My Enemy My Boyfriend

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 24 April 2017

Waktu istirahat tiba, Aku dan Naya bergegas ke kantin. Aku langsung memesan bakso kesukaanku.
“Nay, kamu mau makan apa? Aku udah pesen bakso”, kataku kepada Naya.
“Hmm Aku pesen mie ayam aja deh sama es jeruknya ya Fik”, jawabnya.

Setelah pesananku dan pesanan Naya datang, Aku memakannya dengan penuh serius karena Aku sangat lapar. Seketika, Aku tidak enak makan karena tiba-tiba Aku mendengar suara Helga, dia adalah musuh terbesarku sejak kelas 1 SMP. Dan yang paling kubenci adalah sekarang dia satu sekolah lagi denganku meski Aku dan Helga tidak sekelas.

“Duh langsung gak nafsu makan nih Aku Nay, gimana kalau kita balik aja ke kelas.”, kataku sambil melirik Helga yang memang dia duduk tepat di bangku makan sampingku. “Ihh enggak ah Fik, Aku masih lapar banget nih. Lagipula tadi kamu nafsu banget kok makannya”. Naya malah menolak ajakanku
“Bilang aja lu malu kan diliatin sama orang ganteng kaya gua”, dengan PDnya Helga ikut menjawab omongan Naya tadi. Rasanya Aku ingin teriak dan mengajaknya ribut, tapi ini tempat umum dan tidak wajar kalau cewek yang mengajak berantem cowok. Akhirnya kutinggalkan Naya sendirian, daripada Aku memendam amarah di tempat ini dan kukeluarkan amarahku kepada cowok yang tidak tahu diri seperti dia.

“Fika, kamu kenapa ninggalin Aku di kantin sendirian? Aku yang dicaci maki sama Helga, dia malah nyuruh Aku gak boleh temenan sama kamu”, ucap Naya. “Ya udah biarin aja, kalau emang dia nyuruh kamu buat ngejauhin Aku. Silahkan Nay!” Kataku sambil marah. Tapi ketika Aku keluar dari pintu kelas, Aku bertabrakan sangat kencang dengan lelaki yang tak kukenal awalnya. Ternyata lelaki itu adalah Helga, alhasil amarahku meledak. “Lu lagi lu lagi! Kenapa di sekolah ini cuma ketemu lu doang sih? Bete gua! Pengen pindah sekolah kalau setiap hari ketemu lu mulu!” Kukeluarkan semua amarahku. “Oke, kalau lu enggak mau ketemu gua lagi. Gua pengen nanti jam 3 sore kita ketemuan di Taman biasa gua berantem sama lu! Kita bicarain masalahnya, cape gua ribut mulu sama lu”, katanya. “Oke, gua tunggu ya jam 3 sore. Kalau gak dateng dan gua nunggu lama, gua pulang!”

Jam 3 sore, Aku menunggu di Taman biasa aku berkelahi dengan Helga. Tak lama Aku menunggu, Helga datang dan mengejutkanku. “Udah lama ya nunggunya?” Ucap Helga. Aku heran dengan ucapan Helga yang begitu manis, biasanya jika bertemu denganku di taman ini dia selalu jutek dan mengeluarkan amarahnya kepadaku. “Tumben banget cara ngomongnya manis, enggak kaya biasa kita ketemu kalau mau berantem”, jawabku dengan wajah jutek. “Baik salah, jahat salah. Maunya apaan sih My Princess?”. Degh! Kali ini kata-katanya membuatku terbang ke langit, tak biasanya Helga berkata manis padaku.
“Haha gak usah kePDan dulu deh, gua manggil lu My Princess karena gua enggak mau kita ketemu di Taman yang indah ini tapi suasananya berantem. Kan enggak lucu! Habisnya lu kayanya sekarang cantik banget, sengaja ya rapi-rapi begini karena mau ketemu sama gua? Udah ketahuan kalau lu suka sama gua. Hehehe”, kata-katanya saat ini malah membuatku malu di depannya, semoga Aku tidak salah tingkah. Sejak tadi Aku hanya terdiam dan menunduk mendengar perkataannya, tak mampu untuk menjawabnya karena malu
“Ehh kok nggak ngomong sih dari tadi? Apa jangan-jangan lu malu yah ngedenger ucapan-ucapan gua tadi”, katanya lagi. “Eee enggak kok gua gak malu, dih ngapain juga malu karena luh? Kan gua kalau ketemu lu malah buat malu”, jawabku dengan gugup. “Dih kok jawabnya nerveous gitu sih? Santai aja kali, trus kok pipi lu jadi merah gitu ya? Hahaha ketahuan sekarang”, katanya meledeki Aku. Setelah dia berkata seperti itu, Aku langsung pergi meninggalkannya di taman. Karena dia sudah mengetahui kebohonganku itu.

Saat di sekolah, tiba-tiba Helga mengajakku makan bersamanya di kantin, dan aku menerima ajakannya itu. “Mau makan apa Fik? Biar gua pesenin.” Tanyanya, “Tapi gua gak nafsu makan Hel, udah gausah pesenin gua makanan, soalnya gua udah kenyang.” Jawabku. Akhirnya Helga makan sendiri, Aku hanya menemaninya makan saja sambil minum es jeruk yang aku pesan. “Sayang, kok cuma ngeliatin gua sama minum es doang sih? Emang gak lapar apa?”. Ucapannya membuat hatiku berbunga-bunga, gak mungkin aku suka dengan Helga. Dia kan musuh terbesar Aku sejak kelas 1 SMP. “Gak kok udah kenyang, udah lu makan aja yang banyak gak usah mikirin gua.” jawabku dengan nada malu-malu.
“Hmm sebenernya ada yang pengen gua ke elu Fik. Sejak ngeliat lu kemaren di taman dengan baju yang sangat cocok di pake sama lu dan lu kelihatan cantik, gua kayanya suka deh sama elu”, ucapnya sambil malu-malu. “Oh iya, mau engga kalau nanti sore jam 3 kita ketemuan lagi di taman biasa?”, ucapnya lagi. “Hmm iya deh tunggu gua ya kalau gua belum datang!”, jawabku.

Ternyata kali ini Helga yang menungguku lebih dahulu. “Maaf ya Hel udah nunggu lama, soalnya Aku dandannya agak lama.” jawabku dengan sangat senang. “Hehehe gak papa kok, sengaja yak mau ketemu Princenya jadi dandannya lama? Sebenernya sih mau ngomong serius sama elu, tapi gua mau nanya dulu. Udah ada yang spesial belum di hati lu?”, tanyanya membuatku malu sekaligus ingin menjawab perasaanku yang sejak kemarin ingin kuutarakan. “Belum ada sih, emang kenapa? Mau masuk? Hehe bercanda kok”, jawabku dengan PD nya. “Really? Sejak kemarin pas ngeliat lu kelihatan beda, gua suka sama lu. Dan gua juga sadar, berantem mulu itu gak ada gunanya. Mendingan kita pacaran aja yuk? Kali ini gua serius Fik. Fik, would you be my darling? I really love you.” Degh! Bunyi jantungku tak beraturan lagi, Aku sangat terkejut mendengarnya mengucapkan itu. “Hmm.. Apa? Tadi kamu ngomong apa? Maaf Aku enggak ngedenger”, jawabku dengan gugup. “Ciee manggil gua pake sebutan Kamu, tadi gua ngomong kamu mau gak jadi pacar Aku? My Princess”. Jantungku berdebar begitu kencang, tapi ini harus Aku jawab. “Hmm, ya udah Aku mau kok jadi pacar kamu. Supaya kita gak berantem terus, heheh”, jawabku dengan sangat senang. “My Princess, yang bener nih Aku diterima? Ya udah mulai sekarang kita pacaran”, ucapnya sambil memelukku. Aku tidak menyangka akhirnya menjadi seperti ini, My Enemy My Boyfriend…

Cerpen Karangan: Siti Lailatul Latifah

Cerpen My Enemy My Boyfriend merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku, Pengagum Rahasiamu

Oleh:
Cinta terkadang membuat kita bodoh, karna akan menolak banyak hati demi menunggu dia yang tak pasti. Bagaimana jika aku mencintai dia yang sudah kuanggap seperti Kakakku? Karna dialah yang

Cerpen GJ

Oleh:
“Selamat pagi abang ganteng…!!” Sapaku pada abangku yang baru bangun tidur. “Selamat pagi juga dedek tembeeem..!!” Balas abangku yang kemudian berlalu menuju kamar mandi. Aku tak membalas perkataan abangku

Night Changed (Part 2)

Oleh:
Sebuah bingkisan terbungkus rapi. Bingkisannya terlihat lucu dan menarik ada kesan tersendiri dari bungkusnya mungkin Djuwita menyukai Gambar dari bingkisan ini. “Ini apa Ta?” tanya Arsya kali ini saat

Pertemuan Terakhir

Oleh:
Suatu hari hiduplah seorang gadis yang cantik, soleh, pandai dan kreatif bernama ulia. Dia hidup bersama ibunya yang seorang buruh pabrik dan seorang adik perempuan yang duduk di kelas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *