Mungkin Kau Akan Menyadari

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 14 November 2017

Pagi yang cerah aku terbangun dari tidurku, kubuka tirai jendela kamar dengan senyuman hangat sang mentari.

Hari ini adalah hari minggu. Yupz, tepat sekali hari ini adalah hari libur. Aku sangat bergembira hari ini, karena hari ini aku dan teman teman akan mengadakan belajar kelompok yang biasa kami lakukan.

Namaku anggraini, aku adalah anak tunggal. Aku sekarang duduk di kelas 8 smp. Aku sering merasa kesepian, itulah mengapa aku sangat senang untuk belajar kelompok, karena aku suka dengan keramaian.

Aku pun menuruni tangga satu persatu,
“sepi sekali, astaga aku lupa ayah dan ibu sedang ke luar negeri untuk urusan pekerjaan”. Orangtuaku selalu sibuk dengan pekerjaan mereka, tetapi aku tetap menyayangi mereka walau mereka jarang memiliki waktu untukku.

Setelah bersiap-siap, aku langsung berpamitan dengan nenek, dan langsung berangkat ke rumah mira.
Sesampainya di sana, kupencet bel rumah mira dan seseorang keluar untuk membukakanku pintu, “assalamualaikum bi, miranya ada?”.
“iya non, non miranya ada silahkan masuk”.

Sesampai di kamar mira, kulihat ia sedang menelepon. Hem dalam hatiku, pasti ia sedang menelepon andi, kekasihnya. Aku merasa bosan mendengar mereka dengan bicara yang sok romantis, dalam hatiku “andai saja, rendi pun begitu denganku, romantis sedikit gitu, tapi bagaimana mau romantis jadian atau dekat aja tidak, hanya saja aku yang mengaguminya dalam diamku”.

Setelah selesai belajar, aku langsung berpamitan dengan ayah dan ibu mira “om tante, anggraini pamit pulang ya”.
“ya sayang, hati-hati ya nak”.

Seperti biasa aku selalu mampir ke toko buku untuk membeli novel. Aku menyusuri lorong-lorong buku untuk mencari novel terbaru, cukup kecewa karena novel tersebut telah ada yang membelinya. Rasanya kesal tapi saat kulihat lelaki yang membeli novel tersebut aku nggak jadi deh kesalnya. Soalnya dia rendi seorang laki laki yang memiliki tinggi badan yang cukup perfect, cerdas, tapi sayangnya dia sangat dingin dengan wanita.

Saat di sekolah keesokan harinya, aku berpapasan dengannya di depan perpustakaan, baru aku sadari bahwa dia gemar membaca. Astaga, dalam benakku aku berkata “dia berulang tahun hari ini”. Tumben otakku encer bagaimana jika aku membelikannya sebuah novel terbaru hari ini, tapi apa aku akan berani memberikannya. Yupz tepat, aku titipkan saja kepada kasir itu, akan kusuruh dia untuk memberikan novel ini pada rendi. Kutulis di surat itu “i love you” from: seseorang yang mengagumimu.

Saat pulang dari toko buku, aku pun membuka handphoneku dan ternyata ada sebuah bc dari temanku sendiri yaitu mira dia nge bc in rendi, aku bingung mau aku invite atau tidak, tetapi setelah kupikir-pikir aku akan memberanikan diri untuk menginvitenya dan ternyata di accept. Wuahh di dalam hatiku senang banget.

Aku belum memberanikan diri untuk mengajaknya chat, dan ternyata dia membuat pm yang berbunyi “thanks untuk yang kasih novel”. Wuahhh itu aku rendi, dalam hatiku..

Seminggu telah berlalu,
Aku mulai memberanikan diri untuk mengajaknya chat, chat kumulai dengan bertanya soal pelajaran. Akhirnya chat kami pun berlanjut dengan perkenalan. Dan kami pun mulai akrab, akhirnya aku pun mengatakan perasaanku padanya, tapi dia tak merespon apapun, aku berharap dia akan menyadari bahwa cintaku ini tulus…

Semoga kita akan dipertemukan oleh ruang dan waktu…

Cerpen Karangan: Ema
Namaku dzandela ema khumaira. Sekarang kelas 8 smp di liwa lampung barat. Cita cita ingin menjadi guru. Maaf kalo cerpennya jelek soalnya cerpen pertama..

Cerpen Mungkin Kau Akan Menyadari merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kutu Beras

Oleh:
Rabu, sembilan maret pukul tujuh lewat dua menit. Hari ini libur, horrayy!! Tapi tugas yang sangat menumpuk, pekerjaan yang menggantung di mana-mana, belum lagi masalah-masalah lain yang muncul di

Bukan Cinderella

Oleh:
“Dan mereka hidup bahagia selamanya. Tamat.” Hmm selalu aja kata-kata itu yang aku baca dari sebuah dongeng sejak aku kecil. Heran, kenapa penulis dongeng suka banget sama kata-kata itu.

Miracle (Part 2)

Oleh:
Dia masih berusaha melontarkan banyak kata maaf padaku, tapi entah hatiku masih beku untuk menerimanya kembali. Bukan sebuah masalah perjodohan yang sedang ku perdebatkan dengan hatiku sendiri. Tatanan kebohongan

Aku dan Jarak

Oleh:
Jarak? Aku menyebutnya bukan penghalang. Melainkan penghubung. Sesuatu seperti penguat atau bahkan bisa jadi suatu penghambat. Semua itu tergantung bagaimana jarak berpihak. Aku menjalani hubungan jarak jauh ini selama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *