My Chat My Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 24 September 2016

‘Kenapa loe gak chat gue sih Veb? gue kangen ama lu’. Otakku masih berputar dengan tangan yang masih mengotak-atik tuts ponsel di tangan. Sudah beberapa kali kukunjungi profil Vebrian, tapi nihil. vebrian itu temen chat aku. Aku gak kenal sama dia, aku cuma tahu dia dari foto yang ia unggah. Memang sih di dalam foto dia tampan tapi bukan itu yang membuat menarik seperti ada something yang sesuatu banget. Dia gak aneh-aneh dan sopan. Kebanyakan cowok pasti tanya foto saat kenalan, tapi dia gak, dia nanya gue udah mandi atau belum (hehe) bohong kok. Vebrian itu orangnya supel, pokoknya enak saat diajak ngomong.
Tapi hari ini dia gak chat aku, cuma kasih like fotoku. Padahal aku sudah menantikan banget saat-saat chat sama Vebrian bahkan aku udah nyiapin banyak kata-kata buat tema ngobrol kita. Dalam hatiku ada penyesalan dan sakit yang tak karuan. Jangan-jangan aku… argh sudahlah.

“Dik lu ngapain bengong kaya gak ada kerjaan gitu? udah buat PR apa?”
“Ihh… kakak ngapain sih bisa gak ngagetin aku sekali aja, usil banget!” jawabku sewot, saat kakak tampanku tiba-tiba menyembul dari balik pintu, lalu dengan santai dia duduk di sampingku dan mencomot kentang goreng di hadapanku.
“Kakak! Jangan dimakan…” kataku sambil menampik tangan kakak
“Gak dimakan kan?”, “Ihh.. kakak…” aku udah kelewat marah, kubiarkan dia menghabiskan cemilanku itu. Biar saja.
“Gak belajar? Sini kakak liat ponselmu,” kakakku dengan gesit merampas benda di tanganku itu. Aku sempat berontak tatapan elang itu merontokkan sendi-sendiku.
“Bukannya belajar, malah chatting mulu. Belajar sana! Kalau gak kakak ambil ni ponsel!” ancamnya saat tau chatku yang belumku logout
“Jangan dong kak… iya Sarah belajar, kemariin ponsel Sarah,” dengan mata berkedip aku merayu kakakku. Aku terpaksa mengalah dengan orang ini. Aku tau jika sampai aku buat onar, uang saku, ATM dan ponsel HANGUS!
“Kamu chatting mulu, gak kasian bla.. bla…” dan panjanglah khotbah itu sampai panas telinga ini mendengar.

Kuhempaskan tubuhku ke kasur. Kupandangi langit-langit kamar seakan tetawa penuh kemenangan setelah aku disuap dengan kata-kata pedas kakak. Sial! ini semua gara-gara Vebrian kalau dia chatt ku gak bakal kaya gini jadinya. Kuraih ponsel hitam di sampingku lalu kubuka profil Vebrian, chatt kami hanya chat lalu, belum ada pembaharuan. Kenapa ku tampak sebodoh ini pada vebrian? menunggu orang yang jelas-jelas gak aku kenal. Kenapa aku bisa segila ini coba?

Deert… deert. Ponselku bergetar! dengan sikap aku menekan tombol lock screen dan YES!! itu chatt dari Vebrian. Spontan aku loncat-loncat di atas kasurku dengan alasan. STOP! aku berhenti, kuamati layar di depanku sekali lagi memastikan jika itu benar-benar dia. Memang cuma ada ‘vebrian’ tapi bagiku itu seperti kebahagiaan. Aku kembali meloncat menggetarkan kasurku hingga bergoyang-goyang hingga tanpa sadar BRUUKK!
“Kakak…!!!” pekikku. Rasanya persendianku copot dari tempatnya. Oh apakah bakal retak?. Akhirnya kakakku tiba setelah sepersekian detik aku memekik.
“Ya Allah Sarah… lu ngapain di situ? abis koprol yak!”
“Kakak… ceramahnya ntar aja, tolongin Sarah..” rengek ku memutus ocehan tanpa sikon yang jelas itu. Kakakku kemudian memapahku dan mengembalikan posisi wajar ku jika di atas tempat tidur
“Kamu ngapain loncat-loncat kek gitu? abis menang taruhan hah? mana yang sakit?” tanya kakakku. aku menunjuk pergelangan kakiku sambil meringis menahan sakit. Kakakku mengurutnya pelan. Meski terkadang kakak selalu cerewet tapi carenya gede loh ke aku. aku kan adik cewek satu-satunya di dunia ini, yang paliing manis hehehe

Hari-hariku nampak indah. Berjalan tanpa ada masalah. Semakin hari aku semakin menggilai lelaki itu. Perasaan yang sudah dua tahun aku kubur dan sempat tak ingin aku memilikinya lagi kini tumbuh kembali. Kepadanyalah aku banyak berbagi cerita, soal tugas sekolahku, PRku, dan juga kehidupanku. Sedikit banyak aku mulai tertarik padanya. Ya siapa lagi kalau bukan Vebrian. Ku akui aku jatuh cinta pada tiap-tiap kata-katanya. Dia seperti telah membiusku dengan candu omongan. Dia gak pernah mengucap ‘sayang’ selama ini. Tapi jujur saja aku berharap dia nembak aku suatu saat nanti.

Hari ini adalah hari penerimaan rapor. Jika aku juara, aku udah janji bakal traktir Vebrian makan, karena dia telah menyemangatiku selama ini.
“Kakak.. cepatlah 15 menit lagi acara dimulai loh!” teriakku dari bawah. Si gangster ini yang bakal ambil raporku. Dia ngapain coba? masa cowok mau saingan sama cewek dalam hal berdandan. Lagi pula dia gak pake meke-up aja udah cantik dari sononya hehe
“Paling nilaimu jelek aja…!” jawab kakakku sambil berjalan malas.
“Ihh… kakak bukanya dukung aku malah jatuhin semangat aku. Jika nilaiku baik apa yang bakal kakak lakukan hah?!”, tantangku. Kakakku cuma tersenyum sangsi.

Setelah berpanjang lebar sambutan seperti tol Karawang, akhirnya wali kelasku mengumumkan siapa juaranya. jatungku berdetak seperti pacuan kuda. Kedua tanganku tiba-tiba terasa dingin. sedang kakakku cuma tersenyum menghina seakan bilang ‘lu juara? ngipi yak?!’ whatever aku yakin nilaiku baik kok semester ini.
“Juara ke tiga diraih oleh Ayu Kusuma..” tepuk tang bergemuruh, dengan tangan dingin ku aku juga mengikuti yang lain bertepuk tangan. Ya allah… tolong.. batinku
“Juara ke dua di raih oleh Dea.. master kita..” plass! wajahku makin pucat. jika dea saja sang jagoan kelas juara dua lalu siapa yang pertama? aku kah?
“Juara pertama… sangat di luar dugaan tapi selamat Sarah Pratiwi..” aku? aku? aku dipanggil? sarah pratiwi kan? aku melongo tak percaya. aku juara.
Kulihat kakakku hanya tersenyum masam. hehe.. tunggu pembalasanku di rumah. dengan senyum 1500 volt aku menjabat wali kelasku dengan bahagia tentunya.

“Mau kemana sar?”, ucap kakakku saat tau aku sibuk ke luar masuk kamar dan ruang tamu. Aku sudah mengobrak-abrik isi lemariku tapi syal merah kesukaanku gak ada! padahal aku pengen pake itu saat ketemu Vebrian.
“Ke taman. Tau syal merah ku tidak?” lanjutku sambil terus menelusuri di bawah bantal.
“Ngapain? baru dapat nilai bagus sekali aja udah sombong!” JLEB!!
“Kakak selalu begitu! kapan gak ngehina aku sih? aku ada janji sama seseorang yang udah mau merubah hidupku. lagian besok juga udah libur. masa mau belajar mulu. kakak mau aku stress kaya di drama-drama korea gitu? ayolahh.. sekali aja..”
“Ada di tempat jemuran, bukanya kemarin kamu cuci ya?” jawab kakakku dengan datar. aku pun segera menghambur ke arahnya
“terima kasih, aku sayang kaka..” bisikku. kakakku cuma tersenyum ganjil padaku. aku segera cabut ke taman kota pakai taksi. akhirnya untuk pertama kalinya aku bisa ketemu orang itu.

‘kutunggu di meja pink’ begitu aku baca pesan itu, aku segera mencari meja pink yang ia maksudkan, memang agak susah tapi meja pink cuma ada satu di tempat ini. sosok dengan t-shirt merah mungkin itu..
“Vebrian ya..” ucapku sambil menyentuh pundaknya. laki-laki itu menoleh HAH?! dengan senyum tanpa dosa
“Hay.. girl”
“Kakak.. ka..kak ngapain di sini?” tanyaku dengan wajah sekaget maling. dia cuma cengar-cengir
“Maafin kakak, kakak gak ada maksud buat..” DEg! aku tertunduk di rumput taman. Jadi dia kakakku sendiri? Jadi aku dibohongi?
“Maaf..”, aku berlari tanpa sempat mendengar permintaan maafnya yang entah tulus atau tidak. Vebian? apa aku gila? dia kakakku selama ini dan aku gak sadar? pantas dia selalu menyuruhku belajar, membantuku mengerjakan tugas, ternyata dia kakakku. BODOH!

Aku masih terisak dalam kamar. ‘are you sure to delete’ YES! semua pesan itu menghilang dalam sekali tekan. dan pertemanan kami juga aku hapus. ini benar-benar gak lucu tauk!

Ttok.. ttook..
“Sar.. ini kakak..” mendengar itu segera kusumpal telingaku dengan bantal di pangkuan. aku gak mau ketemu dia. keterlaluan banget.
“Sarah.. maafin kakak dong, kakak gak maksud buat mainin kamu, maafin dong..”
“kakak diam dong! udah puas buat sarah kecewa hah?!”
“Bukan gitu sar, kakak gak mau kamu patah hati lagi kaya dulu, kakak pengen kamu jadi murid berprestasi lagi, maafin kakak ya.. keluar lah ayo kita..”
klekk..
Aku memeluk kakakku. si tampan rese ini memang berhasil membodohiku, tapi aku sayang sama dia. dia adalah ayah sekaligus mama di kehidupanku. aku gak betah lama-lama marah sama dia. lagi pula juga kalau dipikir ulang yang dilakuin kakak itu ada baiknya
“aku maafin..” kami berpelukan beberapa saat
“dia..” suaraku terputus, sosok itu tersenyum dari kejauhan memandangku yang sedang memeluk kakakku. kulepaskan pelukan itu
“ohh.. dia vebrian yang asli..” aku terdiam. sebuah kerutan menghias sisi matanya. kini aku tahu jika senyum itu ikhlas ia suguhkan pada kami. Satu menit berlalu dan suasana masih sama. kakakku berjalan ke dapaur “aku akan membuat minuman” begitu ia berkata beberapa detik lalu. aku masih tetap mematung
“jadi.. sebenarnya aku juga turut andil dalam rencana ini, maafin aku juga ya..” pertama kalinya aku mendengar! aku masih tetap diam, kutelesik dirinya dari atas ke bawah. seakan ketidakpercayaan masih merasuk dalam diriku. SEMPURNA!
“hahaha..” kami tertwa berbarengan, entah apa yang lucu aku juga heran, kami kemudian saling tersenyum
“sarah pratiwi..” ucapku sambil mengulurkan tangan

Cerpen Karangan: Warsini
Facebook: Arsy’warsini Soneyongwonhi

Cerpen My Chat My Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bad Birthday

Oleh:
Matahari mulai memunculkan cahaya terangnya, embun pagi masih hinggap di dedaunan, dan aku masih menatap foto keluargaku yang terletak di atas laci sebelah ranjangku. Masih sangat jelas memory otakku

Ingin Jadi Pemain Timnas

Oleh:
Putera berlari dengan kencangnya sambil menggiring si kulit bundar. Dengan mengenakan sepatu bola pemberian almarhum ayahnya. “Gooooool!!!” teriak teman-teman setim Putera. “Kau memang hebat Putera.” kata Rizky dengan bangganya.

Kotak Impian

Oleh:
Kampung bahagia, tempat Ryan melewati hari-hari bersama ibu dan adiknya. Hidup tanpa kehadiran seorang ayah tak membuatnya kehilangan semangat, meskipun dalam kondisi ekonomi yang kurang memadai. Ryan yang masih

Penyesalan Sang Mantan

Oleh:
“kenapa kamu tega sama aku, Ray!,” teriak seorang gadis bernama Fara pada pacarnya yang bernama Rayhan. “iya. Maaf, Ra,” jawab Rayhan. “jadi kamu lebih milih cewek itu daripada aku?,”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *