My Darkness Secret

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 14 April 2018

“Kau sang pemegang tahta kejahatan. Bersediakah kau menggantikan ayahmu untuk memimpin dunia kege..” “TIDAK! TIDAK AKAN PERNAH AYAH!! Aku hanya ingin menjalani hidupku sebagai remaja biasa. Dan aku sudah muak dengan semua aturan jahatmu. Aku hanya ingin menjadi manusia!!” Ucapku lantang sampai terdengar di ujung duniaku “APA KAU BILANG??!! KAU PIKIR PANTASKAH KAU MENGATAKAN ITU PADA AYAHMU??! ENYAHLAH KAU JIKA KAU TAK MAU MEWARISI TAHTA INI” “BAIK!! Aku akan pergi ke dimensi lain, dan aku akan membuktikan bahwa ayah telah salah menilaiku sebagai putrimu yang kejam. Aku hanyalah putri dari kerajaan tak Berpandang bulu. AKU PERGI!”

Pagi yang cerah membuat diriku semangat. Dengan sinar mentari yang langsung mengguyur tubuhku, aku pun berkata “Inilah yang kunanti”. Kugapai handuk dan segera mandi. Ternyata air yang dipakai manusia tidak berwarna, sedangkan di duniaku airnya berwarna hitam. Benda bertuliskan ‘SOAP’ ini mempunyai bau yang lumayan wangi. Ternyata masih banyak yang perlu aku ketahui agar bisa membaur. Setelah mandi aku mencoba penyamaranku menjadi siswi SMA kelas 2. Aku memakai sehelai kain yang diberi nama Seragam, memakaikan ikat rambut keberuntunganku di rambut dan mengambil tasku.

Aku berjalan sambil melihat sekeliling home stay tempat aku tinggal saat ini. Sungguh indah ternyata dimensi bernama BUMI ini. Mungkin aku akan betah. Aku mengecek alamat sekolah baruku, ternyata itu hanya di sebelah persimpangan yang kira kira berjarak 300 meter dari home stay ku. Di tengah perjalanan aku dipanggil oleh seorang lelaki. Ia berseragam hampir sama tetapi memakai celana panjang. “Hai, kamu anak baru ya? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya” ucapnya sambil menghampiriku. Aku hanya tertunduk dan diam. Diriku merasa terancam! Tapi aku mencoba untuk bertahan. “Hmm? Malu ya? Gak papa kok. Aku gak akan ngelukain kamu. Oh iya, namaku Leo. Namamu?” kata kata itu dilontarkan sembari tangannya ditodongkan kepadaku. Aku ingin memberikan nama asliku, tetapi aku takut Identitasku terungkap. Akhirnya aku menemukan nama samaran yang tepat. “Na.. Namaku Mal. Emm.. Mal Fenandicia Leordo” kataku sambil menjabat tangannya. “Wah… namamu ada Leo nya juga kalau nama lenkapku, Daniel La Leonardo” tertawa kecil yang keluar dari mulut pemuda seumuranku itu imut sekali.

Tak terasa kami sudah di sekolah.
Sekolah yang sekarang menjadi penyamaranku ini sungguh luar biasa besar. Sejenak aku berpikir Jika di tempat seperti ini, aku takut mereka tau identitasku. Dan akhirnya membunuhku… Ingatanku dibuyarkan dengan tepukan dari Leo. “Hei Mal. Jangan melamun deh, kamu di kelas apa?” tanyanya tanpa rasa bersalah tapi aku mencoba sabar “Mmm aku di kelas Super Proud. 8-A” ucapku sambil membaca kertas alamat sekolah beserta denahnya itu. Aku tau karena kelas 8-A adalah satu satunya kelas yang dilingkari pena merah. “Wah! Selamat kita sekelas. Aku mulai ngerasa kalau kita bakal jadi sahabat” ucapnya sambil terus berjalan melewati lorong.

Lorong demi lorong, anak tangga demi anak tangga. Akhirnya sampailah aku di kelas 8-A. Ruangan berwarna putih bergaris hijau pastel dengan AC dan banyak bangku langsung menyambutku. Kulihat banyak yang sedang membaca, ada juga yang berbincang-bincang. Tak lama setelah aku dan Leo sampai, datanglah seorang guru perempuan berkacamata menuju kearah kelasku. “Ah kamu pasti anak baru itu! Ayo ikut saya ke kelas, dan perkenalkan dirimu” ucapnya ramah. Aku hanya bisa mengangguk, dan aku sadar Leo sudah berada di dalam kelas.

Tak tak tak. “Ehem, selamat pagi semua. Hari ini kalian dapat murid baru. Tolong perkenalkan dirimu, manis” Aku tau ia adalah guru yang sabar, tanpa menunggu lama aku langsung berbicara “Halo semua, namaku Mal Fenandicia Leordo. Senang bertemu kalian” aku segera membungkukkan diriku dan.. “Baik, Mal? Kamu boleh duduk di sebelah Vellycia” Ucapnya sembari menunjukkan tangannya ke suatu bangku yang hanya diduduki seorang anak perempuan yang kuyakini bernama Vellycia. “Terima kasih” aku berjalan dengan diawasi senyuman dari anak anak lain.

Aku pun duduk di sebuah bangku, di sana aku memberanikan diri untuk berkenalan denganya tapi.. “Hai! Namamu Mal kan, namaku Vellycia. Senang bertemu denganmu!” ternyata Vellycia yang kukira akan membenciku adalah anak yang ceria. Karena aku pernah membaca buku yang ceritanya hampir seperti ini. “Ha.. hai. Iya namaku Mal, senang bertemu denganmu juga” ucapku. Dan aku pun mulai menerima pelajaran.

Kriiiing. Bel menandakan istirahat berbunyi. Dan tanganku yang sedang membereskan barang yang berada di atas meja disentuh seseorang “Mal istirahat yuk! Tapi gak masalah kan kalau sama sahabatku?” ucap seseorang yang ternyata adalah Velly “iya gak masalah. Siapa dia?” tanyaku balik “Oh.. dia adalah, Leo!” ujarnya sambil menunjuk ke arah leo yang sedang membaca buku “Leo… sahabatmu?” tanyaku lagi “Iya, kelihatannya kamu sudah kenal. Leo, ayo ke kantin bareng Mal” serunya “Ok!” timpalnya tanpa berfikir panjang.

Di kantin yang kira kira seukuran dengan lapangan sepak bola mulai dipenuhi banyak murid. “Kalian duduk di sini dulu. Biar aku yang pesankan. Kalian mau apa? Tanyanya “Aku burger dan Greentea milkshake. Dan kurasa… 2 donat creme brule” ucapku sambil sembarangan membaca menu. Aku bahkan tidak tau apa yang kupesan. Ini gila! “Aku sama dengan Mal, tapi aku mau Ice lemon tea saja” timbalnya yang sepertinya memang tau apa yang dia pesan. Leo pun memulai perbincangan “Mal kamu sebenarnya dari mana?” DEG.. Bagaimana ini… kenapa dia bisa.. ugh.. “Aku dari Florida, bagaimana denganmu?” jawabku asal dan balik bertanya “aku juga dari florida!” ucapnya bersemangat.

Sebelum ia membicarakan hal lain, Vellycia membawakan nampan penuh dengan hidangan. Ia memberikan satu nampan berisi benda antah berantah, yang hampir sama halnya dengan Leo. “Itu dimakan dong Mal..” ucap Vellycia sembari menodongkan pipa kecil berwarna putih. “I..ini apaan Vel?” tanyaku bingung “Hah?! Ahahaha ha haha. Ya ampun Mal. Leluconmu sungguh… ahahahaha!” Leo tertawa dengan dengan keras, ia sempat membuatku keheranan dan sedikit kesal. Tapi aku diam saja “Aduh Mal… kamu tinggal di mana sih? Masa di dimensi lain. Hahahahaha!” Glek, perkataan vellycia membuatku mematung. Kenapa semua ingin membongkar identitasku… aku harus berusaha agar tetap membaur. “Hehehe, bercanda kok. Yuk makan sebelum masuk kelas lagi!” ucapku menutup kesalahan yang baru saja kubuat. “Ok deh, Mal. Eh minta sausmu dong, Vel!” pinta leo “Here!” ucapnya. Kami pun makan, dan akhirnya berbunyilah tanda masuk kelas.

Pelajaran demi pelajaran dan akhirnya waktuku untuk pulang. Hari hariku di bumi tidak terasa sudah 3 tahun. Dan kini Leo sudah menjadi sahabat karibku. Saat saat yang kunanti pun datang, saatnya liburan akhir semester 1. Aku diajak Leo untuk pergi ke pantai bersamanya. Aku merasa senang sekali. Dan.. Glek. Aku merasa punya perasaan tersendiri untuk Leo. Aku merasa ketika di sampingnya aku merasa nyaman dan hangat. Pernah waktu itu hujan lebat. Aku dan Leo berteduh di sebuah halte. Kami hanya bisa meratapi rintikan hujan dan menunggu sang mentari datang. Karena dingin, tubuhku menggigil dan aku pun bersin. Leo langsung memberikanku jaketnya dan menggosok gosok tanganku agar hangat. Disaat itu dia terlihat bersinar. Sinarnya dapat mengalahkan rasa dinginku. Aku bersiap siap untuk liburan. Hanya berbekal beberapa helai baju dan alat alat mandi. Aku pun menghubungi resepsionis, bahwa selama 1 bulan kamarku akan kosong. Dan aku menunggu di depan home stay untuk dijemput Leo.

Tak lama kemudian munculah mobil sport dengan atap terbukan menghampiri diriku. Leo? tanyaku dalam hati “Bagaimana Mal? Mobil baruku ini!” tanyanya penuh percaya diri. “Bagus kok. Aku masuk ya?” tanyaku “Masuk saja. Duduk di sebelahku sini!” tunjuk Leo, wah! Kurasa aku mulai merasakan getaran ini. Oh iya! Aku belum cerita ya? Vellycia sudah pindah ke Kanada. Tapi dia tetap ke sini 1 tahun 2 kali. “Terima kasih!” ucapku “Mal, kamu cantik deh kalau pakai baju itu” puji Leo. Aku hanya memakai dress putih bermotif bunga bunga musim semi selutut dan memakai topi pantai berwarna putih dengan pita kuning. “Terima kasih lagi Leo. Oh iya aku bawa sesuatu untukmu!” ucapku sembari memberikan sebuah kotak untuk Leo “Apa ini?” “Buka saja” Leo pun mulai membuka kado itu. Di sana ada foto kami dan topi berwarna putih bertuliskan #BOYZ warna hitam. “Wow, makasih Mal. Aku pasti bakalan nyimpen foto ini. Dan topinya? Kupakai sekarang saja deh!” ucapnya sambil memakai topi itu. Aku tersenyum gembira. Gimana nggak? Lelaki yang kusukai menyukai hadiah dariku. Kami pun memulai perjalanan. Dan akhirya sampai di penginapan yang akan kutempati bersama Leo. Dan pemandangan halaman belakang yang langsung menghadap ke Laut membuatku tersenyum bahagia.

Aku menata semua barang barang ku dilemari. Begitu juga leo yang menata barang barangnya di lemari satunya lagi. “Leo, minum teh yuk” ajakku “Ayo, aku tunggu di luar ya” Jawabnya sambil berjalan ke pintu belakang. Aku mulai menyeduh teh, memberi gula dan mengambil dua cangkir yang akan kami gunakan. Aku membawa teh itu keluar dan duduk di sebuah ayunan kayu. “Ini yo, tehnya” ucapku sambil memberinya teh “Makasih” selama beberapa menit kami terdiam “a….” ucap kami bersamaan “Kamu duluan deh Mal” “Nggak kamu dulu aja” “Oke. Ehem. Mal sebenarnya aku mau tanya ini sejak dulu, tapi aku takut kamu terkejut. Sejak kita bertemu, aku merasa ada sesuatu dari dirimu yang membuatku bahagia. Kamu selalu tersenyum. Dan aku Cuma mau bilang. Kalau.. aku .. suka sama kamu Mal!” ucapnya sambil memegang tanganku. Aku kaget sekaligus bahagia “Sebenarnya… aku juga menyukaimu. Aku nggak pernah bilang karena, ada Vellycia. Aku takut jika aku menyukaimu persahabatan kita rusak. Jadi kupendam hal ini sejak dulu” ucapku sambil menunduk tetapi tersenyum “Kalau begitu, kamu mau kan jadi pacarku?” tanyanya sambil memberiku bunga mawar merah yang indah “Tentu saja!” jawabku dan segera memeluk Leo. Leo pun tersenyum dan menyambut pelukanku. Aku bahagia.

Fyuuh. Kurasa aku perlu membicarakan hal ini pada Leo. “Leo..” ucapku pelan “ya Mal?” ucapnya balik bertanya “Aku mau cerita tentang sesuatu” ucapku masih pelan “Duduklah di sini, dan ceritakan hal itu” Leo mengajakku duduk di ayunan kayu yang berpemandangan pesisir. Sebenarnya aku nggak enak, membicarakan hal ini. “Aku… punya rahasia. Aku… bukanlah.. seorang manusia!” ucapku ragu ragu. Aku sekilas menatap wajah Leo yang keheranan. Aku takut dia kaget dan berusaha membunuhku tapi ternyata dia bertanya padaku “Lalu apa kamu ini Mal?!” tanyanya heran “Aku.. tidak bisa mengatakannya. Aku tidak mau membuatmu marah. Aku… tidak mau kau membenciku!” ucapku sambil menangis “Untuk apa aku membencimu, Mal? Kau adalah bungaku. Apa pun dirimu. Aku bukan menyukaimu karena fisikmu, aku menyukaimu karena hatimu. Apa pun kau katakan apa sebenarnya kau ini?” Jawabnya tegas “Aku.. aku.. Aku tak bisa mengatakannya!” Aku melepas genggaman tangan Leo yang menyentuhku “Mal! Mal! Jujurlah padaku, aku janji nggak akan beri tahu siapa pun. Vellycia sekalipun. Mal! Tatap aku. Aku menyukaimu bukan karena fisikmu, tapi karena hatimu!” sssrh. Desiran angin dan matahari sore membuatku tenang. Leo menarik tanganku dengan erat agar aku tidak lari lagi. Dia menghapus air mataku dan memelukku “Mal! Jika kamu merasa sedih, bicaralah padaku. Aku pasti bisa menenangkanmu. Aku akan berusaha semampuku agar kau selalu tersenyum!” ucapnya yakin “Baiklah Leo. Tapi janganlah terkejut” ucapku.

Aku mengambil nafas dan mulai berbicara “Aku adalah Putri Kerajaan Kegelapan. Ayahku adalah raja, dan karena aku satu satunya pewaris tahta. Ayah memberikan tahtanya padaku. Tapi aku menolak, dan akhirnya aku menemukan bumi dan berkenalan denganmu. Nama asliku Nathania Le Darco. Maafkan aku yang selama ini telah membohongimu!” ucapku sambil menangis. Leo melepaskan pelukannya, dan berkata “Mal. Memiliki gadis sepertimu ini luar biasa. Aku tahu pasti niatmu bukanlah untuk menyerang. Kau hanya ingin bebas. Putri kerajaan kegelapan yang berhati mulia? Apa lagi yang kuharapkan? Semua sudah ada pada dirimu. Karaktermu lah yang membuatku jatuh cinta. Dan aku ingin kau berjanji, tetap menjadi Mal yang kukenal. Aku berharap kau tidak berkhianat” ucapnya sambil memelukku lagi “Aku janji Leo. Aku janji..”.

Sejak saat itu kami pun menjadi pasangan yang bahagia. Dan.. setelah lulus S1 kami pun menikah

TAMAT

Cerpen Karangan: Claryta Salsabila
Hallo namaku Claryta. Aku duduk di kelas 1 SMA. Ini cerpenku yang pertama. Aku akan berusaha untuk tetap membuat cerpen yang lainnya

Cerpen My Darkness Secret merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rasa Yang Tertinggal

Oleh:
Sore itu aku menghadiri sebuah acara reunian bersama kawan lamaku, kawan yang pernah ada saat aku masih berbalut seragam putih biru, mereka yang selalu menghiasi hari-hari ku, tertawa ceria

The Loss Word

Oleh:
Kau bagaikan cahaya yang berkilauan Seperti putri dari sebuah kerajaan yang sangat jauh Kau ada disini, aku bisa melihatmu Tapi aku tetap tidak bisa menyentuhmu Kau seperti udara yang

Taman Penyatu Cinta

Oleh:
Namaku Valerie umurku 18 tahun, aku sudah lulus sma rencananya aku mau kuliah di ugm tapi entahlah. Liburan ini aku ikut papahku ke proyek terbarunya, tepatnya di sebuah desa

The Truth

Oleh:
“Serius lo, Gi?” Yogas menatap Egi geram. Seakan tak percaya dengan apa yang baru dikatakan sahabatnya barusan. Egi pun berusaha menatap Yogas dan perlahan mengganggukan kepalanya. “Gi, lo bebal

Kepergianmu Membangunkanku

Oleh:
“Dia pacar kamu?? Kerja dimana?? Kamu akan menikah dengannya?” Tanya Iyan “ Iya, aku akan menikah dengannya” Jawab Tya “ Selamat ya, aku ikut bahagia mendengarnya” sahut Iyan lembut.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *