Rion. Berhubung Rena gak kenal sama gue karena kita beda fakultas, jadi dia percaya-percaya aja kalo gue pacar Rion. Rena langsung pergi gitu aja. Rion marah-marah akibat akting gue yang terlalu hebat.

“Makanya, kalo lo gak mau gue gangguin, lo harus balikan ama Netta.”.
“Ogah”. Dasar keras kepala, gak berperikemanusiaan. Rion adalah cowok paling rese, nyebelin yang pernah gue kenal dalam hidup gue.

Setelah beberapa langkah pergi tanpa permisi, tiba-tiba aja dia balik badan dan nyamperin gue.
“Setelah gue pikir-pikir, gue mau balikan ama Netta dengan 1 syarat. Lo harus mau ngelakuin apapun yang gue minta selama 1 bulan.”. What??? 1 bulan?? Gue tau itu akal-akalan dia buat ngerjain gue. Tapi apa boleh buat? Kalo cuman itu satu-satunya cara buat bikin mereka balikan, gue bakal lakuin.

Udah lebih dari 2 minggu gue menjabat jadi jongos buat Rion. Bete’ banget. Apalagi waktu dia nyuruh gue buat nyuciin mobilnya. Perasaan gue udah cuci semua bagian, tapi tetap aja kotor karena ternyata dia sendiri yang ngotorin lagi. Nyebelin banget kan? Gue semprot aja dia pake air biar basah sekalian. Tapi, gak selamanya ternyata dia nyebelin. Kadang-kadang kalo gue kecapekan, Rion ngasih gue minuman atau mentraktir makanan sepuas gue. Ternyata, dia cukup pengertian juga. Entah kenapa, kadang gue senyum-senyum sendiri inget semua kejadian-kejadian itu. Gue sadar, gak seharusnya seperti itu. Karena gue ngelakuin semua ini, untuk Netta. Rion juga udah nepatin janjinya buat balikan ama Netta. Semenjak mereka balikan, Netta jadi lebih sering tersenyum.

Hari ini, gue baru aja selesai ngampus. Di luar hujan deras banget. Bodohnya, gue cuma pake baju pendek berbahan cukup tipis. Gue kaget waktu tiba-tiba sebuah jaket melekat di tubuh gue. Rupanya Rion, tau aja kalo gue kedinginan. Berhubung gue gak bawa mobil, Rion nawarin gue tebengan. Tapi sebelum itu, Rion bilang pengen ngomong sesuatu ke gue. Gak tau kenapa, jantung gue serasa mau copot. Rion pegang kedua tangan gue.
“Mag… Gue mau ngomong jujur, gue suka sama lo. Lo mau gak jadi pacar gue?”. Gue langsung lepas tangannya. Rion gila. Dia nembak gue waktu dia udah balikan ama Netta.
“Gue balikan sama Netta itu kan karena lo. Awalnya gue ngadain kesepakatan itu, emang buat ngerjain lo. Tapi semakin ke sini gue sadar, gue sayang sama lo. Gue gak pernah sayang lagi sama Netta. Gue balikan sama Netta itu karena lo yang minta”. Egois. Gue fikir kalaupun Rion gak sayang lagi ama Netta, seenggaknya harusnya dia kasihan ngeliat Netta. Gue bukan gak mau nerima perasaan Rion, tapi gue gak mau bikin Netta sedih dan drop lagi.

Brukk!! Sebuah tempat bekal makanan jatuh ke lantai. Netta. Dia melihat semua kejadian itu. Untuk apa Netta ke sini? Dia bukan mahasiswi di sini. Netta menangis, berlari meninggalkan gue dan Rion. Gue berusaha mengejarnya, juga dengan Rion. Rupanya, Netta ingin memberikan bekal makanan untuk Rion. Sampai tepat di depan kampus, langkah Netta melambat, tiba-tiba saja dia jatuh dengan mata terpejam. Gue, Rion, dan pak sopir yang mengantarkan Netta, langsung membawa Netta ke rumah sakit.

Gue marah ke Rion karena gue merasa bersalah dengan Netta. Gue nangis ngeliat Netta terbaring tak berdaya di atas ranjang pasien. Tak lama, nyokapnya Netta datang, dan langsung menanyakan keadaan anaknya. Dokter pun selesai memeriksa Netta. Dokter menyatakan bahwa Netta harus segera dioperasi.

Operasi pun berlangsung selama berjam-jam dan berjalan dengan lancar. Sekarang, tinggal menunggu Netta membuka mata. Gue, Rion, juga nyokapnya Netta berada di samping Netta. Beberapa saat kemudian, Netta membuka matanya secara perlahan. Gue minta maaf sama Netta.

“Lo enggak perlu minta maaf ke gue, lo enggak salah. Gue yang egois memaksa Rion untuk kembali sayang sama gue. Padahal yang disayang Rion itu lo. Gue sadar kalo gue harus belajar move on. Gue tau lo ngelakuin itu demi kebahagiaan gue. Tapi gue bahagia kalo lo juga bahagia. Dan gue yakin, kebahagiaan lo itu cuma sama Rion.”. Netta mengambil tangan gue juga tangan Rion.
“Lo belum jawab kan pertanyaan Rion waktu itu?” tanya Netta ke gue, sambil tersenyum. Gue natap Rion, begitupun sebaliknya.
“Iya, gue mau jadi pacar lo.”. Semuanya tersenyum, termasuk gue, karena pada akhirnya gue mengakui tentang perasaan gue ke Rion.

Cerpen Karangan: Ria Puspita Dewi
Facebook: Elfa Puspita

Cerpen Misi Maggie merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rumitnya Cintaku

Oleh:
Cinta memang tak selamanya berjalan mulus seperti yang kita inginkan. Yah,, itulah cinta yang ku alami. Sebut saja namaku Dini. Aku seorang gadis berusia 18 tahun yang bekerja sebagai

Kotak Musik Kenangan (Part 1)

Oleh:
Pagi itu lisa membantu bunda menyiapkan sarapan dan berbenah rumah, seperti hal yang biasa lisa lakukan sewaktu di desa dulu. pagi itu masih gelap dan sangat dingin, bunga bunga

Temani Aku

Oleh:
Girls, sebagai perempuan rada terlalu risih kalau ke mana-mana cerita tentang cinta. Loves exist while breathing. Mungkin iya untuk perempuan hobi hang out, nongkrong, dsb. Artinya sebut saja kisah

Mengalah

Oleh:
Hari ini tepat satu hari setelah usia hubunganku dengan dia berjalan 32 bulan. Dengan kata lain hampir 3 tahun sudah aku menjalani hubungan ini. Suka dan duka pasti sudah

Jalan Terbaik

Oleh:
Aku tersadar dari lamunanku ketika mobil melaju dengan cepat dan mencipratkan genangan air di pinggir jalan tepat di sampingku yang tengah berjalan, dan sontak membuatku kaget. “Aaaww.. Pak kalau

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *