Murder In Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 30 April 2016

“Ini adalah foto orang yang akan kau bunuh. Namanya Tata. Bunuh ia dengan cara yang sadis. Bunuh dia secepatnya. Ku beri 50 juta. Bill.”

Itu adalah isi surat yang dikirimkan Bill kepadaku. Ya, betul. Aku seorang pembunuh bayaran. Aku dibayar untuk membunuh orang. Kali ini orang yang akan ku bunuh adalah Tata. Lalu aku pergi ke rumah Tata untuk mengawasi gerak-geriknya. Aku pergi ke alamat yang dikirimkan Bill. Setelah sampai di rumahnya aku terkejut. Apa?! Bukankah dia adalah gadis yang pernah menolongku? Gadis yang menyelamatkan nyawaku ini. Nyawa seorang pembunuh bayaran yang hampir mati. Yang benar saja aku akan membunuhnya? Ini tak mungkin. Aku pun membicarakan ini dengan Bill. Bill tidak terima. Ia berniat membunuh Tata sendiri. Ini tak bisa dibiarkan.

Bill akan membunuh gadis yang telah menolongku. Um.. yah… gadis yang ku sukai tentunya. Aku harus menolong Tata! Aku pun mendahului Bill ke rumah Tata tanpa sepengetahuannya. Aku melihat Bill masuk ke rumah Tata dengan alasan main. Huh! Alasan konyol. Jelas-jelas Bill mantan Tata. Dasar konyol. Jika kau mengatakan alasan, katakanlah yang logis. Dasar tol*l! Dan pada akhirnya Bill menjalankan niatnya untuk membunuh Tata. Aku segera melindungi Tata. Alhasil pisau Bill menusuk jantungku. Bill kabur dan aku tak sadarkan diri.

Saat bangun aku telah terbaring di atas ranjang rumah sakit. Di sampingku ada seorang gadis yang tertidur. Ternyata Tata, ia telah menyelamatkan nyawaku kembali. Tiba-tiba ia terbangun. Aku pun menceritakan semuanya. Tata juga memberitahuku, bahwa Bill telah ditangkap. Tata tidak memberitahu Sherif jika aku adalah pembunuh bayaran. O ma ga’ Tata you’re very kind. Kau telah menyelamatkanku dua kali dan sekarang kau merahasiakan jati diriku? Apakah artinya ini?

“Um… Tata, you’re really kind to me. Mengapa kamu melakukan ini semua?”
“Karena… aku menyukaimu, mencintaimu! Sebelum itu bolehkah aku mengetahui namamu?”
“Jeff, si Pembunuh Bayaran. Asal kau tahu Tata, aku juga mencintaimu. Maukah kau menjadi teman, maksudku lebih dari itu?”
“Tentu saja Jeff.”
Setelah mengucapkan itu Tata menciumku?
“That’s my first kiss Jeff.”
“Me too.”

Cerpen Karangan: An Author

Cerpen Murder In Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tentangmu

Oleh:
Menyebalkan, Itulah satu kata yang bisa ku ungkapkan untuk menggambarkan apa yang ku rasakan sekarang. Hari ini di sekolah, Cerpen yang ku tulis di note pribadiku, tiba-tiba sudah terpajang

Jawaban

Oleh:
Seiring detik berganti dengan asa yang kian menggema, saat rumput tersenyum menjamu mentari menandakan kehidupan, masih berlanjut sampai saat ini. Bait demi bait mulai aku untai dalam kata supaya

Jangan Panggil Aku Meme

Oleh:
Seperti biasa, di pagi hari aku sangat susah untuk di bangunkan. Walaupun aku sudah pasang alarm dan juga teriakan mama yang super kencang. Tetap saja aku susah untuk bangun,

Day by Day (Saat Kembali)

Oleh:
“Meow.” Ivi menoleh kanan-kiri saat mendengar sebuah suara yang sangat dikenalnya. “Meooww.” Suara itu semakin keras, membuat Ivi semakin menelusuri dari tempatnya berdiri dengan seksama. Matanya melirik ke dahan

Teh Panas yang Sudah Menjadi Dingin

Oleh:
Sore itu aku sedang duduk di sebuah restoran bergaya vintage. Lamunanku terpecah oleh seorang waiter yang membawa teh panas pesananku tadi. Hari itu adalah hari yang istimewa karena aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *